Salah Satu Penyebab Tembakau di Madura Anjlok

tembakau anjlok

Duniamanajemen.com, Pamekasan - Bapak Farid mengabarkan tentang kenaikan cukai pada rokok, yakni pada tahun 2015 pemerintah sudah menaikkan cukai rokok sebesar 8,72%. Setelah itu pada tahun 2016 mengalami kenaikan kembali sebesar 11,19%, pada tahun 2017 naik lagi sebesar 10,54%, tahun 2018 10,04%, tahun 2019 tidak mengalami kenaikan. Akan tetapi pada tahun 2020 nanti, akan mengalami kenaikan sebesar 23%. Sehingga sejak 2015-2020 kenaikan dari cukai rokok mencapai 63,49%.

Sehingga dengan adanya kenaikan cukai rokok yang bisa dibilang sudah melebihi ambang batas kewajaran, sehingga mengakibatkan beberapa masalah.

1. Tembakau para petani dibeli dengan harga yang rendah. Hal ini dilakukan untuk menekan harga jual rokok dipasaran. Sementara itu, ada sekitar 3 juta petani yang menggantungkan hidupnya pada Industri Hasil Tembakau (IHT).

2. Akan lebih marak penjualan terhadap rokok ilegal. Dengan adanya kenaikan cukai pada rokok, tentu hal ini akan menimbulkan menjamurnya industri rokok ilegal. Hal ini akan berdampak negatif terhadap negara. Disisi lain, tidak mungkin membeli tembakau petani dengan harga yang cukup tinggi.

3. Dengan kenaikan cukai rokok, tentu ini akan berdampak pada harga rokok itu sendiri di pasaran. Sehingga orang-orang (perokok) akan lebih beralih pada rokok elektrik. Selain harga yang lebih terjangkau, juga lebih terlihat trendy. Dengan adanya hal ini, maka tembakau akan sulit untuk laku.

0 Response to "Salah Satu Penyebab Tembakau di Madura Anjlok"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel