Perkembangan Kognitif Anak

Written by
Perkembangan kognitif menurut piaget, pada sekitar 7 tahun, anak-anak memasuki tahap operasional konkret (concrete operations), dimana mereka bisa mengunakan berbagai operasional mental, seperti penalaran, memecahkan masalah-masalah konkret (nyata), seperti dimana harus mencari sarung tangan yang hilang, anak-anak pada usia ini dapat berpikir logis, karena mereka tidak terlalu egosentris dari sebelumnya dan dapat mempertimbangkan banyak aspek dari situasi. Meskipun demikian, pemikiran mereka masih terbatas pada situasi-situasi nyata saat ini dan sekarang.

Perkembangan kognitif merupakan salah satu ide baru dalam kajian psikologi perkembangan pendidikan. Ide ini berkembang pada penelitian mengenai bagaimana individu menerima dan mengorganisasi informasi dari lingkungan sekitarnya. Perkembangan ini sering dideskripsikan sebagai berada dalam garis batas antara kemampuan mental dan sifat personalitas. Pengetahuan perkembangan kognitif terhadap anak ini diperlukan dalam merancang atau memodifikasi materi, tujuan, dan metode pembelajaran. Dengan adanya interaksi antara gaya kognitif, dengan factor-faktor tujuan, materi, dan metode pembelajaran, kemungkinan hasil belajar anak yang berada pada masa sekolah dapat dicapai dengan optimal.

kognitif anak

Para peneliti telah mencoba untuk memahami bagaimana gaya kognitif berkembang dengan mempelajari perbedaan budaya, interaksi diantara ibu-anak dan lingkungan keluarga, pengaruh genetik dan lingkungan dan bagaimana perbedaan temparamen pada masa bayi mempengaruhi perkembangan gaya kognitif pada masa anak-anak. Secara umum, studi-studi ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa gaya kognitif yang dipilih adalah diwariskan, ada kecenderungan bahwa gaya kognitif secara jelas berkembang melalui interaksi dengan lingkungan (Ferrari & Steinberg, 1998).
Sejumlah kajian memperlihatkan adanya kecenderungan perkembangan pada gaya kognitif FD. Ketika anak tumbuh semakin besar, pada umumnya mereka menjadi lebih memperlihatkan gaya kognitif FI, setidaknya hingga usia sekolah. Kemudian, tingkat perkembangan berhenti pada masa dewasa, ketika terdapat suatu kecenderungan untuk lebih memperlihatkan gaya FD. Bahkan dengan perubahan-perubahan ini, selama bertahun-tahun orang tetap stabil jika dibandingkan dengan orang lain pada usia yang sama (Woolfolk & Nicholich, 2004).

Ada juga teori perkembangan kognitif piaget teori piaget menyatakan bahwa anak secara aktif membangun pemahaman mengenai dunia dan melalui empat tahap perkembagan kognitif. Dua proses mendasari perkembangan tersebut: organisasi dan adaptasi. Untuk memahami dunia, kita mengorganisasikan pengalaman-pengalaman kita. Contohnya, kita memisahkan pikiran penting dari yang kurang penting. Kita menghubungkan satu pkiran dengan yang lain. Dengan mengorganisasikan pengamatan dan pengalaman kita. Kita menyesuaikan (adaptasi) pemikiran kita dengan ide-ide baru.
Piaget (1954) percaya bahwa kita beradaptasi dalam dua cara: asimilasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi saat anak menggabungkan informasi kedalam pengetahuan yang telah mereka miliki.

Akomodasi terjadi bila anak menyesuaikan pengetahuan mereka agar cocok dengan informasi dan pengalaman baru. Misalnya anak perempuan 8 tahun yang diberi sebuah palu dan paku untuk menggantung sebuah lukisan didinding. Ia belum pernah mengunakan palu, tetapi dari pengalaman dan pengamatan ia mengetahui bahwa palu adalah benda yang harus dipegang, diayun gagangnya untuk memukul paku, dan bahwa biasanya dipukulkan sampai beberapa kali. Tahu akan hal ini, ia menyesuaikan tugas barunya kedalam pengetahuannya yang telah ia miliki (asimilasi).
SHOW or HIDE COMMENT
close