Makalah Administrasi Kemitraan Sekolah Dengan Masyarakat

Written by
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perubahan paradigma dalam hal hubungan sekolah dan masyarakat terjadi seiring perubahan yang terjadi di dunia pendidikan sebagai akibat dari berubahnya norma dan pranata masyarakat, sebagai akibat dari perubahan zaman. Globalisasi, dengan revolusi informasi dan teknologinya.

Kemitraan merupakan solusi untuk mengatasi masalah kelangkaan dan distribusi sumberdaya di semua pihak. Kemitraan memungkinkan terjadinya sinergi untuk mencapai tujuan bersama. Ketika kita, pada satu sisi mengharapkan tersedianya pendidikan dengan kualitas prima sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman, mustahil kalau kita, keluarga dan masyarakat, hanya menumpukan beban di pundak sekolah dan penyelenggara persekolahan. Tuntutan akan tersedianya pendidikan berkualitas prima baru bisa dipenuhi manakala terjadi hubungan resiprokal aktif interaktif antara sekolah, keluarga dan masyarakat dalam konteks pemberdayaan.

administrasi kemitraan sekolah dengan masyarakat

Dalam konteks masa kini, partisipasi masyarakat dalam pendidikan tidak bisa lagi dipandang hanya sebatas kewajiban. Partisipasi masyarakat kini adalah hak. maka masyarakat seharusnya menuntut dirinya untuk menjalankan haknya dengan melibatkan diri dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan.

B.    Rumusan Masalah

1.    Apa pengertian kemitraan sekolah dengan masyarakat ?
2.    Bagaimana hubungan kemitraan antara sekolah dengan masyarakat ?
3.    Apa manfaat dan tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat ?

C.    Tujuan Masalah

1.    Mendeskripsikan pengertian kemitraan sekolan dengan masyarakat.
2.    Mendeskripsikan hubungan kemitraan sekolah dengan masyarakat.
3.    Mendeskripsikan manfaat dan tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kemitraan Sekolah dengan Masyarakat

Secara etimologis, kata atau istilah kemitraan adalah kata turunan dari kata dasar mitra. Mitra, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya teman, sahabat, kawan kerja. Dengan demikian kemitraan diartikan sebagai suatu hubungan kerjasama antara orang atau kelompok orang yang sepakat untuk berbagi tanggung jawab untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan.

Dari definisi-definisi diatas kita bisa mengetahui bahwa hakikat kemitraan adalah adanya keinginan untuk berbagi tanggung jawab yang diwujudkan melalui perilaku hubungan dimana semua pihak yang terlibat saling bantu-membantu untuk mencapai tujuan bersama. Dalam kemitraan yang berlaku adalah prinsip egaliter. Masing-masing pihak yang bermitra memiliki posisi dan tanggung jawab yang sama.

Selain berkaitan dengan fungsi dan peran masing-masing dalam kemitraan, tercakup dimensi kepentingan yang dijadikan andalan. Model kemitraan mengandalkan pada kepentingan pribadi orangtua dan anggota masyarakat yang mau tidak mau membuat mereka berpartisipasi dalam aktifitas yang berkaitan dengan sekolah.

Sekolah menurut Direktorak Pendidikan Menengah Umum (2002:1) adalah sebuah masyarakat kecil (mini society) yang menjadi wahana pengembangan siswa, bukan sebuah birokrasi yang sarat dengan beban-beban administrasi.  Aktifitas di dalamnya adalah sebuah proses pelayanan jasa, bukan proses produksi barang.  Murid menjadi pelanggan (client) yang datang ke sekolah untuk mendapatkan pelayanan, bukan bahan mentah (raw input) yang akan di cetak menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup dalam suatu tempat dalam ikatan aturan tertentu. Sekolah memerlukan kemitraan masyarakat yang memiliki persepsi dan tujuan yang sama.  Pemberdayaan partisipasi masyarakat diwadahi dengan pembentukan dewan/komite sekolah yang berfungsi sebagai wadah untuk menampung aspirasi dan kebutuhan stakeholders sekolah, serta badan yang berfungsi untuk membantu sekolah meningkatkan kinerjanya bagi terwujudnya layanan pendidikan dan hasil belajar yang bermutu.

Jenis masyarakat yang dijalin sekolah untuk bekerja sama adalah Kelompok Orang Tua, Kelompok Asosiasi, Kelompok Praktisi, Kelompok Akademinsi, Kelompok Pengusaha, Tokoh Masyarakat. Keberadaan mereka sangat diperlukan agar berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan partisipasi. Peningkatan partisipasi masyarkat di pilah dalam dua katagori, yaitu kotagori partisipasi dalam bentuk tenaga dan pemikiran. Sementara partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga dapat dilaksanakan dalam pembangunan gedung sekolah. Partisipasi masyarakat dalam bentuk pemikiran (stakeholders pendidikan) ikut berperan aktif dalam perencanaan, pengawasan dan pengendalian program persekolahan, penyusunan RABPS sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat itu sendiri melalui organisasi dewan/komite sekolah.

Masyarakat berpartisipasi secara aktif, karena sekolah dapat memenuhi kebutuhan mereka, menghargai ide-ide mereka, dan responsif terhadap aspirasi mereka. Sekolah seperti inilah yang ingin diwujudkan melalui agenda reformasi pendidikan dalam konteks peningkatan mutu sekolah.

Kemitraan antara sekolah dengan masyarakat merupakan hubungan kerja sama antara sekolah dan masyarakat dalam upaya pengembangan sekolah.  Sekolah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat lingkungannya, sebaliknya masyarakat pun tidak dapat dipisahkan dari sekolah. Karena keduanya memiliki kepentingan, sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi mandat untuk mendidik, melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan, sementara masyarakat merupakan jasa pendidikan.

B.    Hubungan Kemitraan Antara Sekolah Dengan Masyrakat

Hubungan kemitraan antara sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi ekstern yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. Masyarakat merupakan kelompok dan individu-individu yang berusaha menyelenggarakan pendidikan atau membantu usaha-usaha pendidikan. Dalam masyarakat terdapat lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan, lembaga keagamaan, kepramukaan, politik, sosial, ekonomi,  olah raga, kesenian yang bergerak dalam usaha pendidikan, juga terdapat individu-individu yang bersimpati terhadap pendidikan di sekolah.

Esensi hubungan sekolah dengan masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan, kepemilikan, dukungan moral dan finansial dari masyarakat dan menjalin interaksi yang di upayakan oleh sekolah agar dapat diterima di tengah-tengah masyarakat. Serta mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antara sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah perjalinan hubungan tersebut adalah untuk mensukseskan program-program sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah tersebut bisa tetap eksis. Hubungan sekolah dan masyarakat sudah didesentralisasikan sejak lama. Oleh karena itu, hampir sama halnya dengan pelayanan siswa, yang dibutuhkan adalah peningkatan intensitas dan ekstensitas hubungan sekolah dan masyarakat.

Sedangkan hubungan sekolah dengan masyarakat (school public relation), Kindred Leslie (dalam Sahertian, 1994: 233) mengemukakan:  Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antar sekolah dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengertian anggota masyarakat tentang kebutuhan dari praktik pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama para anggota masyarakat dalam rangka usaha memperbaiki sekolah.

Hubungan kemitraan sekolah dan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah.  Sekolah sebagai sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem sosial masyarakat. 

Jika hubungan sekolah dan masyarakat berjalan dengan baik rasa tanggung jawab dan partisipasi masyarakat untuk memajukan sekolah juga akan baik dan maksimal. Agar tercipta hubungan dan kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat, maka masyarakat perlu mengetahui dan memiliki gambaran yang jelas tentang sekolah. Gambaran dan kondisi sekolah dapat diinformasikan kepada masyarakat melalui laporan kepada orang tua siswa, open house, kunjungan sekolah, kunjungan ke rumah siswa, penjelasan oleh staf sekolah, siswa, melalui radio dan televisi, serta laporan tahunan.

Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan timbal balik untuk menjaga kelestarian dan kemajuan masyarakat itu sendiri. Sekolah diselenggarakan untuk dapat menjaga kelestarian nilai-nilai positif masyarakat, dengan harapan sekolah dapat mewariskan nilai-nilai yang dimiliki masyarakat dengan baik dan benar. Sekolah juga berperan sebagai agen perubahan (agant of chage), di mana sekolah dapat mengadakan perubahan nila-nilai dan tradisi sesuai dengan kemajuan dan tuntutan masyarakat dalam kemajuan dan pembangunan.

Hubungan sekolah dan masyarakat dilakukan untuk menjembatani kebutuhan yang dibutuhkan oleh sekolah dan masyarakat itu sendiri. Sekolah melakukan komunikasi dengan masyarakat agar memahami kebutuhan pendidikan dan pembangunan masyarakat. Hubungan sekolah dan masyarakat dapat dikatakan sebagai usa kooperatif untuk menjaga dan mengembangkan saluran informasi dua arah yang efisien serta saling pengertian antara sekolah, personil sekolah, dan anggota masyarakat.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu kegiatan komunikasi yang lebih terarah antara sekolah dan masyarakat melalui langkah-langkah: saling mengenal, saling memahami, saling mengasihi, saling menolong dan saling menanggung, sehingga terwujud kerjasama yang baik dan saling menguntungkan kepada pihak-pihak yang terkait, dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

C.    Manfaat Dan Tujuan Hubungan Antara Sekolah Dengan Masyarakat

A.    Manfaat
Manfaat dari hubungan sekolah dengan masyarakat adalah menambah atau meningkatkan simpati masyarakat secara sadar dan sukarela yang dapat meningkatkan harga diri sekolah serta dukungan terhadap sekolah secara spiritual dan material atau finansial. Hal ini akan tampak sebagai berikut:
a. Adanya saling pengertian antara sekolah dengan pihak luar.
b. Adanya kegiatan yang membantu karena mengetahui manfaat, arti dan pentingnya peranan masing-masing.
c. Adanya kerjasama yang erat dengan masing-masing pihak dan merasa ikut bertanggungjawab atas suksesnya usaha pihak lain.

Dalam kenyataannya, memang pelanggan dan pengguna hasil lulusan sekolah adalah masyarakat. Atau dengan kata lain pelanggan sekolah itu pada hakekatnya adalah siswa dan orang tua siswa serta masyarakat. Karena itu kebutuhan dan kepuasan pelanggan merupakan hal pokok yang harus diperhatikan oleh lembaga sekolah. Sebagai contoh: Bagaimana masyarakat mau membantu sekolah apabila sekolah di tengah masyarakat religius dan fanatik, sekolah tidak pernah memprogramkan kegiatan sekolah yang bersifat religius, sehingga sekolah terisolir dari masyarakatnya. Kondisi ini yang mendorong masyarakat untuk tidak terlibat apalagi berpartisipasi membantu sekolah. Bertolak dari gambaran tersebut di atas, nampak manfaat yang sangat besar bagi sekolah dan masyarakat apabila hubungan sekolah dengan masyarakat benar-benar dapat dikelola dan direalisasikan secara utuh sesuai dengan konsep di atas.

Di samping manfaat seperti diuraikan di atas, pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat yang baik akan memberikan manfaat lain seperti:
a.    Masyarakat/orang tua murid dan stakeholders lainnya akan mengerti dengan jelas tentang Visi, misi, tujuan dan program kerja sekolah, kemajuan sekolah beserta masalah-masalah yang dihadapi sekolah secara lengkap, jelas dan akurat.
b.    Masyarakat/orang tua murid dan stakeholders lainnya akan mengetahui persoalan-persolan yang dihadapi atau mungkin dihadapi sekolah dalam mencapai tujuan yang diinginkan sekolah. Dengan demikian mereka dapat melihat secara jelas dimana mereka dapat berpartisipasi untuk membantu sekolah.

Sekolah akan mengenal secara mendalam latar belakang, keinginan dan harapan-harapan masyarakat terhadap sekolah. Pengenalan harapan masyarakat dan orang tua murid terhadap lembaga pendidikan, khususnya sekolah merupakan unsur penting guna menumbuhkan dukungan yang kuat dari masyarakat. Apabila hal ini tercipta, maka sikap apatis, acuh tak acuh dan masa bodoh masyarakat akan hilang.

B.    Tujuan

Hubungan kemitraan sekolah dan masyarakat bertujuan antara lain:
a.    memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak.
b.    memperkokoh tujuan serta meningkatklan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat.
c.    menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan kerja sama dengan sekolah.
d.    Untuk mencegah kesalahpahaman antara masyarakat terhadap sekolah.
e.    Untuk memperoleh sumbangan-sumbangan finansial dan material dari masyarakat.
f.    Untuk menjalin kerjasama dalam pembuatan kebijaksanaan-kebijaksanaan.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut,  pihak sekolah dapat melakukan banyak cara untuk menarik simpati masyarakat terhadap sekolah dan menjalin hubungan kemitraan yang harmonis dengan masyarakat.

Mengenai tujuan hubungan sekolah dan masyarakat, T sianipar (1984, dalam Purwanto, 1995: 189) meninjaunya dari sudut kepentingan kedua lembaga tersebut, yaitu kepentingan sekolah dan kepentingan masyarakat itu sendiri.

Di tinjau dari kepentingan sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah dan masyarakat bertujuan untuk:
a.    Memelihara kelangsungan hidup sekolah.
b.    Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
c.    Memperlancar proses belajar mengajar
d.    Memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan dan pelaksanaan  program sekolah.

Sedangkan ditinjau dari kebutuhan masyarakat itu sendiri, tujuan hubungan dengan sekolah adalah untuk:
a.    Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang mental spiritual.
b.    Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
c.    Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
d.    Memperoleh kembali anggota-anggota masyarakat yang semakin meningkat kemampuannya.

Secara lebih konkret lagi, tujuan diselenggarakannya hubungan masyarakat dan sekolah adalah untuk:
a.    Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat.
b.    Mendapatkan dukungan dan bantuan moral maupun finansial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah.
c.    Memberikan informasi kepada masyarakat tentang inti dan pelaksanaan program sekolah.
d.    Memprtkaya atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
e.    Mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-anak.

Menurut Elsbree dan McNally (1959, dalam Purwanto, 1995: 190), bermacam-macam tujuan seperti dikemukakan di atas dapat dikelompokkan menjadi tiga tujuan pokok, yaitu:
a.    Untuk mengembangkan mutu belajar dan pertumbuhan anak-anak.
b.    Untuk mempertinggi tujuan-tujuan dan mutu kehidupan masyarakat.
c.    Untuk mengembangkan pengertian, antusiasme masyarakat dalam membantu pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan

Kemitraan antara sekolah dengan masyarakat merupakan hubungan kerja sama antara sekolah dan masyarakat dalam upaya pengembangan sekolah. Sekolah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat lingkungannya, sebaliknya masyarakat pun tidak dapat dipisahkan dari sekolah. Karena keduanya memiliki kepentingan, sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi mandat untuk mendidik, melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan, sementara masyarakat merupakan jasa pendidikan.

Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu kegiatan komunikasi yang lebih terarah antara sekolah dan masyarakat melalui langkah-langkah: saling mengenal, slaing memahami, slaing mengasihi, saling menolong dan saling menanggung, sehingga terwujud kerjasama yang baik dan saling menguntungkan kepada pihak-pihak yang terkait, dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Manfaat dari hubungan sekolah dengan masyarakat adalah menambah atau meningkatkan simpati masyarakat secara sadar dan sukarela yang dapat meningkatkan harga diri sekolah serta dukungan terhadap sekolah secara spiritual dan material atau finansial. tujuan diselenggarakannya hubungan masyarakat dan sekolah adalah untuk:
  • Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat.
  • Mendapatkan dukungan dan bantuan moral maupun finansial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah.
  • Memberikan informasi kepada masyarakat tentang inti dan pelaksanaan program sekolah.
  • Memprtkaya atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
  • Mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-anak.

B.    Saran
Saya menyadari bahwa di dalam penyusunan dan penulisan makalah ini banyak mengalami kekeliruan. Oleh karena itu, saya berharap kritik serta saran dari pembaca, pakar penulis serta yang paling utama dosen pengampu matakuliah Administrasi Pendidikan yang mana kritik serta penyusunan karya tulis yang lebih baik lagi.

DAFTAR RUJUKAN

Direktorat Pendidikan Menengah Umum (2002). Penyelenggaraan School Reform dalam Konteks MPMBS di SMU. Jalarta: Depdiknas Dirjen Diknasmen Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Tidak diterbitkan.
Komariyah, Aan dan Engkoswara, Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2010.
Mulyono. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2008.
Purwanto, M. Ngalim. Administrasi dan Supervisi Pendidijan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995.
Rohiat. Manajemen Sekolah. Bandung: P.T Refika Aditama, 2010.
Sagala, Syaiful. Administrasi Pendidikan Kontenporer. Bandung: Alfabeta, 2009.
Sahartian, Piet A. Asministrasi Pendidikan di Sekolah. Surabaya: Usaha National, 1994.
SHOW or HIDE COMMENT
close