Peranan Supervisi PAI

Written by
Supervisi menurut Kimball Wiles berfungsi membantu (assisting) memberi support (supporting) dan mengajak mengikutsertakan (sharing). Dilihat dari fungsinya, tampak dengan jelas peranan supervisi itu. Peranan itu tampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan tugasnya. Seorang supervisor harus dapat mengaktualisasikan peranannya sesuai dengan fungsi dan tugas yang diembannya.

Keberadaan supervisor harus mampu memberikan sugesti, melayani, dan melaksanakan pembinaan kepada para guru yang berada di bawah kewenangannya. Serta pula haruslah memandang para guru itu sebagai manusia yang memiliki potensi. Mengenai peranan supervisi dapat dikemukakan berbagai pendapat para ahli. Seorang supervisor dapat berperan sebagai:

1.    Coordinator
2.    Konsultan
3.    Pemimpin kelompok
4.    Evaluator

  • Sebagai koordinator ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar, tugas-tugas anggota staf berbagai kegiatan yang berbeda-beda diantara guru-guru. Contoh konkret menkoordinasi tugas mengajar satu mata pelajaran yang dibina oleh berbagai guru.
  • Sebagai konsultan ia dapat memberi bantuan, bersama mengkonsultasikan masalah yang dialami guru baik secara individual maupun secara kelompok. Misalnya, kesulitan dalam mengatasi anak yang sulit belajar, yang menyebabkan guru sendiri sulit mengatasi dalam tatap muka di kelas.
  • Sebagai pemimpin kelompok ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok, pada saat mengembangkan kurikulum, materi pelajaran dan kebutuhan professional guru-guru secara bersama. Sebagai pemimpin kelompok ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat-kiat dalam bekerja untuk kelompok (working for the group), bekerja dengan kelompok (working with the group) dan bekerja melalui kelompok (working through the group).
  • Sebagai evaluator ia dapat membantu guru-guru dalam menilai hasil dan proses dan belajar, dapat menilai kurikulum yang sedang dikembangkan. Ia juga belajar menatap dirinya sendiri. Ia dibantu dalam merefleksi dirinya, yaitu konsep dirinya (self concept), ide/cita-cita dirinya (self idea), realitas dirinya (self reality).  Misalnya, di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat dipakai sebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya.

Said melengkapi peranan supervisi PAI sebagai berikut:
  1. Supervisi sebagai kepemimpinan
  2. Supervisi sebagai inspeksi
  3. Supervisi sebagai penelitian
  4. Supervisi sebagai latihan dan bimbingan
  5. Supervisi sebagai sumber dan pelayanan
  6. Supervisi sebagai koordinasi
  7. Supervisi sebagai evaluasi.

  • Supervisi sebagai inspeksi, ada keterkaitan antara kegiatan dan perencanaan dengan kegiatan inspeksi. Setiap kegiatan yang berencana memerlukan inspeksi, artinya adanaya control sampai dimana ketentuan yang telah ditetapkan.
  • Supervisi sebagai peneliti, kegiatan penelitian yang harus dilakukan supervisor merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi atau temuan-temuan yang didapatkan ketika ia melakukan kegiatan supervisi. Meneliti artinya mencari data-data mengapa temuan-temuan itu terjadi. Temuan-temuan yang didapatkan, dicari latar belakangnya. Dengan mengetahui latar belakang itu, diupayakan dicari format penyelesaian terbaik terutama dijadikan acuan dalam menyusun program pembinaan kepada para guru pada tahap berikutnya.
  • Supervisi sebagai latihan dan bimbingan, supervisor harus memberikan latihan dan bimbingan kepada para guru sebgai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya. Bentuk latihan dapat diformatkan berupa: diskusi, demonstrasi, penataan, dan memberikan tugas tertentu yang harus dikerjakan oleh para guru. Selanjutnya setelah para guru menyelesaikan kegiatan latihan, mereka perlu mendapatkan dorongan dan bimbingan untuk mengimplementasikan keterampilan baru yang telah mereka peroleh setelah mereka mengikuti latihan.
  • Supervisi sebagai sumber dan pelayanan, supervisor merupakan sumber dan memberikan pelayanan kepada para guru. Ia merupakan sumber nasehat, petunjuk, pengetahuan, dan idea serta inspirasi. Paling tidak ia merupakan sumber informasi yang bisa memberitahukan dimana dan bagaimana memperoleh sumber yang diperlukan. 

Sementara jenis supervisi dilihat dari peranannya dalam perubahan, yaitu:
  1. Supervisi traktif, artinya supervisi yang hanya berusaha melakukan perubahan kecil karena menjaga kontinuitas.
  2. Supervisi dinamik, yaitu supervisi yang diarahkan untuk mengubah secara lebih intensif praktek-praktek pengajaran tertentu. 


Dalam pendapat lain, pembinaan professional dilakukan karena satu alasan, yaitu pemberdayaan akuntabilitas professional guru yang pada gilirannya meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Untuk maksud tersebut, para pengawas melakukan peranannya sebagai berikut:
1.    Peneliti
2.    Konsultan dan penasihat
3.    Fasilitator
4.    Motivator
5.    Pelopor pembaruan

Selain peranan di atas, Burhanuddin mengungkapkan peranan supervisor adalah sebagai berikut:
  1. Person in the middle (orang di tengah); supervisor terperangkap di tengah, hubungan antara guru dan administrator, berjuang dengan gigih untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan kedua tuntunan (antara guru dan administrator).
  2. Marginal person (orang pinggiran); supervisor biasanya tidak diterima dan tidak dihiraukan oleh kedua belah pihak (guru dan pimpinan sekolah). Akibatnya, supervisor demikian sering menghabiskan waktunya hanya sebagai seorang administraror kurikulum, pengantar yang menyediakan bahan-bahan atau yang hanya bersangkutan dengan aktivitas perkantoran.
  3. Another teacher (guru yang lain); supervisor dianggap sebagai orang yang menjadi penghubung. Supervisi diberi kekuasaan dan kebebasan bertindak yang sangat kecil. Pekerjaan supervisi lebih banyak tertumpu pada kegiatan kerumahtanggaan yang sifatnya membosankan dan pemeliharaan segenap aktivitas organisasi, sementara tanggung jawab dibidang kepemimpinan tidak diperhatikan.
  4. Human relation specialist (spesialis hubungan insani); supervisor dipandang sebagai tenaga ahli bidang hubungan manusiawi yang ditugasi untuk memelihara dan mempertahankan dimensi manusia dalam organisasi.
  5. Human resources link (mata rantai atau penghubung sumber daya manusia); supervisor tidak dianggap sebagai alat atau buffer organisasi, sebagai anggota kunci dari tim pimpinan sekolah. Ia merupakan  salah satu mata rantai penghubung yang penting antara subsistem manajemen organisasi sekolah dan subsistem pendidikan pengajaran. 

Dari penjelasan di atas, ada banyak peranan supervisi. Namun, pada hakikatnya peranan supervisi dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Membantu guru melihat dengan jelas proses belajar mengajar sebagai suatu system.
  2. Membantu guru melihat dengan jelas tujuan pendidikan
  3. Membantu guru menerapkan metode mengajar yang lebih baik
  4. Membantu guru menyusun kegiatan belajar mengajar
  5. Membantu guru menggunakan sumber pengalaman belajar
  6. Membantu guru menciptakan alat peraga pembelajaran dan aplikasinya
  7. Membantu guru menyusun program belajar mengajar
  8. Membantu guru menyusun tes prestasi belajar
  9. Membantu guru belajar mengenal siswa
  10. Membantu guru meningkatkan moral dan kenyamanan bekerja
  11. Membantu guru memahami kode etik jabatan guru dan penghormatan terhadap korp.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close