Strategi Perubahan di Madrasah

Written by


Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa kelemahan madrasah telah menyebabkan menurunkan eksistensinya di kalangan masyarakat. Sehingga sejumlah pemerhati dan praktisi pendidikan Islam mencoba menawarkan berbagai konsep untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di madrasah. Tawaran konseptual ini merupakan bentuk kepedulian mereka untuk berpatisipasi dalam membenahi, menyempurnakan, bahkan meningkatkan mutu madrasah menjadi institusi yang maju dan unggul. Tawaran konseptual tersebut dimulai dari Pembenahan dalam aspek manajemen.

Pembenahan dalam aspek manajemen dipandang sebagai faktor penentu terhadap komponen madrasah. Husni Rahim sebagaimana dikutip oleh Mujammil Qomar menjelaskan bahwa lembaga madrasah pertama-pertama dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan strategis dalam bidang manajemen. Pimpinan madrasah  dituntut untuk memiliki visi, tanggung jawab, wawasan, dan keterampilan manajerial yang baik. Ia  hendaknya dapat mempermainkan peran sebagai lokomotif perubahan menuju terciptanya madrasah yang berkualitas.

Manajer sebagai kunci utama perubahan perlu merumuskan kembali sistem manajemen madrasah sebagai upaya penyempurnaan dan pertimbangan dalam kaidah-kaidah yang sebelumnya telah direncanakan. Kaidah-kaidah manajerial tersebut dirumuskan tidak hanya berdasarkan apriori (pengetahuan sebelum mengalami semacam ide-ide murni dan gagasan-gagasan murni), melainkan juga berdasarkan aposperiori (pengetahuan yang diperoleh berdasarkan pengalaman yang dialami oleh seseorang atau lembaga pendidikan). Kombinasi antara pengetahuan tersebut dapat dijadikan pijakan dalam merumuskan kaidah-kaidah manajemen pendidikan Islam, agar suatu lembaga pendidikan Islam khususnya madrasah dapat dikendalikan melalui strategi yang komperehensif.

Dalam kasus madrasah, berdasarkan identifikasi penyebab kelemahan mutu madrasah yang meliputi pihak pengelola, sistem yang feodalisme, kondisi kultural masyarakat, kebijakan politik negara terutama yang menyangkut keuangan/pendanaan, beban pelajaran yang harus dijalani siswa, potensi input, keadaan sarana-prasarana, alat-alat pembelajaran, maka banyak hal yang turut bertanggung jawab terhadap rendahnya kualitas madrasah.

Akan tetapi, semua faktor itu merupakan akibat semata, atau dalam bahasa penelitian disebut dependent variable (variabel tergantung). Sementara itu, yang menjadi faktor penyebab atau independent variable (variabel bebas) justru pesngelola madrasah. Jika mereka memiliki kemampuan dan keahlian dalam mengelola, maka persoalan-persoalan lain seharusnya dapat diatasi dengan baik.
Karena, para pengelola sebagai pihak yang memegang kendali, memiliki kekuatan eksekutif atau politik yang dapat dijadikan sarana atau media dalam mengkodisikan komponen-komponen lainnya.

Lebih lanjut, peran pengelola atau manajer madrasah tersebut menurut Imam Suprayogo sebagaimana dikutip oleh Mujamil Qomar mengemukakan bahwa manajer merupakan pimpinan diberbagai lapisan madrasah. Mereka tidak saja memiliki kekuatan untuk mengarahkan, memberikan bimbingan, mengontrol, dan mengevauasi, melainkan juga menjadi kekuatan penggerak, yaitu elemen yang selalu memperkuat dan memperbarui etos, cita-cita, dan imajinasi-imajinasi secara terus-menerus.

Dalam upaya mewujudkan perubahan, pimpinan madrasah dituntut untuk melakukan langkah-langkah ke arah perwujudan visi madrasah: agamis, populis, berkualitas, dan beragam. Langkah-langkah tersebut diantaranya sebagai berikut:
  • Membangun kepemimpinan madrasah yang kuat dengan meningkatkan koordinasi, menggerakkan semua komponen madrasah, menyinergikan semua potensi, merangsang perumusan tahapan-tahapan perwujudan visi dan misi madrasah, serta mengambil prakarsa yang berani dalam pembaruan.
  • Menjalankan manajemen madrasah yang terbuka dalam pengambilan keputusan dan penggunaan keuangan madrasah.
  • Mengembangkan tim kerja yang solid, cerdas, dan dinamis.
  • Mengupayakan  kemandirian madrasah untuk melakukan langkah terbaik bagi madrasah.
  • Menciptakan proses pembelajaran yang efektif.

Sedangkan menurut Subarto Zaini langkah-langkah yang dapat diambil dalam mengelola perubahan adalah sebagai berikut:

1.    Ciptakan kesadaran bersama tentang pentingnya perubahan.
Perubahan membutuhkan kesadaran dari seluruh komponen yang terlibat dalam madrasah hal ini dapat dilakukan oleh seorang manajer dengan cara menumbuhkan motivasi kepada bawahannya agar menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perubahan sehingga dapat meningkatkan mutu lembaga.

2.    Membuat visi yang jelas, lugas dan meyakinkan.
Madrasah dinilai memiliki kualitas mutu yang rendah dibandingkan dengan sekolah umum. Hal ini merupakan kenyataan yang harus dibenahi oleh setiap manajer pendidikan Islam. Visi yang dirumuskan harus jelas dan lugas, sehingga mudah dimengerti dan diyakini oleh seluruh komponen madrasah.

Membangun visi bersama menyamngkut bagaimana setiap orang berbagi visi bersama tentang masa depan. Tujuan, nilai, misi akan berdampak pada perilaku dalam organisasi. Visi bersama akan menghasilkan komitmen yang kokoh dari individu ketimbang visi yang hanya datang dari atas. Kepemimpinan merupakan kunci dalam menciptakan dan mengkomunikasikan visi tersebut.
Artinya, visi harus dibuat bersama secara jelas agar semua komponen dapat memahami dan meyakini visi madrasah.

3.    Membangun koalisi dan komitmen
Berbagai pihak yang terlibat dalam madrasah harus diyakinkan untuk mendukung segala perubahan guna mewujudkan visi yang telah dirumuskan dengan komitmen yang tinggi. Tingkat resistensi dari berbagai pihak harus dapat ditekan sekecil mungkin. Dukungan dan komitmen ini, harus diperoleh dari pemimpin, guru, siswa, masyarakat, pemerintah, atau pihak-pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan islam. Kepiawaian dalam berkomunikasi merupakan kunci keberhasilan dalam membangun koalisi dan  komitmen untuk melakukan perubahan di madrasah.

4.    Mengupayakan hasil nyata dalam waktu singkat
Program perubahan yang sukses harus dapat memberikan hasil yang nyata dalam waktu yang singkat. Hasil nyata ini tidak harus berupa hasil yang besar sekaligus, tetapi dapat merupakan hasil yang menunjukkan kesungguhan dan komitmen pemimpin dalam melakukan program perubahan. Hasil nyata yang dicapai secara konsisten akan mendorong antusiasme dan komitmen masyarakat terhadap madrasah, sehingga mindset buruk masyarakat terhadap madrasah dapat diminimalisir.

5.    Mengambil beberapa tindakan agar perubahan-perubahan yang telah dicapai dapat dipertahankan dan dilanggungkan.

Hal ini dapat dilakukan dengan mensosialisasikan hasil nyata perubahan yang sudah dicapai kepada seluruh lapisan masyarakat.

6.    Memantau hasil kemajuan secara konsisten
Seorang pemimpin harus konsisten dalam memantau hasil dan kemajuan perubahan-perubahan yang diinginkan, karena hal tersebut merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola perubahan dan dapat dijadikan evaluasi terhadap perubahan-perubahan selanjutnya.

7.    Memantapkan perubahan dalam system dan struktur
Perubahan system dan struktur organisasi madrasah sangat diperlukan untuk mendukung perubahan-perubahan. Manajer madrasah harus melakukan inovasi dan motivasi terhadap lembaganya agar tujuan untuk melakukan perubahan dapat terlakasana dengan efektif dan efisien.
Langkah-langkah tersebut dapat dijadikan referensi bagi para manajer madrasah dalam rangka melakukan perubahan. Perubahan ini dapat menjadi pertimbangan dalam upaya meningkatkan mutu madrasah kedepannya.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close