Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Strategi Bimbingan Dan Konseling - duniamanajemen.com Strategi Bimbingan Dan Konseling - DUNIA MANAJEMEN

Strategi Bimbingan Dan Konseling

Pengertian Strategi Bimbingan dan Konseling
Strategi merupakan implementasi dari sasaran. Tingkah laku atau tindakan yang dilakukan oleh klien berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan adalah bentuk strategi dalam konseling. Berbeda halnya dengan sasaran, biasanya strategi ini lebih banyak dilakoni oleh klien. Jadi berbagai tindakan yang akan dilakukan sebagai kelanjutan dari sasaran lebih banyak mengedepankan klien sebagai pelaku daripada konselor.

Seorang konselor harus dapat memilih strategi yang paling memungkinkan untuk dilakukan oleh klien. Konselor sebaiknya tidak terlalu memaksakan kehendaknya agar klien bersedia menjalankan apapun yang menjadi rancangan strategi, karena hal itu hanya akan membuat klien mundur. Konselor juga harus tepat memilih strategi intervensi yang paling sesuai dengan permasalahan klien agar tujuan dan sasaran yang ditetapkan dapat tercapai. Misalnya, apabila seorang klien datang pada konselor karena keluhan insomnia dan ia merasa tertekan karena hal tersebut, maka konselor harus mencari penyebab utama klien mengalami insomnia. Jika konselor melihat penyebabnya adalah karena konflik yang dialami klien, maka strategi intervensi yang digunakan harus mengarah pada penyelesaian konflik. Tetapi, apabila penyebabnya adalah gangguan pada sistem saraf, maka konselor harus menyarankan klien berkonsultasi pada tenaga medis.

makalah strategi bimbingan dan konseling


Menurut Lazarus, hal yang patut dipertimbangkan agar konselor memiliki gambaran tentang klien sehingga dapat digunakan untuk merencanakan tindakan strategi adalah memahami formula BASIC-ID, yaitu:
  1. Behavior merupakan bentuk tingkah laku.
  2. Affect merupakan perasaan dan emosi.
  3. Sensations merupakan sensasi dari penglihatan, suara, sentuhan, dan rasa ditambah dengan sensualitas dan seksualitas.
  4. Imagery merupakan kemampuan untuk membentuk gambaran mental mengenai kejadian ditambah dengan banyaknya khayalan dan fantasi yang digunakan.
  5. Cognitions merupakan self-talk dan pikiran-pikiran tentang diri sendiri, ide dan falsafah.
  6. Interpersonal relationship merupakan gaya umum ditambah dengan seberapa besarnya individu ini sebagai people person.
  7. Drugs merupakan faktor obat-obatan dan biologis/kesehatan.
Berdasarkan formula tersebut, konselor akan terbantu untuk memberikan tindakan strategi. Misalnya apabila masalah yang dihadapi klien adalah tentang kecemasan, maka konselor harus menerapkan strategi yang berhubungan dengan afeksinya. Jadi pemilihan strategi tergantung dari jenis keluhan yang dialami klien.

Setelah strategi ditetapkan, maka tugas konselor selanjutnya adalah pemberian sugesti pada klien, karena sugesti akan terus dibutuhkan sepanjang proses konseling. Sugesti adalah senjata yang digunakan untuk meningkatkan keyakinan klien pada kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, strategi intervensi tidak boleh terpisah dari pemberian sugesti.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan dalam proses pencapaian tujuan. Strategi yang diterapkan dalam bimbingan konseling disebut juga dengan strategi layanan bimbingan dan konseling.

Macam-macam Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling
1.    Bimbingan Kelompok
Bimbingan kelompok adalah strategi bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok.  Bimbingan kelompok adalah untuk mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri konseli (Peserta didik). Isi dari kegiatan kelompok terdiri atas penyampaian informasi yang berkenaan dengan masalah pendidikan (pengembangan sikap dan kebiasaan belajar, pemahaman hasil belajar, tumbuhnya kegagalan belajar dan cara-cara penanggulangannya), pekerjaan (pemahaman tentang dunia kerja dan pilihan jabatan serta perencanaan masa depan), pribadi, dan masalah sosial yang tidak disajikan dalam bentuk pelajaran.

Penataan bimbingan kelompok pada umumnya berbentuk kelas yang beranggotakan 15-20 orang. Kegiatannya dipimpin oleh seorang guru pembimbing (konselor). Terkadang konselor mendatangkan ahli tertentu untuk memberikan ceramah yang bersifat normatif.

Penyelenggaraan bimbingan kelompok memerlukan persiapan dan praktik pelaksanaan kegiatan yang memadai, yakni:
a.    Langkah Awal
Langkah ini diselenggarakan dalam rangka pembentukan kelompok sampai dengan mengumpulkan para peserta yang siap melaksanakan kegiatan kelompok. Langkah ini juga dimulai dengan penjelasan tentang adanya layanan bimbingan kelompok bagi para peserta didik, pengertian, tujuan, dan kegunaan bimbingan kelompok.

b.    Perencanaan kegiatan

Perencanaan kegiatan ini penerapannya meliputi materi layanan, tujuan yang ingin dicapai, sasaran kegiatan, bahan atau sumber untuk bimbingan kelompok, rencana penilaian, waktu dan tempat.

c.    Pelaksanaan kegiatan

1)    Persiapan menyeluruh, seperti persiapan bahan, keterampilan, dan administrasi.
2)    Pelaksanaan tahap-tahap kegiatan, yakni pembentukan, peralihan, dan kegiatan.

d.    Evaluasi kegiatan

Penilaian kegiatan bimbingan kelompok difokuskan pada perkembangan pribadi peserta didik, yakni mengenali kemajuan atau perkembangan positif yang terjadi pada diri peserta. Penilaian terhadap bimbingan kelompok dapat dilakukan secara tertulis, baik melalui esai, daftar cek, maupun daftar isian sederhana.

e.    Analisis dan tindak lanjut

Hasil penilaian kegiatan bimbingan kelompok perlu dianalisis untuk mengetahui lebih lanjut seluk beluk kemajuan para peserta dan penyelenggaraan bimbingan kelompok. Perlu dikaji apakah hasil pembahasan atau pemecahan masalah sudah dilakukan setuntas mungkin, atau sebenarnya masih ada aspek-aspek penting yang belum dijangkau dalam pembahasan itu.

2.    Konseling Individual
Konseling individual merupakan sebuah proses belajar dengan melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang konseli. (peserta didik). Konseli disini mengalami kesukaran pribadi yang ia sendiri tidak dapat ia pecahkan, kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang profesional dalam jabatannya dengan pengetahuan dn keterampilan psikologi. Konseling ditujukan kepada individu yang normal, yang menghadapi kesukaran dalam masalah pendidikan, pekerjaan, dan sosial di mana ia tidak dapat memilih dan memutuskan sendiri. Oleh karena itu, konseling hanya ditujukan kepada individu yang sudah menyadari kehidupan pribadinya.

Dalam bimbingan dan konseling terdapat hubungan yang dinamis dan khusus, karena dalam berinteraksi tersebut konseli merasa diterima dan dimengerti oleh konselor. Dalam hal ini konselor dapat menerima konseli secara pribadi dan tidak memberikan penilaian. Konseli merasa bahwa ada orang lain yang dapat mengerti masalah pribadinya dan mau membantu memecahkannya.

Konseling merupakan sebuah proses belajar yang tujuannya adalah agar konseli dapat mengenal diri sendiri, menerima diri sendiri serta realistis dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya. Dalam konseling diharapkan konseli dapat mengubah sikap, keputusan diri sendiri sehinggaa ia dapt lebih baik beradaptasi dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Pemilihan dan penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan yang optimal kepada individu dan menjadikan individu lebih baik menyumbangkan dirinya atau ambil bagian yang lebih baik dalam lingkungannya.

Konseling bertujuan membantu individu untuk mengadakan interpretasi fakta mendalami arti nilai hidup pribadi, kini dan mendatang. Bimbingan dan konseling disini memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan mental, perubahan sikap, dan tingkah laku. Konseling menjadi strategi utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar seta merupakan tugs poko seorang konselor di Pusat Pendidikan.

Secara umum proses konseling individual ada dua tahapan, yakni:
a.    Tahap awal konseling
Tahap ini terjadi sejak konseli bertemu konselor hingga berjalan proses konseling dan menemukan definisi masalah konseli. Cavanagh menyebutkan tahap ini dengan istilah introduction, invitation, and environmental support. Adapun yang dilakukan oleh konselor dalam proses konseling ini adalah sebagai berikut:
  • Membangun hubungan konseling dengan melibatkan konseli yang mengalami masalah. Artinya, konselor berusaha untuk membangun hubungan dengan cara melibatkan konseli dan berdiskusi dengan konseli. Dalam artian saling terbuka antara konselor dan konseli itu.
  • Memperjelas dan mendefinisikan masalah.
  • Membuat penjajakan alternatif bantuan untuk mengatasi masalah.
  • Menegosiasikan masalah.
  • Tahap Pertengahan (Kerja)
Adapun tujuan pada tahap ini adalah sebagai berikut:
  • Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah serta kepedulian konseli dan lingkungannya dalam mengatasi masalah tersebut.
  • Menjaga agar hubungan konseling selalu terpelihara.
  • Proses konseling agar berjalan sesuai kontrak.
b.    Tahap Akhir Konseling
Cavanagh menyebutkan tahap ini dengan istilah termination. Pada tahap ini, konseling ditandai oleh beberapa hal:
  • Menurunnya kecemasan konseli.
  • Adanya perubahan perilaku konseli ke arah yang lebih positif, sehat, dan dinamis.
  • Adanya tuuan hidup yang jelas dimasa yang akan datang dengan program yang jelas pula.
  • Terjadinya perubahan sikap yang positif terhadap masalah yang dialaminya, dapat mengorksi diri, dan menidakan sikap yang suka menyalahkan dunia luar, seperti orangtua, teman dan keadaan yang tidak menguntungkan.
Adapun tujuan dari tahap ini adalah sebagai berikut:
  • Memutuskan perubahan sikap dan perilaku yang tidak bermasalah.
  • Terjadinya transfer of learning pada diri konseli.
  • Mengakhiri hubungan konseling.
3.    Konseling Kelompok
Konseling kelompok adalah strategi konseling dimana dinamika interaksi sosial yang dapat berkembang dengan intensif dalam suasana kelompok. Artinya, dinamika interaksi sosial yang secara intensif terjadi dalam suasana kelompok akan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan keterampilan sosial pada umunya, meningkatkan kemampuan pengendalian diri, dan tenggang rasa. Dalam kaitan itu suasana kelompok menjadi tempat penempatan sikap, keterampilan dan keberanian sosial yang bertenggang rasa.

Konseling kelompok merupakan upaya bantuan kepada peserta didik dalam rangka memberikan kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya yang bersifat pencegahan dan penyembuhan.

Konseling kelompok bersifat pencegahan dalam arti bahwa konseli-konseli yang bersangkutan mempunyai kemampuan untuk berfungsi secara wajar dalam masyarakat. Konseling kelompok bersifat pemberian kemudahan dalam pertumbuhan dan perkembangan individu, dalam arti bahwa konseling kelompok itu menyajikan dan memberikan dorongan kepada individu yang bersangkutan untuk mengubah dirinya selaras dengan minatnya sendiri. Dengan kata lain, individu tersebut didorong untuk melakukan tindakan yang selaras dengan kemampuannya semaksimal mungkin melalui perilaku perwujudn diri. Prosedur konseling kelompok, yaitu:
a.    Tahap pembentukan tema: pengenalan, pelibatan dan pemasukan diri.
b.    Tahap peralihan tema: pembangunan jembatan antara tahap pertama dan tahap ketiga.
c.    Tahap kegiatan: temanya kegitan pencapaian tujuan.
d.    Tahap akhir: temanya penilaian dan tindak lanjut.

4.    Konsultasi
Pada bimbingan dan konseling Konsultasi merupakan salah satu strategi bimbingan yang penting karena banyak masalah, sesuatu hal yang akan berhasil jika ditangani secara tidak langsung oleh konselor. Secara umum, konsultasi dipandang sebagai nasihat dari seorang yang profesional.
Sedangkan di dalam sebuah program bimbingan dan konseling dipandang sebagai proses menyediakan bantuan secara teknis untuk orang tua, guru, administrator, dan konselor lainnya dalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang membatasi efektivitas peserta didik.
Adapun tujuan konsultasi, yaitu:
  • Mengembangkan dan menyempurnakan lingkungan belajar bagi peserta didik, orangtua, dan administrator sekolah.
  • Menyempurnakan informasi dengsn mengembangkan informasi di antara orang yang penting.
  • Mengajak bersama pribadi yag memiliki peranan dan fungsi yang bermacam-macam untuk menyempurnakan lingkungan belajar.
  • Memperluas layanan dari para ahli.
  • Memperluas layanan pendidikan dari guu dan administrator.
  • Membantu orang lain bagaimana belajar tentang perilaku.
  • Menciptakan suatu lingkungan yang berisi semua komponen lingkungan belajar yang baik.
  • Menggerakkan organisasi yang mandiri.
Sedangkan langkah proses konsultasi, yaitu:
1)    Menumbuhkan hubungan berdasarkan komunikasi dan perhatian pada konsultasi.
2)    Menentukan diagnosis atau sebuah hipotesis kerja sebagai rencana kegiatan.
3)    Mengembangkan motivasi untuk melaksanakan kegiatan.
4)    Melakukan pemecahan masalah.
5)    Melakukan alternatif lain apabila masalah belum terpecahkan.

5.    Kolaborasi dengan Personel Sekolah, Orangtua, dan Masyarakat

Pada saat merencanakan program layanan dasar bimbingan konselor dapat berkolaborasi dengan kepala sekolah, guru, dan staf administrasi tentang berbagai kebijakan sekolah yang dapat didukung oleh program BK, seperti meningkatkan prestasi sekolah dalam bidang akademik, kesenian, olahraga, pramuka, dan kedisiplinan. Konselor dapat berdiskusi mengenai sumber tenaga dan biaya untuk melaksanakan program BK.

Pada saat memberikan layanan dasar bimbingan yang bersifat informasi, konselor dapat berkolaborasi dengan anggota masyarakat yang ahli di bidangnya masing-masing. Misalnya, peserta didik membutuhkan informasi tentang kesehatan, knselor dapat berkolaborasi dengan Puskesmas dan dokter. Pada saat mengevaluasi program layanan dasar bimbingan, konselor dapat bekerja sama dengan pihak sekolah maupun orangtua peserta didik.

6.    Pengajaran Remedial

Pengajaran remedial dapat didefinisikan sebagai upaya guru untuk meciptakan suatu situasi yang memungkinkan individu atau kelompok peserta didik tertentu lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga dapat memenuhi kriteria keberhasilan minimal yang diharapkan, dengan melalui suatu proses interaksi yang berencana, terorganisasi, terarah, terkontrol dengan lebih memerhatikan taraf kesesuaiannya terhadap keragaman kondisi objektif individu yang bersangkutan serta daya dukung sarana dan lingkungannya.

Adapun prosedur remedial meliputi:diagnostik kesulitan belajar mengajar, rekomendasi, penelaahan kembali kasus., pilihan alternatif tindakan, layanan konseling, pelaksanaan pengajaran remedial, pengukuran kembali hasil belajar mengajar, revaluasi, tugas tambahan, dan hasil yang diharapkan.

Strategi pengajaran remedial dapat dilakukan secara preventif, kuratif, dan pengembangan. Tindakan pengajaran remedial yang bersifat kuratif, kalau dilakukan setelah program PBM utama selesai diselenggarakan. Kegiatan preventif ditujukan kepada peserta didik tertentu yang diperkirakan akan mengalami hambatan terhadap pelajaran yang akan ditempuhnya. Pendekatan pengembangan merupakan tindak lanjut dari upaya diagnostik yang dilakukan guru selama berlangsung pogram PBM.

Sumber Rujukan:

  • Adhiputra, Anak Agung Ngurah. Bimbingan dan Konseling; Aplikasi di Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013.
  • Lubis, Namora Lumongga. Memahami Dasar-dasar Konseling; Dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana, 2011.
  • Prayitno. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
  • Supriatna, Mamat. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi; Orientasi Dasar Pengembangan Profesi Konselor. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

0 Response to "Strategi Bimbingan Dan Konseling"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel