Protected by Copyscape DMCA.com Protection Status DMCA.com Protection Status Pengertian Mutu Pendidikan - duniamanajemen.com Pengertian Mutu Pendidikan - DUNIA MANAJEMEN

Pengertian Mutu Pendidikan

Pengertian Mutu Pendidikan
Dalam kontek pendidikan, pengertian mutu mengacu pada masukan, proses, luaran, dan dampaknya. Mutu masukan dapat dilihat dari beberapa sisi. Pertama, kondisi baik atau tidaknya masukan sumber daya manusia, seperti kepala sekolah, guru, laboran, staf tata usaha, dan siswa. Kedua, memenuhi atau tidaknya criteria masukan material berupa alat peraga, buku-buku kurikulum, prasarana, sarana sekolah, dan lain-lain. Ketiga, memenuhi atau tidaknya masukan yang berupa perangkat lunak, seperti peraturan, struktur organisasi, deskribsi kerja, dan sebagainya. Keempat, mutu masukan yang bersifat harapan dan kebutuhan, seperti visi, misi, motivasi, ketekunan, dan cita-cita.

pengertian mutu pendidikan


Mutu proses pembelajaran memiliki makna bahwa sebuah kemampuan sumber daya sekolah menstransformasikan multijenis masukan dan situasi untuk mencapai derajat nilai tambah tertentu untuk peserta didik. Elemen-elemen yang termasuk dalam kerangka mutu proses pendidikan ini adalah derajat kesehatan, keamanan, kedisiplinan, keakraban, saling menghormati, kepuasan, dan lain-lain dari subjek selama memberikan dan menerima jasa layanan.

Hasil pendidikan dipandang bermutu jika mampu melahirkan keunggulan akademik dan ekstrakurikuler pada peserta didik yang dinyatakan lulus untuk satu jenjang pendidikan atau menyelesaikan program pembelajaran tertentu. Keunggulan akademik di nyatankan dengan nilai yang di capai oleh peserta didik. Keunggulan ekstrakurikuler dinyatakan dengan aneka jenis keterampilan yang diperoleh siswa selama mengikuti program ekstrakurikuler. Di luar kerangka itu, mutu luaran juga dapat dilihat dari nilai-nilai hidup yang dianut, moralitas, dorongan untuk maju, dan lain-lain yang diperoleh anak didik selama menjalani pendidikan.

Mutu sebuah sekolah dapat dilihat juga dari tertib administrasinya.sebab salah satu bentuk administrasi adalah adanya mekanisme kerja yang efektif dan efisien, baik secara vertical Maupun horizontal.

Konsep Peningkatan Manajemen Mutu Pendidikan Sekolah/Madrasah

Manajemen peningkatan mutu madrasah atau sekolah merupakan paradigm baru pendidikan, yang memberikan otonomi luas pada tingkat madrasah dalam kerangkakebijakan pendidikan nasional. Setiap madrasah di berikan otonomi supaya lebih leluasa mengelola sumber daya manusia dan sumber dana dengan mengalokasikannya sesuai dengan apa yang telah menjadi prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap dengan kebutuhan setempat pelibatan masyarakat dimaksudkan agar mereka lebih membantu, memahami, dan mengontrol pengelolaan pendidikan.

Manajemen penngkatan mutu madrasah atau sekolah merupakan saah satu wujud dari reformasi pendidikan. Sistemnya ialah menawarkan sekolah atau madrasah untuk menyediakan pendidikan yang kebih baik dan memadai bagi peserta didik. Otonomi dalam manajemen merupakan potensi bagi madrasah untuk menngkatkan kinerja guru, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait, dan menignkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan.

Manajemen peingkatan mutu madrasah merupakan suatu strategi untuk memperbaiki mutu pendidikan melalui pengalihan otoritas pengambilan keputusan dari pemerinth pusat ke daerah dan ke masing-masing madrasah/sekolah. Dengan demikian., kepala madrasah/sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua mempunyai control yang lebh besar terhadap proses pendidikan, dan mempunyai tanggung jawab untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan pembiayaan, personal, dan kurikulum sekolah.

Manajemen peningkatan mutu madrasah pada hakikatnya adalah suatu srtategi untuk memperbaiki mutu pendidikan dengan jalan pemberian kewenangan dan tanggung jawab pengambilan keputusan kepada kepala sekoah/madrasah dengan melibatkan partisipasi ndividual, baik personel madrasah maupun anggota masyarakat. Oleh karena itu, dengan diterapkannya manajemen peningkatan mutu berbaisis madrasah akan membawa perubahan terhadap pola manajemen penidikan darisistem sentralisasi ke desentralisasi. Dalamsistem desentralisasi, fungsi-fungsi manajemen sekolah yang semula dikerjakan oleh pemerintah pusat/dinas pendidikan provinsi/ dinas pendidikan kota/ kabupaten, sehingga dari fungsi itu dapat dilakukan oleh sekolah atau madrasah secara professional.

Dampak perubahan pola manajemen terhadap sekolah sebagai berikut:
  1. Sekolah/madrasah bersifat otonomi dan berkedudukan sebagai unit utama (selama ini sekolah ditempatkan sbagai subordinasi birokrasi semata dan kedudukan sekolah bersifat marginal).
  2. Personel sekolah/madrasah dan anggota masyarakat dapatmeninggalkan perilaku rutnitas dengan menunjukkan perilaku mandiri, kreatif, proaktif sinergis, koordinatif, integrative, sinkronistis, kooperatif, luwea, dan professional.
  3. Peran sekolah/madrasah seama ini diatur (mengikuti apa yang diputuskan oleh birokrasi) disesuaikan menjadi sekolah/madrasah yang bermotvasi-diri tinggi.
Tujuan Peningkatan Manajemen Peningkatan Mutu PendidikanManajemen peningkatan mutu madrasah perlu diterapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing madrasah melalui pemberian kewenangan dalam mengelola madrasah sesuai dengan core value  yng dikembangkan oleh madrasah dan mendorong partisipasi warga madrasah dan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Implementasi MPMBM ini secara khusus mempunyai tujuan sebagai berikut:
  1. Dalam meningkatkan mutu pendidikan bisa dilakukan melalui peningkatan kemandirian, fleksibilitas, dan inisiatif, kerja sama,  keterbukaan, akuntabilitas, sustainabilitas,  dan juga inisiatif madrasah dalam mengelola, memanfaatkan, dan memberdayakan sumber daya yang ada.
  2. Meningkatkan kepedulian warga madrasah dan masyarakat daam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
  3. Meningkatkan tanggung jawab madrasah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah untuk meningkatkan mutu madrasah.
  4. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar-madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
  1. Forecasting (peramalan), perencanaan harus dapat meramalkan memperkirakan waktu yang akan datangtentang keadaan pasar, perkembangan situasi konsumen, kemajuan ilmu pengetahuandan teknologi, kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya.
  2. Establising objective (penetapan tujuan) kepala madrasah/sekolah, rector, atau pimpinan lembaga pendidikan harus menentukan dengan tegas hasil akhir yang diinginkan.
  3. Programming (pemrograman), perencanaan dalam meningkatkan mutu pendidikan harusmenetapkanprosedur kegiatan-kegiatan dan pembiayaan yang diperlukan untuk setiap kegiatan demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
  4. Scheduling (penjadwalan), pimpinan lembaga pendidikan sebagai manajer harus dapat menentukan waktu yang tepat daam merencanakan dan melaksanakan program-program pendidikanyang strategis.
  5. Budgeting (penganggaran), penyusunan anggaran belanja harus dilakukan oleh perencana dalam mengalokasikan sumber-sumber dana yang ada serta penetapan besarnya anggaran untuk setiap kegiatan yang akan dilakukan.
  6. Developing procedure (pengembangan prosedur), untuk penghematan, efektivitas, dan kemudahan dalam pelaksanaan program-program kegiatan dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah, diperlukan adanya standar operasional prosedur dalam menjalankan seluruh program kegiatan yang telah direncanakan sehingga membentuk suatu sistem yang mudah dijalankan dalam mencapai mutu pendidikan.
  7. Establishing and interpreting policies (penetapan dan penafsiran kebijakan), untuk menjamin keseragaman dan keselarasan tindakan dalam menguasai masalah-masalah dalam melaksanakan kebijakan perlu adanya kesamaan persepsi dan tindakan untuk melaksanakan kebijakan yang ada di madrasah.
Pemberdayaan Guru Dalam Konteks Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah/Madrasah
Guru sebagai unjung tombak dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas memegang peranan yang sangat menentukan  keberhasilan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Guru yang efektif akan mampu mengefktifkan proses pembelajaran dengan baik. Oleh sebab itu, kepala sekolah/madrasah harusmampu menggerakkan dan memberdayakan guru agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara professional. Guru yang professional akan memiliki komitmen yang tinggi dan disertai dengan kemampuan sesuai dengan bidang keahliannya. Oleh karena itu, profesionalitas adalah tuntutan yang harus dipenuhi oleh setiap guru. Guru yang professional dan efektif merupakan kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran dikelas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel