Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Perbaikan Kurikulum - duniamanajemen.com Perbaikan Kurikulum - DUNIA MANAJEMEN

Perbaikan Kurikulum

Perbaikan Kurikulum
A.    PENGERTIAN PERBAIKAN KURIKULUM
Dakir mengemukakan bahwa perbaikan kurikulum merupakan sebuah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan dan pengalaman belajar yang telah direncanakan, diprogramkan, dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi peserta didik dan juga tenaga kependidikan  untuk mencapai tujuan pendidikan.

Menurut Al-Nahlawi kurikulum adalah rencana sekolah yang berisi pokok-pokok pembelajaran, tujuan, tingkatan, dan apa yang diberikan setiap tahun ajaran, yang djelaskan pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan pada tingkatan atau kelas tertentu dengan melihat tigkat usia anak didik serta berisi tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh anak didik pada tiap pokok bahasan dalam suatu materi pelajaran.

Menurut Nasution kurikulum adalah mata pelajaran yang akan diajarkan di sekolah, atau kurikulum adalah rencana pengajaran.

Dari beberapa pendapat mengenai pengertian kurikulum diatas, dapat penulis simpulkan bahwa kurikulum adalah suatu perencanaan kegiatan peserta didik yang dilakukan baik didalam kelas maupun di luar kelas dibawah bimbingan dan binaan pendidik.

Perbaikan kurikulum adalah upaya penyesuaian yang dilakukan untuk meningkatkan koheresi, kesesuaian, kedayagunaan, keterlaksanaan dan keberhasilan program kurikuler berdasarkan informasi yang diperoleh melalui penilaian dan pengukuran.

Perbaikan kurikulum adalah suatu keharusan bagi seorang guru professional. Perbaikan ini sangat perlu dilakukan karena kondisi pembelajar di setiap kelas di setiap level tidaklah sama.metode belajar inkuiri mungkin cocok untuk untuk kelas A, tetapi belum tentu cocok untuk kelas B. guru harus tanggap terhadap situasi dan kondisi belajar siswa. Guru harus siap mengadakan perbaikan atau revisi terhadap kurikulum yang dia rancang apabila ternyata tidak cocok dengan situasi dan kondisi di kelas. Dengan demikian, kerikulum tersebut akan tetap up to date dan relevan dengan kondisi siswa di kelas. 

B.    FAKTOR-FAKTOR PERBAIKAN KURIKULUM
Berkenaan dengan perbaikan kurukulum, beberapa faktor yang menyebabkan permintaan perhatian yang sifatnya mendesak yakni:
  1. Pertumbuhan dan peledakan penduduk yang terus menerus menghantui masyarakat yang sedang berkembang; antara lain termasuk negara kita sendiri, pada gilirannya akan menimbulkan kelangkaan fasilitas belajar dan personal pembimbing sehingga mau tidak mau membutuhkan kurikulum yang lebih sesuai.
  2. Peledakan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut penyesuaian kurikulum, agar masyarakat kita tidak ketinggalan dari masyarakat dunia lainnya terutama dalam hubungna pergaulan antar bangsa-bangsa dunia ini.
  3. Aspirasi manusia semakin berkembang luas, berkat kebebasan berpikir dan mengeluarkan gagasan dan konsep perlu mendapat penyaluran secara wajar, hal ini mendorong perbaikan kurikulum sekolah.
  4. Dinamika masyarakat yang di sebabkan oleh berbagai faktor, menyebabkan gerakan masyarakat, baik vertikal maupun horizontal membawa pengaruh besar artinya bagi pengembangan pendidikan. Berdasarkan faktor-faktor itulah, maka pemikiran kearah perbaikan kurikulumharus di lakukan demi memenuhi cita-cita masyarakat untuk masa depannya.
Permintaan perhatian tersebut juga bisa menjadi tolok ukur perbaikan kurikulum yang berlaku ditingkat suatu daerah atau Negara tertentu. Secara lebih terperinci, faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan kurikulum adalah sebagai berkut:
1.    Perubahan sosial yang berdampak pada pendidikan
Perbahan sosial merupakan perubahan tingkah laku dan sikap yang terjadi pada individu, kelompok individu, maupun organisasi. Perubahan itu terjadi dapat disebabkan karena interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, organisasi dengan kelompok, atau organisasi dengan organisasi.

2.    Relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat
Tujuan seseorang menyekolahkan anaknya adalah agar suatu saat mampu bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup untuk kelangsungan hidup mereka. Kalau ita simak peubahan-perubahan yang terjadi pada system pendidikan di Indonesia, hal tersebut merupakan dampak dari tuntutan masyarakat. Yaitu terpenuhinya kebutuhan akan pekerjaan yang layak.

3.    Masalah mutu pendidikan

Tuntutan peningkatan mutu pendidikan dapat menyebabkan perubahan kurikulum yang berlaku. Pemerintah berupaya mengejar ketertinggalan di bidang mutu pendidikan dengan menetapkan standar kelulusan. Standar kelulusan ini diharapkan mampu menjadi tolok ukur bagi mutu pendidikan di sekolah.

4.    Adanya pergeseran penekanan tujuan pembelajaran

Menurut Nasution, kurikulu diubah apabila terjadi pergeseran penekanan tujuan pembelajaran.

5.    Adanya pergeseran orientasi proses pembelajaran

Sebelum diterapkannya kurikulum berbasis kompetensi dan kurikulum tingkat satuan pendidikan, proses pembelajaran di kelas lebih berorientasi pada guru. Pada kondisi ini guru menjadi pusat pembelajaran dan seolah-olah menjadi satu-satunya sumber belajar. Setelah pemberlakuan KBK dan KTSP, orientasi pembelajaran bergeser pada siswa. Dalam pembelajaran ini, aktivitas siswa dalam belajar menjadi pusat perhatian.

6.    Studi komparatif terhadap kurikulum Negara lain

Di bidang kurikulum, studi omparatif dilakukan dengan cara membandingkan kurikulum dalam negeri dengan kurikulum luar negeri atau lintas kurikulum yang ada di dalam negeri. Dalam studi ini diambil berbagai hal yang masih relevan dan dianggap sesuai dan mampu memperbaiki kurikulum yang sedang digunakan.

7.    Tantangan kurikulum pada abad 21

Abad 21 adalah abad dimana informasi sangat berharga dan orang yang menguasai banyak informasi alan menjadi orang yang salalu dibutuhkan orang lain. Untuk menghadapi abad 21, masyarakat pendidikan yang ada di sekolah perlu banyak kritis dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi, termasuk masalah di bidang pendidikan.

8.    Globalisasi dibidang pendidkan

Sudah kita semua ketahui bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendri bagi dunia pendidikan. Tujuan pedidikan mulai diarahkan pada kesiapan peserta didik untuk menghadapi persaingan didunia global. 

makalah perbaikan kurikulum

C.    PRINSIP-PRINSIP PERBAIKAN KURIKULUM 
Perbaikan kurikulum berlandaskan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Perbaikan kurikulum adalah proses berkesinambungan. Memperbaiki kurikulum adalah suatu pekerjaan yang tidak pernah berhenti, melalui penilaian yang secara berkala yang pada yang pada gilirannyamenuntut perubahan pada sistem intruksional di lingkungan sekolah untuk memenuhi program tersebut.
  2. Perbaikan kurikulum merupakan suatu proses kerja sama. Dalam proses ini terlibat secara aktif beberapa kelompok.
  3. Perbaikan kurikulum dilaksanakan pada skala yang lebih kecil, pada dasarnya kelompok guru-guru dan individu-individu yang mengemukakan pada keinginannya diri sendiri, menentukan suatu pemikiran keinginannya, membatasi masalah, melakukan penilaian dan melaksanakan perbaikan kurikulum dalam bidangnya masing-masing.
  4. Dalam pekerjaan perbaikan kurikulum tidak berarti semua aspek harus diubah, tetapi dapat dilakukan pada aspek-aspek tertentu saja yang perlu di perbaiki, dan tidak perlu dilaksanakan dalam bentuk proyek dengan dana yang besar, asalkan tetap berada dalam lingkup sistem pendidikan yang berlaku.
D.    PROSES PERBAIKAN KURIKULUM
Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. Bahan segera using karena kemajuan zaman, pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat dan sebagainya.

Perbaikan kurikulum dapat dilaksanakan dalam skala kecil berarti perbaikan dilakukan oleh seorang guru terhadap pembelajaran yang di laksanakan di kelas. Perbaikan ini sifatnya individual dan tidak memerlukan biaya yang banyak. Dalam skala lebih luas, Perbaikan kurikulum dilaksanakan pada tingkat sekolah. Artinya perbaikan dilaksanakan secara keseluruhan pada semua mata pelajaran yang ada di sekolah tersebut. Perbaikan ini dilaksanakan oleh kepala sekolah untuk memperbaiki kurikulum yang ia kepalai.

Perbaikan ini akan memerlukan biaya yang cukup besar.Oleh karna itu perlu di rancang dengan baik. Secara umum, prosedur dalam melaksanakan perbaikan kurikulum adalah sebagai berikut.
1.    Pembentukan Panitia
Pembentukan panitia di laksanakan dalam sebuah forum rapat antara guru, kepala sekolah, dan komite untuk membentuk panitia yang di prediksi mampu melaksanakan perbaikan kurikulum sekolah. Panitia di bentuk sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan dan pengembangan.

2.    Analisis Masalah

Apabila panitia telah terbentuk, maka tugas yang pertama yang harus dilakukan adalah menganalisis kondisi seluruh komponen kurikulum pada seluruh mata pelajaran yang ada. Analisis dilakukan untuk menemukan aspek-aspek dari kurikulum yang memerlukan peraikan apakah tujuan, cakupan materi, metode, alat evaluasi dan lainnya.

3.    Perencanaan Perbaikan

Ada dua perencanaan yang harus menjadi fokusdalam perbaikan kurikulum, yaitu sebagai berikut:
a)    Perencanaan biaya
b)    Perencanaan pelaksanaan perbaikan

4.    Pelaksanaan Perbaikan

Setelah perencanaan perbaikan selesai dilaksanakan, langkah selanjutnya adalah implementasi dari perencanaan tersebut. Perencanaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah di rancang.

E.    PROSEDUR PERBAIKAN KURIKULUM
Secara umum, prosedur dalam melaksanakan perbaikan kurikulum adalah sebagai berikut:
1.    Pembentukan panitia
Pembenyukan panitia dilaksanakan dalam sebuah forum rapat antara guru, kepala sekolah, dan komite untuk membentuk panitia yang diprediksi mampu melaksanakan perbaikan kurikulum sekolah. Panitia dibentuk sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan pengembangan.

2.    Analisis masalah
Apabila panitia telah dibentuk, maka tugas pertama yang harus dilakukan adalah menganalisis kondisi seluruh komponen kurikulum pada seluruh mata pelajaran yang ada. Analisis dilakukan untuk menemukan aspek-aspek dari kurikulum yang memerlukan perbaikan apakah tujuan, cakupan materi, metode, alat evaluasi, dan yang lainya.

3.    Perencanaan perbaikan

Ada dua tahap perencanaan yang harus menjadi focus dalam perbaikan kurikulum, yaitu sebagai berikut:
a)    Perencanaan biaya.
Setelah analisis selesai dilaksanakan, langkah selanjutnya adalah menentukan biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan perbaikan tersebut. Biaya yang di rancang lebih kea arahbiaya operasional pelaksanaan perbaikan,
b)    Perencanaan pelaksanaan perbaikan
Agar efektif dan efisien, pelaksanaan perbaikan kurikulum harus direncanakan dengan baik. Setelah menganalisis hal-hal yang perlu diperbaiki dan komponen-komponen apa yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah menentkan skala prioritas hal-hal yang akan diperbaiki tersebut.

Menurut Oemar Hamalik, ada tujuh langkah dalam kerangka kerja perbaikan kurikulum secara komprehensif, yaitu sebagai berikut:
  • Memulai dengan kurikulum yang ada
  • Perencanaan filsafat pendidikan dan menentukan prinsip-prinsip kepemimpnan
  • Menentukan masalah-masalah dalam kehidupan dan penentuan tujuan-tujuan pendidikan
  • Penilaian kurikulum yang ada
  • Perencanaan program pendidikan
  • Perencanaan pelaksanaan perbaikan
  • Evaluasi program dan perubahan. 
4.    Pelaksanaan perbaikan
Setelah perencanaan perbaikan selesai dilaksanakan, langkah selanjutnya adalah implementasi dari perencanaan tersebut. Perencanaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah dirancang.

F.    EVALUASI TERHADAP PERBAIKAN YANG TELAH DILAKUKAN
Evaluasi bertujuan untuk melihat tepat tidakya sasaran perbaikan kurikulum yang dilakukan. Apakah tujuan perbaikan telah tercapai ataukah belum ada perubahan ke arah yang lebih baik. Jika belum ada perubahan, maka perbaikan harus dilaksanakan lagi karena salah satu prinsip perbaikan kurikulum adalah kontinuitas atau berkesinambugan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap hasil adalah suatu keharusan dan akan terus dilakukan sampai ditemukan sebuah standar kurikulum yang memberikan hasil yang terbaik. Perbaikan dihentikan apabila tidak ditemukan lagi perubahan hasil yang signifikan sebagai dampak dari perubahan yang dilakukan.

G.    PIHAK-PIHAK YANG BERPERAN DALAM PERBAIKAN KURIKULUM

Ada beberapa pihak yang berperan dalam perbaikan kurikulum di sekolah antara lain sebagai berikut:
1.    Supervisor/ pengawas
Pengewas dalam hal ini pengawas sekolah adalah orang yang melaksanakan supervise terhadap kinerja guru dan kepala sekolah, yang di dalamnya termasuk pengawasan terhadap implementasi kurikulum di sekolah.

2.    Kepala sekolah
Kepala sekolah pada setiap satuan pendidikan harus jeli dalam menilai setiap kinerja bawahannya. Apa bila menemukan kelemahan-kelemahan dalam implementasi kurikulum, baik dari segi kemampuan guru maupun kurikulumnya sendiri, kepala sekolah harus sigap dalam mengambil tindakan.

3.    Guru

Kurikulum diimplementasikan pada setiap satuan pendidikan. Masalah yang akan timbul ketika kurikulum diimplementasikan da dalam kelas.masalah ini pertama kali akan diketahui guru. Oleh karena itu, gurulah yang sebenarnya menjadi  ujung tombak dalam pelaksanaan perbaikan kurikulum sekolah.guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan arakteristik materi yang diajarkan dan juga sesuai dengan kemampuan siswa.

4.    Siswa
Peran siswa dalam perbaikan kurikulum bisa secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung berarti siswa bersama guru duduk bersama berdiskusi tentang metode apa yang cocok dalam penyampaian materi yang akan diajarkan. Secara tidak langsung, berarti siswa memberikan masukan kepada guru untuk mengubah metode yang digunakan guru karena dirasa tidak cocok pada dirinya atau juga teman-temannya.

H.    KENDALA YANG DIHADAPI DALAM PERBAIKAN KURIKULUM

Dalam melaksanakan perbaikan kurikulum di tingkat satuan pendidikan, ada beberapa masalah yang bisa menjadi hambatan. Masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Masalah biaya
Salah satu hambatan pada perbaikan kurikulum adalah kurangnya pembiayaan untuk menunjang program perbaikan kurikulum , pihak sekolah jarang seklai menganggarkan dana sekolah untuk perbaikan kurikulum. Sekolah lebih memilih mengalokasikan dana untuk implementasi kurikulum.

2.    Masalah waktu

Padatnya materi yang harus disampaikan cenderung memaksa guru untuk sibuk berkonsentrasi pada bagaimana cara menghabiskan materi ajar dengan waktu yang tersedia.alih-alih mau melaksanakan perbaikan kurikulum, menuntaskan materi pelajaran saja guru sudah merasa kesulitan.

3.    Masalah kemauan dan sika konservatif dari guru

Manusia pada umumnya bersifat knservatif. Demikian pula dengan guru. Guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Ada kalanya cara yang demikian inilah yang lebih mudah dilaksanakan. Guru tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan perbaikan kurikulum yang diterapkan.

4.    Masalah guru yang tidak kompeten

Tidak semua guru paham apa itu kurikulum. Mereka hanya memahami materi apa yang harus mereka sampaikan kepada siswa. Jika seorang guru tidak menguasai materi dan metode pembelajaran dengan baik, maka jangankan melaksanakan perbaikan atau inovasi pembelajaran, menyampaikan materi pelajaran saja merasa kesulitan.

5.    Masalah kepemimpinan yang tidak profesional

Kepala sekoalh yang tidak memiliki jiwa pembaruan, cenderung senang dengan pola lama. Kepala sekolah seperti ini cenderung kokoh dengan pendiriannya dan terkadang melarang guru untuk mengadakan inovasi.

KESIMPULAN
Perbaikan kurikulum adalah upaya penyesuaian yang dilakukan untuk meningkatkan kesesuaian, kedayagunaan, keterlaksanaan dan keberhasilan program kurikuler berdasarkan informasi yang diperoleh melalui penilaian dan pengukuran.

faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan kurikulum adalah Perubahan sosial yang berdampak pada pendidikan, Relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat, Masalah mutu pendidikan, Adanya pergeseran penekanan tujuan pembelajaran., Adanya pergeseran orientasi proses pembelajaran, Studi komparatif terhadap kurikulum Negara lain, Tantangan kurikulum pada abad 21, dan Globalisasi dibidang pendidkan

Perbaikan kurikulum berlandaskan pada prinsip-prinsip adalah proses berkesinambungan, proses kerja sama, dilaksanakan pada skala yang lebih kecil, dan dlaksanakan pada aspek yang memang membutuhkan perbaikan.

Secara umum, prosedur dalam melaksanakan perbaikan kurikulum adalah pembentukan panitia, analisi masalah, perencanaan perbaikan, dan pelaksanaan perbaikan.

Evaluasi bertujuan untuk melihat tepat tidakya sasaran perbaikan kurikulum yang dilakukan. Apakah tujuan perbaikan telah tercapai ataukah belum ada perubahan ke arah yang lebih baik.
Ada beberapa pihak yang berperan dalam perbaikan kurikulum di sekolah antara lain: Supervisor/ pengawas, Kepala sekolah, Guru, dan siswa.

Dalam melaksanakan perbaikan kurikulum di tingkat satuan pendidikan, ada beberapa masalah yang bisa menjadi hambatan. Masalah-masalah tersebut adalah: Masalah biaya, Masalah waktu, Masalah kemauan dan sika konservatif dari guru. Masalah guru yang tidak kompeten, dan Masalah kepemimpinan yang tidak profesional.

Daftar Rujukan:
Hamalik, Oemar. 2007. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya
Haryati, Nik. 2011. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Bandung: Alfabeta
Manab, Abdul. 2015. Manajemen Kurikulum Pembelajaran di Madrasah. Yogyakarta: Kalimedia
Nasution, S. 2014. Asas-Asas Kurikulumu. Jakarta: PT Bumi Aksara
Wahyudin, Dinn. 2014. Manajemen Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Zaini, Muhammad. 2009. Pengembangan Kurikulum. Yogyakarta: Teras

0 Response to "Perbaikan Kurikulum "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel