Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Sekolah Dan Proses Mobilitas Sosial - duniamanajemen.com Sekolah Dan Proses Mobilitas Sosial - DUNIA MANAJEMEN

Sekolah Dan Proses Mobilitas Sosial

A.    Pengertian Sekolah
Sekolah berasal dari bahasa Belanda (School), bahasa Jerman (die scrule), bahasa Inggris (School) yang artinya sama dengan sekolah, yaitu suatu lembaga pendidikan.  Dalam kehidupan sehari-hari, kata sekolah mempunyai arti. Sekolah dapat diartikan sebagai gedung tempat belajar, waktu berlangsungnya pelajaran, dan usaha menuntut pelajaran kegiatan belajar mengajar. Terlepas dari pengertian ini, sekolah merupakan lembaga pendidikan formal sebagai tempat belajar siswa. Di satu pihak, pendidikan sekolah bertugas mempengaruhi dan menciptakan kondisi yang memungkinkan perkembangan pribadi anak secara optimal. Di pihak lain, pendidikan sekolah bertugas mendidik anak agar mengabdikan dirinya kepada msyarakat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dituntut untuk merekam segala fenomena yang terjadi di masyarakat. Selanjutnya sekolah memberi informasi dan penjelasan kepada peserta didik terhadap ontologism suatu peristiwa. Hal ini perlu dilakukan, disamping sekolah memang berfungsi sebagai perekam berbagai event dalam masyarakat, juga berperan sebagai instrument dalam menjelaskan segala sesuatu yan terjadi dalam masyarakat tersebut. Dengan adanya penjelasan tersebut, diharapkan peserta didik dapat menentukan arah dan sikap yang tepat dalam menyikapi suatu peristiwa.

Menurut Ibrahim ukuran keberhasilan pendidikan adalah sebagai berikut:
  1. Perlu menyadari bahwa proses pendidikan itu memerlukan tenggang waktu (load time) yang cukup lama;
  2. Dalam proses pendidikan itu berlaku prinsip irrevisibilitas, dimana terhadap setiap kesalahan dalam perencanaan dan pelaksanaan yang kita lakukan tidak dapat kita ulangi kembali;
  3. Tantangan yang kita hadapi di masa depan cenderung berkembang semakin kompleks dengan ditandai semakin cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin terbuka;
  4. Kita dituntut untuk pandai menyusun perencanaan pembangunan pendidikan secara akurat, sehingga mampu mengantisipasi tantangan dan permasalahan yang akan terjadi di masa depan.
Ukuran keberhasilan ini adalah yang ideal, sehingga sekolah diharapkan senantiasa meningkatkan mutu pendidikan. Dengan demikian, eksistensi sekolah senantiasa diharapkan dan selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Kehadiran sekolah telah membawa kepada perubahan kehidupan dan budaya masyarakat.

Menurut David Popenoe fungsi pendidikan itu ada empat, yaitu:
  1. Transmisi kebudayaan masyarakat
  2. Menolong individu memilih dan melakukan peranan sosialnya
  3. Menjamin integrasi sosial
  4. Sebagai sumber inovasi sosial. 
Makalah Sekolah Dan Proses Mobilitas Sosial

B.    Pengertian Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial (Social Mobility) dapat diartikan sebagai suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. Masyarakat yang menganut sistem kelas terbuka adalah masyarakat yang memiliki mobilitas sosial yang tinggi, sedangkan masyarakat yang menganut sistem kelas tertutup adalah masyarakat yang memiliki mobilitas sosial yang rendah.

Gerak sosial atau social mobility adalah suatu gerak dalam struktur sosial (social structure), yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mnecakup sifat-sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya. Apabila seorang guru kemudian pindah dan beralih pekerjaan menjadi pemilik toko buku, dia melakukan gerak sosial. Juga apabila seseorang yang semula mendapat gaji bulanan sebesar Rp. 250.000.00,- kemudian pindah pekerjaan karena tawaran dengan gaji yang lebih tinggi. Proses tadi tidak saja terbatas pada individu-individu saja, tetapi mungkin juga pada kelompok-kelompok sosial. Misalnya, suatu golongan minoritas dalam masyarakat berasimilasi dan golongan mayoritas.

Mobilitas sosial merupakan gerakan masyarakat untuk menuju perubahan yang lebih baik. Henry Clay Smith mengatakan mobilitas sosial adalah gerakan dalam struktur sosial (gerakan antar individu dengan kelompoknya). Haditono mengatakan mobilitas sosial adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari kedudukan yang satu ke kedudukan yang lain, tetapi sejajar. Paul B. Horton dan Chester L. Hont mengatakan mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kalas sosial yang lain.

Tipe-tipe gerak sosial yang prinsipil ada dua macam, yaitu, gerak sosial yang horizontal dan vertical. Gerak sosial horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Contohnya adalah seseorang yang beralih kewarganegaraan beralih pekerjaan yang sederajat atau mungkin juga peralihan, atau gerak objek-objek sosial seperti misalnya radio, model pakaian, ideologi, dan lain sebagainya. Dengan adanya gerak sosial yang horizontal tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang ataupun suatu objek sosial.

Gerak sosial vertical dimaksudkan sebagai perpindahan individu atau objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya, yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, maka terdapat dua jenis gerak sosial yang vertical, yaitu yang naik (social clambing), dan yang turun (social sinking). Gerak sosial vertical yang naik mempunyai dua bentuk utama, yaitu:
  1. Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah kedalam kedudukan yang lebih tinggi, dimana kedudukan tersebut telah ada;
  2. Pembentukan suatu kelompok baru, yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu-individu pembentuk kelompok tersebut.

Gerak sosial vertical yang menurun mempunyai dua bentuk utama, yaitu:
  1. Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya, dan
  2. Turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan.

P.A. Sorokin dalam Ary H. Gunawan mengatakan ada sejumlah saluran mobilitas social, yaitu:
1.    Angkatan Bersenjata
Angkatan bersenjata adalah sebuah organisasi yang dapat digunakan untuk saluran mobilitas vertical ke atas melalui tahapan yang disebut kenaikan pangkat.

2.    Lembaga Keagamaan
Lembaga keagamaan dapat meningkatkan status social seseorang, misalnya seorang yang berjasa dalam perkembangan agama seperti ustad, pendeta, dan biksu.

3.    Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan, merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertical ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator (perangkat) yang berangkat dari kedudukan yang rendah ke kedudukan lebih tinggi. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan lebih tinggi. Seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai jenjang yang lebih tinggi. Setelah lulus dia memiliki pengetahuan bisnis dan menggunakan pengetahuannya untuk berusaha, sehingga dia berhasil menjadi pengusaha sukses, yang telah meningkatkan status sosialnya.

4.    Organisasi Politik
Seperti angkatan bersenjata, organisasi politik memungkinkan angkatannya yang loyal dan berdedikasi tinggi untuk menempati jabatan yang lebih tinggi, sehingga status sosialnya meningkat.

5.    Ekonomi
Organisasi ekonomi, seperti perusahaan, koperasi, BUMN, dapat meningkatkan tingkat pendapatan seseorang. Semakin besar prestasinya, semakin besar jabatannya. Jika jabatannya tinggi maka pendapatannya akan bertambah. Karena pendapatannya bertambah berakibat pada kekayaannya bertambah. Juga karena kekayaannya bertambah akibatnya status social di masyarakat meningkat.

6.    Keahlian
Seperti situs-situs karya ilmiah, orang yang rajin menulis dan menyumbangkan pengetahuan/keahliannya kepada kelompok pasti statusnya akan dianggap lebih tinggi dari pengguna biasa. Sejumlah pemikiran atau ide-ide penting akan bermanfaat bagi para pembaca dan mungkin akan berguna dalam menambah ilmu pengetahuan terkait, atau bahkan ide tersebut dapat menjadi bahan dan inspirasi solusi terhadap suatu permasalahan kehidupan yang sedang dihadapinya.

7.    Perkawinan
Melalui perkawinan seorang bisa berubah kedudukan atau status sosialnya. Misalnya, seorang pria miskin yang menikah dengan seorang janda kaya dengan sendirinya status social pria itu berubah menjadi orang kaya yang dikarenakan istrinya kaya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial melalui saluran pendidikan, antara lain:
  1. Perubahan kondisi sosial;
  2. Ekspansi territorial dan gerak populasi;
  3. Komunikasi yang bebas;
  4. Pembagian kerja;
  5. Tingkat fasilitas yang berbeda;
  6. Kemudahan dalam akses pendidikan.

Sejumlah faktor yang dapat menghambat terjadinya mobilitas sosial dalam pendidikan, antara lain:
  1. Perbedaan kelas rasial
  2. Agama
  3. Diskriminasi kelas
  4. Kemiskinan
  5. Perbedaan jenis kelamin. 

Jadi, dapat dijelaskan bahwa mobilitas sosial merupakan perpindahan seorang atau kelompok dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain. Mobilitas sosial dalam pendidikan adalah perpindahan seseorang atau kelompok social dari status yang satu ke status yang lain dalam ruang lingkup pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk mencapai kedudukan yang lebih baik dalam masyarakat. Dengan pendidikan, status sosial seseorang dapat meningkat dan sekaligus sebagai salah satu saluran atau sarana untuk mobilitas social.

Masyarakat memandang pendidikan sebagai jalan untuk mencapai kedudukan yang lebih baik di dalam masyarakat. Makin tinggi pendidikan yang diperoleh makin besar harapan untuk mencapai tujuan itu. Dengan demikian terbuka kesempatan untuk ke goloongan sosial yang lebih tinggi. Pendidikan dilihat sebagai kesempatan untuk beralih dari golongan yang satu ke golongan yang lebih tinggi. Dikatakan bahwa pendidikan merupakan jalan bagi mobilitas sosial. Pada zaman dahulu keturunanlah yang menentukan status sosial seseorang yang sukar ditembus karna sistem golongan yang ketat. Para tokoh-tokoh pendidikan banyak yang menaruh kepercayaan akan keampuhan pendidikan untuk mengubah dan memperbaiki nasib seseorang. Dengan memperluas dan meratakan pendidikan diharapkan dicarikannya batas-batas golongan-golongan sosial. Diharapkan kesempatan belajar yang sama membuka jalan bagi setiap peserta didik untuk memperoleh pekerjaan yang diinginkannya. Kewajiban belajar atau pendidikan universal memberikan penetahuan dan keterampilan yang sama bagi semua peserta didik dari semua golongan sosial.

Keuntungan mobilitas social adalah bagi mereka yang memiliki tingkat modernitas dan demokrasi yang tinggi akan melihat mobilitas social adalah sesuatu yang menguntungkan, karena hal itu berkaitan dengan etos demokrasi. Lain halnya dengan masyarakat yang menganut system kelas tertutup. Mobilitas social dapat dilihat mendatangkan kerugian, karena mobilitas social akan mengancam kelas social kelas menengah dan atas atau merubah system yang sudah mapan.

Daftar Rujukan:
Idi, Abdullah. Safrina. Sosiologi Pendidikan Individu, Masyarakat, dan Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2011.
Nasution, S. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 2011.
Padil, Moh. Triyo Supriatno. Sosiologi Pendidikan. Malang: UIN-Maliki Press. 2010.
Purwanto. Sosiologi untuk Pemula. Yogyakarta: Media Wacana. 2007.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2012.

0 Response to "Sekolah Dan Proses Mobilitas Sosial"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel