Makalah Memahami Dan Menerapkan Konsep Instrumen Evaluasi Hasil Belajar

Written by
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dalam pengertian  umum, alat evaluasi adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam melaksanakan  tugas atau mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Kata alat bisa disebut dengan istilah “instrumen”. Dengan demikian, alat evaluasi juga dikenal dengan  instrumen.
Untuk memperjelas pengertian instrumen atau alat, terapkan pada dua cara mengupas kelapa, yang sudah menggunakan pisau paranng, yang satu lagi tidak . tentu saja dengan pisau parang hasilnya akan lebih baik dan cepat dilakukan dibandingkan dengan cara yang pertama. Dalam evaluasi , funngsi alat juga untuk memperoleh hasil yanng lebih baik sesuai dengan hasil yanng dievaluasi.

B.    Rumusan Masalah

1.    Apa Yang Dimaksud Instrumen Evaluasi?
2.    Bagaimana Cara Menbuat Intrumen Evaluasi?
3.    Ada Berapa Maca-Macam Instrumen?
4.    Apa Fungsi Instrumen?
5.    Apa Tujuannya Adanya Instrumen?

C.    Tujuan Penulisan

1.    Mendeskripsikan tentang pengertian instrumen.
2.    Mendeskripsikan cara membuat instrumen evaluasi.
3.    Mendeskripsikan macam-macam instrumen.
4.    Mendeskripsikan fungsi instrumen.
5.    Mendeskripsikan tujuan adanya instrumen.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN INSTRUMEN EVALUASI

Dalam pengertian  umum, alat evaluasi adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam melaksanakan  tugas atau mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Kata alat bisa disebut dengan istilah “instrumen”. Dengan demikian, alat evaluasi juga dikenal dengan  instrumen.
Untuk memperjelas pengertian instrumen atau alat, terapkan pada dua cara mengupas kelapa, yang sudah menggunakan pisau parang, yang satu lagi tidak. tentu saja dengan pisau parang hasilnya akan lebih baik dan cepat dilakukan dibandingkan dengan cara yang pertama. Dalam evaluasi, funngsi alat juga untuk memperoleh hasil yang lebih baik sesuai dengan hasil yang dievaluasi.


Contoh pertama:
Jika yang dievaluasi suatu keterampilan siswa dalam membaca, maka hasil evaluasi merupakan gambaran tentang tingkat keterampilan siswa dalam membaca.

Contoh kedua:
Jika yang dievalusi seberapa mampu siswa mengingat nama kota atau sungai, maka hasil evaluasinya berupa berapa siswa dapat menyebutkan nama kota atau sungai yang diingat. 

B.    CARA MEMBUAT INSTRUMEN EVALUASI

Dalam setiap penelitian, instrumen merupakan sesuatu yang mempunyai kedudukan yang sangat penting, kerena instrumen akan menentukan kualitas data yang dikumpulkan. Semakin tinggi kualitas instrumen, semakin tinggi pula hasil evaluasinya. Dalam buku-buku penelitian selalu disebutkan sekurang-kurangnya ada empat persyaratan bagi instrumen yang baik, yaitu sebagai berikut:
1.    Valid atau sahib, tepat penilaian apa yang akan dinilai.
2.    Reliabel, dapat dipercaya, yaitu bahwa data yang dikumpulkan benar seperti apa adanya, bukan palsu.
3.    Praktikebel, yaitu bahwa instrumen tersebut mudah digunakan, praktis dan tidak rumit.
4.    Ekonomis yaitu  tidak boros dalam mewujudkan dan menggunan sesuatu di dalam penyusunan, artinya tidak banyak membuang uang, waktu, dan tenaga.

Menyesun instrumen merupakan pekerjaan yang penting, tetapi memang agak rumit. Itulah sebabnya penyusun dituntut memiliki kemampuan yang memadai sepeti yang disyaratkan, dengan modal kemampuan tersebut penyusun akan melangkah dengan pasti, memiliki prosedur yang harus dilalui di dalam menyusun instrumen yang tepat bagi petugas evalusai.

Langkah-langkah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.    Mengidentifikasi sasaran sebagai objek evaluasi.
2.    Membuat kisi-kisi kaitan antara indikator, sumber data, metode pengumpulan data, dan instrumen.
3.    Menyusun butir-butir instrumen.
4.    Menysusun kriteria penilaian.
5.    Menyusun pedoman pengajaran.

C.    MACAM-MACAM ALAT EVALUASI

Dengan pengertian tersebut, alat evaluasi dikatakan baik apabila mampu mengevaluasi sesuatu dengan hasil seperti yang dievaluasinya. Seperti yang disebutkan di atas, ada dua teknik evaluasi, yaitu teknik nontes dan teknik tes.
1.    Teknik nontes.
Yang tergolonng teknik nontes adalah:
a.    Skala bertingkat.
b.    Kuesioner.
c.    Daftar cocok.
d.    Wawancara.
e.    Pengamatan.
f.    Riwayat.

(a). Skala bertingkat.
Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angak terhadap sesuatu hasil pertimbangan. Seperti oppenheim mengatakan: rating gives a numerical  value to kind of judgement, maka suatu skala selalu dijadikan bentuk angka.

Sebagai contoh , sekor atau biji yang diberikan oleh guru di sekolah untuk menggambarkan tingkat prestasi belajar siswa. Siswa yang mendapat skor 8, digambarkan di tempat yang lebih kanan dalam skala, dibandingkan penggambar skor 5.

Biasanya angka-angka yang diterapkan dalam skal yang sama. Meletakkannya secara bertingkat dari yang rendah ke yang tinggi. Dengan demikian, skala ini dikatakan skala bertingkat. Kita dapat mengukur hampir segala sesuatu dengan skala. Dengan maksud agar pencatatnya dapat objektif, maka penilayan terhadap penampilan atau penggambaran kepribadian disajikan dalam bentuk skala.

(b).  Kuesioner
kuesioner juga sering dikenal sebagai angket, pada dasarnya kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur. Dengan kuesioner ini orang dapat diketahui data diri, pengalaman, pengetahuan, dan lain-lain.

(c). Daftar cocok
Yang dimaksud dengan daftar cocok adalah pernyataan, dimana responden deretan dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok di tempat yang sudah disediakan.

(d). Wawancara
Wawancara atau interview adalah suatu metode atau suatu cara untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan cara tanya jawab sepihak. Dikatakan sepihak karena dalam wawancar ini responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan hanya diajukan oleh subjek evaluasi.

Wawancara dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan wawancara bebas dan wawancara terpimpin.

(e). Pengamatan
Pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh pengamat, dalam hal ini pengamat memasuki  dan mengikuti kegiatan kelompok yang sedang diamati. Observasi partisipan dilaksanakan sepenuhnya jika pengamat betul-betul mengamati kegiatan kelompok, bukan hanya pura-pura. Dengan demikan ia dapat menghayati dan merasakan seperti apa yang dirasakan orang-orang dalam kelompok yang diamati.

(f). Riwayat hidup
Riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama masa kehidupannya. Dengan mempelajari riwayat hidup, maka subjek  evaluasi akan dapat menarik suatu kesimpulan tentang kepribadian, kebiasaan, dan sikap dari subjek yang dinilai.

2.    Teknik tes
Apakah sebenarnya tes itu? Ada bermacam-macam rumusan tentang tes. Didalam bukunya yang berjudul “evaluasi pendidikan”, amir daien indrakusuma. Mengatakan demikian.
“Tes adalah suatu percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hasil-hasil pelajaran tertentu pada seorang murid atau kelompok murid”.

Definisi terakhir yang dikemukakan disini adalah definisi yang dikutip dari webster’s collegtiate.
“Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok”.

Kutipan ini disajikan dalam buku encyclopedia of educational avalution yang di dalam buku tersebut diterangkan pola bahwa pengertiannya dipersempit dengan menyedarhanakan definisi menjadi demikian:
“tes adalah penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau keseluruhan usaha evaluasi program” .

Dari beberapa kutipan dan urayan diatas dapat disimpulkan bahwa tes merupakan suatu alat pengumpul informasi, tetapi jika dibandingkan dengan alat-alat yang lain, tes bersifat lebih sermi karena penuh dengan batasan-batasan. Mengingat betapa pentingnya tes ini, maka urayan yang lebih terperinci akan disampaikan secara terpisah.
Ditinjau darisegi kegunaan untuk mengukur siswa, tes dibagi menjadi 3, yaitu:
a.    Tes diagnostik
b.    tes formatif
c.    tes sumatif

D.    FUNGSI INSTRUMEN EVALUASI

Secara umum, ada dua macam fungsi yang dimiliki oleh instrumen, yaitu:
1.    Sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini tes mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik setelah menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu
2.    Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes tersebut akan dapat diketahui sudah seberapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan, telah dapat dicapai.

E.    MANFAAT ALAT EVALUASI.

1.    Manfaat Bagi Siswa.
Digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai materi  program secara menyeluruh.
2.    Manfaat bagi guru
Mengetahui sampai sejauh mana materi yang diajarkan sudah dapat diterima oleh siswa.
3.    Manfaat bagi program.
Apakah program yang telah diberikan merupakan program yang tepat dalam arti sesuai dengan kecakapan anak.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.    Alat evaluasi adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam melaksanakan  tugas atau mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Kata alat bisa disebut dengan istilah “instrumen”. Dengan demikian, alat evaluasi juga dikenal dengan  instrumen.
2.    Menyesun instrumen merupakan pekerjaan yang penting, tetapi memang agak rumit. Itulah sebabnya penyusun dituntut memiliki kemampuan yang memadai sepeti yang disyaratkan, dengan modal kemampuan tersebut penyusun akan melangkah dengan pasti, memiliki prosedur yang harus dilalui di dalam menyusun instrumen yang tepat bagi petugas evalusai.
3.    Dengan pengertian tersebut, alat evaluasi dikatakan baik apabila mampu menngivaluasi sesuatu dengan hasil seperti yang dievaluasinya. Seperti yang disebutkan di atas, ada dua tehnik evaluasi, yaitu teknik nontes dan teknik tes.
4.    Mamfaat Digunakan untuk mengetahui apakah siwa sudah menguasai materi  program secara menyeluruh.
5.     Fungsi instrumen Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran.

B.    Saran

Kami menyadari bahwa di dalam penyusunan dan penulisan makalah ini banyak mengalami kekeliruan. Oleh karena itu, saya berharap kritik serta saran dari pembaca, pakar penulis serta yang paling utama dosen pengampu matakuliah Evaluasi Program Pendidikan yang mana kritik serta penyusun karya tulis yang lebih baik lagi.


DAFTAR PUSTAKA


Anderson, Scarvia. Encyclopedia of Educational Evaluation, Jossey Bass Publishers. San Fransisco. Washington, London. 1976
Arikunto, Suharsimi. Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. 2013.
Arikunto, Suharsimi. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008.
Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. 2011.
SHOW or HIDE COMMENT
close