Pendekatan Supervisi PAI

Written by
Pendekatan yang digunakan dalam menerapkan supervisi pendidikan sering didasarkan pada prinsip-prinsip psikologis. Suatu pendekatan supervisi pendidikan sangat bergantung pada prototipe/guru.

Ada satu paradigma yang dikemukakan oleh Glickman dalam Sahertian, memilah-milah guru kedalam empat tipe guru. Ia mengemukakan setiap guru memiliki dua kemampuan dasar, yaitu berfikir abstrak dan komitmen.

Secara teoritis, terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan supervisor dalam melakukan supervisi pendidikan sebagai berikut:

1.    Pendekatan Langsung

Pendekatan langsung adalah cara pendekatan terhadap permasalahan yang bersifat langsung. Supervisor memberikan arahan secara langsung kepada kepala sekolah dan guru-guru yang disupervisi sehingga perilaku supervisor lebih dominan. Pendekatan langsung (direct) ini berdasarkan pada pemahaman terhadap psikologi behaviorisme yang pada prinsipnya menyatakan bahwa segala perbuatan berasal dari reflek yaitu respon terhadap rangsangan atau stimulus.

2.    Pendekatan tidak langsung (Non-Direct)

Yang dimaksud dengan pendekatan tidak langsung adalah cara pendekatan terhadap permasalaha yang sifatnya tidak langsung. Peranan supervisor disini adalah mendengarkan, mendorong atau membangkitkan kesadaran sendiri dan pengalaman-pengalaman guru diklasifikasikan. Oleh karena itu pendekatan ini bercirikan prilaku dimana supervisor mendengarkan guru, mendorong guru, mengajukan pertanyaan, menawarkan fikiran bila diminta dan membimbing guru untuk melakukan tindakan. Tanggung jawab supervisi lebih banyak berada dipihak guru.

3.    Pendekatan kolaboratif

Yang dimaksud dengan pendekatan kolaboratif adalah cara pendekatan yang memadukan cara pendekatan direct dan nondirect menjadi cara pendekatan baru. Pada pendekatan ini prilaku supervisi yang menonjol dari supervisor adalah “presenting, ploblem solving dan negotiating”. Tugas supervisor dalam hal ini adalah mendengarkan dan memperhatikan secara cermat akan keprihatin guru terhadap masalah perbaikan mengajarnya dan juga gagasan-gagasan guru untuk  mengatasi masalah itu. Selanjutnya supervisor dapat meminta penjelasan kepada guru apabila ada hal-hal yang diungkapkannya kurang dipaham, kemudian ia mendorong guru untuk mengaktualisasikan inisiatif yang dipikirkannya untuk memecahkan masalah yang dihadapinya atau meningkatkan pengajarannya.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close