Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Menganalisis Kondisi Kelas Yang Ideal (Iklim Kelas dan Cara Pengembangan Komunikasi didalam Kelas) - duniamanajemen.com Menganalisis Kondisi Kelas Yang Ideal (Iklim Kelas dan Cara Pengembangan Komunikasi didalam Kelas) - DUNIA MANAJEMEN

Menganalisis Kondisi Kelas Yang Ideal (Iklim Kelas dan Cara Pengembangan Komunikasi didalam Kelas)

A.    Pengertian Iklim Kelas
Wilson mengemukakan bahwa iklim kelas merupakan tempat para siswa dan guru berinteraksi satu sama lain dengan menggunakan beberapa sumber informasi dalam usaha pencarian ilmu dalam aktifitas belajar (pembelajaran). Iklim kelas juga dapat diartikan sebagai tempat dimana tercipta komunitas di antara siswa; tempat yang memiliki atmosfir yang menyenangkan dan tidak terancam; tempat dimana siswa diberikan berbagai kontrol untuk melakukan berbagai aktivitas di dalam kelas; tempat untuk mengkomunikasikan pesan- pesan mengenai permasalahan yang dihadapi siswa di kelas; serta tempat untuk mengkomunikasikan penerimaan, penghargaan dan perhatian dari guru kepada peserta didiknya.

Menurut Adelman dan Taylor, iklim kelas adalah sebuah kualitas lingkungan yang dirasakan, yang muncul dari adanya sebuah interaksi dari berbagai faktor seperti aspek materi, fisik, operasional, organisasi, dan sosial.Iklim kelas memegang peranan penting dalam mempengaruhi keberlangsungan kegiatan belajar dan perilaku di dalam kelas.

Dari beberapa pendapat para ahli,maka penulis dapat menyimpulkan bahwa iklim kelas adalah keadaan psikologis dan hubungan sosial yang terbentuk di dalam kelas sebagai hasil interaksi antara siswa dengan guru, dan antara siswa dengan siswa lainnya.

Menurut Nasution ada tiga jenis suasana kelas yang dihadapi siswa ketika proses pembelajaran berlangsung di kelas berdsarkan sikap guru terhadap anak dalam menyampaikan sebuah materi pembelajaran.
Makalah Menganalisis Kondisi Kelas Yang Ideal (Iklim Kelas dan Cara Pengembangan Komunikasi didalam Kelas)


1.    Suasana kelas yang dengan sikap guru yang Otoriter. 

Suasana kelas seperti ini terjadi ketika guru menggunakan kekuasaannya untuk mencapai tujuannya tanpa lebih jauh mempertimbangkan akibatnya bagi anak, khususunya bagi perkembangan pribadinya.Dengan hukuman dan ancaman anak dipaksa untuk menguasai bahan pelajaran yang dianggap perlu untuk ujian dan masa depannya.

2.    Suasana kelas yang dengan sikap guru yang Permisif.
Suasana ataupun iklim sperti ini ditandai dengan membiarkan anak berkembang dalam kebebasan tanpa banyak tekanan frustasi, larangan, perintah, atapupun paksaan, pelaran selalu dibuat menyenangkan. Guru tidak menonjolkan dirinya dan berada di belakang untuk memberi bantuan bila dibutuhkan. Sikap ini mengutamakan perkembangan pribadi anak khususnya dalam aspek emosional, agar anak bebasr dari kegoncangan jiwa dan menjadi anak yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

3.    Suasana kelas yang dengan sikap guru yang Rill

Suasana kelas spertin ini ditandai dengan adanya kebebasan anak yang disertai dengan pengendalian.Anak-anak diberi kesempatan yang cukup untuk bermain bebas tanpa diawasi atau diatur dengan ketat. Disisi lain anak diberi tugas sesuai petunjuk dan pengawasan guru.

B.    Pentingnya Penciptaan Iklim Kelas

Iklim kelas yang kondusif merupakan tulang punggung dan factor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), karenanya iklim kelas harus menjadi hal yang diperhatikan dalam menyukseskan pendidikan karakter di sekolah baik secara fisik maupun non fisik.Lingkungan sekolah yang nyaman, aman dan tertib dipadukan dengan optimisme dan harapan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, kesehatan sekolah serta kegiatan-kegiatan yang berrpusat pada peserta didik (student-centered actvities) merupakan iklim yang dapat membangkitkan gairah dan semangat belajar siswa.

Suasana kelas yang tertib mendukung pencapapian tujuan pembelajaran.Hal ini dapat terlihat dari antusiasme siswa ketika mengikuti pelajaran. Kelas yang tertib ditunjukkan dengan keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar mnegajar, setiap siwa berlomba-lomba dalam menyelesaikan tugas dan adanya kesamaan persepsi antara guru dan siswa mengenai tujuan pembelajaran yang hendak dicapai melalui proses pembelajaran.

Iklim kelas akan berjalan dengan baik apabila ada pendekatan yang komprehensif baik dari sekolah, keluarga, masyarakat dalam mengembangkan karakter peserta didik yang kuat, baik dan positif secara konsisten. Hal ini perlu dilakukan agar upaya pendidikan di sekolah berjalan secara optima, artinya peserta didik bisa merasakan kenyamanan bukan hanya di dalam kelas akan tetapi juga saat peserta didik keluar dari kelas atau pulang sekolah karena masyarakat juga beperan dalam pembentukan iklim kelas yang dan sekolah yang baik.

Ketika peserta didik mendapatkan berbagi prilaku ambigu dan inkonsistensi dari masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung, hal itu akan berdampak buruk terhadap karakter peserta didik.Selain itu, dalam menciptakan karakter yang baik bagi peserta didik perlu kiranya dilakukan pendekatan-pendekatan yang tajam, proaktif, dan efektif oleh para guru yang tidak terlepas dari iklim atau suasana belajar siswa.

Ada beberapa prinsip yang harus dilskukan guru dalam menciptakan iklim kelas yang baik, yaitu:
  • Kehangatan dan keantusiasan guru sangatlah berperan penting dalam menciptkan iklim kelas yang menyenangkan,
  • Kata-kata dan tindakan guru yang dapat menggugah siswa untuk belajar dan berprilaku baik akan mengurangi kemungkinan munculnya prilaku yang menyimpang,
  • Penggunaan variasi dapat mengurangi gangguan,
  • Keluwesan guru dalam dalam kegiatan belajar mengajar dapat mencegah munculnya gangguan,
  • Guru harus selalu menekankan hal-hal yang positif. 
Adapun lingkungan yang kondusif dapat dikembangkan melalui berbagai layanan dan kegiatan sebagai berikut:
  1. Memberikan pilihan kepada peserta didik yang lambat maupun yang cepat dalam melakukan tugas pembelajaran. Pilihan dan pelayanan individual bagi peserta didik, terutama bagi mereka yang lambat belajar akan membangkitkan semangat belajar, sehingga membuat mereka betah belajar di sekolah.
  2. Mengembangkan organisasi kelas yang efektif,  nyaman dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal. Termasuk penyediaan bahan pembelajran yang menarik dan menantang bagi peserta didik, serta pengelolaan kelas ynag tepat,
  3. Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggung jawab bersama antara peserta didik dan guru, sehingga guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan sebagai sumber belajar,
  4. Melibatkan peserta didik dalm merencanakan pembelajaran. Dalam hal ini guru harus mampu memposisikan diri sebagai pembimbing, sehingga peserta didik merasa bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan.
  5. Menciptakan kerjasama saling menghargai, baik antar peserta didik maupun antara peserta didik dan guru dan pengelola pembelajaran lain. Hal ini dilakukan agar peserta didik  memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengemukakan pendapatnya tanpa harus ada ras takut salah dan dipermalukan.
Dengan pelayanan yang disebutkan di atas maka diharapkan akan tercipta iklim belajar dan pembelajaran yang lebih efektif. Hal itu dilakukan untuk menumbuhkan semangat belajar peserta didik, sehingga peserta didik dapat mengembangkan dirinya secara optimal.

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan di MAN Jungcangcang kelas XI, bahwasanya iklim belajar yang tercipta ialah pada saat pelajaran belum berlangsung keadaan siswa di dalam kelas gaduh, akan tetapi keadaan tersebut bisa menjadi lebih baik ketika guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam(Santoso, S.Pd.) masuk dan memberikan salam kepada siswa.

Pada saat pelajaran berlangsung tidak lama kemudian terjadi kegaduhan antara satu siswa dengan yang lainnya dikarenakan perbedaan pendapat mengenai suatu materi pembelajaran, kemudian keadaan tersebut baru bisa teratasi kemudian ketika bapak menghampiri dan menanyakan hal apa yang sedang terjadi, stelah itu baru keadaan menjadi lebih baik  dan kembali lagi siswa menjadi tenang.

Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan kepada bapak Santoso, S.Pd. di Kantor Sekolah, menurut beliau iklim belajar yang baik akan menentukan keberhasilan proses belajar mengajar karena apabila ada kegaduhan seperti yang terjadi saat pelajaran berlangsung, maka hal tersebut akan mengganggu konsentrasi siswa yang lain dan bahkan kegaduhan itu akan ke siswa yang lain, sehingga apabila guru tidak segera mengatasi hal tersebut. Menurut beliau dalam mengatasi kegaduhan yang terjadi saat pelajaran berlangsung peerlu adanya pendekatan beliau menyebutnya dengan pendekatan personal beliau menghampiri siswa-siswa yang gaduh dan menanyakan hal yang mereka debatkan tanpa langsung memarahi mereka karena apabila guru langsung memarahi siswa tersebut akan terjadi tekanan psikis terhadap peserta didik dan akan timbul ketidak nyamanan saat mengikuti pelajaran tersebut saat itu juga maupun minggu-minggu selanjutnya. Maka dari itu diharapkan kepada guru agar mengerti terhadap kondisi di dalam kelas sebelum atau pada saat memulai pelajaran.

C.    Pengembangan Komunikasi di dalam Kelas

Komunikasi adalah proses yang di dalamnya terdapat suatu gagasan yang dikirimkan dari sumber kepada penerima dengan tujuan untuk mengubah perilakunya.

Komunikasi dapat digolongkan dalam beberapa jenis, seperti komunikasi keatas dan kebawah, komnikasi formal, komunikasi informal, dan komunikasi lisan dan tertulis.
Komunikasi dalam proses belajar mengajar terdiri dari tiga jenis:
Yaitu:
  1. Komunikasi sebagai aksi, komunikasi satu arah. Komunikasi ini guru menggunakan metode ceramah sehingga murid hanya duduk diam mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh guru. Kondisi ini bisa saja kondusif, namun hanya sebagai pemintaran pengajar.
  2. Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah. Komunikasi  ini memberikan peran yang sama antara guru dan murid, mereka bisa saling berinteraksi namun interaksi ini hanya terbatas hanya guru dan murid. Komunikasi ini lebih baik dari komunikasi satu arah karena kegiatan guru dan siswa relatif sama.
  3. Komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah. Komunikasi ini melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa dan guru serta sesama siswa itu sendiri. Komunikasi ini menumbuhkan siswa untuk belajar aktif di dalam kelas.
Ada beberapa aspek yang peru dipahami dalam membangun kmunikasi yang efektif, yaitu kejelasan, ketepatan, kontes, alur dan budaya.
  • Kejelasan, yaitu komunikasi yang dilakukan mudah dipahami oleh komunikan
  • Ketepatan yaitu menyangkut penggunaan bahasa yang tepat, baik dan benar.
  • Konteks bisa disebut dengan situasi, yaitu bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai keadaan dan lingkungan disekitar.
  • Alur, yaitu bahasa dan informasi yang akan disajikan harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas, sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap.
  • Budaya. Ketika berkomunikasi perlu dalam menyesuaikan dengan budaya orang yang diajak berkomunikasi.
Terkait dengan komunikasi dalam pembelajaran, komunikasi bisa dikatakan efektif jika materi yang disampaikan oleh guru dan diterima dan dipahamioleh siswa dan peserta didik seta adanya umpan balik yang positif dari siswa.Namun komunikasi harus didukung dengan keterampilan komunikasi antar pribadi yang dimiliki oleh guru.Komunikasi antar pribadi yaitu komunikasi yang dilakukan oleh dua orang individu karena ada rasa saling mempercayai.Komunikasi ini menjadi sebuah keharusan agar terjalin hubungan yang harmonis antar guru dan siswa.

Ada beberapa sifat yang harus dimiliki oleh guru dan siswa agar terjalin hubungan yang saling menguntungkan, yaitu:
  • Keduanya harus saling mengenali. Dalam arti keduanya harus sama-sama memahami dan mengetahui latar belakang masing-masing agar tercipta sebuah kasih sayang antara keduanya.
  • Bersikap terbuka. Hal ini perlu dilakukan agar dalam diri guru dan siswa tumbuh menta untuk bisa menerima saran dan kritik, menumbuhkan kesadaran akan hak dan kewajiban masing-masing individu.
  • Saling percaya dan menghargai. Ketika guru dan siswa bisa saling mempercayai maka akan timbul rasa untuk mneghargai satu sama lain yang pada akhirnya akan menimbulkan keakraban diantara guru dan murid tersebut.
  • Guru berkesungguhan hati mau membimbing siswa dan siswapun harus bersungguh-sungguh pula untuk mau dibimbing.
Pengembangan komunikasi di dalam kelas, berdasarkan hasil observasi penulis, bapak Santoso, S.Pd memulai pelajaran dengan mengucapkan salam terlebih dahulu, baru kemudian bapak mengabsen siswa dan apabila ada siswa yang tidak hadir pada minggu yang lalu, beliau menanyakan alasan ketidak hadirannya. Setelah itu, bapak Santoso, S.Pd. memberikan sedikit rangsangan atau pertanyaan kepada siswa tentang pelajaran minggu yang lalu adapun respon dari siswa tentang review yang bapak Santoso berikan siswa menanggapinya dengan positif karena siswa bisa memberikan jawaban atas pertanyaan bapak Santoso, meskipun ada sebagian siswa yang belum memahami terhadap materi yang telah disampaikan pada minggu sebelumnya. Maka dari itu terjadi komunikasi banyak arah karena siswa yang sudah paham terhadap pelajaran minggu yang lalu diberi kesempatan oleh bapak Santoso untuk menjelaskan pelajaran yang ia pahami minggu lalu sesuai dengan kadar pemahaman dari siswa.

Pengamatan penulis ini diperkuat dengan adanya interview yang dilakukan oleh penulis dengan bapak Santosodi Kantor.Beliau mengatakan bahwa tujuan beliau menanyakan ketidakhadiran siswa tidak merasa dimarginalkan atau dikucilkan,sehingga siswa merasa dihawatirkan keadaannya danmerasa dipedulikan oleh guru sehingga muncul rasa saling menghargai antar keduannya.

Sedangkan mengenai rangsangan itu, beliau mengungkapkan bahwa hal itu untuk mengetahui siswa-siswa yang paham dan kurang paham dan kesempatan yang diberikan oleh beliau kepada siswa yang paham untuk menjelaskan kepada mereka yang kurang paham bertujuanuntuk menumbuhkan rasa saling percaya dan menghargai antar satu dengan yang lain dan untuk menumbuhkan keakraban antar sesame, hubungan komunikasi mereka menjadi harmonis baik didalam maupun di luar kelas.

Selain hal itu hasil wawancara yang penulis lakukan tentang  pengembangan komunikasi di dalam kelasialah bapak Santoso menyuruh siswa untuk mempresentasikan tentang suatu materi pelajaran yang terdapat dalam mata pelajaran tertentu terkait dengan mata pelajaran yang sudah dipelajari dan siswapun menanggapi dengan positif. Hal tersebut juga diperkuat dengan penulis yang menanyakan kepada salah satu siswa(Moh. Risky)  tentang materi yang dipresentasikan ia sangat antusias dan semangat sekali tentang metode pembelajaran yang dilakukan oleh bapak Santoso karena ia menyadari bisa mengembangkan kemampuan serta bisa menguji mental yang terdapat dalam dirinya (Ujar Moh. Risky di luar kelas).

Andi Stix  juga mengemukakan pendapat tentang pengembangan komunikasi di dalam kelas yaitu Untuk lebih dapat mengembangkan komunikasi di dalam kelas, maka seorang guru harus bisa menggunakan strategi-strategi di dalam kelas, sehingga keadaan kelas bisa menjadi lebih aktif dan akan membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan. Strategi ini digunakan oleh guru dengan harapan siswa dapat berinteraksi dengan teman sekelasnya, membangun koneksi antara apa yang mereka baca dengan apa yang mereka diskusikan, mengintegrasikan informasi-informasi terbaru, bertanggung jawab atas pengetahuan mereka sendiri pada subyek yang sedang dipelajari.

Hal ini sesuai dengan Observasi yang penulis lakukan karena para siswa tidak hanya sebatas duduk diam saja di bangku mereka masing-maisng, menunggu kesempatan untuk berbicara. Dengan adanya strategi ini maka penulis menyimpulkan strategi ini menuntut agar para siswa dapat mengetahui materi-materi, bisa terlibat dalam percakapan pada tingkatan yang berbeda-beda dan bisa bekerja sama dengan pihak lain untuk membangun pengetahuan para siswa.

Guru sebagai pelatih kelas yang memasukkan berbagai strategi diskusi akan menjadikan kelas mereka lebih hidup dengan kegembiraan: ketika setiap minggu ada tantangan dan strategi baru, para siswa termotivasi dan semangat untuk belajar. Tiba-tiba saja ruang kelas dipenuhi gumaman bersemangat tentang belajar dan berbagi, dimana para siswa membawa pengalaman pribadi mereka tentang apa yang telah mereka dapatkan.

Sumber Rujukan:
  • Mulyasa. E.Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: PT. Bumi Aksara, Cet. 4, 2014.
  • Nasution.Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
  • Said Bustami.Buku Ajar Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pembelajaran.STAIN Pamekasan Pers, 2006.
  • Stix.Andi.Guru Sebagai Pelatih Kelas. Jakarta: Erlangga, 2007.
  • Suprihatiningrum.Jamil.Stragtegi Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruz Media, Cet.1, 2003.
  • Majid.Abdul.Strategi Pembelajaran.Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, Cet.3, 2014.

0 Response to "Menganalisis Kondisi Kelas Yang Ideal (Iklim Kelas dan Cara Pengembangan Komunikasi didalam Kelas)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel