Komunikasi Sirkuler

Written by
Pada model sirkuler terdapat unsur feedback. Dengan demikian, proses komunikasi tidak berawal dari satu titik dan berakhir pada titik lain. Jadi, proses komunikasi sirkuler itu berbanding satu lingkaran penuh.

Model seperti ini menunjukkan adanya arus dari satu orang atau kelompok kepada orang lain atau kelompok lain nya, melalui umpan balik atau feedback, kembali ke orang semula, membuat balikan atau putaran menutup. Balikan bermula pada saat seseorang atau pengirim mempunyai pesan yang akan dikomunikasikan. Pertama-tama pengirim menulis pesan dan memberi arti dengan harapan pesannya dapat dimengerti. Pengirim selanjutnya mengirim pesan atau menyampaikannya melalui saluran baik melalui saluran formal maupun informal di antara dua pihak, dengan menggunakan media atau perantara misalnya face-to-face atau berbicara tatap muka, telepon, menulis memo, dan internet

Penerima kemudian menerima pesan itu dan mencoba memahaminya dengan cara menguraikan isi pesan yang telah diterimanya. Untuk itu, Iya perlu mendengarkan dengan baik Apabila pesan disampaikan secara oral dan membacanya dengan benar Apabila pesan disampaikan secara tertulis. Penerima memberi tahu kepada mengirim pesan dengan memberikan umpan balik bahwa pesan telah diterima.

Dalam banyak hal Komunikasi sering mengalami gangguan atau yang merupakan penghambat komunikasi, sehingga dapat mengurangi keakuratan atau ketepatan Pesan yang disampaikan.
Gangguan itu dapat terjadi selama komunikasi berlangsung. Misalnya pesan tertulis yang disampaikan tidak jelas pesan yang diuraikan tidak menyeluruh media yang digunakan, untuk menyampaikan besar mengalami gangguan, atau unsur waktu yang menekan, atau membatasi dalam penyampaian pesan.
SHOW or HIDE COMMENT
close