Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Pengertian Lengkap Tentang Manajemen Pendidikan Islam - duniamanajemen.com Pengertian Lengkap Tentang Manajemen Pendidikan Islam - DUNIA MANAJEMEN

Pengertian Lengkap Tentang Manajemen Pendidikan Islam

Pengertian Manajemen Pendidikan Islam
Duniamanajemen.com - Manajemen  berasal dari bahasa inggris yakni to manage yang memiliki arti mengatur, Mengelola atau mengatur. Menurut Melayu S.P. Hasibuan, manjemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia secara efektif, yang didukung oleh sumber-sumber lain dalam organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam manejemen terdapat dua sistem, yaitu sistem organisasi dan administrasi. Sedangkan manajemen menurut istilah adalah proses mengoordinasikan aktivitas-aktivitas kerja sehingga dapat selesai secara efisien dan efektif dengan melalui orang lain.

Berikut ini banyak ahli yang memberikan pengertian tentang manajemen . di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Fayol, yang juga dapat di sebut sebagai bapak manajemen ilmiah, (scientific management), mengedepankan proses manajemen   sebagaimana dikutip Imron, sebagai berikut; planning, organizing, commanding, coordinating, dan controlling.
  2. Sondang P. Siagaan, manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk memperoleh hasil dalam rangka mencapai tujuan melalui kegiatan orang lain.
  3. Hersey dan Blanchard, secara singkat terminologi manajemen mengandung makna “management is working with and throught individuals and groups to accomplish organization goal”.
  4. Abdus Syafi’i Mohammad. F (at-tawafuru linajahi alghordhi), manajemen adalah kemampuan untuk menjadikan suatu perubahan sehingga dapat mencapai tujuan tertentu. 
Sedangkan definisi pendidikan islam disini adalah sebuah usaha untuk menjadikan anak keturunan dapat mewarisi ilmu pengetahuan ( berwawasan islam). Jadi dapat dismpulkan dari dua definisi  di atas bahwasanya pengertian manajemen pendidikan islam adalah gabungan dari dua kata yaitu manajemen dan pendidikan islam. Maka manajemen pendidikan islam adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan islam secara islami dengan cara menyiasati sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan islam secara efektif dan efisien.

Kegunaan Manajemen Pendidikan Islam
Kegunaan manajemen dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu kegunaan teoritis dan kegunaan praktis. Kegunaan teoritis adalah manfaat yang diberikan oleh manajemen sebagai ilmu kepada seluruh unsur organisasi, baik dalam bentuk perusahaan maupun struktur organisasi lainnya yang terdapat di lingkungan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. Kegunaaan praktisnya bahwa teori itu berguna  untuk di terapkan dalam aktivitas yang sesungguhnya. Lembaga pendidikan dan organisasi lainnya dapat mempraktikkan fungsi-fungsi manajemen dan aliran-alirannya dengan menerapkan asas-asas manajemen menjadi bagian dari sistem yang berlaku pada lembaga pendidikan ataupun organisasi lainnya.

pengertian manajemen pendidikan islam

Kegunaan teoritis dan kegunaan praktis tidak dapat di pisahkan, terutama dilihat dari hubungan fungsional dan hubungan timbal baliknya. Sebuah lembaga yang yang di teliti secara ilmiah dengan pendekatan manajemen dapat melahirkan teori, sedangkan teori yang dirumuskan di atas dasar penelitian dan uji coba dapat di praktikkan secara langsung dalam aktivitas atau kinerja organisasi. Sebagai contoh, tentang fungsi perencanaan dalam manajemen. Teori tentang perencanaan dan teknik-tekniknya telah di susun secara sistematis dan rasional, kemudian dijadikan rujukan oleh organisasi dalam membuat perencanaan berupa program kerja organisasi.

Kegunaan dari manajemen itu sendiri adalah unsur-unsur dasar yang melekat dalam sebuah proses manajemen yang akan dijadikan sebuah acuan oleh para manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Adapun kegunaan manajemen yaitu sebagai berikut.
  1. Kegunaan teoritis, tentang penelitian manajemen, fungsi, dan prinsip manajemen
  2. Kegunnaan praktis, tentang penerapan teori dalam organisasi
  3. Kegunaan normatif, tentang cara kerja perusahaan yang bertitik tolak pada aturan etika yang berlaku dalam organisasi
  4. Kegunaan psikologis tentang perkembangan dan pertumbuhan organisasi yang sesuai dengan hasrat pada karyawan dan manajemen organisasi
  5. Kegunaan sosiologis, tentang hubungan antar personal dalam organisasi dengan situasi dan kondisi sosial
  6. Kegunaan fugsional manajemen, tentang fungsi-fungsi manajemen sejak perencanaan sampai evaluasi dan rekomendasi yang bermaksud meningkatkan kesadaran para pegawai, taat pada norma-norma organisasi, kesatuan komando dan professional
  7. Kegunaan kompetitif, tentang kekuatan daya saing organisasi atau perusahaan dengan senantiasa meningkatkan kinerja organisasi
  8. Kegunaan pendayagunaan waktu dan anggaran yang dimiliki organisasi dengan cara yang efektif dan efisien
  9. Kegunaan kepuasan kerja, sebagai aktualisasi individu dalam pekerjaannya. 
Karakteristik Manajemen Pendidikan Islam
Manajemen pendidikan islam memiliki objek bahasan yang cukup kompleks. Berbagai objek bahasan tersebut dapat dijadikan bahan yang kemudian di integrasikan untuk mewujudukan manajemen pendidikan yang berciri khas islam. Istilah islam dapat dimaknai sebagai islam wahyu atau islam budaya. Islam wahyu meliputi Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi, baik hadis Nabawi maupun Qudsi. Sementara itu, islam budaya meliputi ungkapan sahabat Nabi, pemahaman ulama, pemahan cendekiawan muslim dan budaya umat islam. Kata islam yang menjadi identitas manajemen pendidikan ini dimaksudkan dapat mancakup makna keduanya, yakni islam wahyu dan islam budaya.

Oleh sebab itu, dalam sebuah pembahasan manajemen pendidikan Islam selalu melibatkan wahyu dan budaya kaum muslimin, di tambah juga dengan kaidah-kaidah manajemen pendidikan secara umum. Maka, pembahasan ini akan mempertimbangkan bahan-bahan sebagai berikut.
  1. Al-Qur’an maupun hadis yang terkait dengan manajemen pendidikan.
  2. Perkataan-perkataan ( aqwal ) para sahabat nabi maupun ulama dan cendekian muslim yang terkait dengan manajemen pendidikan.
  3. Realitas perkembangan lembaga pendidikan islam.
  4. Pimpinan dan pegawai (Kultur komunitas) lembaga pendidikan islam.
  5. Ketentuan kaidah-kaidah manajemen pendidikan.
Bahan nomor 1 sampai 4 merupakan ciri khas dari agama Islam pada bangunan manajemen pendidikan islam, sedangkan bahan yang ada pada nomor 5 merupakan tambahan yang bersifat umum dan karenannya dapat digunakan untuk membantu merancang atau juga untuk merumuskan bangunan manajemen pendidikan islam. Tentunya setelah di seleksi berdasarkan nilai-nilai islam dan realitas yang dihadapi oleh lembaga pendidikan islam. Nilai-nilai islam tersebut merupakan refleksi wahyu, sedangkan realitas tersebut sebagai refleksi budaya atau kultur.

Selanjutnya, penerapan manajemen pendidikan islam dalam pengelolaan lembaga pendidikan juga menghadapi berbagai kendala atau hambatan, baik yang bersifat politis, ekonomik-finansial, intelektual, maupun dakwah. Hambatan-hambatan tersebut dapat dirincikan sebagai berikut.
  1. Ideologi, politik, dan tekanan ( pressure ) kelompok-kelompok kepentingan
  2. Kondisi sosio-ekonomik masyarakat dan animo-finansial lembaga
  3. Komposisi stataus kelembagaan dan diskriminasi kebijakan pemerintah
  4. Keadaan potensi intelektual siswa atau mahasiswa
  5. Keberadaan motif dakwah pada pendirian lembaga pendidikan Islam 
Fungsi-Fungsi Manajemen Pendidikan Islam
Fungsi manajemen ini secara garis besar dapat di pahami bahwa seluruh kegiatan manajemen tidak dapat terlepas dari proses planning, organizing, staffing, motivating, controlling dan lain-lain. Adapun lima fungsi utama manajemen  dapat dijelaskan sebagai berikut.
  1. Planning yaitu menetukan tujuan-tujuan yang akan dicapai selama suatu masa yang akan dating dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu.
  2. Organizing yaitu mnengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
  3. Staffing, yaitu menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia, pengarahan, penyaringan, latihan dan pengembangan tenaga kerja.
  4. Motivating, yaitu mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan-tujuan.
  5. Controlling, yaitu mengukur pelakasanaan pelaksanaan dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif bila diperlukan.
  6. Leading, pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu:
    • Mengambil keputusan
    • Selalu mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan
    • Memberi semngat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak
    • Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan
  7. Directing/Commanding, adalah fungsi manajemen yang berhubungan denga usaha member bimbingan, saran, perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing sehingga tugas tersebut dapat dilaksnakan dengan baik dan tertuju pada sasaran yang telah ditetapkan.
  8. Evaluating, artinya menilai semua kegiatan untuk menilai semua kegiata untuk menemukan indikator yang menyebabkan sukses atau gagalnya pencapaian tujuan, sehingga  dapat dijadikan bahan kajian berikutnya.
  9. Budgeting, adalah suatu fungsi manajemen sebagai penyusunan anggaran biaya yang harus terencana dengan matang.
  10. Actuating, adalah kegiatan yang menggerakkan dan mengusahakan agar para pekerja melakukan tugas dan kewajibannya.
     
Tingkatan-tingkatan Manajemen Pendidikan Islam
Manajemen dalam organisasi dibagi menjadi tiga tingkatan sebagai berikut.
  1. Manajer lini garis-pertama ( first line ) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam  organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Manajer lini tidak membawahi manajer lain.
  2. Manajer manegah ( middle manager ) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya, kadang-kadang membawahi juga karyawan operasional.
  3. Manajer puncak ( top manager ), yakni terdiri dari kelompok yang relatif kecil, manager puncak sangat bertanggung jawab atas manjemen keseluruhan organisasi. Manajer puncak disini memiliki tugas untuk mengarahkan oraganisasi dalam berinteraksi dengan lingkungannya dan juga menetapkan kebijakan operasional dan , baik mikro ataupun makro. Manajer utama atau manajer puncak adalah pemegang kendali umum perusahaan yang memberikan sebagian wewenang dan tanggung jawabnya kepada manajer yang berada di bawahnya.
Dilihat dari fungsinya, ada pula manajer fungsional, yang bertanggung jawab terhadap salah satu jenis pelaksanan kegiatan organisasi atau perusahaan.misalnya manajer pemasaran yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap berbagai teknik dan strategi pemasaran barang tertentu. Demikian pula, manajer produksi, manajer keuangan, manajer sumber daya manusia, dan sebagainya yang berwewenang dan tanggung jawabnya berada pada aktivitas tertentu, tetapi tetap menjaga keterkaitan dengan bidang-bidang lainnya, misalnya manajer produksi berkaitan dengan manajer pemasaran.

Seorang manajer juga dituntut untuk memiliki kecerdasan interaksional yang baik, artinya mampu bekerja sama dengan seluruh bidang yang terdapat dalam perusahaan tempatnya bekerja, terutama dalam menjalin hubungan kerjasama yang sinkronis dengan seluruh pegawai yang dipimpinnya. Kecerdasaan interaksional ini diperlukan agar hubungan harmonis antara atasan dan bawahan, antara bidang dan unit-unit yang terdapat dalam organisasi terbina dengan baik. Dengan gaya kepemimpinan yang motivatif, seorang manajer memiliki kemampuan membangkitkan semangat kerja seluruh bawahnya.


Selain kecerdasan interaksional, seorang manajer dituntut untuk memiliki kecerdasan konseptual tentang bidang yang dipimpinya. Dengan kecerdasan tersebut, ia dapat melahirkan konsep yang mengedepan, konstruktif, dan inovatif agar perusahaan semakin maju dan berprestasi. Menurut Henry Mintzberg, manajer memiliki peran yang amat penting bagi perusahaan, mencakup hal-hal sebagai berikut.
1.  Peran antar pribadi ( Interpersonal Roles )
Peran ini meliputi:
Peran tokoh ( figurehead ), sangat penting dalam membangun relasi dengan orang lain yang memiliki kedudukan di perusaan tertentu.
Peran pemimpin ( leader ), dilakukan dengan cara mengarahkan dan mengoordinasikan tugas-tugas bawahannya.
Peran penghubung ( liaison ), dilakukan dengan cara menjalin perhubungan antarpribadi dengan pihak-pihak, baik yang berada dalam organisasi maupun yang berda diluar organisasi.

2. Peran informasional ( Informational Roles )
Peran ini sangat penting bagi manajer dalam mereduksi informasi yang dapat dijadikan landasan konseptual dan pemecahan masalah.

Dalam memantau informasi yang berkembang, manajer harus memiliki kepekaan terhadap isi informasi yang sebenarnya, senantiasa melakukan filter terhadap berita yang diperolehnya agar tidak terjebak oleh keadaan yang buruk akibat salah paham terhadap informasi yang dikembangkan.

3. Peran juru bicara ( Spokes Person )

Peran juru bicara, yaitu menyampaikan sebagian informasi yang dikumpulkannya kepada para individu diluar unitnya atau pihak-pihak diluar organisasi.

4.    Peran pengambilan keputusan ( Decision Making Roles )
Manajer harus memiliki filter dan kecerdasaan mengaktualisasikan informasi untuk dijadikan bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan yang menyangkut nasib perusahaan.

Sumber Rujukan:


Manab, Abdul. Manajemen Kurikulum. Yogyakarta: Kalimedia, 2015.
Terry, R George dan Rue, W Leslie. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015.
Qomar, Mujamil. ManajemenPendidikan Islam, Jakarta: Erlangga, 2007.
U. Saefullah. Manajemen Pendidikan Islam, Bandung: CV Pustaka Setia, 2014.

0 Response to "Pengertian Lengkap Tentang Manajemen Pendidikan Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel