Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Jenis-jenis Layanan Bimbingan dan Konseling - duniamanajemen.com Jenis-jenis Layanan Bimbingan dan Konseling - DUNIA MANAJEMEN

Jenis-jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

Ketika mempelajari bimbingan dan konseling, kita dituntut tidak hanya memahami pengertian bimbingan dan konseling. Namun, juga akan dibahas tentang jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling. Berikut adalah beberapa jenis-jenis layanan bimbingan konseling:

A.    Layanan Orientasi
Menurut Prayitno, orientasi berarti tatapan ke depan ke arah dan tentang sesuatu yang baru. Dengan perngertian seperti yang telah disebutkan ini, layanan orientasi bisa bermakna suatu layanan terhadap peserta didik baik itu di sekolah atau di madrasah yang berkenaan dengan tatapan ke depan ke arah dan tentang sesuatu yang baru.

Layanan orientasi bisa diartikan sebagai layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan para peserta didik (klien) dapat memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasukinya, dalam rangka untuk mempermudah berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu.

Layanan orientasi ini, ditujukan kepada peserta didik baru dan untuk pihak-pihak lain (terutama orang tua atau wali siswa) guna memberikan pemahaman dan penyesuaian diri terutama penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan (sekolah) yang baru dimasukinya.

Hasil yang diharapkan dari layanan orientasi ialah mempermudah penyesuaian diri siswa terhadap kehidupan social, kegiatan belajar dan kegiatan lain yang mendukung keberhasilan kebrehasilan siswa. Demikian juga orangtua siswa, dengan memahami kondisi, situasi dan tuntutan sekolah anaknya akan dapat memberikan dukungan yang diperlukan bagi keberhasilan belajar anaknya.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa fungsi utama yang didukung oleh layanan orientasi ini adalah fungsi pemahaman dan pencegahan.

Isi layanan orientasi ini adalah berbagai hal berkenaan dengan suasana, lingkungan, dan objek-objek yang baru bagi indivdu. Hal-hal tersebut melingkupi bidang-bidang: (a) pengembangan pribadi, (b) pengembangan hubungan social, (c) pengembangan kegiatan belajar, (d) pengembangan kegiatan karier, (e) pengembangan kehidupan berkeluarga, (f) pengembangan kehidupan beragama.

B.    Layanan Informasi

Menurut Winkel layanan informasi merupakan suatu layanan yang berupaya memenuhi kekurangan individu akan informasi yang mereka perlukan. Layanan informasi juga bermakna usaha-usaha untuk membekali siswa dengan pengetahuan serta pemahaman tentang lingkungan hidupnya dan tentang proses perkembangan anak muda.

Layanan informasi bertujuan untuk pengembangan kemandirian. Pemahaman dan penguasaan individu terhadap informasi yang diperlukannya akan memungkinkan individu: (a) mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya secara objektif, positif, dan dinamis, (b) mengambil keputusan, (c) mengarahkan diri untuk kegiatan-kegiatan yang berguna sesuai dengan keputusan yang di ambil, (d) dan mengaktualisasikan secara terintegrasi.

Materi yang dapat diangkat melalui layanan informasi ada berbagai macam, yaitu meliputi:
  1. Informasi pengembangan pribadi
  2. Informasi kurikulum dan proses belajar mengajar
  3. Informasi pendidikan tinggi
  4. Informasi jabatan
  5. Informasi kehidupan keluarga, social kemasyarakatan, keberagaman social budaya dan lingkungan. 
makalah jenis-jenis layanan bimbingan konseling

C.    Layanan Penempatan dan Penyaluran
Layanan penempatan dan penyaluran merupakan sebuah layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa atau peserta didik (klien) memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan / program studi, program latihan,  magang, kegiatan ekstra kurikuler) sesuai dengan potensi, bakat dan minat serta kondisi pribadi.

Berbagai hal yang menyebabkan potensi, bakat, dan minat yang tidak tersalurkan secara tepat akan mengakibatkan siswa yang bersangkutan tidak dapat berkembang secara optimal. Dengan melalui layanan penempatan dan penyaluran ini, member kemungkinan kepada siswa berada dalam posisi dan pilihan yang tepat, yaitu berkenaan dengan kelompok belajar, penjurusan, kegiatan ekstra kurikuler, pilihan pekerjaan/ karier, program latihan dan pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan kondisi fisik dan psikisnya.

Sedangkan materi yang dapat diangkatkan melalui layanan penempatan dan penyaluran ini ada berbagai macam, yaitu meliputi:
1)    Penempatan di dalam kelas; berdasarkan dan cirri pribadi serta hubungan social siswa serta asas pemerataan. Dalam layanan penempatan ini, akan memiliki keuntungan pada guru dan siswa, diantaranya adalah:
  • Bagi siswa yang bersangkutan, yaitu memberikan penyesuaian dan pemeliharaan terhadap kondisi individual siswa (kondisi fisik, mental, sosial),
  • Bagi guru, khususnya dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas, dengan penempatan yang tepat menjadi lebih mudah menggerakkan dan mengembangkan semangat belajar siswa.
2)    Penempatan dan penyaluran ke dalam  kelompok belajar; berdasarkan kemampuan dan kelompok campuran. Tujuan pokok dari pembentukan kelompok belajar ialah: Pertama, untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kedua, untuk wadah belajar bersama.
3)    Penempatan dan penyaluran ke dalam program yang lebih luas.

D.    Layanan Pembelajaran

Layanan pembelajaran disini merupakan layanan bimbingan dan konseling yang dapat memungkinkan semua peserta didik bisa mengembangkan diri dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi belajar dengan kecepatan dan juga kesulitan belajar, serta bermacam-macam aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Layanan pembelajaran ini dimaksudkan untuk memungkinkan peserta didik memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan optimal dirinya.

Adapun materi yang dapat diangkatkan melalui layanan pembelajaran ada berbagai macam, yaitu:
  1. Pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar: tentang kemampuan, motivasi, sikap dan kebiasaan belajar.
  2. Pengembangan sikap, motivasi dan kebiasaan belajar yang baik.
  3. Pengembangan keterampilan belajar: membaca, mencatat, bertanya dan menjawab dan menulis.
  4. Pengajaran perbaikan
  5. Program pengayaan.
E.    Layanan Konseling Perorangan
Layanan konseling perorangan merupakan sebuah layanan bimbingan dan konseling yang dapat memungkinkan para siswa mendapatkan layanan bertatap muka secara langsung (secara perorangan) dengan pembimbing dengan melakukan pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang dideritanya.

Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar siswa memahami kondisi dirinya sendiri, lingkungannya, permasalahan yang dialami, kekuatan dan kelemahan dirinya sehingga siswa mampu mengatasinya. Dengan kata lain, konseling perorangan bertujuan untuk mengentaskan masalah yang dialami siswa.

Materi yang dapat diangkat melalui layanan konseling perorangan ini ada  berbagai macam, yang pada dasarnya tidak terbatas. Layanan ini dilkasankan untuk seluruh masalah siswa secra perorangan (dalam berbagai bidang bimbingan, yaitu bimbingan pribadi, social, belajar, dan karier).

F.    Layanan Bimbingan Kelompok

Layanan bimbingan kelompok merupakan suatu cara memberikan bantuan (bimbingan) kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok. Dalam layanan bimbingan kelompok harus diwujudkan untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan atau pemecahan masalah individu (siswa) yang menjadi peserta layanan. Dalam layanan bimbingan kelompok dibahas topic-topik umum yang menjadi kepedulian bersama anggota kelompok. Masalah yang menjadi topic pembicaraan dibahas melalui suasana dinamika kelompok secara intens dan konstruktif, diikuti oleh semua anggota kelompok di bawah bimbingan kelompok (konselor).

Perlu kita ketahui bersama bahwa tugas utama dari seorang konselor adalah: Pertama, membentuk kelompok sehingga terpenuhi syarat-syarat kelompok yang mampu secara aktif mengembangkan dinamika kelompok, yaitu: (a) menciptakan sebuah hubungan semua anggota menuju keakraban dalam kelompok itu sendiri, (b) tumbuhnya tujuan bersama diantara anggota kelompok dalam suasana kebersamaan, (c) berkembangnya iktikad dan tujuan bersama untuk mencapai tujuan kelompok, (d) terbinanya kemandirian pada diri setiap anggota kelompok, (e) terbinanya kemandirian kelompok, sehingga kelompok berusaha dan mampu tampil beda dari kelompok lain. Kedua, memimpin kelompok yang bernuansa layanan konseling melalui bahasa konseling untuk mencapai tujuan-tujuan konseling. Ketiga, melakukan penstrukturan, yaitu membahas bersama anggota kelompok tentang apa, mengapa, dan bagaimana layanan konseling kelompok dilaksanakan. Keempat, melakukan pentahapan kegiatan konseling kelompok. Kelima, memberikan penilaian segera hasil layanan konseling kelompok. Keenam, melakukan tindak lanjut.

Tujuan layanan bimbingan kelompok adalah untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi peserta layanan (siswa). Dan juga untuk mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang perwujudan tingkah laku yang lebih efektif, yakni peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal para siswa.

G.    Layanan Konseling Kelompok

Layanan konseling kelompok merupakan sebuah layanan bimbingan dan konseling yang dapat memungkinkan para siswa dapat memperoleh kesempatan untuk melakukan pembahasan dan pengentasan permasalahan yang sedang dialaminya dengan cara dinamika kelompok, masalah yang dibahas itu adalah masalah pribadi yang sedang dialami oleh masing-masing anggota kelompok.

Tujuan layanan ini adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa, khususnya kemampuan berkomuniaksinya. Melalui layanan konseling kelompok, hal-hal dapat menghambat atau mengganggu sosialisasi dan komunikasi siswa diungkap dan dinamikakan melalui berbagai teknik, sehingga kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi siswa berkembang secara optimal.

H.    Layanan Konsultasi

Layanan konsultasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh konselor terhadap seorang pelanggan (konsulti) yang memungkinkannya memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakannya dalam menangani kondisi atau permaslahan pihak ketiga.

Dalam layanan konsultasi, ada tiga pihak yang tidak bisa dipisahkan, yaitu konselor, konsulti, dan pihak ketiga. Konselor adalah tenaga ahli konseling (tenaga profesional) yang memiliki kewenangan melakukan pelayanan konseling sesuai dengan bidang tugasnya. Konsulti adalah individu yang memina bantuan kepada konselor agar dirinya mampu menangani kondisi atau masalah yang dialami pihak ketiga yang setidak-tidaknya sebagian menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan pihak ketiga adalah individu-individu yang kondisi atau permasalahannya dipersoalkan oleh konsulti.  Tujuan dari layanan ini adalah agar konsulti dapat menangani kondisi atau permasalahan yang dialami dengan pihak ketiga.

I.    Layanan Mediasi

Mediasi bisa dimaknai sebagai suatu kegiatan yang mengantarai atau menjadi wasilah atau menghubungkan yang semula terpisah. Juga bermakna menjalin hubungan antara dua kondisi yang berbeda dan mengadakan kontak sehingga dua pihak yang semula terpisah menjadi saling terkait.

Layanan mediasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh konselor terhadap dua pihak atau lebih yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan. Dengan kata lain, layanan mediasi juga berarti layanan atau bantuan terhadap dua pihak atau lebih yang sedang bermusuhan.

Tujuan dari layanan ini adalah agar tercapai kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara pihak-pihak yang bertikai atau bermusuhan.

Sumber Rujukan:

Hallen. Bimbingan dan Konseling dalam Islam. Jakarta: Ciputat Pers, 2002.
Prayitno. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.
Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

0 Response to "Jenis-jenis Layanan Bimbingan dan Konseling"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel