Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Pengembangan Kurikulum Lanjutan (Standar Sarpras) - duniamanajemen.com Pengembangan Kurikulum Lanjutan (Standar Sarpras) - DUNIA MANAJEMEN

Pengembangan Kurikulum Lanjutan (Standar Sarpras)

A. Menjelaskan Latar Belakang dan Tujuan Standar Sarpras
 
Kelengkapan sarana dan prasarana sebagai salah satu penunjang keberhasilan pendidikan, seringkali menjadi kendala dalam proses penyelenggaraan pendidikan di setiap sekolah maka setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perlatan pendidikan, media pendidikan, perabot, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perabot atau peralatan lainnya yang akan menunjang pendidikan secara berkelanjutan.

Di dunia pendidikan, setiap satuan pendidikan harus memiliki prasarana yang meliputi ruang kelas, lahan,  ruang pendidik, ruang pimpinan satuan pendidikan,  ruang tata usaha, ruang laboratorium, ruang perpustakaan,  ruang bengkel kerja, ruang unit produksi,  instalasi daya dan jasa, Ruang kantin, tempat berolahraga, tempat ibadah, tempat bermain dan tempat-tempat lain yang akan menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang dan satuan pendidikan, lebih khususnya pada pendidikan dasar menengah. Dalam berbagai usaha telah dilakukan agar dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, contohnya pengembangan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, kurikulum nasional dan lokal, pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan standar sarana dan prasana yang ada di sekolah.
sarana dan prasarana



Adapun tujuan standar sarana dan prasarana pendidikan di antaranya ialah sebagai berikut:
  1. Untuk dapat mewujudkan situasi dan kondisi sekolah/lembaga pendidikan baik sebagai kelompok belajar maupun sebagai lingkungan belajar yang memungkinkan para peserta didik dapat mengembangkan dirinya semaksimal mungkin.
  2. Untuk menghilangkan berbagai hambatan yang bisa menghalangi terwujudnya interaksi dalam pembelajaran.
  3. Untuk memberi kemudahan dalam tujuan pendidikan.
  4. Untuk Menyediakan dan juga mengatur fasilitas-fasilitas serta perabot pelajar yang nantinya akan mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, intelektual, dan emosional peserta didik dalam proses belajar mengajar.
  5. Untuk membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
B.    Menjelaskan Pengertian dan Konsep Standar Sarpras
Sarana pendidikan merupakan semua perangkat peralatan, bahan, dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Dengan kata sederhananya semua alat yang akan menunjang aktifitas pendidikan. Dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan dapat diartikan sebagai segenap proses pengadaan dan pendayagunaan komponen-komponen yang secara langsung maupun tidak langsung menunjang proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Proses-proses yang dilakukan dalam upaya pengadaan dan pendayagunaan, meliputi perencanaan, pengadaan, pengaturan, penggunaan, penghapusan. kelima proses tersebut dapat dipadukan sehingga membentuk suatu siklus manajemen sarana dan prasarana pendidikan.
Sarana pendidikan merupakan peralatan dan juga perlengkapan yang secara langsung digunakan dalam proses pemelajaran di dalam kelas, ruang kelas, seperti gedung,   kursi, meja, serta media pengajaran lainnya.

Sedangkan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pengajaran, seperti halaman, kebun, masjid/musholla, kamar mandi/tempat wudhu, tempat parker, jalan menuju sekolah, asrama.

Proses manajemen sarana dan prasarana diawali dengan perencanaan dimana dilakukan untuk mengetahui sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan di sekolah. Proses berikut adalah pengadaan, yakni serangkain kegiatan menyediakan berbagai jenis sarana dan prasarana sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Proses selanjutnya ialah pengurusan dimana terdapat kegiatan inventarisasi, penyimpanan, dan pemeliharaan.

Kemudian prosesnya lagi ialah penggunaan yakni pemanfaatan sarana dan prasarana penidikan untuk mendukung proses pendidikan dalam prinsip efektivitas dan efisiensinya, terakhir adalah proses penghapusan, yakni kegiatan menghilangkan sarana dan prasarana dari daftar inventaris, terdapat 8 jenis standar yang harus dipenuhi oleh sekolah diantaranya sebagai berikut:
(1) standar isi
(2) standar proses
(3) standar kompetensi lulusan
(4) standar pendidik dan tenaga kependidikan
(5) standar sarana dan prasarana
(6) standar pengelolaan
(7) standar pembiayaan
(8) standar penilaian pendidikan


Dalam permendiknas sarana dan prasarana pendidikan di sekolah diatur menjadi tiga pokok bahasan, yaitu lahan, bangunan, dan kelengkapan sarana dan prasarana sekolah. Yang dimaksud dengan lahan adalah bidang permukaan tanah yang di atasnya terdapat prasarana sekolah/madrasah yang meliputi bangunan, lahan untuk prasarana penunjang, lahan pabrik, dan lahan pertamanan. Bangunan merupakan gedung yang digunakan untuk menjalankan semua fungsi sekolah/madrasah. Sementara kelengkapan sarana dan prasarana ialah memuat berbagai macam ruang dengan segala perlengkapannya.

Konsep standar sarana dan prasarana adalah fasilitas pendukung yang nantinya dapat menunjang proses kegiatan dalam organisasi apa saja termasuk di dalamnya adalah satuan pendidikan atau lembaga pendidikan. Akan tetapi yang lebih penting adalah proses pengelolaan atau manajemen dari sarana dan prasarana itu sendiri, dalam proses pengelolaan tersebut dapat berpengaruh terhadap sukses tidaknya suatu proses kegiatan.

Oleh karena itu proses pengelolaan sarana dan prasarana sangat penting dan berpengaruh, maka memahami konsep dasar pengelolaan sarana dan prasarana dengan baik akan membantu kita untuk memperluas wawasan tentang bagaimana berperan dalam merencanakan, menggunakan dan mengevaluasi sarana dan prasarana yang ada sehingga dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk mencapai tujuan dari organisasi itu sendiri.

C.    Menjelaskan Alur Prosedur Kerja Standar Sarpras
1.    Kepala sekolah menugaskan TPK (Tim Pengelola Kegiatan) sekolah untuk melakukan alur prosedur kerja standar sarpras dalam pendidikan.
2.    Kepala sekolah memberikan arahan teknis tentang alur prosedur kerja standar sarpras dalam pendidikan yang sekurang-kurangnya memuat:
  • Dasar pelaksanaan alur prosedur kerja.
  • Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan alur prosedur kerja.
  • Manfaat alur prosedur kerja.
  • Hasil yang diharapkan dari alur prosedur kerja.
  • Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugasnya dalam alur prosedur kerja.
3.    TPK (Tim Pengelola Kegiatan) sekolah menyusun rencana kegiatan alur prosedur kerja dalam pendidikan sekurang-kurangnya berisi uraian kegiatan, sasaran/hasil, pelaksana, dan jadwal pelaksanaan;
4.    TPK (Tim Pengelola Kegiatan) sekolah membagi tugas untuk melakukan identifikasi dan prosedur terhadap standar pengembagan satuan pendidikan;
5.    TPK (Tim Pengelola kegiatan) sekolah melakukan identifikasi dan Prosedur terhadap standar pengembangan satuan pendidikan yang meliputi perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah dan sistem informasi manajemen sesuai pembagian tugas yang telah diatur;
6.    TPK (Tim Pengelola Kegiatan) sekolah melakukan alur prosedur kerja standar sarpras dalam pendidikan yang difokuskan pada:
  • Perencanaan program
  • Pelaksanaan rencana kerja
  • Pengawasan dan evaluasi
  • Kepemimpinan sekolah
  • Sistem informasi manajemen
7.    Kepala sekolah bersama TPK (Tim Pengelola Kegiatan) dan komite sekolah melakukan revieu dan revisi draf hasil alur prosedur kerja terhadap standar sarpras satuan pendidikan.
8.    TPK (Tim Pengelola Kegiatan) sekolah memfinalkan hasil alur prosedur kerja standar sarpras dalam satuan pendidikan;
9.    Kepala sekolah menandatangani hasil alur prosedur kerja standar sarpras dalam satuan pendidikan;
10.    TPK (Tim Pengelola Kegiatan) sekolah menggandakan hasil prosedur sesuai kebutuhan dan mendistribusikan kepada dewan guru, komite sekolah, dan pihak lain yang memerlukan, sebagai bahan untuk menyusun laporan prosedur konteks, penyusunan KTSP, dan penyusunan rencana kerja sekolah.

D.    Menguraikan Contoh Analisis Standar Sarpras

 
Analisis kebutuhan sekolah difokuskan pada analisis standar sarana dan prasarana sekolah, standar sarana dan prasarana sekolah merupakan kriteria minimum secara nasional sarana sekolah dan kriteria minimum prasarana sekolah secara nasional. Standar sarana dan prasarana mencakup diantaranya:

1.    Kriteria minimum dalam sarana pendidikan yang terdiri dari perabot, media pendidikan, peralatan pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi,  buku dan sumber belajar lainnya, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.
2.    Kriteria prasarana yang berdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang, dan instalasi daya dan jasa yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.
Analisis kebutuhan sekolah dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Berikut ini uraian untuk tiap-tiap tahapan diantaranya sebagai berikut:
1.    Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan dilakukan pembentukan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) yang bertugas menyiapkan instrumen analisis sebagai alat pengumpulan data yang berkaitan dengan sarana dan prasarana sekolah, dan mmbuat kelompok untuk masing-masing unsur yang dianalisis. Kepala sekolah melakukan kajian instrumen analisis yang melibatkan TPK, dewan guru, dan komite sekolah. Kemudian instrumen yang telah dirancang difinalkan agar dapat digunakan untuk menganalisis standar sarana dan prasarana sekolah.

2.    Tahap Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan, tiap-tiap kelompok melakukan pengumpulan data tentang masing-masing unsur kondisi sarana dan prasarana yang telah ditugaskan kepadanya. Masing-masing kelompok melaporkan hasil pengumpulan data kepada TPK kemudian, TPK mengolah data berdasarkan hasil observasi kondisi sarana dan prasarana yang dituangkan dalam instrumen. Selanjutnya TPK merangkum hasil analisis dan menyusun draft laporan analisis standar sarana dan prasarana sekolah yang mencakup hal-hal berikut:
  • Kebutuhan ruang berdasarkan fungsi, jenis, jumlah, dan ukuran ruang. Kebutuhan ruang berdasarkan fungsi dan jenisnya terbagi 3 kelompok, yaitu kelompok ruang pembelajaran, kelompok ruang penunjang pembelajaran, dan kelompok ruang administrasi/perkantoran. Berdasarkan jumlahnya, kebutuhan ruang mempertimbangkan jumlah jenis kegiatan, jumlah rombel, dan jumlah kelompok belajar, sementara itu ukuran ruang disesuaikan dengan Permendiknas.
  • Kebutuhan peralatan yang meliputi peralatan pendidikan dan peralatan kantor, kebutuhan peralatan didasarkan atas fungsi, jenis, dan jumlahnya.
  • Kebutuhan perabot yang meliputi perabot bergerak (dapat dipindahkan) dan tidak bergerak (tidak dapat dipindahkan) kebutuhan perabot didasarkan atas fungsi, jenis, dan jumlah pemakai.
  • Kebutuhan lahan disesuaikan dengan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 atau Pemendiknas Nomor 40 Tahun 2008.

3.    Tahap Laporan
Pada  tahap laporan, dibuat laporan hasil analisis kebutuhan sekolah berdasarkan standar sarana dan prasarana. Di dalam laporan terdapat rekomendasi proses pemenuhan terhadap sarana dan prasarana yang belum dimiliki, laporan tersebut disahkan oleh kepala sekolah, digandakan, dan didistribusikan ke pihak yang berkepentingan. Selanjutnya dibuat rencana kerja sekolah untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang diadakan dalam jangka waktu 1,2, atau 3 tahun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel