Pola Hubungan Personal Kantor

Written by
Membangun hubungan kerja yang baik adalah sesuatu yang terus dilakukan dari waktu ke waktu. Bagaimana kita memperoleh kemajuan di dunia kerja sangat bergantung pada bagaimana kita bekerja sama dengan sesama anggota tim maupun dengan pimpinan (bos). Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara membangun hubungan kerja yang baik dengan sesama anggota tim ataupun dengan pimpinan (bos).




1.    Membangun Hubungan Kerja dengan Anggota Tim
Menjadi anggota tim yang memiliki kinerja baik, sangat penting untuk keberhasilan kita sendiri selaku anggota. Jika kita bekerja dalam satu tim yang memiliki reputasi baik, kita juga akan memiliki reputasi dari tim kita. Sebaliknya, jika tim kita dianggap kurang baik dalam bekerja, kita juga akan dianggap sama, tidak peduli sebaik apapun sebenarnya kita bekerja. Karena banyak perusahaan yang menghargai karyawan mereka berdasarkan kinerja tim mereka daripada kinerja pribadi mereka, maka menjadi anggota tim yang baik sangatlah penting.

Jika posisi kita dalam sebuah perkantoran adalah sebagai anggota tim, maka kita harus mengetahui bahwa tim yang efektif harus memiliki sifat-sifat berikut ini:

  • Berbagi tujuan.
  • Produktivitas.
  • Pembagian peran atau tugas.
  • Komunikasi yang jelas.
  • Pengembangan diri dan penghargaan.
  • Semangat tim dan rasa saling menghormati.
  • Keterbukaan pada orang-orang di luar tim.
Sedangkan menjadi anggota tim yang efektif harus mempunyai sikap kerja berikut ini:
  • Bersikap antusias dalam bekerja
  • Ketahui dengan pasti apa yang menjadi peran dan tanggung jawab kita.
  • Ambil inisiatif
  • Bersikaplah dapat dipercaya.
Sedangkan sikap terhadap anggota tim yang lain yaitu:
  • Hormati semua orang.
  • Bersikaplah terbuka.
  • Cobalah untuk memhami kelebihan dan kekurangan orang lain.
  • Berikan pujian dan dorongan pada anggota tim yang lain.
Adapun sikap kepada diri sendiri yaitu:
  • Memiliki sikap positif.
  • Jangan mementingkan diri sendiri.
  • Bersikaplah terbuka terhadap pembelajaran dan umpan balik.
Adapun jika kita menjabat sebagai pemimpin tim, maka sikap kita seharusnya:
a.    Melihat tujuan yang luas.
  • Pahamilah apa yang harus dilakukan.
  • Ciptakan rencana kerja dan prioritaskan tujuan.
  • Atur beban kerja tim. Jangan takut menghadapi yang lebih senior dari kita, jika tim kita diminta melakukan pekerjaan yang berlebihan. Kita harus memastikan bahwa kita mengizinkan anggota tim kita menyeimbangkan tugas dan kehidupan pribadi.
b.    Mendelegasikan tugas.
  • Diskusikan kebutuhan masing-masing anggota dan tim secara keseluruhan.
  • Susun peran dan tanggung jawab berdasarkan keterampilan, keinginan, pengembangan, dan beban kerja masing-masing anggota.
  • Luangkan waktu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya kita inginkan dari masing-masing anggota tim. Pastikan bahwa apa yang diharapkan, dimengerti oleh kedua belah pihak.
  • Jangan mendelegasikan tugas dengan metode khusus yang harus diikuti, jika mungkin, berikan ruang bagi orang untuk menggunakan pendekatan yang mereka inginkan.
c.    Memotivasi tim.
  • Pertahankan semangat tim di mana semua anggota bekerja demi tim bukan demi kepentingan mereka sendiri. Jangan pernah memberikan penghargaan pada seseorang yang mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan orang lain.
  • Libatkan semua orang dan pastikan semua orang, apapun jabatan mereka, menyetujui tujuan tim. Cari tahu apa yang memotivasi masing-masing anggota tim.
d.    Melatih anggota tim.
  • Kembangkan anggota tim dengan memberikan umpan balik atas kerja mereka, memberikan saran-saran demi kemajuan mereka dan dalam menciptakan kesempatan.
  • Dukung selalu tim kita, terutama di masa-masa sulit dan di saat menghadapi kegagalan.
  • Jangan menyerang seseorang karena kesalahannya, bersikaplah yang lembut dan ajak mereka untuk melihat apa yang perlu diperbaiki.
  • Usahakan untuk mengembangkan tim kita melalui dorongan bukan kritik.
e.    Memecahkan isu-isu yang muncul.
  • Pastikan bahwa tim selalu tenang dengan menyelesaikan permasalahan internal dan eksternal begitu permasalahan tersebut muncul.
f.    Pastikan tenggat waktu tercapai.
  • Pastikan semua orang tahu kapan tugas harus diselesaikan.
  • Ciptakan kejujuran dan komunikasi di mana setiap orang merasa nyaman mengemukakan permasalahan, treutama yang menyangkut status kerja.
g.    Jamin kualitas.
  • Pastikan kualitas kerja tim memenuhi standar tertinggi dengan memonitor tugas yang sedang diemban secara terus menerus.
h.    Komunikasikan status kerja.
  • Puji tim kita  pada orang-orang yang lebih senior.
  • Mengeluh tentang tim kita akan merefleksikan diri kita sendiri.
2.    Membangun Hubungan Kerja dengan Pimpinan (Bos)
Membangun hubungan kerja yang baik adalah hal yang penting yang harus dibiasakan untuk dilakukan dalam tempat dimana kita bekerja, terutama bagaimana membuat bos kita senang. Maka sebaiknya yang harus kita lakukan agar bos kita senang adalah:

a.    Kerjakan tugas sebaik mungkin.
  • Berikan hasil yang baik dan tepat waktu.
  • Hadirilah rapat tepat pada waktunya dan bersiaplah menghadapi segala kemungkinan.
  • Jangan membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak penting.
  • Gunakan inisiatif untuk mencari cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu.
b.    Pastikan bos kita selalu memperoleh informasi tentang tugas yang kita emban.
  • Berikan laporan kita secara teratur dan singkat dan gunakan bentuk komunikasi  yang disukai bos kita, seperti telepon atau bisa lewat e-mail.
c.    Temukan hal-hal yang mengesankan bos kita dan buat ia terkesan.
  • Cari tahu bagaimana kerja kita dievaluasi.
  • Semua orang pasti memiliki hal-hal yang disukai, maka selidiki apa yang disukai bos kita.
  • Pelajari apa kelemahan bos dan jadikan hal tersebut kelebihan kita.
  • Gunakan gaya kerja yang sesuai dengan gaya kerja bos kita.
d.    Jangan terlalu sering mengusik bos.
  • Ada hal-hal dalam pikiran bos kita yang tidak ada hubungannya dengan kita atau pekerjaan kantor, dan tidak sepantasnya kita mengetahui.
e.    Buat bos kita tampak baik di depan umum.
  • Jangan pernah membantah bos kita di depan umum. Kalau memang perlu, maka bahaslah permasalahan secara pribadi.
  • Bicarakan hal-hal yang baik tentang bos kita, terutama bila ia sedang tidak ada.

Adapun apabila kita menjadi manajer atau bos dalam sebuah organisasi perkantoran, maka kita harus bisa mengendalikan para karyawan demi majunya perusahaan karena karyawan menjadi unsur utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Untuk mengendalikan karyawan, kita harus memahami akan kebutuhan karyawan. Berhubungan dengan kebutuhan karyawan, maka teori kebutuhan yang diutarakan oleh Abraham Maslow adalah teori yang pas dengan kebutuhan karyawan. Adapun urutan prioritas kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow adalah sebagai berikut:

a.    Kebutuhan-kebutuhan dasar fisiologis.
b.    Keamanan dan keterjaminan.
c.    Cinta.
d.    Penghargaan (esteem).
e.    Perwujudan diri (self-actualization).

Kebutuhan-kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan primer, dan tentu saja diberi prioritas pertama. Berhubungan dengan kebutuhan karyawan, maka upah merupakan salah satu alat pemuas fisiologis. Maka sudah sepentasnya bagi seorang manajer untuk memberikan imbalan kepada para karyawan tepat pada waktunya.

Kebutuhan akan keamanan dan keterjaminan yang berhubungan dengan karyawan itu dipenuhi oleh hal-hal seperti masyarakat yang teratur, kemantapan pekerjaan, kondisi kerja yang aman dan sebagainya.

Kebutuhan akan cinta mencakup kebutuhan akan kasih sayang dan kerinduan akan persahabatan antar sesama karyawan maupun dengan atasan. Hubungan yang terjalin di kantor bukan hanya sebatas rekan kerja, akan tetapi terjalin hubungan persaudaraan di dalamnya.

Kebutuhan akan penghargaan mencakup keinginan akan restu baik dari atasan maupun sesama rekan kerja. Dengan terpenuhinya kebutuhan akan penghargaan, maka perasaan berharga dan mampu akan semakin besar. Penghargaan di sini dapat berupa pujian lisan atas pekerjaannya yang berhasil. Pujilah suatu hal baik yang dilakukan karyawan secara pribadi. Utarakan pujian ini ketika waktunya tepat.

Sekali-kali utarakan pada karyawan betapa kita menghargai mereka. Misalnya ajaklah mereka keluar untuk minum kopi dan sampaikan hal apa yang membuat kita menghargai mereka, misalnya bahwa mereka disiplin, mudah dilatih dan lain-lain.

Kebutuhan yang terakhir yaitu kebutuhan akan perwujudan diri yang mana kebutuhan ini mengacu pada keinginan untuk pemenuhan diri dan prestasi. Seseorang menginginkan perwujudan dalam bidang dan kemampuan yang ia miliki. Ini adalah kebutuhan tingkat tertinggi dan mempunyai prioritas terendah di banding kebetuhankebutuhan yang telah disebut di atas.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close