Kesiapan Untuk Berubah

Persoalannya adalah belum semua sumber daya manusia memahami akan arti pentingnya melakukan perubahan. Masih diperlukan peningkatan pemahaman tentang hakikat perubahan itu sendiri, tentang apa yang dimaksud dengan perubahan.


Perubahan harus diawali dengan mempersiapkan segenap sumber daya manusia untuk merima perubahan karena pada hakikatnya manusia menjadi subjek dan objek perubahan serta mempunyai sifat resisten terhadap perubahan. Oleh karena itu, perubahan sumber daya manusia perlu dimulai dengan melakukan pencairan terhadap pola perilaku lama yang cenderung mempertahankan Status Quo untuk diubah agar bersedia menerima pola pikir baru yang berkembang secara dinamis.

Dengan demikian, pemberdayaan sumber daya manusia merupakan kebutuhan untuk berlangsungnya proses perubahan. Untuk itu, sumber daya manusia perlu menyadari dan memahami arti pentingnya perubahan, serta bersedia untuk berubah. Sumber daya manusia perlu semakin diberdayakan.

Di sisi lain, pemimpin perlu memberikan kesempatan lebih luas untuk berlangsungnya proses pemberdayaan. Perberdayaan sumber daya manusia perlu diarahkan pada terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengadakan perubahan.

Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa perubahan pada dasarnya bukanlah hal yang bisa dengan mudahnya diterima oleh manusia selaku subjek dari perubahan itu sendiri dikarenakan berbagai alasan yang menjadi faktornya, maka untuk mengatasi hal tersebut perlu kiranya kita melakukan berbagai persiapan agar perubahan bisa terealisasikan dengan sebaik-baiknya dan perubahan yang diinginkan bisa berjalan engan baik sesuai dengan yang diharapkan.

Persiapan disini dapat dilakukan dengan  tiga tahapan, yaitu:
  1. Melakukan proses perubahan yang telah dijelaskan sebelumnya menurut asumsi dari Kurt Lewin, yakni unfreezing-changing-freezing.
  2. Melakukan pemberdayaan Sumber Daya Manusia dengan cara memberikan pengertian tentang pentingnya perubahan bagi kelangsungan hidup manusia.
  3. Dilanjutkan dengan adanya peran pemimpin yang memberikan kesempatan lebih luas untuk berlangsungnya proses pemberdayaan agar bisa diarahkan pada terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengadakan perubahan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel