Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Sumber Daya Pendukung Keberhasilan Pelaksanaan Kurikulum - duniamanajemen.com Sumber Daya Pendukung Keberhasilan Pelaksanaan Kurikulum - DUNIA MANAJEMEN

Sumber Daya Pendukung Keberhasilan Pelaksanaan Kurikulum

Manajemen Sekolah
Menurut pendapat para ahli manajemen merupakan suatu proses penataan kelembagaan dengan melibatkan sumber-sumber potensial, baik yang bersifat manusia maupun non-manusia dalam rangkan mencapai suatu pendidikan secara efektif dan efisien.

Dari sekian banyak pengertian manajemen dapat ditarik benang merah bahwa : manajemen merupakan suatu kegiatan, manajemen memanfaatkan berbagai sumber daya, dan manajemen berupaya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Konsep manajemen adalah menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian menjadi suatu rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar atau menyeluruh dalam proses pendayagunaan segala sumber daya secara efisien disertai penetapan cara pelaksanaannya oleh suluruh jajaran dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen adalah suatu proses, yaitu segala sumber yang awalnya tidak menyatu, akhirnya disatukan oleh manajemen, yang gunanya untuk mencapai tujuan bersama.

Manajemen sekolah adalah proses dan instansi yang memimpin dan membimbing penyelenggaraan pekerjaan sekolah sebagai suatu organisasi dalam mewujudkan tujuan pendidikan dan tujuan sekolah yang telah ditetapkan.

Manajemen sekolah sebagai bagian dari manajemen pendidikan nasional, dalam perkembangannya tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang menuntut penyesuaian-penyesuaian terhadap berbagai perubahan-perubahan yang menggambarkan katagori manajemen tersebut. Aspek penting dalam manajemen sekolah adalah bagaimana proses pengambilan keputsan sekolah dilakukan dengan mengimplementasikan konsep maupun teori manajemen dengan pengorganisasian . oleh karena itu manajemen sekolah harus difahami sebagai usaha menumbuh kembangkan kekuatan dan potensi sumber daya sekolah untuk mengekploitasi peluang yang muncul sehingga mencapai tujuan pendidikan yang bermutu.

Sumber Daya Pendukung Keberhasilan Pelaksanaan Kurikulum

Dipihak lain, Bagian Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdikanas telah menerbitkan sebuah buku panduan manajemen sekolah, yang di dalamnya banyak membahas bagian bidang-bidang kegiatan manajemen pendidikan, meliputi:

1.    Manajemen kurikulum

Prinsip dasar dari manajemen kurikulum ini ialah berusaha agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik, dengan tolak ukur dapat mencapai tujuan oleh siswa itu sendiri dan untuk mendorong guru-guru untuk menyusun dan terus-menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya.
2.    Manajemen Kesiswaan
Dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip dasar yaitu: (a) siswa harus diperlakukan sebagai subjek dan bukan objek. (b) ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, kondisi siswa sangat beragam, minat dan seterusnya, (c) siswa hanya termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan, (d) pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah efektif, dan psikomotor.
3.    Manajemen Personalia
Ada 4 prinsip dasar manajemen personalia, yaitu: (a) Sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik sehingga mengdukung tujuan institusional, (b)dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga, (c) kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah, (d) mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.
4.    Manajemen Keuangan
Inti dari manajemen keuangan adalah pancapaian efisiensi dan efektivitas dari keuangan itu sendiri.
5.    Manajemen Sarana dan Prasana Sekolah
Manajemen sarana prasarana sekolah merupakan sebuah tindakan yang dilakukan secara terencana dan juga periodik untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, mebeler, dan peralatan sekolah lainnya, dengan tujuan untuk meningkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya efektif perawatan sarana dan prasarana sekolah.

Pemanfaatan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah salah satu komponen yang bisa membantu dalam kegiatan proses belajar mengajar. Sumber belajar adalah sarana yang dapat dimanfaatkan/digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, baik itu secara langsung ataupun secara tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.

Sumber belajar dapat dikatagorikan ke dalam enam jenis, yaitu: pesan (massage), orang (people), bahan (materials), alat dan peralatan (tools and aquipment), teknik (technique), dan lingkungan (setting). Pesan adalah segala informasi dalam bentuk ide, fakta, dan data yang disampaikan kepada anak didik. Orang adalah manusia yang berperan sebagai penyaji dan pengolah pesan, seperti guru, narasumber, yang dilibatkan dalam kegiatan belajar. Bahan adalah software atau perangkat lunak yang berisi pesan-pesan. Alat adalah hardwaere atau perangkar keras, yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Teknik adalah prosedur yang dipakai untuk menyajikan pesan. Lingkungan adalah kondisi dan situasi dimana kegiatan pembelajaran itu terjadi.

Secara garis besar dari sisi perancangannya, sumber belajar itu dapat dipilih menjadi dua jenis, yaitu: sumber belajar yang dirancang (by design), dan sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization). Sumber belajar yang dirancang adalah sumber belajar yang sengaja direncanakan untuk kepentingan pembelajaran, misalnya buku, film, poster, kebun sekolah, dan sebagainya yang memang direncanakan untuk digunakan dalam suatu pembelajaran. Sementara itu, sumber balajar yang dimanfaatkan adalah sumber belajar yang telah ada, tinggal dimanfaatkan, dimana pada rancangan awalnya sumber belajar tersebut tidak dimaksudkan secara khusus untuk kepentingan pembelajaran.

Sumber balajar memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran. Jika media pembelajaran hanya sekedar media untuk menyampaikan pesan saja, sedangkan sumber belajar tidak hanya memiliki fungsi tersebut, tetapi juga termasuk metode, strategi, dan tekniknya.

Adapun manfaat sumber belajar yaitu: untuk memberikan pengalaman belajar yang kongkret tidak langsung kepada siswa. Menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi, atau dilihat secara langsung atau kongkret, manambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kelas, memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Membantu memecahkan masalah pendidikan dan memberikan motivasi yang positif, lebih-lebih bila dirancang penggunaannya secara tepat. Merangsang untuk berpikir, bersikap, dan berkembang lebih lanjut. 

Dalam kriteria pemilihan sumber belajar secara umum dan berlaku baik untuk sumber belajar yang dirancang (by design), maupun sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization), yaitu:
  1. Ekonomis dalam pengertian murah, maksudnya tidak terpatok pada harganya yang selalu rendah, tetapi juga pemanfaarannya dalam jangka panjang.
  2. Praktis dan sederhana, artinya tidak memerlukan pelayanan sampingan yang sulit dan lengkap.
  3. Mudah diperoleh, dalam artian sumber belajar itu dekat, tersedia dimana-mana dan tidak perlu diadakan dan dibeli.
  4. Bersifat fleksibel, artinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan intruksional dan tidak dipengaruhi oleh faktor luar, misalnya kemajuan teknologi, nilai dan budaya.
  5. Komponen-komponennya sesuai dengan tujuan, hal ini untuk menghindari hal-hal yang ada di luar kemampuan guru. 
Penggunaan Media Pembelajaran
Siswa memiliki berbagai keunikan dan keberagaman dalam menangkap informasi atau materi pelajaran yang dibrikan oleh guru di dalam kegiatan pembalajaran. Jika seorang guru telah melakukan kegiatan belajar mengajar hanya menggunakan one way communication atau verbal symbol, ini belum optimal dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. Hasil penelitian menegaskan bahwa bila seorang guru atau tenaga pendidik yang mengajar hanya menggunak verbal symbol (ceramah murni), maka materi yang terserap hanya 13% dan itu pun tidak akan bertahan lama, sementara yang menggunakan meltimedia bisa mencapai 64% samapi 84% dan bertahan lama. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media sangatlah besar pengaruhnya dalam meningkatkan perhatian, motivasi, dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Kedudukan sebuah media dalam komponen belajar mengajar memang sangatlah penting bahkan bisa dikatakan sejajar dengan metode pembelajaran, karena metode yang digunakan dalam proses pembelajaran biasanya akan menuntut media apa yang dapat diintegrasikan dan diadaptasikan dengan kondisi yang dihadapi. Maka kedudukan media dalam suatu pembelajaran sangatlah penting dan menentukan.

Dalam proses pembelajaran terdapat tingkatan proses aktivitas yang melibatkan keberadaan media pembelajaran, yaitu: tingkat pengolahan informasi, tingkat penyampaian informasi, tingkat penerimaan informasi, tingkat pengolahan informasi, tingkat respons dari siswa, tingkat diagnosis dari guru, tingkat penilaian dan tingkat penyampaian hasil.

Terjadinya pengalaman belajar yang bermakna ini tidak terlepas dari peran media, terutama kedudukan dan fungsinya. Secara umum media mempunyai kegunaan:
  1. Memperjelas peran agar tidak terlalu verbalistis.
  2. Mengstasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra.
  3. Untuk menimbulkan gairah belajar para siswa, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
  4. Agar memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual mereka, juga auditori, dan kinestetiknya.
  5. Mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa.
  6. Memberi rangsangan yang sama mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
Penggunaan Strategi Dan Model Pembelajaran
Strategi pengajaran merupakan metode yang dapat digunakan seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dalam kelas (pengajaran) agar dapat mempengaruhi peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran secara lebih efektif dan efisien. Strategi pengajaran dalam pembelajaran ada pada pelaksanaan, hal ini berupa tindakan nyata guru itu sendiri pada saat mengajar berdasarkan pada rambu-rambu dalam satuan pelajaran.  Berdasarkan pendapat di atas, dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwasanya strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang prosedur/metode dan teknik yang dapat digunakan selama proses pembelajaran itu berlangsung.

Dengan kata lain, strategi pembelajaran memiliki makna yang lebih luas daripada metode dan teknik. Artinya, prosedur/metode dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran.  Dari metode/prosedur, teknik pembelajaran diturunkan secara nyata, praktis, dan aplikatif di kelas saat pembelajaran berlangsung.

Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas.  Dalam sebuah model pembelajaran terdapat sejumlah strategi pencapaian kompetensi siswa dengan metode, teknik pembelajaran dan pendekatan.

Paradigma pembelajaran menekankan kepada kemampuan siswa untuk berpikir kritis, mampu menghubungkan ilmu dengan dunia nyata, menguasai teknologi informasi komunikasi, dan berkolaborasi. Pencapaian ketrampilan tersebut dapat dicapai dengan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dari sisi penguasaan materi dan ketrampilan.

Kualitas Kinerja Guru
Kualitas kinerja guru meliputi beberapa hal pokok yang berkenaan dengan: pengertian kinerja, kualitas kinerja guru, dan ukuran kualitas kinerja guru.

Kinerja adalah performance atau unjuk kerja, kinerja dapat pula diartikan prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau hasil unjuk kerja. Dan juga dapat diartikan sebagai suatu wujud perilaku seseorang atau organisasi dengan orientasi prestasi. Kinerja guru ini berkaitan dengan kegiatan guru dalam proses pembelajaran, yaitu bagaimana seorang guru merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan menilai hasil belajar.

Kualitas kinerja guru dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Berkenaan dengan kompetensi guru, ada empat hal yang harus dikuasi guru, yaitu menguasai bahan pelajaran, mampu mendiagnosis tingkah laku siswa, mampu melaksanakan proses pembelajaran, dan mampu mengevaluasi hasil belajar.

Ukuran standar kinerja guru adalah quality of work. Hal ini diperjelas bahwa ukuran kualitas kinerja guru dapat dilihat dari produktivitas pendidikan yang telah dicapai menyangkut output siswa yang dihasilkan. Mengenai produktivitas dapat dipahami bahwa bagaimana menghasilkan dan meningkatkan hasil setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien.

Dengan itu perlu adanya guru yang profesional dalam menentukan hasil dari subuah proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari subuah lembaga pendidikan, dengan tugas utama guru yaitu mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, dan menilai peserta didik pada jalur pendidikan formal. Tugas utama itu akan efektif jika guru memiliki derajad profesionalitas tertentu yang tercermin dari kompetensi dan keterampilan yang dimilikinya.

Monitoring Pelaksanaan Kurikulum (Pembelajaran)
Monitoring pelaksanaan kurikulum (pembelajaran) adalah kegiatan memantau yang menyertakan proses pengumpulan, penganalisisan, pencatatan, pelaporan dan penggunaan informasi manajemen tentang pelaksanaan kegiatan pembelejaran. Fokus kegiatan monitoring (memantau) pelaksanaan pembelajaran ada pada kegiatan dan tingkat capaian dari perencanaan pembelajaran yang telah dibuat berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan memantau pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan mengidentifikasikan tindakan untuk memperbaiki kekurangan dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.

Tujuan utama kegiatan monitoring pelaksanaan kurikulum adalah:
  1. Menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang akan membantu pembuatan keputusan manajemen yang efektif oleh pengawas satuan pendidikan.
  2. Mendorong diskusi mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran bersama para guru dan merencakan berbagai tindakan yang diperlukan.
  3. Menyumbang pada akuntabilitas, supervisor perlu mengetahui bahwa kegiatan pebelajaran yang sedang dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat, sesuai kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan sesuai dengan tujuan pada tingkat satuan pendidikan.
  4. Menyadiakan sumber informasi kemajuan/prestasi utama bagi para pengambil keputusan.
  5. Memberikan masukan terhadap pengambilan keputusan. Apakah pembelajaran yang telah dilaksanakan sudah cukup baik, atau perlu adanya inovasi dan revisi dalam kegiatan pembelajaran.
Namun, sebaik apapun hasil perencanaan/desain/rencana pembelajaran dan pengembangan kurikulum yang berbasis pada kompetensi siswa, keberhasilan pelaksanaan dalam mencapai tujuan kurikuler sangat bergantung pada beberapa faktor, diantaranya guru, ketersediaan sarana dan prasarana, sistem penilaian yang digunakan, buku sebagai sumber belajar, perangkat pembelajaran berupa silabur, dan pemberdayaan peran serta masyarakat dalam keseluruhan kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, pada bagian ini akan dipaparkan faktor-faktor tersebut agar dapat dipantau. Dengan demikian, diperoleh pemahaman yang mamadai tentang bagaimana seharusnya mengembangkan kurikulum tersebut sehingga dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran.

Kegiatan utama yang harus dipantau adalah aktivitas guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Sehebat apapun kurikulum, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat dan dirancang, keberhasilannya sangat tergantung pada implementasi rancangan tersebut oleh guru dikelas karena gurulah yang berinteraksi langsung dengan siswa. Pihak pemantau pelaksanaan pembelajaran harus memerhatikan “apa yang harus dilakukan guru di kelas”, dan pemantau hendaknya melihat “apa sebenarnya yang dilakukan guru di kelas”. Dengan demikian, pada tataran pengembangan kurikulum, implementasi kurikulum, dan perencanaan pembelajaran, guru memiliki peran yang sangat penting dan strategis karena gurulah yang akan menjabarkan rencana pembelajaran ke dalam pelaksanaan pembelajaran (kegiatan belajar mengajar) dan mengadakan perubahan yang positif pada diri siswa.

Dan siswa pun harus mempunyai keaktifan dalam kegiatan pembelajaran, keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran sangat tergantung dari pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh siswa itu sendiri. Oleh karena itu, keaktifan siswa dalam menjalani proses belajar mengajar merupakan kunci dari salah satu keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Siswa akan aktif dalam kegiatan belajarnya bila ada motivasi, baik itu motivasi ekstrinsik maupun motivasi intrinsik.

Daftar Rujukan
  • Hanab, Abdul. Manajemen Kurikulum Pembelajaran di Madrasah. yogyakarta: Kalimedia, 2015.
  • Hasibuan, Lias. Kurikulum dan Pemikiran Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada, 2010.
  • Rusman, Manajemen Kurikulum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012.
  • Sagala, Syaiful. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2007.
  • Syarbini, Amirullah. Buku Panduan Guru Hebat Indonesia. Yokyakarta: Ar-Ruzz Media, 2015.


2 Responses to "Sumber Daya Pendukung Keberhasilan Pelaksanaan Kurikulum"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel