Tipologi Perubahan

Titik awal dalam menilai sifat-sifat perubahan organisasi adalah tiga jenis perubahan dari Grundy. Grundy menyebut perubahan jenis pertama sebagai smooth incremental change, dimana perubahan terjadi secara lambat, sistematis dan dapat diprediksi. Singkatnya, smooth incremental change mencakup rentetan perubahan yang berlangsung pada kecepatan konstan.


Jenis perubahan kedua menurut Grundy adalah ‘bumpy incremental change’. Perubahan ini dicirikan dengan periode relatif tenang yang sekali-sekali disela percepatan gerak perubahan. Pemicu perubahan jenis ini selain mencakup perubahan lingkungan di mana perusahaan beroperasi, juga bisa saja bersumber dari perubahan internal seperti tuntutan efisiensi dan perbaikan metode kerja. Contohnya, reorganisasi yang secara periodik dilakukan perusahaan.

Jenis perubahan ketiga menurut Grundy adalah ‘discontinuous change’, yang didefinisikan sebagai ‘perubahan yang ditandai oleh pergeseran-pergeseran cepat atas strategi, struktur atau budaya, atau ketiganya sekaligus’. Contohnya di negara kita adalah privatisasi sektor strategis yang dulunya dikuasai negara, misalnya privatisasi sektor telekomunikasi atau deregulasi bidang pertelevisian dan penerbangan. Contoh lainnya adalah apa yang disebut Strebel sebagai ‘divergent breakpoint’, yaitu perubahan yang digerakkan penemuan peluang bisnis baru dan ia memberikan contoh lahirnya PC Apple atau Windows pada dua-tiga dekade yang lalu.

Peluang yang muncul berkat kemajuan dan dapat diaksesnya Internet, tidak saja lewat komputer, namun juga melalui perangkat televisi dan telepon selular telah dan akan terus mendorong bentuk-bentuk discontinuous change di banyak perusahaan. Perubahan yang mencakup strategi, struktur (dan hampir selalu, dibarengi perubahan budaya dan dominasi kelompok tertentu) ketika PT Telkom mulai mengadopsi teknologi seluler di awal 1990an atau ketika menghadapi teknologi VOIP adalah contoh discontinuous change (hanya di Indonesia peran pemerintah sebagai regulator masih kental, sehingga banyak BUMN masih bisa berlindung terhadap perubahan berkat faktor regulasi pemerintah).

Namun, bukan berarti discontinuous change selalu digerakkan inovasi teknologi. Dalam hal ini, discontinuous change bisa dipadankan dengan perubahan sebagai respon atas pergolakan lingkungan tingkat paling tinggi menurut Ansoff dan McDonnell.

Terdapat beberapa bentuk tipologi perubahan organisasi. Kreitner dan kinichi mengelompokkan perubahan menjadi tiga tipologi, yaitu:
  1. Adaptive change, merupakan perubahan yang paling rendah tingkat kompleksitasnya dan ketidakpastiannya. Perubahan ini menyangkut pelaksanaan perubahan yang sifatnya berulang atau meniru perubahan dari unit kerja yang berbeda, dan karyawan tidak merasakan kekhawatiran atas perubahan.
  2. Innovative change, memperkenalkan praktik baru dalam organisasi. Perubahan ini berada di tengah kontinum diukur dari kompleksitas, biaya dan ketidakpastiannya. Ketidakbiasaan dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan ketidak pastian yang lebih besar akan hasilnya dapat membuat ketakutan terhadap tipe perubahan ini.
  3. Radically innovative change, merupakan jenis perubahan yang paling sulit dilaksanakan, cenderung paling menakutkan bagi manajer untuk melaksanakan, karena memberikan dampak kuat pada keamanan kerja karyawan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel