Penyebab Kelemahan Madrasah

Written by

Selama ini eksistensi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam dianggap masih dibawah lembaga pendidikan lainnya, terutama sekolah umum. Penilaian masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam ini sejatinya perlu di uji kembali kebenarannya. Karena jika dibandingkan dengan pesantren, madrasah dinilai lebih maju dalam menghadapi globalisasi. Ada baiknya, perlu dikaji kembali tentang faktor-faktor penyebab kelemahan madrasah sehingga dapat ditemukan penyebab sampai ke akar-akarnya. Hal ini penting disadari agar dapat melakukan strategi yang tepat dan benar untuk melakukan perubahan sesuai dengan kebutuhan riil madarasah saat ini.

Apabila di amati secara mendalam, ada banyak faktor yang membuat kualitas madrasah rendah. Diantara faktor tersebut adalah kualitas pengelola, sistem feodalisme, kondisi kultur masyarakat, kebijakan politik negara, dan terlalu banyak beban yang harus dijalani siswa.  

1.    Kualitas pengelola


Pengelola atau pimpinan lembaga pendidikan memang memiliki posisi dan fungsi strategis selaku pengendali atau manajer dalam lembaga tersebut. Mereka memiliki political power (kekuasaan politis), suatu kekuasaan yang tidak dimiliki oleh SDM yang lain. Melalui kekuasaan inilah pemimpin memiliki kewenangan untuk melakukan pembaruan. Oleh karena itu, kemajuan madrasah atau lembaga pendidikan bergantung pada tenaga pengelolanya, terutama pemimpin yang berorientasi sebagai kunci utama perubahan. Profesionalisme pemimpin, guru, dan tenaga administratif lainnya sangat dibutuhkan agar tujuan madrasah dalam upaya melakukan pembaruan dapat terlaksana secara efektif sesuai dengan misi madrasah kedepan.

Perilaku pimpinan atau pengelola memiliki pengaruh yang signifikan terhadap maju-mundurnya sebuah madrasah. Perilaku positif dan proaktif dapat mendukung kemajuan madrasah. Sebaliknya, perilaku negatif dan kontraproduktif justru akan menghambat kemajuan. Perilaku negatif ini terkait dengan tradisi kurang baik yang berlansung dan berkembang di madrasah.

2.    Kondisi kultur masyarakat


Kondisi kultur masyarakat luar dapat mempengaruhi kualitas madrasah. Kondisi ini berupa penilaian masyarakat terhadap madrasah. Selama ini, madrasah dipersepsikan sebagai lembaga pendidikan kelas ekonomi, tidak bermutu, hanya mengajarkan agama semata, jurusan akhirat, tempat penampungan anak-anak orang miskin, bersistem kolot, dan tidak bisa melanjutkan ke sekolah umum atau perguruan tinggi umum negeri.

 Semua anggapan tersebut merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan karena tidak berdasar. Meskipun demikian, anggapan ini tetap bertahan di kalangan masyarakat umum, yang selama ini memang jauh dari kehidupan madrasah. Mereka terpengaruh lantaran tidak mengetahui realitas yang sebenarnya. Tentu saja kondisi eksternal ini merugikan madrasah dalam peningkatan mutu madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam.

3.    Kebijakan politik negara


Kebijakan politik yang diterapkan oleh  pemerintah sejak Orde Baru senantiasa melemahkan upaya peningkatan mutu madrasah. Dalam setiap kebijakan dan keputusan yang menyangkut pendidikan, madrasah selalu dianaktirikan oleh pemerintah. Sikap diskrimintif ini tentu saja berkaitan dengan pendanaan. Alokasi dana yang dianggarkan pemerintah bagi madrasah tentu lebih sedikit dari pada lembaga pendidikan umum. Sehingga hal ini menimbulkan kesenjangan antara madrasah dengan sekolah umum.

4.    Beban yang harus dijalani siswa


Beban mata pelajaran yang harus dijalani siswa di madrasah lebih banyak dibandingkan dengan siswa sekolah umum. Siswa di madrasah wajib mempelajari pelajaran umum disamping harus mempelajari ilmu agama. Pada bagian lain, harus disadari bahwa potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa madrasah merupakan kelas menengah kebawah. Secara intelektual kemampuan mereka masih lemah, karena biasanya siswa yang memiliki prestasi baik cenderung melanjutkan ke sekolah umum. Secara ekonomi dan sosial mereka juga berasal dari kalangan masyarakat biasa. Keadaan ini menunjukkan bahwa kehadiran mereka merupakan problem yang harus diselesaikan karena hal ini akan berpengaruh pada kelangsungan pembelajaran dimadrasah yang juga menentukan kemajuan madrasah.

5.    Sarana dan prasarana


Guru-guru dan tenaga pendidikan di madrasah masih banyak yang kurang profesional, baik dalam tingkat pendidikan maupun keahliannya. Demikian pula dengan sarana dan prasrana yang belum memadai. Hal ini kan berdampak pada proses pembelajaran yang berlangsung dimadrasah.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close