Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Berikut Adalah Proses Perencanaan Penerimaan Peserta Didik - duniamanajemen.com Berikut Adalah Proses Perencanaan Penerimaan Peserta Didik - DUNIA MANAJEMEN

Berikut Adalah Proses Perencanaan Penerimaan Peserta Didik

Perencanaan Penerimaan Peserta Didik
Perencanaan (planning) adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut apa yang akan dilakukan dimasa pendatang, kapan, bagaimana dan siapa yang akan melakukannya.

Unsur pengambilan keputusan merupakaan unsur yang penting dalam perencannaan, yaitu proses mengembangkan dan memilih langkah-langkah yang akan diambil untuk menghadapi masalah-masalah dalam organisasi atau perusahaan. Pimpinan harus mengambil keputusan tentang ramalan-ramalan situasi yang akan terjadi dimasa datang. Misal keadaan ekonomi, langkah-langkah apa yang akan dilakukan oleh pesaing dan sebagainya. Mereka juga harus memutuskan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai,  bagaimana mengaplikasikannya dalam rangka mencapai sasaran tersebut, menganalisis sumber daya yang dimiliki organisasi. Dalam hal ini diperlukan sikap fleksibilitas di dalam menghadapi perubahan.


Menurut ketentuan umum UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

Pesera didik menurut ketentuan umum UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusahamengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.


Peserta Didik merupakan orang yang memiliki pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan harapan masa depan dan cita-cita.

peserta didik

Peserta didik merupakan suatu komponen masukan dalam sistem pendidikan , yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. (Oemar Hamalik).

Peserta didik adalah anak yang sedang tumbuh dan berubah, kebutuhannya pada hari ini belum tentu sama dengan kebutuhannya kemarin.
  1. Peserta didik adalah individu yang memiliki kepribadian, tujuan, cita-cita hidup, dan potensi diri, oleh karena itu ia tak dapat diperlakukan semena-mena.
  2. Peserta didik adalah orang yang mempunyai pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan.
  3. Peserta didik adalah sosok menusia sebagai individu/pribadi manusia seutuhnya. Individu dapat diartikan dengan “seorang tidak tergantung dari orang lain, dalam arti benar-benar seorang pribadi yang menentukan diri sendiri dan tidak di paksa dari luar, mempunyai sifat-sifat dan keinginan sendiri”. 
Jadi, perencanaan penerimaan peserta didik adalah suatu proses pengambilan keputusan pihak sekolah yang menyangkut tentang orang yang mempunyai pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan.

Langkah-langkah Perencanaan Peserta Didik Berbasis Sekolah
Secara garis besar terdapat dua langkah dasar perencanaan yang dapat dipakai untuk semua kegiatan perencanaan pada semua jenjang organisasi. Langkah tersebut adalah:

Menetapkan tujuan atau sasaran, kegiatan perencanaan dapat dimulai dengan cara memutuskan apa yang ingin dicapai sebuahorganisasi atau sebuah lembaga. Tanpa sasaran yang jelas, sumber daya yang dimiliki organisasi akan menyeabar terlalu luas. Dengan menetapkan prioritas dan merinci sasaran secara jelas, organisasi dapat mengarahkan sumber agar lebih efektif.

  1. Merumuskan Posisi Organisasi pada Saat ini Jika sasaran telah ditetapkan, pimpinan harus mengetahui dimana saat ini organisasi berada dan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan tersebut, sumber daya apa yang dimiliki saat ini. Rencana baru dapat disusun jika organisasi telah mengetahui posisinya pada saat ini. Untuk ini didalam sebuah organisasi seharusnya terdapat suasana keterbukaan yang tujuannya agar informasi mengalir dengan lancar terutama berupa data keuangan dan statistik.
  2. Mengidentifikasi Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Menuju Sasaran selanjutnya perlu diketahui faktor-faktor, baik internal maupun eksternal, yang diperkirakan dapat membantu dan menghambat organisasi mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Perlu kita ketahui, jauh lebih mudah mengetahui apa yang akan terjadi pada saat ini, dibandingkan dengan meramalkan persoalan atau peluang yang akan terjadi dimasa datang. Betapa sulitnya melihat ke depan adalah unsur utama yang paling sulit dalam perencanaan.
Menyusun langkah-langkah untuk mencapai sasaran, Langkah terakhir dalam kegiatan perencanaan adalah mengembangkan berbagai kemungkinan alternatif atau langkah yang diambil untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan, mengevaluasi alternatif-alternatif ini, dan memilih mana yang dianggap paling baik, cocok dan memuaskan.

Ada sejumlah hal penting yang harus ditempuh dalam perencanaan peserta didik. Langkah-langkah tersebut meliputi:
  1. Perkiraan (forcesting), adalah penyusun suatu perkiraan kasar dengan mengantisipasi ke depan, dimana perkiraan ini dipengaruhi oleh tiga dimensi yaitu dimensi masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang. Dimensi masa lampau berkenaan dengan pengalanan-pengalaman masa lampau yaitu sebagai data tentang kesuksesan dan kegagalan penanganan peserta didik. Dimensi masa kini berkaitan erat dengan faktor kondisional dan situasional, artinya segala data dan informasi dikumpulkan untuk dijadikan pijakan dalam melakukan kegiatan dan mengetahui konsekuensinya. Dimensi masa depan dijadikan manajemen peserta didik yang ideal, sehingga output sekolah akan sesuai dengan tuntutan masa depan.
  2. Perumusan tujuan (objective), merupakan langkah atau jabaran dari tujuan yang ingin dicapai. Tujuan itu sendiri ada tujuan jangka panjang, menengah dan pendek, juga ada tujuan yang bersifat khusus maupun umum, ada juga tujuan akhir yang dijabarkan dalam tujuan sementara. Tujuan itu sendiri akan menjadi arah yang dituju bersama dari semua personal sekolah, baik dari civitas akademika meupun dari peserta didik serta masyarakat yaitu orangtua murid.
  3. Kebijakan (policy), adalah mengidentifikasi aktifitas yang dapat digunakan untuk mencapai target atau tujuan diatas, kadang tujuan itu memerlu adalah mengidentifikasi aktifitas yang dapat digunakan untuk mencapai target atau tujuan diatas, kadang tujuan itu memerlukan banyak kegiatan namun kadang satu kegiatan untuk berbagai tujuan. Kegiatan tersebut diidentifikasi sebanyak mungkin kegiatan sehingga ltujuan yang ingin dicapai tepat sesuai dengan yang diharapkan.
  4. Pemprograman (programming), adalah suatu aktivitas yang bermaksud memilih kegiatan yang sudah diidentifikasi dalam langkah kebijakan. Beberapa pertimbangan yang harus dipenuhi: seberapa besar kontribusi kegiatan tersebut terhadap pencapaian target, memungkinkan kegiatan dilaksanakan dengan melihat sumber daya yang ada, apakah kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang dimiliki, apakah yang menjadi penghambat kegiatan tersebut dan antisipasi atas hambatan tersebut.
  5. Langkah-langkah (procedure), yaitu merumuskan tahapan kegiatan dengan melakukan skala prioritas, yaitu mengurutkan setiap langkah atau tahapan agar terhindar dari inefektif dan inefisien.
  6. Penjadwalan (schedule), yaitu kegiatan yang telah ditetepkan prioritasnya, urutan dan langkahnya perlu dijadwalkan kegiatannya sehingga maksud pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan yang diharapkan.
  7. Pembiayaan (budgetting), yaitu:
  • Alokasi biaya, merinci mengenai biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
  • menentukan sumber biaya, yaitu biaya dari sumber primer atau sekunder. 


Kebijakan Penerimaan Peserta Didik
Kebijakan penerimaan peserta didik baru sebenarnya menggunakan dasar-dasar manajemen peserta didik. Kebijakan operasional penerimaan peserta didik baru, memuat aturan mengenai jumlah peserta didik yang dapat di terima disuatu sekolah. Penentuan mengenai jumlah peserta didik, tentu juga didasarkan atas kenyataan-kenyataan yang ada di sekolah (faktor kondisional sekolah). Faktor kondisional tersebut meliputi: daya tampung kelas baru, kriteria mengenai siswa yang dapat diterima, anggaran yang tersedia, sarana dan prasarana yang ada, tenaga kependidikan yang tersedia, jumlah peserta didik yang tinggal dikelas satu, dan sebagainya.

Kebijakan operasional penerimaan peserta didik, juga memut sistem pendaftaran dan seleksi atau penyaringan yang akan diberlakukan untuk peserta didik. Selain itu, kebijakan penerimaan peserta didik, juga berisi mengenai waktu pendaftaran, kapan dimulai dan kapan diakhiri. Selanjutnya, kebijakan penerimaan peserta didik harus juga memuat tentang personalia-personalia yang akan terlihat dalam pendaftaran, seleksi dan penerimaan peserta didik.


Sistem Penerimaan Peserta Didik
Sistem yang dimaksudkan disini lebih menunjuk kepada cara. Berarti, sistem penerimaan peserta didik adalah cara penerimaan peserta didik baru.

Ada dua macam sistem penerimaan peserta didik baru.
1. dengan menggunakan sistem promosi, sedangkan yang kedua dengan menggunakan sistem seleksi. Yang dimaksud dengan sistem promosi adalah penerimaan peserta didik yang sebelumnya tanpa menggunakan seleksi. Mereka yang mendaftar sebagai peserta didik di suatu sekolah, diterima semua begitu saja.

Sehingga mereka yang mendaftar menjadi peserta didik, tidak ada yang ditolak. Sistem promosi demikian, secara umum berlaku pada sekolah-sekolah yang pendaftarannya kurang dari jatah atau daya tampung yang ditentukan.

2. Sistem seleksi. Sistem seleksi ini dapat digolongkan menjadi tiga macam. Pertama, seleksi berdasarkan daftar nilai Ujian Akhir Nasional (UAN), yang kedua berdasarkan penelusuran minat dan kemampuan, sedangkan yang ketiga adalah seleksi berdasarkan hasil tes masuk.

Pada masa sekarang ini, di sekolah-sekolah lanjutan, baik lanjutan pertama maupun tingkat atas, sudah menggunakan sistem UAN. Dengan demikian, peserta didik yang akan diterima dirangking UAN-nya. Mereka yang berada pada rangking yang telah ditentukan akan diterima disekolah tersebut. Pada sistem demikian, sekolah sebelumnya menentukan berapa daya tampung sekolahnya.

Sistem seleksi dengan Penelusuran Minat Dan Kemampuan dilakukan dengan cara mengamati secara menyeluruh terhadap peserta didik pada sekolah sebelumnya. Prestasi tersebut diamati melalui raport semester pertama sampai dengan raport terakhir. Sistem demikian, umumnya lebih memberikan kesempatan yang besar kepada peserta didik unggulan di suatu sekolah. Mereka yang nilai raportnya cenderung baik sejak semester awal, punya kans untuk diterima; sebaliknya mereka yang nilai raportnya jelek, sedikit kansnya untuk diterima.

Sungguhpun dengan demikian, diterima atau tidaknya calon peserta didik tersebut, masih juga bergantung kepada seberapa banyaknya calon peserta didik yang mendaftar atau memilih jurusan yang ingin dimasuki. Semakin banyak pendaftar dan peminatnya, persaingannya akan semakin ketat.

Sistem seleksi dengan tes masuk adalah, bahwa mereka yang mendaftar di suatu sekolah terlebih dahulu diwajibkan menyelesaikan serangkaian tugas yang berupa soal-soal tes. Jika yang bersangkutan dapat menyelesaikan suatu tugas berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditentukan, maka ia akan diterima. Sebaliknya jika mereka tidak dapat menyelesaikan tugas berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditentukan, yang bersangkutan tidak diterima sebagai peserta didik.

Sumber Rujukan: Prihatin, Eka. Manajemen Peserta Didik.Bandung: ALFABETA. 2011

0 Response to "Berikut Adalah Proses Perencanaan Penerimaan Peserta Didik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel