Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Definisi Masyarakat - duniamanajemen.com Definisi Masyarakat - DUNIA MANAJEMEN

Definisi Masyarakat

A.    Definisi Masyarakat
Dalam bahasa Inggris masyarakat disebut society, awal dari kata socius yang memiliki arti “kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa arab, yaitu Syiek, yang artinya “bergaul”. Dengan adanya saling bergaul ini tentu dikarenakan adanya bentuk-bentuk akhiran hidup, yang bukan dikarenakan oleh manusia sebagai pribadi melainkan disebabkan oleh unsur kekuatan-kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan satu-kesatuan.

Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Dikatakan masyarakat apabila memenuhi syarat-syarat berikut:
  1. Adanya sekumpulan orang.
  2. Manusia tersebut bermukim pada wilayah yang sama dan tertentu dalam jangka waktu yang relatif lama (cukup untuk menghasilkan beberapa generasi).
  3. Akibat dari hidup di tempat tertentu dalam jangka waktu yang lama tersebut akan menghasilkan pola-pola kelakuan yang sering disebut kebudayaan, seperti sistem nilai, sistem ilmu pengetahuan, dan benda-benda material.
Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul dan berinteraksi, mendiami suatu tempat dalam jangka waktu yang lama sehingga menghasilkan kebudayaan.

B.    Unsur-Unsur Masyarakat
Adanya bermacam-macam wujud kesatuan kolektif manusia menyebabkan bahwa kita memerlukan beberapa istilah untuk membeda-bedakan berbagai macam kesatuan manusia. Selain “masyarakat”, ada istilah-istilah khusus untuk menyebut kesatuan-kesatuan khusus yang merupakan unsur-unsur dari masyarakat, yaitu, kategori social, golongan social, komunitas, kelompok, dan perkumpulan.

Kategori social adalah kesatuan manusia yang terwujudkan karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri-ciri obyektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu. Ciri-ciri obyektif itu biasanya dikenakan oleh pihak dari luar kategori sosial itu sendiri tanpa disadari oleh yang bersangkutan, dengan suatu maksud praktis tertentu. Misalnya, dalam masyarkat suatu Negara ditentukan malalui hukumnya bahwa ada kategori warga diatas umur 18 tahun, dan kategori warga dibawah umur 18 tahun, dengan maksud untuk membedakan antara warga yang mempunyai hak pilih dan warga yang tidak mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum.  Suatu kategori sosial biasanya tidak terikat oleh kesatuan adat, system nilai, atau norma tertentu. Suatu kategori sosial tidak mempunyai lokasi, organisasi, dan pimpinan.

makalah definisi masyarakat

Golongan social, Kategori sosial dan golongan sosial sering dianggap sebagai suatu konsep yang sama, namun pada kenyataannya mempunyai unsur-unsur perbedaan yang jelas. Suatu golongan sosial juga merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu. Sering kali ciri itu dikenakan pada mereka dari pihak luar kalangan merka sendiri. Meski demikian, golongan sosial mempunyai ikatan identitas sosial. Hal itu dapat disebabkan karena kesadaran identitas itu tumbuh sebagai respon atau reaksi terhadap cara pihak luar memandang golongan sosial tadi.  Mungkin juga karena golongan itu memang terikat oleh suatu system nilai, norma, dan adat istiadat tertentu. Suatu golongan sosial dapat juga timbul karena adanya pandangan negative dari orang lain diluar golongan itu. Misalnya: golongan negro dalam masyarakat Negara Amerika Serikat, disebabkan ciri-ciri ras yang tampak lahir secara mencolok dan membedakan mereka dari warga Negara Amerika Serikat lainnya yang memiliki cirri-ciri khas kaukasoid. Jadi, golongan social merupakan lapisan atau kelas sosial. Dalam masyarakat kuno ada lapisan-lapisan seperti lapisan bangsawan, lapisan orang biasa, dan lapisan budak. Lapisan atau golongan semacam itu terjadi karena manusia yang dikelaskan mempunyai suatu gaya hidup yang khas.

Suatu group atau kelompok juga merupakan suatu masyarakat karena memenuhi persyaratan, dengan adanya system interaksi antara para anggota, dengan adanya kontinuitas, dengan adanya adat istiadat serta system norma yang mengatur interaksi itu, serta dengan adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggota tadi. Namun juga mempunyai ciri tambahan, yaitu organisasi dan pimpinan, dan selalu tampak sebagai kesatuan dari individu-individu pada masa-masa yang secara berulang berkumpul dan kemudian bubar lagi.

Kedua cirri khas tersebut sebenarnya juga dimiliki oleh kesatuan manusia yang paling besar masa kini, yaitu Negara. Namun, istilah kelompok tidak dikenakan kepada Negara. Tidak pernah orang bicara tentang “Kelompok Indonesia” apabila yang dimaksud adalah Negara Republik Indonesia. Karena kelompok itu selalu lebih kecil dari suatu Negara.

Komunitas adalah ikhtisar mengenai beragam wujud kesatuan manusia yang menekankan pada aspek lokasi hidup dan wilayah, dan konsep kelompok yang menekankan pada aspek organisasi dan pimpinan dari suatu kesatuan manusia. Ada tiga wujud kesatuan manusia (yaitu kerumunan, kategori sosial, golongan sosial) tidak dapat disebut masyarakat. Hal itu karena ketiganya tidak memenuhi ketiga unsur yang merupakan syarat konsep masyarakat.

C.    Macam-Macam Masyarakat
Adapun tipe atau macam-macam masyarakat terbagi menjadi dua, yaitu: masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
1.    Masyarakat Desa
Menurut Sutardjo Kartodikusuma, desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut Paul H. Landis, desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan cirri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki pergaulan hidup yang saling mengenal hingga ribuan jiwa
  • Adanya perasaan yang sama terhadap kesukaan dan juga kebiasaan
  • Dalam mata pencahariannya, masyarakat desa lebih menggunakan cara agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi oleh alam, seperti halnya: keadaan alam, kekayaan alam, iklim, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Unsur-unsur desa:
  • Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaannya, termasuk juga unsure lokasi, luas dan batas yang merupakan lingkungan geografis setempat.
  • Penduduk, ada hal yang meliputi jumlah, pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
  • Tata kehidupan, Pada hal ini, pola tata ikatan-ikatan dan pergaulan warga desa. Jadi menyangkut tentang seluk-beluk kehidupan masyarakat desa.
2.    Masyarakat Kota
Menurut Wirth, Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Max Weber mengatakan bahwa kota adalah apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar local. Dwigth Sanderson: Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.
Cirri-ciri masyarakat kota:
  • Kehidupan keagamaannya berkurang, kadang kala tidak terlalu dipekirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
  • Orang kota pada umumnya dapat hidup mandiri, dalam arti lain dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.
  • Dalm pembagian pekerjaan, warga-warga kota lebih tegas dan juga memiliki batas-batas yang nyata.
  • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
  • Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota, mengakibatkan pentingnya factor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
  • Perubahan-perubahan tampak nyata di kota-kota, sebab kot-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
D.    Integrasi Masyarakat
Struktur Sosial adalah kerangka yang dapat menggambarkan kaitan-kaitan antara berbagai unsutr masyarakat.

Analisa Social Structure, metode-metode yang paling umum adalah mencari kerangka itu dari kehidupan kekerabatan. Dalam suatu masyarakat kecil dan local, kehidupan kekerabatan merupakan suatu system yang seringkali bersifat amat ketat, yang memang mempengaruhi suatu lapangan kehidupan yang sangat luas, sehingga menyangkut banyak sector kehidupan masyarakat. Meneliti system kekrabatan dalam suatu masyarakat serupa itu dapat member pengertian mengenai banyak kelompok dan pranata social lain. Demikian juga menganalisa prinsip-prinsip system kekerabatan dalam suatu masyarakat kecil sama dengan menganalisa kerangka dasar dari seluruh masyarakat.

Sumber Rujukan:
  • Haryanto, Rudy. Ilmu Alamiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: Pena Salsabila, 2013.
  • Hartomo. Arnicum Aziz. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara, 1993.
  • Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: RINEKA CIPTA, 2002.

0 Response to "Definisi Masyarakat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel