Peran Emosi dalam Perubahan Organisasi

Written by
Charles Darwin mengambil sebuah pendekatan yang lebih luas, dalam The Expression of the Emotions in Man and Animals, Darwin menyatakan bahwa emosi berkembang seiring waktu untuk membantu manusia memecahkan masalah. Emosi sangatlah berguna karena memotivasi orang untuk terlibat dalam tindakan-tindakan penting agar dapat organisasi bertahan.

Teori Darwin tersebut didukung oleh para peneliti yang berfokus pada psikologi evolusioner yang bidang peneliti ini mengatakan bahwa di dalam organisasi harus mengalami emosi positif-negatif, karena hal ini berguna terhadap suatu tujuan. Para psikologi evolusioner menyatakan bahwa emosi tersebut timbul dalam diri seseorang karena ada kegunaannya. Meskipun cenderung mengganggap kemarahan sebagai hal buruk, sebenarnya kemarahan itu dapat membantu melindungi hak-hak yang menurut perasaan dilanggar.



Terdapat beberapa aspek fundamental lainnya dari emosi yang harus dipertimbangkan, aspek-aspek ini meliputi yaitu:

1.    Biologi emosi

Semua emosi berasal dalam sistem limbik otak, yang kira-kira berukuran sebesar sebuah kacang walnut yang terletak dekat batang otak dan sistem limbik setiap orang tidaklah sama.

2.    Intensitas

Setiap orang memberikan respons yang berbeda-beda terhadap rangsangan pemicu emosi yang sama memiliki kemampuan bawaan yang bervariasi untuk mengekspresikan intensitas emosional. Berbagai pekerjaan menuntut emosi yang berbedatergantung pada kemampuan untuk mengubah intensitas emosional bilaman dibutuhkan.

3.    Frenkuensi dan durasi

Suksesnya pemenuhan tuntutan emosional seorang karyawan dari suatu pekerjaan tidak hanya bergantung pada emosi-emosi yang harus ditampilkan dan intensitasnya tetapi juga pada seberapa sering dan lamanya mereka berusa menampilkannya.

Peran emosi dapat meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan dan meramalkan proses yang sudah direncanakan, sehingga peran emosi terhadap proses perubahan organisasi antar lain:

1.    Proses seleksi

Satu implikasi dari bukti yang ada sampai hari ini pada emosi adalah bahwa para pemberi kerja harus mempertimbangkannya sebagai sebuah faktor dalam merekrut karyawan.

2.    Pengambilan keputusan

Para peneliti memeperdebatkan peran emosi dalam pengambilan keputusan. Emosi positif dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah serta memahami dan menganalisis informasi baru.

3.    Keaktivitas
Menurut sejumlah peneliti, orang-orang yang berada dalam suasana hati yang baik lebih kreatif dibandingkan orang-orang yang berada dalam suasana hati yang buruk. Sehingga dapat menghasilkan lebih banyak ide, orang lain berfikir bahwa ide mereka adalah orisinal, dan mereka cenderung dapat mengindentifikasi lebih banyk pilihan kreatif terhadap masalah.

4.    Motivasi
Teori-teori motivasi menyatakan bahwa individu-individu “termotivasi hingga satu tingkat dimana perilaku mereka diharapkan untuk membawa hasil yang diinginkan karyawan secara mendasar menukarkan usaha untuk bayaran, keamanan, promosi dan lain-lain.

5.    Kepemimpinan
Kemampuan untuk memimpin orang lain adalah sebuah kualitas fundamental yang dicari organisasi-organisasi dalam karyawan. Para pemimpin yang efektif mengandalkan daya tarik emosional untuk membantu menyampaikan pesan-pesan mereka. Bahkan, ekspresi emosi dalam pidato sering kali merupakan elemen penting yang membuat kita menerima dan menolak pesan seorang pemimpin

6.    Konflik antarpersonal
Manakala konflik timbul di antara rekan kerja, dapat dipastikan bahwa emosi akan terlihat. Sebenarnya, keberhasilan seorang manajer saat mencoba menyelesaikan konflik terutama ditentukan oleh kemampuan untuk mengenali elemen emosional dalam konflik dan meminta pihak-pihak yang terlibat untuk mengendalikan emosi mereka.

7.    Negosiasi
Negosiasi adalah sebuah proses emosional dimana sebuah permainan gertakan dan terdapat emosi dan ketengangan manusia yang luar biasa, melihat siapa yang dapat menggertak paling lama.

8.    Pelayanan pelanggan
Kecerdasan emosional seorang pekerja memengaruhi pelayanan pelanggan, yang berpengaruh terhadap tingkat penggulangan bisnis dan tingkat kepuasan pelanggan. Pemberian pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan membuat karyawan menuntut banyak hal karena mereka sering berda dalam situasi disonasi emosional.

9.    Sikap kerja

Meskipun orang-orang secara emosional membawa pulang pekerjaan mereka kerumah, pada hari berikutnya pengaruh tersebut biasanya telah hilang. Jadi meskipun mungkin sulit ata bahkan tidak alami untuk “tidak pernah membawa pekerjaan anda pulang kerumah”.

10.    Perilaku menyimpang ditempat kerja
Emosi-emosi negatif juga dapat membawa sejumlah perilaku menyimpang di tempat kerja, misalnya iri hati adalah sebuah emosi yang terjadi ketika anada membenci seseorang karena memiliki sesuatu yang tidak dimiliki tetapi sangat diinginkan, seperti penugasan kerja yang lebih baik.
SHOW or HIDE COMMENT
close