Pragmatisme Adalah

Written by
Pragmatisme berasal dari kata “pragma”(bahasa yunani) yang berarti tindakan atau perbuatan. Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpadangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah apakah sesuatu itu adalah memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata.



Pragmatisme berpandangan bahwa substansi kebenaran adalah jika segala sesuatu memiliki fungsi dan manfaat bagi kehidupan. Misalnya, beragama sebagai kebenaran, dikatakan kebenaran jika agama memberikan kebahagiaan; menjadi Dosen adalah kebenaran jika memperoleh kenikmatan intelektual, mendapatkan gaji atau apapun yang bernilai kuantitatif dan kualitatif. Sebaliknya jika memberikan kemudharatan, tindakan yang di maksud bukan kebenaran, misalnya memperistri perempuan yang sakit jiwa adalah perbuatan yang membahayakan dan tidak dapat di kategorikan sebagai serasa dengan tujuan pernikahannya dalam rangka mencapai keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah. Jadi, aliran pragmatis ini beranggapan bahwa segala kebenaran ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan memerhatikan kegunaannya secara praktis.

Aliran  pragmatisme ini timbul pada abad 20. Pendiri aliran ini adalah Charks E. Peirce. Pemikiran Peirce mendapat pengaruh dari Kant dan Hegel. Aliran pragmatisme adalah suatu aliran yang memandang realitas sebagai sesuatu yang secara tetap mengalami perubahan (terus menerus berubah). Untuk itu, realitas hanya dapat di kenal melalui pengalaman. Tidak ada pengetahuan yang absolut(permanen). Realitas atau kenyataan hanyalah apa yang dapat diamati dan di rasakan. Pengetahuan bersifat sementara dan demikian juga dengan nilai-nilai. Bagi pragmatisme semua yang mengalami perubahan tidak ada yang kekal (tetap). Adapun yang kekal adalah perubahan itu sendiri.
Pada intinya “kaum pragmatis tidak mengakui adanya ide tentang kebaikan atau keadilan yang absolute. Maka segala sesuatu sifatnya relative, berubah-ubah, dan adanya bergantung pada konteks yang menjadi persoalan.”

Sementara Home menambahkan bahwa pragmatisme merupakan suatu aliran yang lebih mementingkan orientasinya kepada pandangan antrhoposentris(berpusat kepada manusia), kemampuan kreatifitas dan pertumbuhan manusia ke arah hal-hal yang bersifat praktis, kemampuan kecerdasan dan individualitas serata perbuatan dalam masyarakat.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close