Macam-Macam Dimensi Kepemimpinan Transformatif Untuk perubahan

Kepemimpinan transformatif ini mempunyai empat dimensi yang disebut sebagai The Four I’s.

1.    Idealized Influence

Dimensi yang pertama ini digambarkan sebagai perilaku pemimpin yang membuat para pengikutnya mengagumi, menghormati, dan sekaligus mempercaiyainya. Ini berarti, perilaku Idealized Influence dalam kepemimpinan transformatif merupakan pemimpin yang memiliki keyakinan diri yang kuat, komitmen tinggi, bervisi jelas, tekun, pekerja keras, konsisten, mampu menunjukkan ide-ide penting, besar, dan agung serta mampu menularkannya pada karyawannya, mampu mempengaruhi dan menimbulkan emosi-emosi yang kuat para pegawai terhadap sasaran organisasi, memberi wawasan serta kesadaran akan misi, membangkitkan kebanggan, serta menumbuhkan kepercayaan pada para pengikutnya.



Dimensi ini menjadi pembeda antara manajer dengan pemimpin, dengan ide yang agung pemimpin akan menciptakan haluan yang jelas dan lebih baik kedepan. Idealisme itu juga turut memperjelas langkah organisasi akan diarahakan. Tanpa idealisme organisasi akan kehilangan semangat perubahan bahkan cenderung pragmatis, praktis, dan puas degan keadaan yang sedang berlaku dan berjalan apa adanya. Pemimpin dalam dimensi ini bisa dikatakan sebagai pemimpin yang berusaha untuk melakukan atau berusaha menstimulasi usaha bawahannya untuk berlaku inovatif dan kreatif dengan mempertanyakan asumsi, pembatasana masalah dan pendekatan dari situasi lama dengan cara yang baru.

2.    Inspiration Motivation


Dalam dimensi ini pemimpin digambarkan sebagai pemimpin yang mampu mengartikulasikan pengharapan yang  jelas terhadap prestasi bawahan. Mendemonstrasikan komitmennya terhadap segala tujuan organisasi, dan mampu menggugah spirit tim dalam organisasi melalui penumbuhan antusiasme dan optimisme. Jadi pemimpin dalam dimensi ini menginspirasi, memotivasi, dan memodifikasi perilaku para karwayan untuk mencapai kemungkinan tak terbayangkan, mengajak karyawan memandang ancaman sebagai kesempatan belajar dan berprestasi. Ia juga menciptakan sistem organisasi yang menginspirasi dan memotivasi, ditantangnya karyawan untuk mencapai standar yang lebih tinggi, dan menciptakan budaya berani salah karena kesalahan adalah awal dari pengalaman belajar.

Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang dengan kekuasaanya (his or her power) itu mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Adapun sumber kekuatan dari pemimpin itu bersumber dari beberapa hal sebagai berikut:
  • Reward power, yaitu didasarkan pad persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan dan sumber daya untuk memberikan penghargaan kepada bawahannya yang mengikuti arahan-arahannya.
  • Coercive Power, persepsi bawahan bahwa pemimpin dapat memberikan hukuman bagi bawahan yang tidak mengikuti aturan.
  • Legitimate power, persepsi bawahan bahwa seorang pemimpin dapat menggunakan otokritas yang dimilikinya.
  • Referent power, indentifikasi bawahan terhadap sosok pemimpin, para pemimpin dapat menggunakan pengaruhnya karena karakteristik pribadinya, reputasinya atau karismanya.
  • Expert power, persepsi bawahan bahwa pemimpin adalah seseorang yang memiliki kompetensi dan mempunyai keahlian dalam bidangnya.

Dari situ kami menyimpulkan bahwa pemimpin transformatif adalah pemimpin yang benar-benar mampu mengubah pola dan prilaku bawahannya dan mampu menggugah pengkutnya agar kinerja yang dihasilkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan begitu seorang pemimpin harus memperlihatkan kemampuannya agar mereka mempunyai anggapan pemimpinnya bisa mengolah sumber daya yang ada dan mampu memberikan penghargaan kepada bawahannya. Selain itu, seorang pemimpin transformatif harus meyakinkan kepada bawahannya bahwa bagi setiap bawahan yang tidak mengikuti aturan akan dikenakan hukum sesuai dengan apa yang mereka lakukan karena seorang pemimpin harus mempunyai dan menggunakan otokritas yang dimiliki. Kegiatan mempengaruhi bawahan merupaka kegatan memimpin, maka dari itu setiap pemimpin harus mampu mempengaruhi bawahan melalui pribadi yang ia miliki serta reputasi dan karismanya.

3.    Inteliectual Stimulation

Dalam dimensi ini seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan ide-ide baru, memberikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bawahan, dan memberikan motivasi kepada bawahan untuk mencari pendekatan-pendekatan yang baru dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi. Dimensi yang berupa upaya meningkatkan kesadaran para pengikut terhadap masalah diri organisasi. Selain itu, juga upaya mempengaruhi untuk memandang masalah tersebut dari perspektif yang baru untuk mencapai sasaran organisasi, meningkatkan intelengensia, rasionalitas, dan pemecahan masalah secara seksama. Kemudian, penggunaan imajinasi dipadu dengan intuisi namun dikawal oleh logika dimafaatkan oleh pemimpin ini dalam mengajak pengikutnya untuk berkreasi, risau dengan status quo, menentang tradisi uang, mempertanyakan asumsi dan kepercayaan lama yang tidak baik.

4.    Individual Consideratian

Dalam dimensi ini  pemimpin transformatif digambarkan sebagai orang yang penuh dengan perhatian masukan-masukan bawahan secara khusus mau memerhatikan kebutuhan-kebutuhan bawahan akan pengembangan karier. Pemimpin ini mempeunyai perilaku merenung, berfikir dan selalu mengindentifikais kebutuhan karyawannya, mengenali  kemampuan karyawannya, mendelegasikan wewenangnya, memberikan perhatian, membina, membimbing, dan melatih para pengikut secara khusus dan pribadi agar mencapai sasaran organisasi, memberikan dukungan, membesarkan hati, dan memberikan pengalaman-pengalaman  tentang pengembangan kepada pengikut.

Pemimpin tranformatif dapat dicirikan antara lain: mampu memberikan perlindungan dan menciptakan rasa aman dan nyaman para pengikutnya, mampu menampung dan menangkap semua aspirasi dan kepentingan pengikutnya, memperjuangkan kebutuhan pengikutnya, pemimpin yang menghargai potensi, kebutuhan dan aspirasi pengikut. Jadi pemimpin dalam dimensi ini harus benar-benar memumpuni dalam menyediakan dan menjadikan organisasi sebagai aktualisasi diri bagi para pengikutnya.

Berdasarkan ciri-ciri diatas, maka seorang pemimpin transformasional dilembaga pendidikan islam  khususnya paling tidak mempunyai 7 prinsip untuk menciptakan kepemimpinan transformasional yang sinergis, antara lain :
  • Simplikasi, keberhasilan dari kepemimpinan pendidikan islam diawali dengan sebuah visi yang akan menjadi cermin dan tujuan pendidikan islam.
  • Motivasi, pada saat pemimpin transformasional dapat menciptakan suatu sinergis di dalam organisasi, berarti seharusnya pemimpin itu dapat pula mengoptimalkan, memotivasi dan memberi energi kepada setiap pengikutnya.
  • Fasilitasi, yaitu memfasilitasi pembelajaran yang terjadi didalam organisasi pendidikan islam secara kelembagaan, kelompok, ataupun individual.
  • Inovasi, yaitu kemampuan untuk secara berani dan bertanggung jawab melakukan suatu perubahan bilaman diperlukan dan menjadi suatu tuntutan dengan perubahan yang terjadi.
  • Mobilitas, pengerahan semua sumber daya yang ada untuk melengkapi dan memperkuat setiap komponen pendidikan islam yang tetrlibat didalamnya dalam mencapai visi dan tujuan.
  • Siap siaga, kemampuan untuk selalu siap belajar tentang diri mereka sendiri dan menyambut perubahan dengan paradigma baru yang positif.
  • Tekad, yaitu tekad bulat untuk terus sampai pada akhir, menelesaikan sesuatu dengan baik dan tuntas.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel