Mengubah Smart People

Written by
Pada umumnya smart people memiliki daya penalaran tinggi, bersikap kritis, kreatif dan dinamis. Untuk mengubah orang yang demikian akan menajdi lebih sulit. Namun, apabila dilakukan dengan cara yang tepat akan berdampak sangat baik karena ada potensi yang sangat kuat untuk keberhasilan perubahan.



1.    Menghapuskan Pemikiran Salah
 
Ada enam cara berfikir yang salah yang harus dihindari oleh seoarang pemimpin dalam melakukan perubahan agar mencapai tingkat kecerdasan tinggi yaitu, sebagai berikut:
a.    Hanya Orang Lain Perlu Berubah
Pemimpin kadang dalam organisasi membebaskan dirinya dari proses perubahan dan menganggap orang lain yang perlu berubah. Seperti halnya dengan mengirim orang lain untuk mengikuti program pelatihan dalam mengelola perubahan atau mengubah pola pikir, pemimpin disini bermaksud dengan sengaja membebaskan dirinya untuk mengikuti program semacam itu.
Pelajaran pertama perubahan adalah bahwa untuk mengubah orang lain, kita harus mengubah diri kita terlebih dahulu.

b.    Untuk Menjadi Efektif, Perubahan Harus Dipaksakan
Kebanyakan pemimpin merasa untuk mengubah organisasi adalah dengan cara memaksakan, dengan alasan bahwa manusia secara alamiah akan menolak perubahan jika mereka diberikan pilihan.
Pelajaran kedua perubahan adalah bahwa untuk membangun komitmen terhadap perubahan, kita memerlukan keterlibatan orang. Sistem komonikasi dua arah meamungkinkan untuk diskusi terbuaka, umpan balik dan pemberian saran untuk bisa meningkatkan penerimaan terhadap perubahan.
Komitmen terhadap perubahan akan lebih berkelanjutan jika memaksa orang berkeinginan untuk berubah dari pada memaksa mereka untuk berubah.

c.    Perubahan adalah suatu tujuan, bukan suatu proses
Perubahan adalah sebuah proses pertumbuhan, inovasi dan perbaikan. Akan tetapi Kebanyakan pemimpin menentang konsep perubahan dengan melihat sebagai sebuah tujuan yang harus dicapai dengan melakukan berbagai cara seperti melakukan program perbaikan kualitas dan mengonsentrasikan semua usaha pada pencapaian akhir. Akibatnya, mereka melanggar etika profesional dan demoralisasi mayoritas tenaga kerja.

Pelajaran ketiga perubahan adalah bahwa nilai suatu perubahan terletak pada proses komonikasi, saling berbagi dan belajar satu sama lainya, memperbaiki, menumbuhkan, dan memperbaiki bersama baik sebagai organisasi maupun individu.

d.    Waktu terbaik untuk melakukan perubahan adalah pada saat terjadi krisis
Banyak pemimpin berkeinginan mengubah organisasinya, tetapi hanya duduk menunggu terjadinya krisis sebelum mereka mengambil tindakan. Hal tersebut terjadi karena mereka percaya bahwa waktu yang terbaik untuk mealkukan perubahan adlah pada masa krisis.
Pelajaran keempat perubahan adalah bahwa paling baik melakukan peruabahan ketika mendapatkan kesempatan dari pada menunggu sampai sesuatu terpaksa berubah.

e.    Perubahan merupakan cara untuk menutupi kinerja buruk
Terdapat pemimpin yang berinisiatif peruabahan untuk alasan yang salah. Pemimpin ini ingin menggunakan perubahan sebagai alasan pemaaf karena membuat keputusan yang jelek untuk menutupi kelemahannya. Oleh sebab itu sering sekali kita melihat Pemimpin yang sering mengubah-ubah keputusannya.

Pelajaran kelima perubahan adalah bahwa agar perubahan bermakana, haruslah positif dan produktif, baik dalam jangka waktu tertentu dan seharusnya  perubahan harus membawa manfaat yang lebih besar dari pada biaya.

f.    Uang merupakan motivator paling efektif untuk melakukan perubahan.
Satu kesalahan terbesar adalah apabila pemimpin percaya bahwa uang adalah alat yang apling efektif untuk memotivasi orang agar berubah. Oleh karena itu, banyak pemimpin merasa tidak terbantu apabila tidak punya dana untuk insentif memotivasi orang melakasanakan perubahan. Mereka menjalankan perubahan dengan setengah hati tanpa pendirian.

Pelajaran keenam perubahan adalah bahwa memotivasi orang terhadap perubahan harus berada di luar terminologi moneter. Untuk membuat orang menginginkan perubahan, kita perlu mendapatkan orang untuk melihat nilai perubahan tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga dirinya sebagai individu.

2.    Memahami kekuatan pendorong Smart People
Kebanyakan orang cerdas merasa bahwa mereka telah mengetahui, mendengar, melihat, mempunyai pengalaman dan pernah mencoba perubahan sebelumnya. Smart people memiliki lima karakteristik yang mempengaruhi cara berpikir mereka dan bertindak, kelima karakteristik tersebut adalah:

a.    Experienced Smart People (Pengalaman)
The Experienced smart people adalah mereka yang yang mendapat mamfaat berupa pengalaman dari bekerja selama beberapa tahun dalam berbagai organisasi. Mereka sebelumnya sudah sering menyaksikan keberhasilan atau kegagalan perubahan dalam organisasi tersebut.

b.    Education Smart People (Pendidikan)
c.    Expert Smart People (Keahlian)
d.    Excellent Smart People (Prestasi Unggul)
e.    Endowed Smart People (Kemampuan Natural)

3.    Mengelola Smart People
Kesuksesan yang dicapai oleh smart people membuat mereka merasa puas terhadap dirinya dan karena terbukti benar sebelumnya atau sering mendapatkan sesuatu benar membuat smart people percaya diri berlebihan.  Dan karena selalu didorong oleh kebutuhan untuk melebihi di bidang tertentu, smart people mungkin menjadi sangat sempit dalam pandangannya dan gagal mendapat gambaran yang lebih luas tentang sesuatu.

Untuk membujuk smart people untuk berubah, perlu strategi yang cerdas  dengan cara yang paling efektif. Untuk membuka pikiran dan hati smart people, harus mengetahui bagaimana mengelola situasi dimana masing-masing lima sifat yang kurang baik menonjol, yaitu sebagai berikut:

a.    Apabila Smart People egois
Smart people sering mempunyai ego  proporsional dengan tingkat sukses yang telah dicapainya. Cara berhbungan dengan smart people yang memiliki ego besar adalah dengan memberi pengakuan pada kemampuan atau prestasinya. Perlu berhati-hati agar tidak melukai egonya. Bila dilukai egonya, ia akan bertindak defensif dan ofensif sehingga menolak rencana perubahan. Cara yang efektif untuk membuat smart people ingin berubah adalah menjelaskan alasan mengapa perubahan diperlukan sekaligus membantu mereka menemukan alasan mengapa perubahan diperlukan dan mamfaat bagi organisasi dan juga untuk mereka.

b.    Apabila smart People Over-Confident (percaya diri berlebihan)
Cara terbaik untuk mencegah smart people dari terlalu percaya diri adalah dengan mulai menggali kemungkinan blind spot dalam organisasi. Cara yang dapat dipertanggung jawabkan dan jujur adalah dengan menggunakan konsultan eksternal. Organisasi sering mengguanakan konsultan eksternal untuk melakukan diagnosis organisasional untuk membuka kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman mereka serta blind spot dari smart people.

c.    Apabila Smart People lll-Mannered (berkelakuan jelek)
Cara terbaik berhubungan dengan orang yang berkelakuan jelek adalah dengan tidak kehilangan ketenangan. Mengguanakan psikolologi sebaliknya akan lebih efektif. Apabila orang berbuat kasar, sadar atau tidak sadar, cara yang paling efektif untuk mengatasi mereka adalah dengan menjadikan mereka kehilangan muka oleh kekurangsopanan mereka secara menyolok. Cara demikian akan menekan smart people yang berkelakuan buruk sadar akan kepeduliannya dan akan ketidaksopanannya. Perlahan-lahan akan peduli denhgan kebiasaan jeleknya dan akan mendatangkan kecemnderungan di dalam dirinya untuk memperbaiki apa yang mereka lakukan. Membuat mereka bersalah merupakan cara yang efektif bagi agen peruabahan dalam memengaruhi sudut pandang smart people.

d.    Apabila Smart People Microscopic (berpandangan sempit)
Problem umum smart people adalah cenderung pandangannya menjadi sempit karena ia ahli di satu bidang tertentu saja. Apabila ia  berpandangan sempit, ia menolak perubahan karena hanya melihat kepentingan bidangnya saja.

Cara memujuk smart people untuk berubah adalah dengan membuat mereka melihat bagaimana peran mereka dihubungkan dengan visi dan misi oranisasi yang dituntut untuk bekerja sama dengan semua divisi untuk bisa mencapai visi tersebut. 

e.    Apabila Smart People tidak fleksibel
Kebanyakan smart people telah memiliki cara berpikir dan pola kerja yang dianggapnya baik dalam menjalankan pekerjaan. Oleh karena itu, akan sulit untuk diminta mengubah pola pikirnya.

Beberapa cara yang bermamfaat untuk membuat smart people yang tidak fleksibel ingin berubah adalah:
  1. Membantu mereka untuk melihat rasionalaitas untuk peruabahan
  2. Menunjukkan bahwa cara lama tidak lagi relevan
  3. Mengusahakan memaksakan kenyataan keberhasilan dari cara baru dilakukan di organisasi lain yang sama dalam industri yang sama.
  4. Menunjukkan kepentingan mereka dengan adanya perubahan
  5. Menunjukkan bukti bahwa mamfaat perubahan melebihi biayanya
  6. Membantu mereka mengurangi atau mengelola resiko dari perubahan
  7. Mempermudah mereka untuk berubah
  8. Membimbing dan mendukung mereka dalam proses perubahan.
Jadi dapat kami simpulkan dari penjelasan diatas mengenai cara mengubah smart people bahwasnya terdapat beberapa cara yang dilakukan diantaranya dengan menghapuskan pemikiran yang salah, sepertihalnya pemikiran yang menganggap hanya orang lain yang perlu berubah. Padahal untuk bisa mengubah orang lain harus bisa berangkat dari diri sendirinya terlebih dahulu. selain itu yaitu anggapan yang meyakini bahwasanya uang merupakan motivator yang paling efektif untuk melakukan suatu perubahan. Padahal,  uang bukanlah segala-galanya dan untuk melakukan suatu perubahan tidak hanya bergantung pada uang saja akan tetapi perubahan bisa  diwujudkan dengan adanya kesadaran dalam dirinya sendiri bahwasanya perubahan yang dilakukan tersebut bukan hanya berpengaruh terhadap organisasinya akan tetapi akan berpengaruh pada dirinya. Kemudian untuk mengubah smart people yaitu juga bisa dilakukan dengan memahami kekuatan pendorong smart people yaitu dengan memahaminya dari berbagai segi seperti pengalaman, pendidikan, keahlian yang dimiliki, keberhasilan dan kemampuan natural.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close