Perkembangan Pola Pikir Manusia

Written by
Sudah merupakan hukum alam (natural law) bahwa pemikiran manusia berdaur dari taraf yang sederhana menuju taraf yang lebih sempurna, Setelah melalui proses yang panjang, hingga pemikiran menjadi bersifat kompleks dan canggih(sophisticated).



Dalam Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 78 dinyatakan:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya:”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” QS AN NAHL : 78.

Sehubungan dengan itu, Augustie Comte menegaskan evolusi perkembangan kehidupan manusia (termasuk dalam evolusi pemikirannya) melalui tiga tahapan yaitu tahapan fictions, tahapan metafisika atau abstrak dan tahapan positif ilmiah.

Pada tahapan fictions, dalam menafsirkan fenomena-fenomena di sekitarnaya, manusia menggunakan tolak ukur mitos teologis yaitu berusaha mengkaitkan fenomena dengan adanya kekuatan dewa atau Tuhan yang Maha Esa. Atau dengan kata lain, manusia hanya mereka-reka atas pertanyaan yang tidak mampu di jawabnya, dengan mengambil kesimpulan atau jawaban sendiri (mitos). Penafsiran ini penting bagi manusia dalam rangka mengadaptasikan diri dengan lingkungan yang memusuhinya dan untuk melindungi dirinya dari faktor-faktor yang tidak terduga sebelumnya. Contoh konkritnya adalah adanya aktifitas sesajen yang di maksudkan untuk mengusir roh jahat yang masih di tradisikan oleh masyarakat sampai sekarang.

Kemudian pada tahapan kedua, tahapan metafisika atau abstraktif yang merupakan perkembangan dari tahapan pertama (fictions). Manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala kehidupan terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat di ungkapkan. Pada tahapan ini, manusia masih terikat oleh cita-cita tanpa verifikasi oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam. Hal yang terakhir inilah yang merupakan tugas ilmu pengetahuan positif yang merupakan tahapan ketiga atau tahapan terakhir dari perkembangan manusia.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close