Pengertian Lengkap Tentang Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan

Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan
Manajemen sarana dan prasarana merupakan seluruh kegiatan yang fungsinya untuk mengatur dan untuk mempersiapkan semua peralatan atau material bagi terselenggaranya proses pendidikan atau proses pembelajaran di sekolah. 

Manajemen sarana dan prasarana sangat dibutuhkan untuk membantu proses belajar mengajar. Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua benda bergerak dan tidak bergerak yang dibutuhkan untuk menunjang penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sarana pendidikan adalah semua fasilitas (Perabotan, perlengkapan, bahan dan peralatan) yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar, teratur, efektif, dan efesien, seperti : gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat media pengajaran, perpustakaan, kantor sekolah, tempat parkir, laboratorium dan lain sebagainya.

Adapun prasarana Pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran, seperti : halaman, kebun, tata tertib sekolah dan lain sebagainya.

Jadi dapat kami simpulkan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses pengadaan dan pendayagunaan komponen-komponen yang secara langsung maupun tidak langsung jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.

manajemen sarana dan prasarana pendidikan

Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan merupakan serangkaian kegiatan untuk melaksanakan pengurusan dan pengaturan terhadap sarana dan prasarana, agar semua sarana dan prasarana selalu dalam keadaan baik dan selalu siap untuk digunakan secara berdaya guna dan dapat mendukung dalam mencapai tujuan pendidikan.

Adapuntujuan adanya pemeliharaan sarana dan prasaran pendidikan adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengoptimalkan usia pakai peralatan. Hal ini sangat penting, terutama jika dilihat dari aspek biaya karena untuk membeli suatu peralatan akan jauh lebih mahal jikan dibandingkan dengan merawat bagian dari peralatan tersebut.
  2. Untuk menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sehingga diperoleh hasil yang optimal.
  3. Untuk menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui pengecekan secara rutin dan teratur.
  4. Untuk menjamin keselamatan orang atau siswa yang menggunakan alat tersebut. 
Dalam pemeliharaan sarana dan prasarana ada empat macam jika ditinjau dari sifatnya, yaitu: 1. pemeliharaan yang sifatnya pengecekan, 2. bersifat pencegahan, 3. bersifat perbaikan ringan, 4. bersifat perbaikan berat. Apabila ditinjau dari waktu perbaikannya, ada dua macam, yaitu: pemeliharaan sehari-hari (menyapu, mengepel lantai, dan sebagainya), pemeliharaan berkala (pengontrolan genting, pengepuran tembok, dan sebagainya). Pemeliharaan dilakukan pada sarana dan prasarana agar selalu siap pakai dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Adapun manfaat dari adanya pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan ialah sebagai berikut:\
  1. Jika peralatan terpelihara dengan baik, umurnya akan awet yang berarti tidak perlu mengadakan penggantian dalam waktu yang singkat.
  2. Pemeliharaan yang baik mengakibatkan jarang terjadi kerusakan yang berarti biaya perbaikan dapat ditekan seminim mungkin.
  3. Dengan adanya pemeliharaan yang baik, akan lebih terkontrol sehinggga menghindar kehilangan.
  4. Dengan adanya pemeliharaan yang baik, enak dilihat dan dipandang.
  5. Pemeliharaan yang baik memberikan hasil pekerjaan yang baik. 
Jadi dapat kami simpulkan dari adanya pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan selain mempunyai tujuan salah satunya memperlancar proses KBM juga mempunyai manfaat yaitu sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas.

Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
Rehabilitasi adalah segala bentuk kegiatan yang tujuannya untuk memperbaiki barang dari kerusakan dengan penggantian suku cadangnya atau tambal sulam agar barang tersebut dapat dipergunakan lagi sehingga dapat dipakai yang lebih lama. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa sanya Rehabilitasi ialah suatu kegiatan untuk memperbaiki barang dari kerusakan sehingga barang tersebut dapat dipergunakan kembali serta juga mempunyai daya pakai lebih lama.

Dalam tindak rehabilitasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut:
  1. Dalam hal rehabilitasi yang sifatnya perbaikan hendaknya memperhatikan juga terhadap biaya perbaikan tersebut, apakah masih dapat dipertimbangkan antara besarnya biaya yang dikeluarkan dengan efesiensi penggunaan selanjutnya, tujuannya agar tidak melakukan pemborosan.
  2. Rehabilitasi yang bersifat penambahan atau tambal sulam atau modifikasi selain harus diseimbangkan dengan biayanya, perlu juga diseimbangkan dengan barang aslinya, agar setelah rehabilitasi fungsi dan peranannya tidak berubah.
Adapun tentang rehabilitasi sarana dan prasana pendidikan dapat dikemukakan sebagai berikut:

a.    Rehabilitasi Tanah
Jika kerusakan terjadi pada tanah, khususnya pada bangunan pendidikan didirikan, seperti tanah pecah, terjadinya tanah longsor, terjadi genangan air, kerusakan pagar, dan lainnya, maka demi keselamatan sekolah dan kelancaran proses belajar mengajar, maka segera lakukan rehabilitasi sesuai kerusakannya.
b.    Rehabilitasi Gedung

Perbaikan gedung sekolah dapat dilaksanakan berdasarkan karena bangunan tersebut dalam keadaan cukup beralasan untuk diperbaiki karena sudah terlalu tua atau roboh sehingga cukup membahayakan. Serta bangunan tersebut ternyata kekurangan akomudasi untuk pelaksanaan PBM pada masa kini atau kurang memadai sehingga perlu diberikan tambahan akomudasi berupa ruang teori.
c.    Rehabilitasi Perabot

Perabot-perabot sekolah yang rusak dalam penggunaan dan di khawatirkan dapat menghambat PBM harus direhabilitasi sehingga dapat dipakai  lagi.
d.    Rehabilitasi Sarana Pendidikan
Kerusakan yang terjadi pada sarana pendidikan yaitu alat pelajaran, alat peraga dan media pendidikan dapat dikatakan relatif kecil dan tidak terlalu memakan banyak biaya.

Jadi dapat kami simpulkan Rehabilitasi ialah suatu kegiatan untuk memperbaiki barang dari kerusakan sehingga barang tersebut dapat dipergunakan kembali serta juga mempunyai daya pakai lebih lama. Adapun rehabilitasi dibagi menjadi beberapa bagian yaitu, rehabilitasi tanah, bangunan, perabot dan sarana pendidikan.  

Penghapusan Sarana dan Prasarana
Penghapusan adalah kegiatan meniadakan barang-barang milik lembaga dari daftar inventaris berdasarkan peraturan perundang-undangan dan pedoman yang berlaku.

Penghapusan sarana dan prasaran merupakan kegiatan pembebasan sarana dan prasarana dari pertanggung jawaban yang berlaku dengan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Secara operasional penghapusan sarana dan prasarana adalah proses kegiatan yang bertujuan mengeluarkan atau menghilangkan sarana dan prasarana dari daftar inventaris karena saran adan prasarana tersebut sudah dianggap tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan terutama untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

Tujuan adanya penghapusan yaitu mencegah atau membatasi kerugian terhadap barang yang memerlukan dana besar dalam pemeliharaan, mencegah terjadinya pemborosan biaya pengamanan perlengkapan yang tidak berguna lagi, membebaskan lembaga dari tanggung jawab pemeliharaan dan pengamanan, serta meringankan beban inventarisasi.

Adapun ada beberapa alasan yang perlu dipertimbangkan dan harus diperhatikan untuk dapat menghapus sarana dan prasaran, yaitu:
  1. Dalam keadaan sudah tua atau rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi.
  2. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sehingga merupakan pemborosan.
  3. Sudah tidak sesuai besarnya pengeluaran pemeliharaan dibandingkan daya pakainya.
  4. Tidak sesuai dengan kebutuhan masa kini.
  5. Penyusutan diluar kekuasaan pengurus barang (misalnya, barang kimia).
  6. Barang yang berlebih jika disimpan lebih lama akan bertambah rusak dan tak terpakai lagi.
  7. Dicuri, terbakar, dan musnah sebagai akibat bencana alam. 
Jadi dapat kami simpulkan selain tujuannya adanya penghapusan yaitu mencegah atau membatasi kerugian terhadap barang yang memerlukan dana besar dalam pemeliharaan, mencegah terjadinya pemborosan biaya pengamanan perlengkapan yang tidak berguna lagi, membebaskan lembaga dari tanggung jawab pemeliharaan dan pengamanan, serta meringankan beban inventarisasi. Juga penghapusan sarana dan prasara juga perlu di pertimbangkan sebagaimana yang sudah kami jelaskan diatas. 

Pengendalian Sarana dan Prasarana

Seluruh kegiatan sarana dan prasaran yang sudah kami jelaskan diatas perlu adanya pengendalian pada setiap kegiatan tersebut dapat dimonitoring. Pengendalian yang dimaksud disini ialah agar terjadii akselerasi (percepatan) bagi seluruh fungsi pengelolaan administrasi pendidikan, sehingga pemborosan tenaga, waktu dan biaya dapat dihindarkan.

Dalam pelaksanaan kegiatan pengendalian dapat disusun serangkaian kerja sebagai berikut:
  1. Mengikuti proses pengelolaan dari pengadaan sampai penghapusan.
  2. Menyusun tata cara laporan baik lisan maupun tertulis.
  3. Mengadakan konsultasi dengan pihak pimpinan, bila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan, sekiranya penyimpangan ini menyangkut kegiatan kebijakan.
  4. Mengadakan konsultasi dengan pihak pelaksana fungsi masing-masing bila (kelihatan) terjadi atau akan terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan yang bersifat teknis.
  5. Menyusun laporan menyeluruh secara periodik tentang pelaksanaan dari proses pengelolaan yang terjadi dalam masing-masing fungsi. 
Dalam administrasi pendidikan yang meliputi proses pengelolaan antara lain ialah sebagai berikut:
a.    Pengelolaan saran buku
Kebutuhan jenis buku berdasarkan kurikulum disusun pertahun pelajaran setiap perencanaan kebutuhan jenis buku pertahun supaya dipersiapkan berapa yang sudah atau belum diadakan untuk sebagai bahan perencanaan agar dilaksanakan setiap awal tahun pelajaran.
b.    Pengelolaan alat praga
Perencanaan kebutuhan alat praga tiap jenis berdasarkan jumlah siswa. Alat praga pendidikan merupakan alat praga yang dapat membatu dalam pembelajaran. Hampir semua pelajaran menggunakan alat praga, oleh karena itu agar direncanakan kebutuhan alat praga tiap jenis berdasarkan jumlah siswa.
 
Pengelolaan Perpustakaan

Perpustakaan sekoah adalah suatu unit kerja yang merupakan unit integral dari lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan penyimpanan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematik dengan cara tertentu untuk digunakan oleh siswa dan guru sebagai sumberinformasi.

Secara teknis perpustakaan kegiatan pengelolaan ini meliputi :
1.    Inventaris
Inventarisasi merupakan sebuah kegiatan pencatatan koleksi bahan pustaka sebagai bukti bahwa koleksi bahan perpustakaan tersebut telah sah dari perpustakaan.
2.    Klasivikasi
Klasivikasi adalah pengelompokan koleksi menurut golongan atau jenis tertentu dengn cara tetrtentu.
3.    Pembuatan katalog
Katalog adalah suatu pedoman penunjuk seluruh bahan atau sumber yang tersedia disuatu perpustakaan.

Pengelolaan merupakan suatu proses pendaya gunaan sumber daya secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan kelanjutan fungsi sumberdaya. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa pegnelolaan merupakan suatu proses pendaya gunaan sumber daya secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi  sumber daya.

Dalam pengelolaan laboratorium ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu sebagai berikut:
1.    Perencanaan
Perencanaan ini dimaksudkan untuk merencanakan konsep dari suatu laboratorium itu sendiri. Artinya sebelum laboratorium itu dibangun harus tahu dulu untuk keperluan apa dan untuk dipakai siapa laborotorium itu. Misalnya untuk praktik pelajaran biologi.
2.    Penataan
Tata letak peralatan merupakan suatu bentuk uasaha pengaturan penempatan peralatan di laboratorium, sehingga laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi persyaratan untuk beroprasi. Dalam penataan di laboratorium yang perlu diperhatikan ialah: mudah dilihat, mudah dijangkau, aman untuk alat, aman untuk pemakai.
3.    Pengadministrasian
Pengadministrasian sering juga disebut dengan inventarisasi. Inventaris adalah suatu kegiatan dan usaha untuk menyediakan catatan tentang keadaan semua fasilitas , barang-barang yang dimiliki sekolah.
4.    Pengamanan, perawatan, dan pengawasan

Pada dasarnya pengawasan, perawatan, dan pengamanan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Usaha dalam memelihara kelancaran pengguna laboratorium yaitu jadwal pengguna laboratorium yang jelas, tata tertib laboratorium yang dilaksanakan dengan tegas. Adapun pengamanannya ialah adanya kotak P3K yang lengkap dengan obatnya, aturan dan tata tertib, saluran air dengan kran dan shower, jaringan listrik yang dilengkapi sekering atau pemutus arus dan saluran gas dengan kran sentral. Adapun pengawasannya ialah untuk pengawasan biasanya hanya dilakukan oleh para pengelola laboratorium yang memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di laboratorium.

Pengelolaan Gedung
Gudang adalah tempat penimpanan barang sementara. Dalam pengelolaan gudang sebenarnya tidak jauh beda dengan pengelolaan laboratorium hanya saja jika di pengelolaan gudang peraturan yang dibut tidak menyangkut pada siswa akan tetapi hanya pada pengelola gudang saja. Dalam pengelolaan gudang ada empat poin yaitu: perencanaan, penataan, pengadministrasian. Pengamnanan, perawatan dan pengawasan.

Daftar Rujukan:
  • Barnawi & Arifin. M. Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah. Ar-Ruzz
    Media. 2012
  • Minarti, Sri. Manajemen Sekolah. AR-RUZZ MEDIA. Yogyakarta. 2011
  • Rohiat. Manajemen Sekolah. PT. Rineka Aditama. Yogyakarta. 2012
  • Subyosubroto. Manajemen Pendidikan di Sekolah. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
    2004

0 Response to "Pengertian Lengkap Tentang Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel