Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Penanggulangan Konflik Lini dan Staf - duniamanajemen.com Penanggulangan Konflik Lini dan Staf - DUNIA MANAJEMEN

Penanggulangan Konflik Lini dan Staf

A.    Sumber Konflik Lini dan Staf
Ketika ada sebuah perbedaan pandangan antara anggota lini dan staf yang bisa menimbulkan sebuah konflik di antara mereka, walaupun perbedaan itu juga dapat meningkatkan efektifitas terhadap tugas yang diembannya.

Pandangan Lini
Para anggota lini sering memandang para anggota staf dalam hal-hal sebgai berikut:
  1. Staf melangkahi wewenangnya.Karena manajer garis merupakan pemegang tanggung jawab atas hasil akhir, mereka cenerung menolak rongrongan staf atas wewenangnya.
  2. Staf tidak member nasehat yang bermanfaat.Para anggota staf  sering tidak terlibat dalam kegiatan operasional harian yang dihadapi  oleh para anggota lini, sehingga saran-sarannya sering tiak tetap.
  3. Staf menumpang keberhasilan lini.Para anggota staf sering lebih ekat dengan manajer puncak disbanding orang-orang lini, sehingga dapat mengambil keuntungan atas posisi mereka.
  4. Staf memiliki pandangan sempit.Para anggota staf cenderung menjadi spesialis, sehingga mempunyai pandangan terbatas dan kurang dapat merumuskan sarannya atas ddassar kebutuhan dan tujuan organisasi keseluruhan.
Pandangan staf
Para staf memiliki sebuah keluhan yang bertentangan dengan para anggota lini:
  1. Lini kurang memanfaatkan staf. Manajer lini tidak menerima bantuan staf ahli, karena mereka ingin lebih mempertahankan wewenang atas bawahan atau karena mereka takut untuk terbuka, mengakui bahwa mereka membutuhkan bantuan.
  2. Lini menolak gagasan-gagasan baru. Manajer garis mungkin menolak perubaahan tersebut. Anggota staf biasanya yang pertama berkepentingan dengan penggunaan inovasi dalam biddang keahlian mereka.
  3. Lini memberi wewenang terlalu kecil kepada staf.Anggota staf sering merasa bahwa mereka mempunyai penyelesaian masalah-masalah yang paling baik dalam spesialisasinya.Oleh ssebab itu, mereka kecewa bila saran-sarannya tidak didukung dan diimplementasikan oleh manajer lini.
Penanggulangan Konflik Lini dan Staf

B.    Penanggulangan Konflik Lini dan Staf
Edward C. Schein dan para penulis manajemen lainnya sebagaimana dikutip oleh Winardi dan Handoko, telah menyarankan berbagai  cara bagaimana aspek-aspek peran-salah konflik lini ddan staf dapatdikurangi:
1.    Tanggung jawab lini dan staf harus ditegaskan
Secara umum, para anggota lini bertanggung jawab atas keputusan-keputusan operasional organisasi, atau dengan kata lain mereka harus bebas menerima, mengubah, atau menolak saran-saran staf.

2.    Mengintegrasikan kegiatan-kegiatan lini dan staf
Saran-saran staf akan bersifat lebih realistikapabila anggota staf berkonsultasi dahulu dengan  anggota lini dalam proses penyusunan saran-saran mereka. Konsultasi staf- lini juga akan membuat para anggota lini bersedia mengimplementasikan gagasan-gagasan staf.

3.    Memberikan pendidikan kepada anggota-anggota garis agar mereka dapat memanfaatkan jasa-jasa staf dengan tepat
Manajer lini akan lebih efektif memanfaatkan keahlian staf bila mereka mengetahui kegunaan staf spesialis bagi mereka.Schein menyarankan agar para anggota staf menerangkan fungsi-fungsi mereka kepada anggota-anggota garis dalam pertemuan-pertemuan tertentu atau memeberikan penerangan kepada para anggotta garis secara individual.

4.    Mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil-hasil
Para anggota lini harus menciptakan kondisi dimana para anggota staf bertanggung jawab terhadap hasil-hasil yang dicapai (berdasarkan saran-saran mereka). Para anggota lini akan lebih bersedia melaksanakan saran-saran staf bila para anggota staf ikut bertanggung jawab atas kegagalan yang terjadi.

Sumber Rujukan:
  • Ernie Trisnawati & Kurniawan, Pengantar Manajemen, Jakarta: Prenada Media, 2005.
  • Goerge R. Terry dan Leslie W. Rue, Dasar-Dasar Manajemen,Jakarta : Bumi Akara, 2014.
  • http://dokumen.tips/documents/konflik-lini.html di akses pada tanggal 3 Agustus 2015.
  • J. Winardi,,Manajemen Perilaku Organisasi,Jakarta: Prenada Media, 2004.
  • Kenneth N. Wexley dan Gary A. Yuki, diterjemah oleh Muh. Shobaruddin,Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia, Jakarta: Rineka Cipta, 2005.
  • Marwansyah, Manajemen Sumber Daya Manusia,Bandung: Alfabeta, 2012.
  • Sedarmayanti, Manajemen Perkantoran, Bandung: Mandar Maju, 2001.
  • Tani Handoko, Manajemen, Yogyakarta: BPFE, 2005.
  • Wahyudi Kumorotomo dan Subando Agus M. ,Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi-organisasi Publik, Jogjakarta: Gadjah MadaUniversity  Press, 1998.

0 Response to "Penanggulangan Konflik Lini dan Staf"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel