Prosedur Perkantoran

Sebelum kita mengetahui lebih dalam apa yang dimaksud prosedur perkantoran, maka patutlah kiranya kita mengetahui pengertian dari penggalan kata yang ada. Disini penulis mengutip dari buku Moekijat yang berjudul Administrasi perkantoran yang menyebutkan bahwa Prosedur adalah urutan langkah-langkah (pelaksanaan pekerjaan) dimana pekerjaan tersebut dilakukan, berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukan, dan siapa yang melakukan, dengan demikian prosedur banyak disebut sebagai pedoman.

Adapun perkantoran adalah berasal dari kata kantor yang mana dimana yang berarti sebagai setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tatausaha (pekerjaan kantor, pekerjaan tulis-menulis), dengan nama apapun juga tempat tersebut mungkin diberikan.

Adapun prosedur perkantoran adalah tata laksana, atau langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan yang mana pekerjaan tersebut dilakukan dan hal tersebut berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, dan siapa yang melakukannya atau juga bisa diartikan sebagai metode yang dibutuhkan dimasa yang akan datang untuk melakukan tata kerja dalam perkantoran yang mana hal tersebut berupa urutan aktivitas-aktivitas dan yang pada dasarnya dijadikan sebagai pedoman untuk bertindak yang mana hal tersebut di maksudkan untuk mencapai tujuan dari sebuah perkantoran.

Didalam buku Sedarmayanti yang berjudul Manajemen Perkantoran juga mendefinisikan tentang pengertian prosedur perkantoran, yang mana didefinisikan sebagai  rangkaian tata laksana perkantoran yang berkaitan satu sama lain sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi setahap serta jalan yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian sesuatu bidang tugas.

Jadi bisa disimpulkan menurut analisis dari penulis bahwa prosedur perkantoran adalah sebuah pedoman tata laksana  setiap kegiatan perkantoran yang berjalan yang mengenai siapa pelaku aktivitas tersebut, apa, bagaimana serta dimana aktivitas tersebut dilakukan yang hal tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Namun, adapula literatur yang menyamakan pengertian prosedur dengan sistem. Adapun setelah penulis meninjau ulang lebih jauh tentang kedua suku kata tersebut maka penulis menemukan titik terang yang mana penulis bisa tarik kesimpulan bahwa prosedur itu berbeda dengan sistem.

 Adapun kata sistem itu sendiri dalam buku Sistem Informasi Manajemen karangan Kumorotomo dan Margono yang mengutip dari Lucas mendefinisikan bahwa sistem adalah dapat diartikan sebagai suatu atau himpunan dari unsur, komponen, atau variable-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.

Senada dengan buku yang berjudul Ilmu Administrasi karangan Nawawi dan Hadari yang mereka kutip dari dalam kamus atau ensiklopedia yang mengatakan sebagai berikut:

“system:1) group of things which go together to make up whole;2) a combination of parts of the body that work together and are dependent an one another;3) set of facts, rules,laws, etc.. organized so as to make up body of knowledge or a way of doing something: a system of government: a system of education;4) orderly method of doing things, rourine; 5) bodily and mental make up”. Demikian keduanya juga mengutip dari buku Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatan bahwa “Sistem: 1) seperangkat yang secara teratur saling berkaitan  sehingga membentuk satu totalitas; 2)  susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya; 3) metode”


Adapun Haudar Nawawi juga mengutip dari pendapat beberapa tokoh seperti Gabriel A yang mana mengatakan bahwa sistem adalah:”suatu konsep ekologis yang menunjukkan adanya suatu organisme yang berinteraksi dengan suatu lingkungan yang mempengaruhinya dan yang dipengaruhinya”.

Sedangkan yang dikutip dari Schoderbek mengatakan bahwa: “seperangkat atribut-atributnya yang dihubungkan satu sama lainnya, dan dihubungkan dengan lingkungannya sedemikian rupa sehingga membentuk dengan lingkungannya sedemikian rupa sehingga membentuk satu keseluruhan”.

Sedangkan yang dikutip dari Cleland dan King mendefinisikan bahwa sistem adalah: “satu keseluruhan yang terorganisir dan bersifat kompleks; satu kesatuan atau kombinasi dan berbagai bagian yang membentuk komplek yang utuh”.

Didalam buku Sedarmayanti yang berjudul Manajemen Perkantoran mnyebutkan bahwa sistem adalah suatu rangkaian kegiatan tata laksana pekerjaan dan prosedur yang kemudian  membentuk suatu kebulatan pola tertentu dalam rangka melaksanakan sesuatu bidang pekerjaan.

Jadi bisa disimpulkan dari dua literatur diatas bisa disimpulkan bahwa sistem adalah  sesuatu yang terdiri dari unsur-unsur atau elemen-elemen atau bagian-bagian yang saling berhubungan atau ketergantungan, sehingga menjadi suatu keseluruhan atau kebulatan.

Bisa ditarik kesimpulan  bahwa sistem dan prosedur itu berbeda. Prosedur lebih kepada metode atau tata laksana yang akan ditempuh sedangkan sistem itu menjadi sebuah garis besar yang melingkupi prosedur. jadi segala yang berjalan atau prosedur yang berjalan dalam kegiatan perkantoran itu berupa sistem yang mana dalam rincian detailnya terdapat prosedur yang secara khusus menganai mengenai metode berjalannya kegiatan perkantoran.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel