Kecerdasan Anak

Written by
Vernon (1935), menggolongkan definisi kecerdasan menjadi tiga kategori, yaitu kecerdasan ditinjau dari secara biologi, kecerdasan ditinjau secara psikologis, dan kecerdasan ditinjau dari secara operasional.

  1. Ditinjau dari ilmu biologi ditafsirkan sebagai kemampuan dasar manusia yang secara relatif diperlukan untuk menyesuaikan diri pada alam sekitar yang baru. Meskipun, pada kenyataannya didunia ini terdapat banyak orang yang mempunyai kecerdasan yangtinggi tidak mampu menyesuaikan dirinya pada alam sekitar dengan baik. Contohnya, masyarakat dunia mengenal Pascal dan Koffka sebagai orang yang ahli, namun keduanya tidak mempunyai kemampuan penyesuaian diri dengan alam sekitarnya secara baik. 
  2. Ditinju secara psikologis menurut Burt, kecerdasan adalah kemampuan kognitif umum yang dibawa individu sejak lahir. Untuk itu perlakuan tes kecerdasan yang sesungguhnya telah dipengaruhi oleh factor lingkungan sekitar akan memberikan konsekuensi yang berbda pada definisi kecerdasan. 
  3. Ditinjau secara operasional didefinisikan dalam pelaksanaan atau dalam aplikasinya secara operasional dengan mengunakan istilah-istilah yang pasti. Definisi kecerdasan secara operasional memakai pernyataan-pernyataan dari kondidi-kondisi yang diobservasi sehingga pernyataan kalimatnya berisi terma benar atau salah. Misalnya seorang anak diminta mengerjakan soal-soal tes yang sangat sukar dan kompleks. Tetapi, anak tersebut mampu menyelesaikan soal-soal tes yang diberikan dengan cepat, tepat, dan benar. Oleh karena itu, anak yang bersangkutan dapat dikatakan cerdas. 
kecerdasan anak

Tedapat konsep-konsep dalam  kecerdasan menurut Bruce W. Tuckman yaitu :
  1. Kecerdasan adalah suatu kemampuan intelektual umum.
  2. Kecerdasan sebagai kelompok-kelompok sifat.
  3. Kecerdasan sebagai kesanggupan adaptasi.
  4. Kecerdasan dipandang sebagai sesuatu yang dapat diukur dengan teks kecerdasan.
  5. Kecerdasan sebagai suatu factor diskrit.
  6. Kecerdasan sebagai kemampuan belajar.
  7. Intelegensi sebagai perilaku belajar.
  8. Kecerdasan sebagai dua tingkatan proses yakni tingkat kecerdasan asosiatif dan kecerdasan tingkat abstrak.
  9. Kecerdasan sebagai kemampuan-kemampuan menal majmuk.
  10. Kecerdasan sebagai bentuk kemampuan, bakat, dan prestasi. 

Howard Gardner (1993) dalam bukunya Multiple Intelligences menuliskan bahwa skala kecerdasan yang selama ini dipakai ternyata memiliki banyak keterbatasan sehingga kurang dapat meramalkan kinerja yang sukses untuk masa depan seseorang. Gambaran mengenai spectrum  kecerdasan yang luas telah membuka mata para orang tua unggul maupun guru tentang adanya wilayah-wilayah yang secara spontan akan diminati oleh anak-anak dengan semangat yang tinggi. Dengan begitu, tiap anak akan merasa pas menguasai bidangnya masing-masing. Menurut Gardner, anak-anak tersebut tidak hanya menjadi cakap pada bidang-bidang tersebut yang memang sesuai dengan minatnya, tetapi juga anak-anak itu akan sangat menguasainya sehingga kelak menjadi sangat ahli.

Lebih lanjut, untuk mendukung argumentasinya itu Gardner mengemukakan bahwa kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur, yaitu:

1.    Kecerdasan Matematika-Logika
Memuat kemampuan seseorang dalam berpikir secara induktif dan deduktif, kemampuan berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan mengunakan kemampuan berpikir.

2.    Kecerdasan Bahasa
Memuat kemampuan seseorang untuk mengunakan bahasa dan kata-kata, secara tertulis maupun lisan, dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagassan-gagasannya.

3.    Kecerdasan Musikal

Memuat kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada disekelilingnya, termasuk nada dan irama.

4.    Kecerdasan Visual Spasial
Memuat kemampuan seseorang untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang.

5.    Kecerdasan Kinestetik

Memuat kemampuan seseorang untuk secara aktif mengunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah.

6.    Kecerdasan Inter-Personal
Menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain.

7.    Kecerdasan Intra-Personal
Menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri.

8.    Kecerdasan Naturalis

Merupakan kemampuan seseorang untuk peka terhadap lingkungan alam.
SHOW or HIDE COMMENT
close