Pengertian Terorisme

Teror : Adalah perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis, dalam usaha menciptakan ketakutan, kengerian oleh seseorang atau golongan.



Teroris : Adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut.
Terorisme : Adalah Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan.

Selain itu, ada beberapa definisi tentang terorisme antara lain:
  1. Menurut Konvensi PBB tahun 1937, terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditujukan langsung kepada Negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas.
  2. Menurut US Federal Bureau of Investigation (FBI), terorisme adalah penggunaan kekuasaan tidak sah atau kekerasan atas seseorang atau harta untuk mengintimidasi sebuah pemerintahan, penduduk sipil dan elemen-elemennya untuk mencapai tujuan-tujuan sosial atau politik.
  3. Menurut Muhammad Mustofa, terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang ditujukan kepada sasaran secara acak (tidak ada hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan, kematian, ketakutan, ketidakpastian dan keputusasaan massal.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa terorisme adalah sebuah kelompok yang memakai cara kekerasan kepada orang yang tidak punya masalah dengan mereka. Kekerasan tersebut adalah sarana untuk mengintimidasi, melukai, dan memaksa orang lain supaya tunduk dan patuh kepada kemauannya. Meskipun dalam persepsi mereka, hal tersebut merupakan tindakan yang adil.

Ciri-ciri Terorisme:

Menurut beberapa literatur dan referensi termasuk surat kabar dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri terorisme adalah :
  1. Organisasi yang baik, berdisiplin tinggi & militant
  2. Mempunyai tujuan politik, ideologi tetapi melakukan kejahatan kriminal untuk mencapai tujuan.
  3. Tidak mengindahkan norma-norma universal yang berlaku, seperti agama, hukum dan HAM.
  4. Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologis yang tinggi untuk menimbulkan rasa takut dan mendapatkan publikasi yang luas.
  5. Menggunakan cara-cara antara lain seperti : pengeboman, penculikan, penyanderaan, pembajakan dan sebagainya yang dapat menarik perhatian massa/public.
Rasulullah bersabda : “Barang siapa yang mencekik lehernya sendiri, ia akan mencekik lehernya sendiri di Neraka, dan barang siapa yang menusuk dirinya ia akan menusuk dirinya di Neraka, barang siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung dan mati maka ia akan menjatuhkan dirinya kedalam api neraka selama-lamanya. Barang siapa yang meminum racun dan mati, ia akan membawa racun tersebut di tangannya dan meminumnya di Neraka selama-lamanya. Barang siapa membunuh dirinya sendiri dengan cara apapun akan disiksa dengan cara serupa di Neraka. Barang siapa membunuh dirinya dengan cara apapun di dunia ini, ia akan di siksa dengannya di hari kebangkitan nanti.” (Hadits Qudsi).

Berdasarkan pengalaman di Amerika beberapa waktu lalu, peristiwa di ruang bawah tanah WTC(World Trade Centre) tahun 1993, pemboman kedutaan besar Amerika di Afrika Timur tahun 1998, serangan terhadap USS Cole tahun 2000 di Aden, dan tentu saja pembantaian 11 September 2001 di duga di lakukan oleh kelompok-kelompok teroris yang kemungkinan adalah kelompok Muslim. Serangan 11 september dan aksi-aksi serupa menandai  kesediaan para pelaku untuk melakukan bunuh diri dan kekejaman orang yang mengirim mereka mengingat saudara-saudara mereka sendiri dan masyarakat umum yang menjadi korbannya. Dapatkah hal ini di benarkan oleh berbagai ajaran islam? Jawabannya pasti tidak. Pembunuhan yang kejam atas ribuan orang di WTC, termasuk banyak yang bukan orang amerika, sebagiannya adalah Muslim dari Negara-negara Islam, tidak dapat dibenarkan dalam sejarah islam. Tentu saja ada beberapa perbuatan kejam yang sengaja dilakukan dalam sejarah manusia. Perbuatan-perbuatan ini bukan hanya kejahatan terhadap kemanusiaan dan melawan peradaban, perbuatan tersebut juga dikategorikan dalam pandangan islam sebagai fitnah ketika mereka yang melakukan hal tersebut menyatakan melakukannya atas nama Allah, Rosul dan Al-Qur’an. Dari situlah awal munculnya isu-isu tentang teroris.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel