Pentingnya Perubahan Pendidikan di Sekolah dan Peran kepala Sekolah Sebagai Agen Perubahan




Perubahan adalah proses alamiah yang suatu ketika harus terjadi, baik disadari atau tidak, karena perubahan merupakan suatu dinamika. Namun, tidak semua perubahan membawa kemaslahatan. Adakalanya perubahan justru menjadi malapetakan dalam suatu organisasi maupun sekolah. Oleh Karena itu, manajer pendidikan islam (kepala sekolah) harus mampu mengelola perubahan agar mengarah kepada upaya dan orientasi penyempurnaan yang terkendali.

Setiap perubahan di sekolah hendaknya mengarah pada pembaruan pendidikan. Kegiatan pembaruan pendidikan misalnya senantiasaberupaya melakukan pembenahan-pembenahan pendidikan guna mencapai hasil yang lebih baik daripada hasil-hasil yang sebelumnya, sehingga parameter yang digunakan adalah efektivitas dan efisiensi. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengefektifkan dan mengefisiensikan pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Menurut Nursyam sebagaimana dikutip oleh Mujamil Qomar, perubahan terjadi karena ada beberapa hal, yaitu inovasi yang datang dari dalam maupun dari luar, motivasi kuat untuk berubah, dan penerapan scenario perubahan (perubahan akseleratif). Inovasi dari luar utamanaya memberikan rangsangan untuk berubah, motivasi membangun kesadaran untuk berubah, sedangkan scenario mengadakan perubahan yang dikondisikan sesuai sesuai dengan program yang direncanaka.

Perubahan dapat terjadi dalam bentuk perubahan yang direncanakan atau tanpa perencanaan. Perubahan yang direncanakan bias terjadi karena dorongan para pimpinan (kepala sekolah), faktor internal sekolah, maupun akibat dorongan perkembangan lingkungan sekolah. Sementara perubahan yang terjadi tanpa perencanaan bias terjadi karena ketidakpuasan para anggota organisasi maupun sekolah terhadap situasi yang ada.

Pendidikan memiliki hubungan timbal balik dengan perubahan, sebagai suatu proses yang terus bekesinambungan dari masa ke masa, dari satu kebijakan ke kebijakan yang lain, dari satu generasi ke generasi yang berikutnya, dan dari satu pengembangan ke pengembangan yang lainnya, dan memang seharusnya ada perubahan, bahkan perubahan itu harus diprogramkan supaya dapat dikelola. Sebaliknya, perubahan yang positif konstruktif mengaharuskan adanya sumber daya manusia yang handal. Tanpa SDM yang handal, maka dalam Islamic education dikatakan, “education was regarded as the most efficacious of the eans of change”. Yang artinya adalah pendidikan telah dianggap sebagai alat mujarab bagi perubahan ). Sebalikny, menurut Muhaimin sebagaimana dikutip oleh Mujamil Qomar, perubahan itu sendiri hanyalah sebuah alat. Tujuan perubahan itu adalah peningkatan mutu pendidikan, sehingga masing-masing sekolah/madrasah dituntut untuk menyelenggarakan dan mengelola pendidikan secara serius. Ia harus mampu memberikan jaminan mutu, layanan yang prima, serta mampu mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada peserta didik, orangtua, dan masyarakat sebagai penyandang dana.

Dengan demikian pendidikan harus diarahkan ke masa yang akan datang. Konsekuensinya pendidikan harus mampu mendeteksi dan menerjemahkan pergeseran gejala-gejala sosial sekarang dan yang akan datang, merespon kecenderungan perubahan sekarang dan yang akan terjadi di masa depan, membuat langkah-langkah strategis, mengambil manfaat perubahan sekarang dan yang akan terjadi di masa depan, serta meminimalisasi dampak negative dari peurbahan perubahan tersebut, dan semua ini tergantung kepala keahlian manajernya atau kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah/madrasah.

Perubahan bisa terjadi lebih karena keinginan dari pimpinan lembaga pendidikan (kepala sekolah) daripada pihak-pihak lain. Wewenang dan kekuasaan yang dimiliki pimpinan setidaknya merupakan modal awal untuk mengadakan berbagai perubahan pada lembaga yang dipimpinnya. wewenang dan kekuasaan itu bisa menjalankan fungsi kepemimpinan dengan baik apabila disertai dengan keinginan dan kepedulian untuk mengadakan perubahan yang signifikan, yaitu perubahan yang positif konstruktif.

Sebagai pemimpin, kepala sekolah merupakan agen utama perubahan yang mendorong dan mengelola agar semua pihak yang terkait dapat termotivasi dan berperan aktif dalam perubahan tersebut. Sementara itu agen perubahan adalah sekelompok orang yang bertanggung jawab untuk melakukan perubahan ke dalam pola perilaku seseorang atau sistem sosial. Dalam konteks manajemen pendidikan islam, tanggung jawab perubahan itu berada di tangan kepala sekolah/madrasah.

Agen perubahan memiliki berbagai peran signifikan. Setidaknya ada empat peran yang bisa dimainkan oleh agen perubahan, yaitu sebagai catalyst, solution gives, process helpers, dan resource linkers.
  1. Sebagai catalyst, agen perubahan berperan untuk meyakinkan orang lain akan perlunya perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
  2. Sebagai solution gives, agen perubahan berperan untuk mengingatkan tujuan akhir dari perubahan yang dilaksanakan.
  3. Sebagai process helpers, agen perubahan berperan untuk membantu kelancaran proses perubahan, khususnya menyelesaikan masalah yang muncul dan membina hubungan diantara pihak-pihak terkait.
  4. Sebagai resource linkers, agen perubahan berperan untuk menghubungkan dengan pemilik dengan sumber dana/alat yang diperlukan.

Manajer pendidikan (kepala sekolah) harus menyadari bahwa mereka adalah agen perubahan sehingga memliki multiperan, yaitu peran sebagai catalyst, solution gives, process helpers, dan resource linkers, baik secara bergantian maupun bersamaan dalam satu waktu.

Oleh karena multiperan yang dimiliki itulah, manajer lembaga pendidikan memiliki pengaruh paling besar terhadap perubahan yang dilancarkan, disbanding sekedar menjadi pendukung perubahan, apalagi jika menjadi objek perubahan. Pada prinsipnya, peran apa saja yang dilaksanakan oleh manajer pendidikan sesunngguhnya merupakan upaya upaya perbaikan. Upaya ini harus terus menerus dilakukan secara kualitatif. Hari ini perubahannya harus lebih baik dari kemarin, perubahan besok harus lebih baik dari hari ini, dan perubahan di masa depan lagi harus lebih baik darpada besok.

Dari ungkapan di atas dapat disimpulkan bahwa melakukan perubahan pendidikan di sekolah merupakan hal yang penting dan harus dilakukan oleh setiap sekolah untuk kemajuan pendidikan dan untuk pencapaian tujuan pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Dan perubahan penting dillakukan untuk orientasi di masa depan, pendidikan harus diarahakan ke masa depan untuk tetap mempertahankan kualitas dan eksistensinya. Pada prinsipnya perubahan bertujuan untuk melakukan pembaruan kea rah yang positif, akan tetapi tidak jarang terjadi adanya hambatan di dalam perubahan tersebut, dan untuk mengendalikan dan meminimalisasi adanya hambatan dalam melakukan perubahan pemimpin pendidikan atau kepala sekolah memiliki peran yang begitu penting sebaga agen pendidikan yang paling berpengaruh seperti yang sudah dipaparkan di atas.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel