Sejarah Akuntansi

Written by
Akuntansi pertama kali diperkenalkan oleh pedagang Venesia di Italia tahun 1494. Penulisnya adalah seorang Rahib dari Orde Fransiskan, yang bernama Luca Pacioli, seorang ahli matematika yang mengajar di berbagai Universitas di Perugia, Naples, Pisa, Dan Florence.


Pada awalnya Dalam sistem akuntansi ini dikenal dengan sistem akuntansi berpasangan dimana setiap transaksi selalu mempengaruhi dua akun atau lebih dalam laporan keuangan, sebagai sisi debet dan sisi kredit. Cara ini tentu saja menjadi lebih kompleks dibanding dengan sistem pencatatan tunggal yang hanya berupa daftar transaksi. Namun, sekitar tahun 1600-an baru dikenal dengan adanya laporan keuangan.

Dengan kedatangan revolusi industri abad ke-18 dan kemudian bertumbuhnya industri besar, pemisahan pemilk dari manejer bisnis mulai terjadi. Akibatnya, kebutuhan atas pelaporan keuangan untuk perusahaan menjadi lebih penting, untuk meyakinkan bahwa manejer bertindak sesuai dengan keinginan pemilik. Juga, transaksi antara perusahaan menjadi lebih kompleks, memerlukan peningkatan pendekatan untuk melaporkan informasi keuangan.

Dunia industri saat ini sudah memasuki abad informasi yang ditandai dengan banyaknya produk jasa informasi. Salah satunya adalah jasa informasi akuntansi. Komputer telah mendorong lahirnya abad informasi ini.

Sampai pasca kemerdekaan 1945, perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku yang merupakan sistem akuntansi versi Belanda pada waktu itu akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya mencangkup tekhnik pembukuaan dan jenis informasi yang harus di sajikan. Setelah tahun 1960 an akuntansi cara Amerika mulai diperkenalkan di Indonesia sistem akuntansi ini sekarang di pakai dan konsepnya berkembang sesuai dengan tuntutan dunia usaha di Indonesia.

Di Indonesia, profesi akuntan berkembang dengan pesat sejak dikeluarkannya Undang-Undang modal asing pada tahun 1967 dan Undang-Undang penanaman modal dalam negeri tahun 1968. Akuntan sendiri pada mulanya dikenal pada tahun 1642. Penghapusan Undang-Undang tanam paksa yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda tahun 1870, memicu banyaknya kaum penguasa Belanda menanamkan modal di Indonesia dan hal ini mendorong perkembangan akuntansi.
Setelah kemerdekaan Repuplik Indonesia 17 agustus 1945, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Pemerintah RI mulai melakukan pembenahan dan mengirim putera-puterinya ke luar negeri untuk belajar akuntansi. Di dalam negeri sendiri, pendidikan akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1952. Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinngi Akuntansi Negara), tahun 1960 dan Fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1961),  Universitas Sumatera Utara (1962), Universitas Airlangga (1962), Dan Universitas Gajah Mada (1964). Dewasa ini, Fakultas Ekonomi Universitas-Universitas negeri yang mempunyai jurusan akuntansi terdapat di Universitas Andalas, Riau, Jambi, Syiah Kuala, Diponegoro, Sebelas Maret, Udayana, Sam Ratulangi, Lambung Mangkurat, Jenderal Sudirman, Dan Universitas Brawijaya. Pada tanggal 23 desember 1957, organisasi profesi yang kemudian diberi nama Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) didirikan. Tahun 1978 berdirilah Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik (sekarang menjadi Institut Akuntan Puplik Indonesia). Tahun 1986 Berdiri Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Manajemen (sekarang menjadi Institut Akuntan Manajemen Indonesia) dan Akuntan Pendidik. Dan pada tahun 2001 berdiri Kompartemen Akuntan Pemerintah. 

Dapat kami simpulkan dari semua literatur yang ada mengenai sejarah perkembangan akuntansi yaitu bahwasanya akuntan diperkenalkan oleh Luci Pacioli dari Italia yang mengajar di beberapa Universitas pada tahun 1494. Awalnya akuntansi dikenal dengan tata buku berpasangan namun setelah tahun 1600-an akuntan dikenal dengan laporan keuangan. Sedangkan di Indonesia akuntan mulai dikenal pada tahun 1642 namun akuntan itu berkembang dengan sangat pesat sejak tahun 1967 waktu dikeluarkannya UU penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri pada tahun 1968. Sehingga dengan adanya keluaran UU tersebut dapat memicu perkembangan akuntansi pada saat itu karena banyak para Pengusaha-pengusaha dari pemerintahan Belanda menanamkan modalnya di Indonesia.   Setelah Indonesia telah bebas dari jajahan Belanda dan Jepang dan akhirnya merdeka pada tanggal 17 agustus 1945 Indonesia mulai merintis dengan membuka jurusan Akuntasi di Fakultas Ekonomi pertama kali di Universitas Indonesia pada tahun 1952 dan akhirnya diikuti oleh Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi yang lain. Selain dibukanya jurusan ini di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia juga membentuk sebuah Organisasi Akuntan sejak tanggal 23 desember 1957 yang diberi nama “Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)” sehingga akuntan ini menjadi populer hingga sekarang ini dan menyebar luas di berbagai Perguruan Tinggi yang ada di seluruh Indonesia.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close