Unsur-unsur Masyarakat

Written by
Adanya bermacam-macam wujud kesatuan kolektif manusia menyebabkan bahwa kita memerlukan beberapa istilah untuk membeda-bedakan berbagai macam kesatuan manusia. Selain “masyarakat”, ada istilah-istilah khusus untuk menyebut kesatuan-kesatuan khusus yang merupakan unsur-unsur dari masyarakat, yaitu, kategori social, golongan social, komunitas, kelompok, dan perkumpulan.

Kategori social adalah kesatuan manusia yang terwujudkan karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri-ciri obyektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu. Ciri-ciri obyektif itu biasanya dikenakan oleh pihak dari luar kategori sosial itu sendiri tanpa disadari oleh yang bersangkutan, dengan suatu maksud praktis tertentu. Misalnya, dalam masyarkat suatu Negara ditentukan malalui hukumnya bahwa ada kategori warga diatas umur 18 tahun, dan kategori warga dibawah umur 18 tahun, dengan maksud untuk membedakan antara warga yang mempunyai hak pilih dan warga yang tidak mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum.  Suatu kategori sosial biasanya tidak terikat oleh kesatuan adat, system nilai, atau norma tertentu. Suatu kategori sosial tidak mempunyai lokasi, organisasi, dan pimpinan.

Golongan social, Kategori sosial dan golongan sosial sering dianggap sebagai suatu konsep yang sama, namun pada kenyataannya mempunyai unsur-unsur perbedaan yang jelas. Suatu golongan sosial juga merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu. Sering kali ciri itu dikenakan pada mereka dari pihak luar kalangan merka sendiri. Meski demikian, golongan sosial mempunyai ikatan identitas sosial. Hal itu dapat disebabkan karena kesadaran identitas itu tumbuh sebagai respon atau reaksi terhadap cara pihak luar memandang golongan sosial tadi.  Mungkin juga karena golongan itu memang terikat oleh suatu system nilai, norma, dan adat istiadat tertentu. Suatu golongan sosial dapat juga timbul karena adanya pandangan negative dari orang lain diluar golongan itu. Misalnya: golongan negro dalam masyarakat Negara Amerika Serikat, disebabkan ciri-ciri ras yang tampak lahir secara mencolok dan membedakan mereka dari warga Negara Amerika Serikat lainnya yang memiliki cirri-ciri khas kaukasoid. Jadi, golongan social merupakan lapisan atau kelas sosial. Dalam masyarakat kuno ada lapisan-lapisan seperti lapisan bangsawan, lapisan orang biasa, dan lapisan budak. Lapisan atau golongan semacam itu terjadi karena manusia yang dikelaskan mempunyai suatu gaya hidup yang khas.

Kelompok dan Perkumpulan, Suatu kelompok atau group juga merupakan suatu masyarakat karena memenuhi syarat-syaratnya, dengan adanya system interaksi antara para anggota, dengan adanya adat istiadat serta system norma yang mengatur interaksi itu, dengan adanya kontinuitas, serta dengan adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggota tadi. Namun juga mempunyai ciri tambahan, yaitu organisasi dan pimpinan, dan selalu tampak sebagai kesatuan dari individu-individu pada masa-masa yang secara berulang berkumpul dan kemudian bubar lagi.

Kedua cirri khas tersebut sebenarnya juga dimiliki oleh kesatuan manusia yang paling besar masa kini, yaitu Negara. Namun, istilah kelompok tidak dikenakan kepada Negara. Tidak pernah orang bicara tentang “Kelompok Indonesia” apabila yang dimaksud adalah Negara Republik Indonesia. Karena kelompok itu selalu lebih kecil dari suatu Negara.

Komunitas adalah ikhtisar mengenai beragam wujud kesatuan manusia yang menekankan pada aspek lokasi hidup dan wilayah, dan konsep kelompok yang menekankan pada aspek organisasi dan pimpinan dari suatu kesatuan manusia. Ada tiga wujud kesatuan manusia (yaitu kerumunan, kategori sosial, golongan sosial) tidak dapat disebut masyarakat. Hal itu karena ketiganya tidak memenuhi ketiga unsur yang merupakan syarat konsep masyarakat.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close