Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makalah Perencanaan dan Pengembangan Tenaga Kependidikan Islam

A. Pengertian Perencanaan, Pengembangan, dan Tenaga Kependidikan Islam

Perencanaan
Perencanaan adalah sebuah tindakan yang hendak dilakukan untuk mendapatkan hasil yang ditentukan dalam jangka ruang dan dalam waktu tertentu. Dengan demikian, perencanaan itu merupakan suatau proses pemikiran, baik secara garis besar maupun secara mendetail dari suatu kegiatan/ pekerjaan yang dilakukan untuk mencapai kepastian yang paling baik dan ekonomis. Nabi juga menyatakan bahwa berpikir itu ibadat. Jadi, sebelum kita melakukan sesuatu wajib dipikirkan terlebih dahulu. Ini berarti semua pekerjaan harus diawali dengan perencanaan. 


Perencanaan bisa diartikan sebagai proses penyusunan berbagai macam keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditentukan bersama. Perencanaan itu dapat pula diberi arti sebagai suatu proses pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang ditentukan. Perencanaan bisa juga diartikan sebagai upaya untuk memadukan antara cita-cita nasional dan resources yang telah ada yang diperlukan untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut. Fungsi perencanaan adalah sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian, menghindari pemborosan sumber daya, alat bagi pengembangan quality assurance, dan upaya untuk memenuhi Accountability kelembagaan.  

Jadi, perencanaan merupakan serangkaian proses atau kegiatan dalam menentukan suatu kebijakan pada masa yang yang akan datang untuk mencapai tujuan yang diiginkan.

Pengembangan
Pengembangan profesi adalah upaya gigih, ulet, dan tabah dari seorang guru serta pengawas yang terus-menerus memaksimalkan kemampuannya mengidentifikasikan dan menyelesaikan permasalahan serta memantapkan kemajuan pendidikan, khususnya disekolah tempatnya bertugas.

Makalah Perencanaan dan Pengembangan Tenaga Kependidikan Islam

 
Secara umum pengembangan tenaga kependidikan dapat di definisikan sebagai suatu proses merekayasa perilaku kerja tenaga kependidikan sedemikian rupa sehingga dapat menunjukkan kinerja yang optimal dalam pekerjaannya. Pengembangan lebih dititik beratkan kepada peningkatan kemampuan tenaga kependidikan melalui jalur formal dengan jangka waktu yang panjang, pemberian kesempatan-kesempatan belajar (learning opportunitis) yang di desain guna membantu pengembangan diri para tenaga kependidikan di mana pengembangan diarahkan untuk menyiapkan tenaga kependidikan guna memegang tanggung jawab atas suatu jabatan di masa datang.

Tenaga Kependidikan
Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2004 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tenaga kependidikan adalah seseorang yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada suatu pendidikan.

Adapun yang termasuk tenaga kependidikan berdasarkan ketentuan pasal 35 Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2006 tentang Standar Nasional Pendidikan, antara lain: kepala sekolah atau madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga kebersihan. Sementara berdasarkan ketentuan pasal 39 Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2006 tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan, bahwa pengawasan pada pendidikan formal dilakukan oleh pengawas satuan pendidikan. Dengan demikian, pengawas pendidikan termasuk dalam kelompok tenaga kependidikan.

Dari beberapa definisi mengenai perencanaan, pengembangan, dan tenaga kependidikan, dapat kita ketahui bahwa perencanaan dan pengembangan tenaga kependidikan adalah tindakan atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan para tenaga kependidikan yang dalam hal ini dapat dilakukan oleh para pemimpin sekolah atau pengawas pendidikan.

B. Pentingnya Pengembangan Profesi Tenaga Kependidikan

Sebelum memasuki pada pembahasan tentang pentingnya pengembangan profesi tenaga kependidikan, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu latar belakang pengembangan profesi. Latar belakang pengembangan profesi tenaga kependidikan dibeakan menjadi dua kategori, yaitu :
1. Bersifat Kebutuhan Pribadi
Yang bersifat pribadi ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internaldan faktor eksternal.

Faktor internal, adalah pengaruh pribadi yang berasal dari dalam diri sendiridimana ada suatu dorongan untuk bertumbuh dan berkembang ke ara usaha yang lebih tinggi sesuai engan kemampuannya. Jadi, seorang pendidik ataupun tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya harus senantiasa memiliki kesadaran bahwa setiap individu perlu berkembang baik secara pribadi maupun jabatannya.

Faktor eksternal adalah pengaruh pribadi yang berasal dari luar pribadi ataulingkungan sekitarnya. Pengaruh dari luar ini antara lain meliputi :

  • Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Bertambahnya jumlah penduduk
  • Adanya perubahan falsafah dan dasar negara yang melandasi tujuan pendidikan.
  • Timbulnya inovasi baru baik menyangkut strategi maupun pendekatan dalam pendidikan.

2. Bersifat kebutuhan jabatan
Sehubungan dengan profesinya, maka seorang guru dan tenaga kependidikan lainnya memerlukan :

  • Pengetahuan dalam menganalisa situasi belajar.
  • Mengajar, menerapkan prinsip psikologi modern.
  • Dalam pelajaran, metode, media dan evaluasi pengajaran.
  • Pengatahuan dasar research.
  • Pengetahuan cara bekerjasama.

Jadi, seorang guru atau tenaga kependidikan diharapkan dapat mengembangkan profesinya, karena pengembangan profesi merupakan kebutuhan individu dan kebutuhan jabatan. Dalam hal ini para tenaga kependidikan harus mengetahui hal-hal yang dapat menunjang profesi, seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, metode dan media pembelajaran, dan lain-lain.

Pengembangan profesi merupakan hal yang urgen dalam duniapendidikan. Karena hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan mutu lembaga pendidikan, baik dari segi input maupun output. Pentingnya pengembangan profesi didasarkan atas kemanfaatan dan pemenuhan kebutuhan. Ada beberapa alasan yang mendorong terhadap pentingnya pengembangan karier (profesi), diantaranya ialah :
1. Perkembangan ilmu dan teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dapat mengubah sistem kerja baru. Perkembangan teknologi banyak diciptakan alat-alat baru, yang menuntut pengetahuan dan keterampilan.
2. Menutup kelemahan-kelemahan dari seleksi.
Bagaimanapun juga, seleksi tetap masih mengandung kelemahan. Melalui pengembangan profesi kelemahan seleksi itu ditutup.
3. Menumbuhkan ikatan batin.
Dengan pengembangan profesi maka individu tersebut merasa diperhatikan oleh lembaganya. 

C. Tujuan dan Manfaat Pengembangan Profesi Tenaga Kependidikan

a. Tujuan pengembangan profesi tenaga kependidikan
Tujuan pengembangan profesi tenaga kependidikan dapat dilihat secara umum dan secara khusus.

Secara umum, tujuan pengembangan profesi tenaga kependidikan adalah untuk :

  • Menambah pengetahuan
  • Menambah keterampilan
  • Mengubah sikap

Sedangkan menurut beberapa ahli (Dale Yoder, Alfred Lateiner, dan Joseph Triffin) tujuan umum pengembangan pegawai ialah:

  • Supaya pegawai dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik.
  • Supaya pengawasan lebih sedikit terhadap bawahan.
  • Supaya bawahan lebih cepat berkembang dan
  • Menstabilisasi pegawai.

Secara lebih khusus,tujuan pengembangan profesi tenaga kependidikan adalah agar dapat :

  • Melaksanakan sistem pendidikan modern.
  • Meningkatkan kualitas/bobot karier tenaga kependidikan.
  • Melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien.   
  • Menstabilisasi/menstandarisasi tenaga kependidikan.

b. Manfaat pengembangan profesi tenaga kependidikan
Manfaat pengembangan tenaga kependidikan, dapat dilihat dari berbagai aspek. Dari segi indiviu, maka pengemabangan karier/profesi memberi faedah sebagai berikut :

  • Menambah pengetahuan, terutama sistem pendidikan ataupun pengajaran modern.
  • Menambah dan memperbaiki keterampilan dalam interaksi beljar mengajar.
  • Mengubah sikap yaitu kearah sikap yang positif, kreatif dan dinamis.

Dari segi organisasi/lembaga, maka pengembangan profesi memberi faedah sebagai berikut :

  • Meningkatkan produktivitas dari tenaga kependidikan.
  • Kemungkinan memperoleh hasil yang lebih besar.
  • Memperbaiki image kepada organisasi/lembaga sebagai organisasi/lembaga yang maju.

Berdasarkan tujuan dan manfaat pengembangan profesi tenaga kependidikan diatas, dapat diketahui bahwa pengembangan profesi bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan, menambah pengetahuan serta keterampilan sehingga hal ini dapat bermanfaat bagi peningkatan produktivitas tenaga pendidikan dan peningkatan mutu lembaga pendidikan.

D. Teknik dalam Pengembangan Profesi Tenaga Kependidikan Islam

 Pengembangan profesi pendidik (guru) dan/atau tenaga kependidikan (pengawas) adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru dan/atau pengawas dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu bagi proses pembelajaran serta profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan.

Pada dasarnya, pengembangan profei ini dapat dilakukan oleh supervisi. Sehingga ada beberapa teknik yang dapat dilakukan oleh seorang supervisi dalam upaya pengembangan profesi guru atau tenaga kependidikan lainnya. Secara umum, alat dan teknik supervisi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu individual dan kolektif atau kelompok. Teknik individual adalah teknik yang dilaksanakan oleh guru secara individual. Sedangkan teknik kelompok adalah teknik yang dilakukan untuk melayani lebih dari satu orang.

a.Teknik individual
Dalam teknik individual, terdapat beberapa macam teknik, diantaranyaadalah :
1.Kunjungan kelas (classroom visitation)
Yang dimaksud dengan kunjungan kelas adalah kunjungan sewaktu-waktu yang dilakukan oleh seorang supervisor (kepala sekolah atau pengawas) untuk melihat atau mengamati seorang guru yang sedang mengajar. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana guru mengajar. Apakah sudah memenuhi syarat-syarat didaktis atau metodik yang sesuai. Dengan kata lain untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya masih perlu diperbaiki.

Kunjungan kelas dibagi menjadi dua yaitu kunjungan langsung dan kunjungan tidak langsung. Kunjungan langsung berarti supervisor datang tanpa memberi tahu terlebih dahulu sehingga data yang diperoleh lebih objektif namun guru sering kurang maksimal persiapannya. Sedangkan kunjungan tidak langsung berarti memberi tahu terlebih dahulu sebelum datang sehingga guru mempunyai persiapan yang matang meskipun terkadang ada rekayasa; dan kadang pula ada yang datang karena undangan. Tipe ketiga ini lebih maksimal, artinya persiapan guru lebih matang dan supervisor bisa melihat hasilnya dengan maksimal. Tiga model kunjungan ini dipraktekkan supervisor baik langsung ataupun tidak langsung.

Setelah kunjungan kelas selesai, selanjutnya diadakan diskusi empat mata antara supervisor dan guru yang bersangkutan. Supervisor memberikan saran-saran atau nasehat-nasehat yang diperlukan, dan guru pun dapat mengajukan pendapat dan usul-usul yang konstruktif demi pwerbaikan proses belajar-mengajar selanjutnya.

Dari beberapa teknik kunjungan kelas diatas, penulis menyimpulkan bahwa semua teknik kunjungan kelas diatas hendaknya dilakukan secara bertahap oleh supervisor. Awalnya supervisor memberi tahu kepada pihak sekolah untuk melakukan pengawasan. Setelah melakukan peninjauan dan melihat fakta secara langsung, supervisor memberikan masukan-masukan apa yang seharusnya diperbaiki. Setelah itu, dilain waktu supervisor dapat melakukan kunjungan kembali tanpa memberi tahu pihak sekolah untuk memastikan sejauh mana keseriusan pihak sekolah untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Dalam teknik ini, supervisor harus mempunyai data yang objektif setiap melakukan supervisi sehingga dapat mengevaluasi secara rutin kegiatan disekolah.

Setelah kegiatan supervisi dilaksanakan secara rutin diharapkan sekolah mempunyai semangat yang baik untuk melakukan pengembangan terhadap keseluruhan aspek yang terlibat dalam pendidikan, baik peserta didik, pendidik, ataupun tenaga kependidikan

2. Observasi Kelas
Observasi merupakan tindakan ilmiah yang sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan, khususnya dalam supervisi. Observasi kelas adalah pengamatan langsung terhadap proses belajar mengajar yang sedang berjalan di kelas. Observasi kelas bisa dilakukan saat kunjungan kelas.

Tujuan observasi adalah memperoleh data yang objektif untuk menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam usaha memperbaiki hal belajar dan mengajar.  

Jadi observasi kelas ini dilakukan ketika kunjungan kelas. Supervisor dapat mengawasi guru di dalam kelas yang sedang melaksanakan proses pembelajaran guna  mengetahui efektifitas seorang guru terhadap peserta didiknya dalam memberikan materi. Sesudah observasi selesai dilakukan, supervisor telah memiliki data yang objektif tentang perilaku guru dalam mengajarkan materi tertentu dan respon siswa terhadap materi yang di ajarkan.

3. Percakapan pribadi (individual conference)
 Percakapan pribadi adalah percakapan antara seorang supervisor dengan guru tentang cara mengajar yang baik. Percakapan ini dalam rangka memecahkan problem yang dihadapi oleh guru.

Adam dan Dickey mengatakan bahwa salah satu alat penting dalam supervisi adalah individual conference. Sebab dalam individual conference seorang supervisor bekerja secara individual dengan guru untuk memecahkan problem-problem pribadi yang berhubungan dengan jabatan mengajar. Misalnya, pemilihan dan pemakaian alat-alat pelajaran, tentang penentuan dan penggunaan metode mengajar, dan lain sebagainya.

Tujuannya adalah memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan gurumelalui pemecahan kesulitan-kesulitan yang dihadapi; memupuk dan mengembangkan hal mengajar yang lebih baik; memperbaiki kelemahan-kelemahan dan berbagai kekurangan yang sering dialami oleh guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah. 

4. Saling mengunjungi kelas (intervisitation)
Intervisitation adalah saling mengunjungi antara guru yang satu kepada guru yang lain ketika mengajar. Dampak positif dari teknik ini adalah membantu guru-guru yang ingin memperoleh pengalaman atau keeterampilan tentang teknik dan metode mengajar serta berguna bagi guru-guru yang menghadapi kesulitan tertentu dalam mengajar; memberi motivasi yang terarah terhadap aktivitas mengajar yang mana  rekan guru mudah belajar dari temannya sendiri karena keakraban hubungan atas dasar saling mengenal.

5.Menilai diri sendiri.
Sebuah tugas yang terbilang sulit bagi guru-guru ialah melihat kemampuan diri sendiri dalam menyajikan sebuah pembelajaran. Untuk mengukur keahliannya dalam hal mengajarnya, disamping menilai murid-muridnya, juga penilaian terhadap diri sendiri merupakan teknik yang dapat membantu guru dalam pertumbuhannya.

b. Teknik kelompok
Teknik kelompok adalah teknik yang dilakukan secara berkelompok.Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
a.Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting).
Seorang kepala sekolah yang baik harus menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah di susun sebelumnya termasuk di dalam perencanaan itu adalah mengadakan rapat dengan guru-guru ataupun staf sekolah secara periodik. Berbagai hal yang dapat dijadikan bahan dalam rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi seperti hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan dan pengembangan kurikulum, pembinaan administrasi atau tata laksana sekolah dan lain-lain. 

1. Mengadakan diskusi kelompok (group discussions)
 Diskusi kelompok dapat dilakukan dengan membentuk kelompok guru dalam bidang studi sejenis (MGMP). Di dalam setiap diskusi supervisor atau kepala sekolah dapat memberikan pengarahan, bimbingan, nasihat-nasihat ataupun saran-saran yang diperlukan.

2. Mengadakan penataran-penataran (inservice-training)
Teknik supervisi kelompok melalui penataran ini seperti halnya, penataran tentang metodologi pengajaran, penataran untuk guru-guru bidang studi tertentu, dan penataran tentang administrasi pendidikan.

3. Lokakarya (workshop).
Lokakarya pendidikan adalah usaha untuk mengembangkan kesanggupan berpikir dan bekerja sama baik mengenai masalah-masalah teoritis maupun praktis dengan maksud untuk meningkatan kualitas hidup pada umumnya serta kualitas profesional pada khususnya. Lokakarya ini berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan, kecakapan, perubahan tingkah laku, disediakan juga kesempatan untuk bervariasi, seperti tamasya untuk menambah pengalaman, pertemuan yang menggembirakan, role playing, dan lain sebagainya.

4. Karya tulis ilmiah
Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang memenuhi persyaratan atau langkah-langkah kegiatan ilmiah  baik sebagai hasil kajian, penelitian, servei, atau tinjauan atau ulasan ilmiah baik gagasan sendiri yang dapat berupa makalah atau buku baik dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan secara luas. 

Karya tulis ilmiah menjadi sumber utama bagi tenaga kependidikan dalam mengkritik data kependidikan, proses belajar mengajar ke dalam ranah pemikiran yang dalam, luas, dan berorientasi pada penemuan dan penyajian prinsip dasar yang berlaku tentang kependidikan atau teori pendidikan. Dengan demikian, masalah kependidikan (termasuk pendidikan agama) selalu dapat dievaluasi dan diantisipasi arah perkembangannya.

Dengan demikian karya tulis ilmiah diharapkan dapat mengembangkan kemampuan tenaga kependidikan dalam bidang pendidikan dengan cara mengeluarkan pemikiran-pemikiran sesuai dengan realita data yang ada, permasalahan, serta faktor yang saling mempengaruhi, sehingga dapat menemukan solusi dari berbagai masalah pendidikan.

Dari beberapa teknik supervisi di atas, baik secara individual maupun kelompok, teknik kunjungan kelas dan observasi kelas merupakan hal yang dianggap paling penting dalam upaya pengembangan tenaga kependidikan. Teknik ini dianggap penting, karena supervisor dapat meninjau secara langsung kegiatan yang berlangsung didalam kelas maupun diluar kelas. Sehingga supervisor dapat menganalisis kelemahan atau kekurangan guru maupun tenaga kependidikan lainnya dan dapat memberikan arahan, bimbingan, dan solusi terhadap kekurangan yang ada agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara maksimal, terutama dalam pendidikan Islam.

Post a Comment for "Makalah Perencanaan dan Pengembangan Tenaga Kependidikan Islam"