Metode Ceramah Dalam Pendidikan

Metode Ceramah
Ceramah sebagai suatu metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan dalam mengembangkan proses pembelajaran melalui cara penuturan. Metode ini bagus jika penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik dan didukung dengan beberapa alat dan media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunanya. Hal yang perlu diperhatikan dalam metode ceramah adalah isi ceramah mudah diterima dan dipahami serta mampu menstimulasi pendengar untuk mengikuti dan melakukan sesuatu yang terdapat dalam isi ceramah tersebut.

Metode ceramah merupakan metode yang dari dulu hingga saat ini sering digunakan oleh setiap instruktur atau guru. Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru ataupun siswa. Biasanya belum merasa puas jika dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga dengan peserta didik atau siswa, mereka akan belajar jika ada seorang guru yang memberikan sebuah materi pelajaran melalui ceramah sehingga timbul anggapan jika ada guru yang berceramah berarti sedang ada proses pembelajaran, sedangkan jika tidak ada guru yang berceramah berarti tidak ada yang namanya pembelajaran. Metode ceramah adalah cara yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori.

1. Langkah-langkah menggunakan metode ceramah
Ada tiga langkah pokok yang harus diperhatikan dalam menggunakan metode ceramah yaitu, persiapan, pelaksanaan dan kesimpulan.

A. Tahapan persiapan
Menurut Supriadie, hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam menyiapkan ceramah adalah sebagai berikut:
  • Analisis sasaran, baik dari sisi jumlah, usia, maupun kemampuan awal yang dimilikinya
  • Aanalisis sifat materi yang sesuai dan cukup hanya dengan dituturkan atau diinformasikan
  • Menyusun durasi waktu yang akan digunakan untuk ceramah secara efektif dan efisien serta memperkirakan variasi yang dapat dikembangkan
  • Memilih dan menetapkan jenis media yang akan digunakan
  • Menyiapkan sejumlah pertanyaan sebagai bentuk kontrol dan upaya memperoleh umpan balik
  • Memberikan contoh dan analogi yang sesuai dengan pengalaman yang pernah diperoleh
  • Menyiapkan ikhtisar yang sekiranya akan membantu kelancaran ceramah
Makalah Metode Ceramah Dalam Pendidikan

B. Tahap pelaksana
Pada tahap ini ada tiga langkah yang harus dilakukan, yaitu:

Langkah pembukaan
Pada langkah pembukaan dalam sebuah metode ceramah merupakan langkah yang penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan ceramah.

Langkah penyajian

Pada tahap penyajian ini berupa penyampaian materi pembelajaran kepada peserta didik dengan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode pembelajaran, guru harus menjaga perhatian siswa agar tetap terarah pada materi pembelajaran yang sedang disampaikan.

Langkah mengakhiri ata menutup ceramah

Ceramah harus ditutup dengan ringkasan pokok-pokok materi agar materi pelajaran yang sudah dipahami dan dikuasai siswa tidak membawa kembali. Buatlah kegiatan-kegiatan yang dapat membuat siswa tetap mengingat terhadap materi pembelajaran yang disampaikanoleh guru. Perlu diperhatikan bahwa ceramah akan berhasil dengan baik jika didukung oleh metode-metode lainnya, misalnya tanya jawab, tugas, latihan, dan lain-lain. Metode ceramah wajar dilakukan jika ingin mengajarkan topik baru, tidak ada sumber bahan pelajaran pada siswa atau menghadapi sejumlah siswa yang cukup banyak.

2. Kelebihan dan kelemahan metode ceramah
Ada beberapa kelebihan sebagai alasan mengapa ceramah sangat sering digunakan.
  • Ceramah merupakan metode yang murah dan juga mudah untuk dilakukan. Bisa dikatakan murah karena proses ceramah pada suatu kegiatan pembelajaran tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda halnya dengan metode lain seperti demonstrasi atau peragaan. Dikatakan mudah karena ceramah hanya mengandalkan suara guru sehingga tidak terlalu memerlukan persiapan yang rutin.
  • Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang cukup banyak dapat diringkas atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
  • Dengan ceramah, guru lebih leluasa untuk menyampaikan materi yang memang perlu ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok-pokok materi mana yang perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
  • Dengan metode ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas karena sepenuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
  • Dengan menggunakan metode ceramah, organisasi kelas dengan  dapat diatur menjadi lebih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting kelas yang beragam atau tidak memerlukan persiapan persiapan yang rumit asalkan siswa dapat menempati tempat duduknya untuk mendengarkan guru, ceramah sudah dapat dilakukan.
Di samping Beberapa kelebihan diatas ceramah juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:
  • Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru.. kelemahan ini memang kelemahan yang paling dominan karena apa yang diberikan guru adalah apa yang dikuasainya, sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan tergantung pada apa yang dikuasai guru.
  • Dengan metode ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme (kegiatan banyak menghafal).
  • Metode ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan jika guru kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik. Yang paling sering terjadi adalah, walaupun secara fisik peserta didik berada di dalam kelas, tetapi secara mental peserta didik sama sekali tidak mengikuti sebuah proses pembelajaran, pikirannya melayang kemana-mana atau siswa mengantuk yang disebabkan oleh gaya bertutur guru yang tidak menarik.
  • Melalui metode ceramah sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa mudah mengerti apa yang dijelaskan. Walaupun siswa diberi kesempatan untuk bertanya, kemudian tidak ada seorangpun yang bertanya, hal itu tidak menjamin siswa keseluruhan sudah paham.

0 Response to "Metode Ceramah Dalam Pendidikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel