Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Merancang Lingkungan Belajar yang Efektif - duniamanajemen.com Merancang Lingkungan Belajar yang Efektif - DUNIA MANAJEMEN

Merancang Lingkungan Belajar yang Efektif

A.    Konsep Dasar Pengelolaan Lingkungan Belajar
Sebelum pembahasan mengenai konsep dasar pengelolaan kelas penulis akan menyinggung sedikit mengenai pengertian kelas. Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai kelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran sama dari guru yang sama. Kelas bukan hanya kelas yang merupakan sejumlah ruangan yang dibatasi oleh dinding tempat para peserta didik berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan pembelajarantetapi lebih dari itu kelas merupakan unit kecil siswa yang berinteraksi dengan guru dalam proses belajar mrngajar dengan guru dalam proses belajar mengajar dengan beragam keunikan yang dimiliki.

Kelas sebagai lingkungan belajar siswa merupakan aspek dari lingkungan yang harus diorganisasikan dan dikelola secara sistematis. Lingkungan ini harus diawasi agar kegiatan belajar mengajar bisa terarah dan menuju pada sasaran yang dikehendaki. Adapun karakteristik lingkungan yang baik itu diantaranya adalah kelas memiliki sifat merangsang dan menantang siswa untuk selalu belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan belajar. Maka dari itu, terasa tepat bila dikatakan bahwa pengelolaan kelas secara dinamis merupakan penentu perwujudan proses belajar mengajar yang efektif.

Arikunto memberikan pengertian pengelolaan kelas sebagai sustau usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar yang membantu dengan maksud agar mencapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar mengajar yang diharapakan.

Dalam hal ini Depdikbud (1995) juga menjelaskan bahwa pengelolaan kelas adalah segala usaha yang diarahakan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan.

Bapak Ibnu Muzayyin selaku guru mata pelajaran PKN di MA Miftahul Qulub juga mengatakan bahwa pengelolaan kelas adalah proses mengola atau mengendalikan kelas sehingga kelas dapat tetap kondusif dan efektif.

Berdasarkan beberapa uraian dia atas mngenai pengelolaan kelas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas atau lingkungan belajar adalah segala usaha yang dilakukan oleh guru atau penanggung jawab kelas yang dilakukan secara sistematis untuk mewujudkan kondisi kelas yang kondusif dalam rangka menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Dengan demikian, konsepsi pengelolaan kelas yang efektif berarti tugas yang paling berat bagi guru adalah berusaha menghilangkan atau memperkecil permasalahan-permasalahan yang terkait dengan semua problem pengelolaan kelas, seperti kurangnya kesatuan, tidak standar perilaku dalam bekerja kelompok, rekasi negatif terhadap kelompok, moral rendah, dan sebagainya. 

Beberapa hal yang perlu diperhatkan dalam membuat perencanaan kelas. Yaitu:
1.    Karakteristik  siswa.
2.    Prosedur penstabilan, penerapan prosedur intensitas siwa akan ikut pada aktivitas sehari-harinya seperti sebagaimana siswa menyelesaikan ujian. Bagaimana membuat transisi dari aktivitas yang satu dan aktivitas lainnya. Standar perbaikan prilau seperti mendengarkan seseorang ketika berbicara.
3.    Lingkungan fisik
  • Penglihatan ke depan ruangan harus disusun sehingga semua siswa dapat melihat ke papan tulis dan tampilan yang lainnya.
  • Keterjangkauan untuk meningkatkan area lintas tinggi seperti pintu kelas, tempat pembuangan sampah,  dan daya tampung ruang serta harus dijaga kebersihan dan terpisah dengan yang lain.
4.    Pembutan peraturan yang efektif.

Ketika berbicara mengenai masalah pengelolaan kelas secara efektif, guru yang tidak berpengalaman terkadang melupakan lingkungan fisik. Merancang lingkungan fisik ini akan membutuhkan banyak hal diantaranya adalah:
1.    Prinsip penyusunan kelas, ada 4 prinsip yang bisa dilakukan seorang guru ketika menyususn kelas:
  • Mengurangi hambatan di acara macet, gangguan ini meliputi area kerja kelompok, meja siswa, meja guru, dan lain-lain. Pisahkanlah area ini satu sama lain, pastikan tempat tersebut mudah didatangi.
  • Memastikan bahwa semua siswa dapat terlihat, tugas penting manajemen yaitu memantau siswa dengan seksama.
  • Membuat materi pengajaran yang sering digunakan dan persediaan siswa menjadi mudah untuk diakses.
  • Memastikan seluruh siswa bisa dengan mudah mengobservasi presentasi seluruh kelas. Tetapkanlah tempat untuk presentasi supaya siswa tidak perlu memindah-mindahkan kursi dan menoleh.
2.    Gaya penyusunan, memikirkan jenis aktivitas pembelajaran yang bisa membuat siswa aktif dan melibatkan diri itu sangat penting. Pertimbangkanlah susunan fisik yang paling mendukung jenis aktivitas tersebut.
a.    Penyusunan ruang kelas standar.
•     Gaya auditorium semua siswa duduk menghadap guru.
•    Gaya berhadap-hadapan, siswa duduk saling berdekatan.
b.    Personalia kelas, membuat kelas menjadi karakteristik siswa yang menggunakan ruangan tersebut, tempellah foto-foto, karya seni siswa, ungkapan-ungkapan positif, dan hal-hal yang menari lainnya, agar ruangan kelas tidak menoton.

Ada sekitar delapan strategi pengelolaan umum:
  1. Menciptakan pengaturan fisik yang membantu memfokuskan perhatian siswa pada pelajaran kelas dan pokok bahasan akademik.
  2. Menetapkan dan mempertahankan hubungan kerja yang baik dengan siswa.
  3. Menciptakan iklim psikologis dimana siwa merasa nyaman dan termotivasi secara intrinsik untuk belajar.
  4. Menetapkan batasan-batasan yang masuk akal bagi perilaku.
  5. Merencanakan aktivitas-aktivitas yang mendorong siswa tetap fokus pada tugas.
  6. Terus memantau apa yang dilakukan oleh siswa.
  7. Memodifikasi strategi pengajaran jika perlu.
  8. Mempertimbangkan perbedaan indiidual  dan perbedaan perkembangan dalam membuat keputusan mengelola kelas.
Hasil observasi dari penulis berdasarkan beberapa hal yang telah diungkapkan di atas Di MA Miftahul Qulub di kelas XI IPA B2, dimana sejauh yang penulis amati dalam kelas mata pelajaran PKN yang diajarkan oleh bapak Ibnu Muzayyin sebagai guru mata pelajaran PKN cukup menantang, karena sebelum beliau memulai dan sebelum beliau mengakhiri pelajaran beliau selalu memberikan semacam kuis atau pertanyaan-pertanyaan sehingga hal tersebut cukup menantang siwa untuk mendengarkan dengan sebaik mungkin dan menanyakan apa yang tidak mereka pahami, karena sejauh yang penulis amati kelas tersebut cukup aktif dan kondusif akan tetapi tidak menakutkan.

Mengenai lingkungan fisik di MA Miftahul Qulub setiap tahunnya selalu mengadakan perubahan lingkungan belajar seperti perubahan hiasan-hiasan kelas dan sejauh yang penulis ketahui dalam mengelola lingkungan belajar siswa dan wali kelas bekerja sama guna membuat kelas senyaman mungkin buat siswa, agar siswa merasa nyaman dan aman di dalam kelas, serta membantu mereka tetap semangat belajar dengan lingkungan yang telah mereka rancang sendiri. Mengenai  perubahan bangku ada beberapa guru yang menerapkan, akan tetapi tidak setiap hari, hanya pada kegiatan belajar tertentu, seperti saat dibentuk kelompok untuk melaksanakan diskusi, terkadang posisi bangkunya berbentuk formaasi kelompok kerja. Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa pengelolaan kelas di MA Miftahul Qulub cukup dinamis karena setiap pergantian tahun ajaran kelas akan ditempati siswa dari kelas sebelumnya, dan akan diorganisasikan oleh siswa yang akan menempati dan guru yang akan menjadi wali kelas di kelas tersebut.

Sejauh yang penulis amati pada saat mata pelajaran bapak ibnu muzayyin penataan ruang memang sudah cukup nyaman karena memang kelas yang ditempati memang sudah sesuai dengan karakteristik siswa di kelas tersebut. Karena kelas yang di observasi penulis merupakan kelas ipa maka di dalam kelas tersebut penulis menjumpai beberapa foto organ tubuh manusia, ada juga foto siswa-siswa kelas tersebut, ada juga beberapa hasil karya mereka yaitu, lukisan yang mengandung makna-makna positif, himbauan-himbauan yang positif seperti buanglah sampah pada tempatnya, dan struktur organisasi kelas dan tata tertib. Sejah yang penulis amati bapak ibnu muzayyin selalu memantau kegiatan siswa karena dari posisi bangku dan meja siswa sangat renggang sehingga bapak ibnu muzayyin dapat dengan mudah memantau siswa. Terkadang saat diskusi bapak ibnu muzayyin merubah posisi bangku siswa menjadi kelompok kerja sesuai dengan kelompoknya masing-masing.

Adapun konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Tugas guru seperti mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini. Saat ini aktivitas guru yang terpenting adalah memanaje, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Dalam mengelola kelas guru harus memiliki kemampuan dalam hal dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah  situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif.

Adapun konsep bapak Ibnu Muzayyin dalam pengelolaan kelas, beliau mengatakan sebelum mengajar atau masuk kelas beliau membuat pemetaan terlebih dahulu kemudian menentukan tujuan apa yang ingin dicapai kemudian mempersiapkan RPP dengan tersusun misalnya seperti adanya stimulus sebelum melakukan pembelajaran, maksudnya sebelum masuk ke pelajaran beliau memberikan pertanyaan-pertanyaan pada pertemuan yang sebelumnya lalu dikembangkan dan diperdalam lalu dilanjutkan dengan memasuki tema pelajaran dan setelah akhir pelajran beliau melakukan evaluasi dengan memberikan siswa pertanyaan dari apa yang telah dibahas.  Dan penulis rasa konsep yang dirancang oleh bapak Ibnu Muzayyin ini sudah sesuai dengan teori yang telah dijelaskan di atas dan juga telah diterapkan di dalam kelas ketika beliau mengajar.

Adapun yang mengkonsep lingkungan belajar atau kelas di MA Miftahul Qulub sejauh yang penulis ketahui guru-guru mata pelajaran tidak ikut andil dalam mengkonsep kecuali mengenai perubahan bangku disaat mata pelajran yang guru tersebut ampu. Sejauh yang penulis ketahui yang merancang lingkungan belajar di MA Miftahul Qulub adalah wali kelas dan siswanya. Adapun guru yang tidak memegang tanggung jawab sebagai wali kelas tidak ikut serta dalam merangcang lingkungan belajar atau kelas.

Tingkat keefektifan kelas dipengaruhi oleh kinerja guru yang berpengaruh terhadap pembelajaran. Pemebelajaran efektif ditandai oleh sifat menekankan pada pemberdayaan peserta didik secara aktif. Pembelajaran bukan sekedar memorasi, bukan pula sekedar penekanan pada penguasan tentang apa yang diajarkan. Tetapi lebih menekankan pada internalisasi tentang apa yang diajarkan  sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan dihayati serta dipraktikkan dalam kehidupan oleh peserta didik.

Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi peserta didik. Lebih dari itu, pembelajaran efektif menekankan bagaimana agar peserta didik mampu belajar cara belajar. Melalui kreativitas guru dalam mengelola lingkungan belajara atau kelas, sehingga pembelajaran di kelas menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan.

Menurut bapak Ibnu Muzayyin indikator atau tingkat keefektifan di kelas dapat dilihat dari partisipasi siswa di dalam kelas juga bisa dengan melakukan evaluasi sehingga dapat diketahui sejauh mana keberhasilan atau tercapinya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Semisal yang telah dijelaskan di atas seperti adanya pertanyaan atau kuis sebelum dan sesudah mengajar. Bahkan terkadang juga diadakan game di dalam kelas akan tetapi tetap bermain sambil belajar seperti menjalankan spidol sambil bernyanyi lalu ketika nyanyian berhenti maka spidol akan berhenti dijalankan dan yang kebagian spidol itu mendapatkan pertanyaan lalu harus dijawab jika tidak bisa dihukum, akan tetapi bukan dihukum keras seperti memukul akan tetapi bisa saja disuruh bernyanyi atau berpuisi dan lainnya dan begitu seterusnya sehingga pembelajaran dikelas menjadi menyenangkan akan tetapi tetap mengarah kepada tujuan pembelajaran dan semua siwa juga aktif bahkan  juga dapat  menunjukkan kreatifitas siswa sehingga siswa tidak merasa jenuh dalam belajar. 

Penulis juga mewawancarai salah satu siswi di MA Miftahul Qulub kelas XI IPA B2 yang bernama Rita Jannatun Hasanah, ia mengatakan bahwa cara mengajar atau cara bapak Ibnu Muzayyin mengelola kelas cukup menyenangkan dan cukup bisa membuat ia memahami apa inti dari pelajaran yang telah bapak Ibnu Muzayyin sampaikan.  Dan sejauh yang penulis amati cara pengelolaan kelas bapak Ibnu Muzayyin cukup efektif, karena kelasnya cukup kondusif tidak gaduh dan mayoritas siswanya aktif. Apalagi saat diadakan pertanyaan-pertanyaan, game dan kuis.


Merancang Lingkungan  Belajar yang Efektif

B.    Tujuan Pengelolaan Lingkungan Belajar
Sebagai pengelola kelas guru atau wali kelas dituntut untuk mengelola kelas sebagai lingkungan belajar siswa, karena tugas guru yang utama adalah menciptakan suasana di dalam kelas agar terjadi interaksi belajar mengajar dengan baik dan sunguh-sungguh. Oleh sebab itu, guru dan wali kelas dituntut memiliki kemampuan yang inovatif dalam mengelola kelas sebagai lingkungan belajar.

Dengan pengelolaan kelas atau lingkungan belajar yang baik diharapkan dapat tercipta kondisi kelompok belajar yang proporsional terdiri dari lingkungan kelas yang baik memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, serta tersedia kesempatan yang memungkinkan untuk peserta didik mengembangkan dirinya sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan pada guru, sehingga siswa mampu melakukan self activity dan self control secara bertahap, tetapi pasti menuju taraf  yang lebih dewasa.

Seperti halnya yang dilakukan oleh bapak Ibnu Muzayyin sebelum masuk ke dalam pembelajaran biasanya beliau menulis beberapa inti dari tema pelajaran yang akan beliau sampaikan lalu beliau meminta salah satu siswanya untuk menjelaskan, setelah melakukan hal tersebut barulah bapak Ibnu Muzayyin menjelaskan dan meluruskan jika ada yang kurang tepat. Jadi dalam hal tersebut penulis menyimpulkan bahwa di dalam bapak Ibnu Muzayyin mengelola kelas beliau mengajarkan kepada siswanya untuk mandiri dan tidak selalu bergantung dari penjelasan guru saja.

Adapun tujuan pengelolaan kelas secara khusus menurut Usman, ia  mengatakan bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan bekerja serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

Adapun menurut Dirjen Dikdasmen yang menjadi tujuan manajemen kelas adalah:
  • Untuk mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya semaksimal mungkin dan sebagai lingkungan belajar maupun .
  • Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajarn.
  • Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai sesuai dengan lingkunghan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
  • Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individunya.
Adapun bapak Ibnu Muzayyin mengatakan bahwa tujuan dari pengelolaan kelas adalah untuk mengupayakan peserta didik lebih lebih terarah dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Dari beberapa penjelasan di atas mengenai tujuan pengelolaan kelas dapat disimpulkan bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah mewujudkan lingkungan belajar sehingga dapat tercipta suatu lingkungan belajar yang baik dan kondusif  yang dapat membantu siswa di dalam kelas atau di dalam lingkungan belajar untuk memperoleh hasil yang diharapkan, baik kelas sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan para siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal serta menyediakan dan mengatur fasilitas dan  perabot belajar yang memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosioanal, dan intelektual siswa dalam kelas.

Sejauh yang penulis amati di MA Miftahul Qulub, siswa cukup mempunyai kebebasan dalam mengembangkan potensi diri, serta guru sebagai fasilitator juga memberikan kebebasan kepada siswanya untuk menggunakan fasilitas dan menyusun perabot belajar di dalam kelasnya sesuai dengan yang siswanya inginkan, Sehingga mereka merasa nyaman saat belajar. Karena lingkungan fisik juga berpengaruh terhadap keefekifan pembelajaran di dalam kelas. Jika siswanya tidak merasa nyaman di dalam kelas, maka itu juga mempengaruhi konsentrasi dan keefektifan dari pemelajaran.

Akan tetapi strategi guru dalam menciptakan suasana belajar juga sangat penting, karena percuma kelas nyaman tetapi strategi guru dalam mengajar tidak mendukung itu juga akan menjadi penghambat keefektifan belajar. Jadi keduanya sangat penting atau saling berhubungan, jika keduanya berjalan dengan baik maka tujuan pengelolaan kelas yang efektif bisa tercapai. Dan sejauh yang penulis amati seperti yang telah disinggung di atas bahwa di MA Miftahul Qulub siswanya mempunyai kebebasan dalam menciptakan lingkungan belajar sesuai yang mereka inginkan, dan cara bapak Ibnu Muzayyin dalam mengajar sudah dapat membuat kelas menjadi cukup menantang dan kondusif.

C.    Prinsip-prinsip Pengelolaan Lingkungan Belajar
Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar yang apabila keenam prinsip mengajar itu tidak digunakan atau ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar tidak akan dicapai. Adapun keenam prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Prinsip konteks, prinsip konteks merupakan situasi problematik yang mencakup belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa para pelajar menjadi peserta didik yang aktif. Adapun ciri-ciri konteks yang baik adalah:1) dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat, 2) terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret, 3) pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untuk menyusun pengertian, bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi.
  2. Prinsip fokus, yaitu mencapai pelajaran yang efektif, harus memiliki fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik, seperti 1) memobilitasi tujuan, 2) memberi bentuk dan uniformitas pada belajar, 3) mengorganisasikan belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan fokus yang baik harus menimbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab, suatu soal yang perlu dipecahkan bersama.
  3. Prinsip sosialisasi, yaitu mutu dan efektifitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar tersebut sangatlah berlaku. Kondisi sosial kelas berpengaruh terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas.
  4. Prinsip individual, yaitu persoalan individual, tetapi sejauh mana perbedaan cara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain.
  5. Prinsip urutan, hal ini guru harus mempertimbangkan efektifitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya.
  6. Prinsip evaluasi, yaitu dilaksanakan untuk meneliti  hasil dan proses velajar siswa, untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur integral di dlam organisasi belajar yang wajar. Evaluasi dapat digunakan untuk menilai metode mengajar yang diguanakan da untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang siswa sebagai perseoranagan, dan dapat juga membawa siswa pada taraf belajar yang lebih baik. 
Di dalam mengelola lingkungan belajar juga ada beberapa prinsip yang harus dilakukan dan dihindari oleh guru sebagai fasilitator atau pengelola lingkungan belajar di dalam kelas:
Beberapa prinsip yang harus dilakukan guru:
  • Kahangatan dan keantusiasan guru sanagat berperan dalam menciptkasn iklim kelas yang menyenangkan.
  • Kata-kata dan tindakan guru yang dapat menggugah siswa untuk belajar dan berperilaku baik akan mengurangi kemungkinan munculnya perilaku yang menyimpang.
  • Penggunaan variasi dapat mengurangi gangguan
  • Keluwesan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat mencegah munculnya gangguan.
  • Guru harus selalu menekankan hal-hal yang positif

Beberapa prinsip yang harus dihindari guru:
  • Mencampuri kegiatan siswa secara berlebihan, terlalu banyak perintah dan mendikte.
  • Kesenyapan, yaitu berhentinya penjelasan atau kegiatan yang seharusnya masih berlangsung. Hal ini  terjadi misalnya guru kehabisan kata-kata ketika menjelaskan  sehingga siswa harus menungu.
  • Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan yang menyebabkan kegiatan berlangsung kurang tuntas.
  • Penyimpanagan yang berlarut-larut dari pokok pembahasan. Misalnya, menceritakan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran.
  • Bertele-tele mengulangi hal-hal tertentu sehingga membosankan siswa.
  • Menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif.
Adapun bapak Ibnu Muzayyin mengemukakan prinsip santai serius sukses, maksudnya adalah santai tidak membuat kelas menjadi menakutkan, akan tetapi dalam santainya tersebut mengarah kepada pembelajaran yang serius sehingga bisa sukses memcapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

Dari beberapa uraian di atas mengenai prinsip pengeloalaan kelas atau lingkungan belajar dapat disimpulkan bahwa peran seorang guru dalam pengelolaan sangat penting khususnya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Karena secara prinsip, guru memegang dua tugas pokok sekaligus yaitu pengajaran dan pengelolaan kelas. Contoh tugas pembelajaran guru berusaha membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran jika ada yang tidak dipahami maka guru bertanggung jawab untuk memberinya penjelasan sehingga siswa dapat memahami apa yang tidak dimengertinya. Adapun contoh dari tugas pengelolaan yaitu guru berusaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran. Karean kegagalan seorang guru mencapi tujuan pembelajaran itu sangat berkaitan dengan bagaimana seorang guru mengelola kelas atau lingkungan belajar.

Adapun yang penulis amati di dalam kelas dan bagaimana cara bapak Ibnu Muzayyin mengajar sudah menggunakan semua prinsip yang telah disebutkan di atas seperti halnya melakukan evaluasi mengajar sesuai dengan apa yang telah direncanakan sehingga pelajaran tidak berlarut-larut atau terpotong dan juga lainnya. Dan bahkan juga tidak melakukan prinsip-prinsip yang harus dihindari seperti halnya terlalu bertele-tele, mencampuri kegiatan siwa secara berlebihan dan lainnya. Beliau juga mengatakan tidak mudah untuk mngelola kelas menjadi kondusif dan efektif karena psikologi siswa bermacam-macam bahkan tingkat dan waktu pemahaman siswa juga berbeda-beda, jadi jika  ada siswa yang tidak mengerti maka akan tetap diberikan pengayaan dan penjelasan.  Dari apa yang dikatakan beliau tersebut beliau juga memegang prinsip individual atau perbedaan dari masing-masing siwa.

Dari semua penjelasan yang telah dibahas di atas penulis dapat menyimpulka bahwa kelebihan dari bapak Ibnu MUzayyin dalam mengajar adalah beliau mampu membuat kelas menyenangkan dan kondusif, akan tetapi beliau kurang memperhatikan mengenai lingkungan fisik dalam pengelolaan kelas, meskipun terkadang beliau merubah posisi bangku menjadi formasi kelompok kerja, karena beliau menggunakan prinsip santai serius sukses seperti yang telah disebutkan di atas, prinsip itu hanya fokus terhadap proses pembelajaran dan kurang memperhatikan lingkungan fiisik yang juga berpengaruh terhadap keefektifan pembelajaran.

Sumber Rujukan:
  • Amri, Sofan dan Ahmadi, Khoiru.  Proses Pembelajaran Inovati f dan Kreatif dalam Kelas. PT Prestasi Pustakaraya: Jakarta, 2010.
  • Hasanah, Rita Jannatun. Siswi Kelas XI IPA B2. MA Miftahul Qulub, 160416.
  • https://diyahayuwirantika.blogspot.ae/2012/09/strategi-pembelajaran-dan-lingkungan.html?m=1
  • Ibnu Muzayyin, Ibnu. Guru Mata Pelajaran PKN. (MA Miftahul Qulub, 160416.
  • Mulyasa. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. PT Bumi Aksara: Jakarta, 2013.
  • Said, Bustami. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pembelajaran. Stain Pamekasan Press: Pamekasan, 2006.

0 Response to "Merancang Lingkungan Belajar yang Efektif "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel