Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Pengertian Supervisi Pendidikan (Secara Lengkap) - duniamanajemen.com Pengertian Supervisi Pendidikan (Secara Lengkap) - DUNIA MANAJEMEN

Pengertian Supervisi Pendidikan (Secara Lengkap)

Pengertian Supervisi
Supervisi berasal dari bahasa Inggris supervision yang berarti pengawas atau kepengawasan. Orang yang melaksanakan pekerjaan supervisi disebut supervisor. Dalam arti morfologis, super=atas, lebih, dan visi=lihat/penglihatan, pandangan. Seorang supervisor memiliki kelebihan dalam banyak hal, seperti penglihatan, pandangan, pendidikan, pengalaman, kedudukan/pangkat/jabatan posisi, dan sebagainya.

Dulu, konsep supervisi adalah sebagai pekerjaan inspeksi, mengawasi dalam pengertian mencari dan menemukan kesalahan untuk kemudian diperbaiki. Namun, konsep tersebut menyebabkan guru-guru bekerja dengan tidak baik karena takut dipermasalahkan.

Dewasa ini, menurut Sahertian, supervisi telah berkembang dari yang bersifat tradisional menjadi yang bersifat ilmiah, sebagai berikut.
  1. Sistematis, artinya dilaksanakan secara teratur, berencana, dan berkontinu.
  2. Objektif, artinya ada data yang didapat berdasarkan observasi nyata, bukan berdasarkan tafsiran pribadi.
  3. Dengan menggunakan catatan yang bisa memberikan informasi sebagai umpan balik (feedback) untuk dapat mengadakan penilaian terhadap proses belajar mengajar di kelas.
Menurut Good Carter supervisi adalah sebuah usaha dari petugas sekolah dalam memimpin petugas-petugas dan guru-guru lainnya dalam melakukan perbaikan pengajaran, menyeleksi pertumbuhan jabatan termasuk menstimulasi, dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran, perkembangan guru-guru, metode, dan juga evaluasi pengajaran.

Sementara Mc Nerney melihat supervisi sebagai suatu prosedur memberi arah dan mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran. Thomas H. Briggs dan Josep Jusman merumuskan supervisi sebagai usaha yang sistematis dan terus-menerus untuk mendorong dan mengarahkan pertumbuhan diri guru yang berkembang secara lebih efektif dalam membantu tercapainya tujuan pendidikan dengan murid-murid di bawah tanggung jawabnya.

Sejalan dengan pendapat tersebut Rifai mereduksi rumusan supervisi dari sejumlah para ahli antara lain dikemukakan sebagai berikut: 1) supervisi merupakan bantuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik; 2) supervisi merupakan kegiatan untuk membantu dan melayani guru agar mereka dapat melaksanakan tugas mengajarnya lebih baik; 3) supervisi adalah proses peningkatan pengajaran, dengan jalan bekerja sama dengan orang-orang yang bekerja sama dengan murid; 4) supervisi berusaha meningkatkan hasil belajar murid melalui gurunya; 5) supervisi merupakan bagian atau asperk administrasi, khususnya yang mengenai usaha peningkatan guru sampai kepada penampilan tertentu; dan 6) supervisi adalah fase atau tahapan dalam administrasi sekolah, terutama mengenai harapan dan tujuan tertentu dalam pengajaran.

Tujuan Supervisi
Tujuan umum Supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar. Secara operasional terdapat beberapa tujuan konkrit dari supervisi pendidikan itu sendiri, yaitu :
1.    Meningkatkan mutu kinerja guru.
  • Dapat membantu guru dalam hal memahami sebuah tujuan pendidikan dan peran sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.
  • Membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dan kebutuhan siswanya.
  • Bisa membentuk moral kelompok yang kuat dan juga dapat menjadikan guru bekerjasama secara akrab, mempersatukan guru dalam satu tim yang efektif, dan bersahabat serta saling menghargai satu sama lain.
  • Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa.
  • Dapat meningkatkan kualitas pengajaran guru baik itu dari segi keahlian strategi, dan alat pengajaran.
  • Menyediakan sebuah sistem yang berupa penggunaan teknologi yang dapat membantu guru dalam pengajaran.
  • Sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah untuk reposisi guru.
2.    Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik.
3.    Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan siswa.
4.    Untuk dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah, dalam hal ini untuk selalu mendukung terciptanya suasana lingkungan kerja yang maksimal yang selanjutnya peserta didik dapat mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan bersama.
5.    Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sehingga tercipta situasi yang tenang dan tentram serta kondusif yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang menunjukkan keberhasilan lulusan.

Selain tujuan-tujuan diatas, bapak Suharnianto memberikan tujuannya tersendiri terhadap hasil supervisi itu sendiri, yakni guna meningkatkan kualitas guru sekaligus kualitas dalam hal mengajar serta mengetahui sejauh mana kelengkapan administrasi guru seperti Prota (program tahunan), Promis (program semester), Silabus, RPP, dan lain sebagainya.

makalah pengertian supervisi pendidikan

Syarat-Syarat Seorang Supervisor
Sebagai supervisor, yang harus melaksanakan tugas tanggungjawabnya hendaknya mempunyai persyaratan-persyaratan idii. Dilihat dari segi kepribadiannya syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Harus memiliki solidaritas yang tinggi dan perikemanusiaan, dapat menilai orang lain secara teliti dari segi kemanusiaannya serta dapat bergaul dengan baik.
  2. Ia harus dapat memelihara dan menghargai dengan sunggh-sungguh semua kepercayaan yang di berikan oleh orang-orang yang berhubungan dengannya.
  3. Ia harus berjiwa optimis yang berusaha mencari yang baik, mengharapkan yang baik dan melihat segi-segi yang baik.
  4. Harus bersifat adil dan jujur, sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh penyimpangan-penyimpangan manusia.
  5. Tegas dan objektif.
  6. Ia harus berjiwa terbuka dan luas, sehingga lekas dan mudah dapat memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap prestasi yang baik.
  7. Jiwanya yang terbuka tidak boleh menimbulkan prasangka terhadap seseorang untuk selama-lamanya hanya satu kesalahan saja.
  8. Ia hendaknya sedemikian jujur, terbuka, dan penuh tanggung jawab.
  9. Ia harus cukup taktik, sehingga kritiknya tidak menyinggung perasaan orang.
  10. Sikapnya yang bersimpati terhadap guru-guru tidak akan menimbulkan depresi dan putus asa pada anggota-anggota staf lainnya.
  11. Sikapnya harus ramah, terbuka dan mudah untuk dihubungi sehingga guru-guru dan siapa saja yang memerlukannya tidak akan ragu-ragu untuk menemuinya.
  12. Ia harus dapat bekerja dengan tekun dan rajin serta teliti, sehingga merupakan contoh bagi anggota yang lainnya.
  13. Terhadap murid-murid ia harus mempunyai perasaan cinta sedemikian rupa, sehingga ia secara wajar dan serius mempunyai perhatian terhadap mereka.
Dalam hal ini Bapak Suharnianto selaku Kepala Sekola di SMKN1 Pamekasan, juga menerapkan syarat-syarat di atas pada sekolahnya. Akan tetapi, bapak Suharnianto lebih memilih orang-orang yang menjadi supervisor itu berdasarkan lamanya guru tersebut mengajar di sekolah tersebut, dalam arti lain guru seniorlah yang dipilih bapak suharnianto sebagai supervisor.

Prinsip-prinsip Supervisi
Supervisi pendidikan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip tertentu. Prinsip-prinsip supervisi secara umum menurut Soetopo ada tujuh prinsip supervisi, yaitu sebagai berikut:
  1. Prinsip organisasional, pengawasan dapat dilakukan dalam kerangka struktu organisasi yang melingkupinya.
  2. Prinsip perbaikan, artinya pengawasan berusaha mengetahui kelemahan atau kekurangan, kemudian di carikan jalan pemecahan agar manajemen dapat berjalan sesuai dengan standard dan organisasi dapat mencapai tujuan.
  3. Prinsip komunikasi, artinya pengawasan dilakukan untuk membina sistem kerja sama antara batasan dan bawahan, membina hubungan baik antara atasan dan bawahan dalam proses pelaksanaan pengelolaan organisasi.
  4. Prinsip pencagahan, artinya pengawasan dilakukan untuk menghindari adanya kesalahan dalam mengelola komponen-komponen organisasi.
  5. Prinsip pengendalian, artinya pengawasan dilakukan agar semua proses manajemen berada pada rel yang telah digariskan sebelumnya. Dalam hal ini, prinsip efisien dan efektif dalam manejemen menjadi ukuran.
  6. Prinsip objektif, artinya pengawasan dilakukan berdasarkan data nyata di lapangan tanpa menggunakan penilaian dan tafsiran subjektif pengawas.
  7. Prinsip kontinuitas, artinya pengawasan dilakukan secara terus menerus, baik selama berlangsung proses pelaksanaan maupun setelah pelaksanaan kerja.
Teknik-Teknik Supervisi
Untuk membantu guru dalam mengawasi dan memperbaiki usaha belajar mengajar maka diperlukan teknik-teknik supervisi pendidikan. Sejumlah teknik supervisi yang dipandang bermamfaat untuk merangsang dan mengarahkan perhatian guru-guru terhadap kurikulum dan pengajaran yaitu:
  1. Dengan Kunjungan kelas, kunjungan kelas sering juga disebut sebagai kunjungan supervisi yang dilakukan pengawas atau kepala sekolah. Teknik ini dipandang sebagai teknik yang paling efektif untuk mengamati guru bekerja, media yang digunakan, metode dan teknik mengajar yang dipakainya dan untuk mempelajari situasi belajar secara keseluruhan dengan memperhatikan semua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan murid.
  2. Pembicaraan individual, pembicaraan individual merupakan teknik supervisi yang sangat penting karena kesempatan yang diciptakannya bagi kepala sekolah atau pengawas untuk bekerja secara individual dengan guru terkait dengan masalah-masalah profesionalitas mereka.
  3. Diskusi kelompok. Diskusi kelompok (pertemuan kelompok) berupa kegiatan di mana sekelompok orang yang berkumpul dalam situasi bertatap muka dan melalui interaksi lisan bertukar informasi atau berusaha untuk mencapai suatu keputusan tentang masalah-masalah bersama.
  4. Demonstrasi mengajar. Demonstrasi mengajar merupakan teknik yang sangat penting pula. Rencana demonstarasi disusun degan teliti dan dicetak lebih dulu, dengan menekankan pada hal-hal yang di anggap penting, misalanya pada teknik mengajar tertentu. Teknik ini akan memebantu mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan apa pula yang perlu untuk di perbaiki.
  5. Kunjungan kelas antar guru. Teknik ini biasanya direncanakan atas permintaan  sejumlah guru. Teknik ini akan efektif jika tiap observasi diserta suatu analisis yang objektif.
  6. Buletin supervisi. Buletin supervisi merupakan alat komunikasi yang efektif yang berisi informasi perkembangan pembelajaran, ringkasan tentang penelitian-pnelitian, analisis presentasi dan pertemuan-pertemuan profesional dan perkembangan dalam berbagai bidang studi.
Pelaksanaan Supervisi terhadap kinerja pegawai di SMKN 1 PAMEKASAN
Dalam perspektik manajemen klasik, supervisi dilaksanakan dalam bentuk inspeksi atau mencari kesalahan. Sedangkan dalam pandangan manajmeen pendidikan modern supervisi adalah usaha untuk memperbaiki usaha belajar mengajar. Supervisi sebagai bantuan bagi guru dalam mengajar untuk membantu siswa agar lebih baik dalam belajar. Akan tetapi, kenyataan di masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa supervisi pendidikan itu identik dengan pengawasan yang berbau inspeksi, akibatnya timbullah tingkah laku seperti rasa kaku, ketakutan pada atasan, tidak berani berinisiatif, bersikap menunggu instruksi, dan sikap yang birokratis lainnya bagi guru.  Sesungguhnya konsep supervisi pada awalnya diawali dengan adanya kebutuhan landasan pengajaran dengan cara membimbing guru, memilih metode mengajar, dan mempersiapkan guru untuk mampu melaksanakan tugasnya dengan kreatifitas yang tinggi dan otonom, sehingga memacu kreatifitas dan inovasi guru.  Secara umum supervisi berarti upaya bantuan kepada guru agar guru dapat membantu para siswa untuk mendapat hasil yang lebih baik.

Kemudian proses yang terjadi di SMKN1 PAMEKASAN ini dimulai dengan penunjukan siapa yang menjadi supervisor, setelah itu supervisor menunjuk salah satu guru untuk di supervise dengan ikut andil dalam proses belajar mengajar di kelas. Serta melihat dan mengecek kelengkapan mengajarnya. Sehingga supervisor mengetahui kelemahan dan kelebihan serta kemampuan guru tersebut. Setelah itu supervisor memberikan arahan-arahan terkait kelemahan kelemahan yang terjadi pada proses pembelajaran tersebut diluar jam pelajaran. Dalam pelaksanaan supervise ini biasanya SMKN1 PAMEKASAN melaksanakan supervise antara 1 sampai 3 kali dalam kurun waktu satu semester.

Sumber Rujukan:
  • Daryanto. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1998
  • Jasmani dan Mustofa, Saiful. Supervisi Pendidikkan. Jogjakarta: Ar-ruzz Media, 2013
  • Maryono. Dasar-dasar dan Teknik Menjadi Supervisor Pendidikan. Jogjakarta: Ar-ruzz Media, 2011
  • Muslim, Sri Banun. Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kualitas Profesionalise Guru. Jakarta: Alfabet, 2010
  • Sagala, Syaiful. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta, 2009
  • Thoha, Mohammad. Manajemen Pendidikan Islam. Surabaya: Radja, 2016

0 Response to "Pengertian Supervisi Pendidikan (Secara Lengkap)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel