Langkah-langkah dalam Menyusun Tata Ruang dan Perencanaan Tata Ruang

Written by
Sebelum dimulai membuat konsep menyusun tata ruang, maka terlebih dahulu mengetahui langkah-langkah menyusun tata ruang antara lain:


  1. Mengetahui sifat pekerjaan dan jumlah pegawai.
  2. membuat gambar denah ruangan dengan memakai skala, mencantumkan panjang dan lebar ruangan yang bersangkutan, memberikan tanda, tempat pintu, jendela dan lainnya.
  3. Susun letak meja kursi pegawai dan perabot lainnya  dengan memberi nomor dan kode masing-masing.
  4. Menyusun denah konsep tata ruang dengan memperhitungkan kemungkinkan perubahan yang disebabkan oleh:
  • Penambahan atau pengurangan pegawai
  • Penambahan atau pergantian perabot/alat kerja
  • Perubahan penyelesaian prosedur kerja
  • Perubahan atau pengembangan struktur organisasi
  • Penambahan atau pengurangan atau perubahan pekerjaan. 
Dibawah ini merupakan tata cara langkah-langkah perencanaan tata ruang kantor sebagai mana dideskripsikan oleh the Liang Gie. 1983
  1. Membuat gambar denah kantor
  2. Mendeskripsikan semua aktivitas yang harus dikerjakan kantor yang meliputi jumlah personel kantor, proses penyelesaian dan urut-urutan kantor.
  3. Menyusun letak perabot dan peraalatan serta bahan-bahan kantor melalui gambar-gambar kemudian digunting.
  4. Menata bahan-bahan diatas denah ruang.
Dari beberapa langkah-langkah diatas sebelumnya ada pedoman-pedoman tertentu dalam perencanaan tata ruang kantor yakni:
  1. Proses pelaksanaannya dapat menenmpuh jarak yang sependek mungkin.
  2. Rangkaian aktivitas tata usaha berjalan lancar.
  3. Penggunaan ruang secara efisien.
  4. Kesehatan dan kepuasan kerja pegawai terjaga
  5. Pengawasan terhadap pekerjaan dapat berlangsung memuaskan.
  6. Memberi kesan yang baik oleh pihak luar atau tamu yang berkunjung ke kantor.
  7. Fleksibel
Tata ruang kantor dapat dibedakan menjadi dua macam:
  1. Tata ruang yang terpisah-pisah atau tertutup
  2. Tata ruang yang terbuka.
Tata ruang yang terpisah-pisah atau tertutup terdapat  bagian-bagian atau pemisah pada gedungnya dengan berbentuk kamar-kamar. Setiap ruang yang satu dengan lainnya merupakan bidang pekerjaan yang berbeda, contoh ruang A merupakan ruang kesekretariatan sedang kan ruang B adalah ruang kepala.

Tata Ruang terbuka merupakan ruang kerja yang tidak ada pemisah, ruang terbuka biasanya memiliki ukuran yang lebih luas dari pada ruang tertutup, karena setiap susunan pekerjaan terdapat dalam satu ruang tersebut.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close