Menpora Imam Nahrawi Menjadi Tersangka?

Pix: Liputan6.com
Duniamanajemen.com, Jakarta - KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Imam Nahrawi (Menpora) sebagai dugaan suap terkait dengan bantuan yang diberikan kepada KONI dari pemerintah dengan melalui Menpora. Imam Nahrawi juga diduga telah menerima gratifikasi.

Dilansir dari Liputan6.com, di kantor Kemenpora Jakarta Pusat, masih terlihat lengang. Tidak terlihat sejumlah aktivitas khusus setelah Imam Nahrawi ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK.

Semua petugas keamanan dan juga pegawai terlihat beraktivitas seperti biasanya di kompleks gedung. Hanya ada beberapa media yang berjaga-jaga untuk menunggu kedatangan Menpora.

Menurut pihak pengamanan yang berjaga, sejak pagi Menpora tidak ada diruangannya. Tidak diketahui apakah Imam Nahrawi akan ke kantor atau tidak.

Pada sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Imam Nahrawi Menpora beserta asisten pribadi dari Menpora, Miftahul Ulum menjadi tersangka.

Atas perbuatan yang dilakukan oleh Menpora Imam Nahrawi dan juga Ulum, diduga melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 atau Pasal 12 huruf a atau huruf b sebagaimana telah dilakukan perubahan dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Alexander Marwata selaku Wakil Ketua KPK mengatakan, Imam Nahrawi dalam kasus ini melalui Ulum diduga telah menerima uang dengan jumlah Rp. 14,7 miliar. Kemudian dalam rentang waktu 2016-2018, Imam Nahrawi juga meminta uang yang berjumlah Rp. 11,8 miliar.

Alexander Marwata mengatakan, penerimaan yang totalnya mencapai Rp. 26,5 miliar ini terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang semuanya itu berhubungan dengan jabatan Imam Nahrawi selaku Menpora.

Alex juga menuturkan bahwa uang tersebut digunakan untuk sebuah kepentingan pribadi dari Menpora dan juga pihak lain yang terkait.

0 Response to "Menpora Imam Nahrawi Menjadi Tersangka?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel