Makalah Merancang Lingkungan Belajar yang Efektif

Written by
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif akan mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan peserta didik. Interaksi yang benilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang diarahkan kepada tujuan yang telah ditentukan dan direncanakan pada sebelumnya. Perencanaan kegiatan dilaksanakan oleh guru selaku perencana dalam hal pengajaran yang dilaksanakan secara sistematis. Dalam hal ini guru selain bereran sebagi pendidik juga berperan sebgai perencana.

Terciptanya lingkungan belajar yang efektif merupakan suatu keharusan agar tercapai hasil belajar yang diinginkan, karna dari itu disini kami mencoba menguraikan secara sederhana sesuaikemampuan kami tentang pembahasan lingkungan belajar yang efektif.

B.    Rumusan Masalah

1.    Apa Konsep Dasar Pengelolaan Lingkungan Belajar ?
2.    Apa Tujuan Pengelolaan Lingkungan Belajar ?
3.    Apa Prinsip-prinsip Pengelolaan Lingkungan Belajar ?

C.    Tujuan Penulisan

1.    Untuk mengetahui konsep dasar pengelolaan lingkungan belajar
2.    Untuk mengetahui tujuan pengelolaan lingkungn belajar
3.    Untuk mengetahu prinsip pengelolaan lingkungan belajar

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Konsep Dasar Lingkungan Belajar

Menurut Huta barat (1986) lingkungan belajar yaitu lingkungan yang alami dan sosial, lingkungan alami meliputi keadaan suhu dna klembapan udara, sedangkan lingkungan sosial dapat berwujud manusia. Menurut Dun dan Dun (1999) kondisi belajar atau lingkungan belajar dapat memepengaruhi konsenytrasi dan penerimaan informasi bagi siswa, jadi lingkungan belajar adalah lingkungan alami yang diciptakan oleh guru atau orang lain yang bsa menambah konsentrasi siswa dan pengetahuan sisiwa secrara efisien.
lingkungan belajar

Lingkungan belajar adalah suatu tempat yang berfungsi sebagai wadah atau lapangan terlaksananya proses belajar mengajar atau pendidikan. Tanpa adanya lingkungan, pendidikan tidak akan berlagsung.

Proses pembelajaran bisa berlangsung pada banyak lingkungan yang berbeda, tidak hanya terikat pada ruang kelas akan tetapi bsa pada lingkungan umum seperti masjid, museum, lapangan dan juga bisa berlangsung disarana dan prasarana sekolah. Menata lingkunganbelajar pada hakekatnya melakukan pengelolaan lingkungan belajar. Aktivitas pembelajaran dalam menata lingkunganbelajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar di kelas tiada lain melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas.

Menurut Rianto (2007) pengelolaan kelas merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar serta memulihkannya apabila terjaid gangguan atau penyimpangan, sehinga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Lingkunagn belajar harus menarik dan mampu membangkitkan ketertarikan untuk belajar serta menghadirkan suasana yang nyaman untuk belajar. Misalnya seperti dinding kelas di cat berwarna sejuk, terpampang gambar-gambar atau foto yang mendukung kegiatan belajar seperti gambar pahlawan, lambang negara, presiden dan wakil presiden dan kebersihan lingkungan. Kelas belajar harus bersih, tempat duduk di tata sedemikian rupa agar anak bisa melakukan aktivitas belajar dengan bebas.

Berdasarkan beberapauaraian dia atas dapat di simpulkan bahwa pengelolaan lingkunganbelajar adalah terutama bagaimana mengemas suasana kelas belajar, kelas belajarnya, dan sumber-sumber belajar yang ada di sekolah ataupun yang apat diadakan dengan di buat atau dari alam lingkungan sekolah. Lingkunganbelajar terutama di kelas adalah sesuatu yang di upayakan atau di ciptakan oleh guru agar proses pembelajaran kondusif dapat mencapai tujuan pebelajaran yang smestinya.

Adapun konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas.
Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah  situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif. Tugas guru seperti mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini. Saat ini aktivitas guru yang terpenting adalah memanaj, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran.

Kondisi kelas yang ideal adalah kelas yang memberikan kenyamanan dalam belajar, salah satunya dapat tercapai dengan cara memberi keleluasaan kapada anak didik untuk memilih cara duduk yang disenanginya, untuk desain yang terbaik memang diharapkan posisi guru/dosen berada di tengah-tengah siswa, sehingga seluruh sisiwa dapat melihat aktivitas guru/dosen dengan sempurna, kondisi tersebut dapat diperoleh jika desain tempat duduk siswa ditempatkan pada posisi melingkar, atau membentuk huruf U.

B.    Tujuan Pengelolaan Lingkungan Belajar

Menurut suharsimi arikunto tujuan pengelolaan lingkunganbelajar yang berupa kelas adalah menjadikan setiap anak yang berada di dalam kelas dapat bekerja (berfikir, berinteraksi, dan berpendapat ) sehingga akan tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

Adapun tujuan secara umum dari pengelolaan kelas antar lain :
  1. Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
  2. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan pengelolaan kelas gru mudah untuk melihat dan mengamati setiapkemajuan/perkembangan yang dicapai siswa.
  3. Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.

Sedangkan tujuan pengelolaan kelas secara khusus antara lain :
1.    Tujuan untuk siswa
a.    Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.
b.    Membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tat tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c.    Membangkitkan rasa tanggungjawab untuk melibatkan diri dalam tuga maupun pada kegiatan yang diadakan.
2.    Tujuan untuk guru
a.    Untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.
b.    Untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada sisiwa.
c.    Untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu.

Jadi pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi di dalam kelompok lelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan pengelolaan kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien serta agar setiap guru mampu menguasai kelas denagn menggunakan berbagai macam pendekatan denagn menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga tercipta suasana yang kondusif, efektif dan efisien.

C.    Prinsip-prinsip Pengelolaan Lingkungan BelajarMengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar yang apabila keenam prinsip mengajar itu tidak digunakan atau ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar tidak akan dicapai. Adapun keenam prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Prinsip konteks
Situasi problematik yang mencakup belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa pelajar menjadi peserta didik yang aktif. Adapun ciri-ciri konteks yang baik adalah:1) dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan kuat, 2) terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret, 3) pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untuk menyusun pengertian, bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi.

2.    Prinsip fokus
 Yaitu mencapai pelajaran yang efektif, harus memiliki fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik, seperti 1) memobilitasi tujuan, 2) memberi bentuk dan uniformitas pada belajar, 3) mengorganisasikan belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan fokus yang baik harus menimbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab, suatu soal yang perlu dipecahkan bersama.

3.    Prinsip sosialisasi
Yaitu mutu dan efektifitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar tersebut sangatlah berlaku. Kondisi sosial kelas berpengaruh terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas.

4.    Prinsip individual
 Yaitu persoalan individual, tetapi sejauh mana perbedaan cara belajar itu dari yang dilakukan oleh individu lain.

5.    Prinsip urutan
Dalam hal ini guru harus mempertimbangkan efektifitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya.

6.    Prinsip evaluasi
Prinsip ini dilaksanakan untuk meneliti  hasil dan proses velajar siswa, untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur integral di dlam organisasi belajar yang wajar. Evaluasi dapat digunakan untuk menilai metode mengajar yang diguanakan da untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang siswa sebagai perseoranagan, dan dapat juga membawa siswa pada taraf belajar yang lebih baik. 

Di dalam mengelola lingkungan belajar juga ada beberapa prinsip yang harus dilakukan dan dihindari oleh guru sebagai fasilitator atau pengelola lingkungan belajar di dalam kelas.

Beberapa prinsip yang harus dilakukan guru:
1.    Kahangatan dan keantusiasan guru sanagat berperan dalam menciptkasn iklim kelas yang menyenangkan.
2.    Kata-kata dan tindakan guru yang dapat menggugah siswa untuk belajar dan berperilaku baik akan mengurangi kemungkinan munculnya perilaku yang menyimpang.
3.    Penggunaan variasi dapat mengurangi gangguan
4.    Keluwesan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat mencegah munculnya gangguan.
5.    Guru harus selalu menekankan hal-hal yang positif

Beberapa prinsip yang harus dihindari guru:
1.    Kesenyapan, yaitu berhentinya penjelasan atau kegiatan yang seharusnya masih berlangsung. Hal ini  terjadi misalnya guru kehabisan kata-kata ketika menjelaskan  sehingga siswa harus menungu.
2.    Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan yang menyebabkan kegiatan berlangsung kurang tuntas.
3.    Penyimpanagan yang berlarut-larut dari pokok pembahasan. Misalnya, menceritakan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran.
4.    Bertele-tele mengulangi hal-hal tertentu sehingga membosankan siswa.
5.    Menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif.

D.    Macam-macam Lingkungan Belajar

Lingkungan belajar merupakan sarana dan prasarana yang bisa menunjang materi yang di dapat dari gurunya. Lingkunagn beljar tidak berpatokan pada lingkungan sekolah atau universitas akan tetapi lingkungan belajar busa berada diluar lingkungan sekolah. Dengan kata lain lingkungan belajar bisa dibagi menjadi 2 macam :

1.    Lingkungan belajar Indoor
Lingkunagn belajar ini merupakan lingkungan belajar yang memang sudah disediakan oleh manajemen sekolahan agar digunakan untuk para sisiwanya sebagi sumber belajar atau lingkunagn belajar yang ada didalam sekolahan tersebut. Lingkunagnbelajar ini bisa seperti perpustakaan, laboratorium, auditorium dan utamanya adalah ruang kelas.

Ruang tempat belajar juga disebut ruang kelas yang sangat berpengaruh dengan terhadap kegiatan belajar mengajar. Guru akan memfasilitasi kegiatan-kegiatan jika guru nebgatur ruang belajar untuk memungkinkan pergerakan yang teratur mempertahankan distraksi sesedikit mungkin dan menggunakan ruang yang tersedia secara efisien.  

2.    Lingkungan Belajar Outdoor
Lingkungan belajar ini adalah kebalikan dari lingkungan belajar Indoor yaitu lingkungan atau srana belajar yang berada diluar lingkungan sekolah, dalam artian lingkunganbelajar ini diciptakan tidak untuk proses belajar mengajar tetapi bisa digunakan untuk proses belajar mengajar. Misalnya seperti : museum, masjid, monumen, dan lapangan.

E.    Hal-hal yang Perlu diperhatikan dalam Pengelolaan Lingkungan Belajar

1.    Memahami sifat yang dimiliki siswa
Pada dasarnya anak memiliki imajinasi dan sifat ingin tahu. Semua anak terlahir dengan membawa dua potensi ini, keduanya merupakan modal dasar bagi perkembangannya sikap atau pikiran kritis dan kreatif.

2.    Mengenal siswa secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah dengan cara mengenal kemampuan sisiwa apabila ia mendapat kesulitan kita dapat membantunya sehingga belajar siswa tersebut menjadi optimal.

3.    Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar
Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, siswa dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi sisiwa lain. Materi yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, pasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa kaligrafi, peta, diagram.


BAB III
PAPARAN HASIL PENELITIAN DI SMP NURUL ULUM

A.    Paparan Data Penelitian

1)    Lokasi dan waktu penelitian
SMP Nurul Ulum  terletak di Pajeruen Sampang pada hari rabu tanggal 17 Mei 2017
2)    Hasil interview, observasi

Hasilinterview :
1.    Menurut Bapak Mulzam konsep pengelolaan lingkungan belajar adalah penentu proses belajar yang efektif. Terciptanya lingkungan belajar yang efektif merupakan suatu keharusan agar tercapai hasil belajar yang diinginkan, dalam proses belajar mengajar beliau menggunakan Indoor dan Outdoor, jika proses belajar mengajarnya indor beliau menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dan di dalam kelas terkadang beliau mengganti posisi tempat duduk misalnya bentuk melingkar atau huruf U, agar siswa tidak merasa bosan di dalam kelas.

Disana beliau juga menggunakan proses belajar mengajar outdoor misalnya seperti belajar di LAB pada waktu pelajaran TIK dan kadang beliau melakukan proses belajar mengajar di mesjid, sedangkan kalau pelajaran IPA para sisiwa disana langsung terjun kelapangan atau langsung praktek karna kebetulan di halaman belakang sekolah ada sawah. Jadi konsep belajarnya beliau bisa dikatakan efektif krna beliau tidak hanya memberikan materi kepada siswa, disana beliau juga menggunakan proses belajar mengajar outdoor misalnya seperti peljaran IPA karena di SMP Nurul Ulum dekat dengan lahan sawah masyarakat jadi siswa langsung bisa praktek ke lapangan misalnya disawah yaitu bagaimana cara menanam dengan baik dan cara merawatnya.

Namun selama pengalaman beliau mengajar disana beliau juga menemukan kelemahan dari Indoor dan Outdoor, kelemahan dari Indoor misalnya sperti siswa merasa bosan, ngantuk, tidak mendengarkan, dan kadang ada yang sibuk sendiri, sedngkan kelemahan dari Outdoor disana beliau merasa kesulitan dlam mengontrol siswa karna bersifat terbuka. Dan menurut beliu lingkunganbelajar disana sudah efektif karena tempatnya jauh dari suara bisig misalnya seperti pabrik, jalan raya jadi disana siiwa bisa lebih fokus dalam proses belajar mengajar.

2.    Tujuan beliau dalam  pengelolaan kelas adalah untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.
untuk mengupayakan para siswanya lebih terarah dalam mencapai tujuan pembelajaran serta proses pembelajarannya tercapai secara  efektif dan efisien,

3.    Prinsip bapak Mulzam dalam pengelolaan kelas atau lingkungan belajar adalah membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan jika ada siswa yang masih belum paham atau tidak mengerti beliau menjelaskan kembali hingga siswa tersebut paham, dan beliau akan terus membimbng siswa yang masih punya kemampuan diatas rata-rata.

Hasilobservasi
B.    Pembahasan

 Berdasarkan teori yang telah kami bahas diatas bahwa: untuk merancang lingkungan belajar yang efektif seorang guru mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melakukan penataan lingkungan belajar di kelas. Akan tetapi, di sana bukan hanya guru yang berperan penting tetapi siswa juga berperan dalam merancang lingkungan belajar, lingkunagn belajar yang menarik itu bisa membuat siswa tertarik dan suasananya juga membuat siswa nyaman untuk belajar. Akan tetapi disana bukan guru yang merancang semuanya akan tetapi guru disana memberikan kebebasan kepada siswa untuk mendesain kelasnya sesuai dengan keinginan mereka misalnya seperti diberi lukisan, foto-foto yang mendukung kegiatan belajar.

Aktivitas pembelajaran dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Akan tetapi proses pembelajaran bisa berlangsung pada banyak lingkungan yang berbeda, tidak hanya terikat pada ruang kelas akan tetapi bsa pada lingkungan umum seperti masjid, museum, lapangan dan juga bisa berlangsung disarana dan prasarana sekolah.

 Teori yang kami bahas dengan temuan dilapangan sangatlah mendukung dalam hal merancang lingkungan belajar yang efektif karena guru-guru disana tidak hanya melakukan proses belajar mengajar indoor akan tetapi disana juga menggunakan outdoor dalam proses belajar mengajar. misalnya seperti pelajaran-pelejaran yang memang langsung praktek seperti pelajaran IPA disana proses pembelajarannya tidak hanya di dilam kelas tapi juga langsung praktek ke lapangan, karena disana dekat dengan lahan masyarakat.

Di SMP Nurul Ulum tidak hanya memberikan dorongan dan cara mengajar yang baik sehingga ssiswa tidak merasa bosan belajar disana akan tetapi kepala sekolah di sana juga menerapkan kedisiplinan  serta keteladanan terutama dalam akhlakul karimah sehinnga dengan menggunakan metode seperti itu bisa medukung terhadap proses pembelajaran yang efektif.

BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN

Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Tugas guru seperti mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini. Saat ini aktivitas guru yang terpenting adalah memanaj, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah  situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif.
Adapun tujuan secara umum dari pengelolaan kelas antar lain :
  1. Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
  2. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan pengelolaan kelas gru mudah untuk melihat dan mengamati setiapkemajuan/perkembangan yang dicapai siswa.
  3. Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.

Prinsip lingkungan belajar yaitu :
a.    Prinsip konteks
b.    Prinsip fokus
c.    Prinsip sosialisasi
d.    Prinsip individual




DAFTAR PUSTAKA

Saiful Bahri Djahmarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Megajar, Jakarta:Kencana, 2010
Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, Bandung:PT. Remaja Rosdakarya,2012
Imam Azhar, Pengelolaan Kelas dari Teoritik ke Praktis, Yogyakarta:Insyirah,2013
Bustami Said, Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pembelajaran, Pamekasan:Stain Pamekasan Press, 2006
Carolyn M. Everston dan Edmund T. Emmer, Manajemen Kelas untuk Guru Sekolah Dasar, Jakarta:Bumi Aksara,2011
SHOW or HIDE COMMENT
close