Karakter Kosmologi Aliran Irfani

Written by
Ajaran Kosmologi aliran irfani juga berbeda dengan konsep kosmologis filosof peripatetik maupun illuminasionis.

Aliran irfani berpandangan bahwa apa pun yang ada di alam semesta ini hanyalah manifestasi-manifestasi Ilahi, yang tidak mungkin ada tanpa keberadaan Tuhan, Sang wujud sejati. Akal pertama merupakan manifestasi pertama Tuhan, di susul kemudian oleh jiwa universal dan tabi’at universal yang tidak lain dari pada manifestasi-manifestasi Tuhan berikutnya.  Demikian seterusnya hingga mencapai tingkat manusia, yang sangat potensial untuk menjadi tempat tajalli seluruh sifat Tuhan.

Dengan konsep tajalli ini, Tuhan tidak di pandang jauh dan terpisah dari alam, tetapi justru menjadi prinsip dasar yang berada dalam “jantung” alam semesta itu sendiri. Alam merupakan self enfolding (realisasi diri) Tuhan sendiri. Dengan kata lain, Tuhan adalah Imanen karena hadir di jantung alam sendiri, tetapi juga pada sisi lain, Tuhan dalah Transenden, karena ia menjadi sumber, prinsip dasar dan syarat bagi keberadaan alam semesta, yang berbeda darinya.

Dengan sebabab demikian, terdapat sementara ahli yang menyebut ajaran aliran filsafat irfani ini sebagai “Panentheisme”,  dimana Tuhan bukan hanya diakui bersifat Imanen sebagaimana dalam filsafat pantheisme tetapi juga transenden, seperti dalam phanteisme, dalam arti Dia tidak sama dengan alam, atau apapun yang ada selainnya.

Warisan agung tradisi irfani sebagaimana untuk sebagian tertuang diatas, terutama warisan ‘Arabi dan Jalal al-Din Rumi, sedemikian diakrabi oleh para pemikir islam, terutama dari kalangan pemikir Syi’ah pasca Ibn Rusyd, mulai dari Baba Afdhal (w. 1213-1214 M), al-Halili (w. 1325 M), al-‘Amuli (w. 1385 M), Ibn Turkah (w. 1432 M) sampai Mir Damad dan Mir Findirizki (w. 1641 M).

Dapat di simpulkan bahwa aliran irfani (Tasawuf) bertumpu pada pengalaman mistis yang bersifat supra-rasional. Jika pengenalan rasional bertumpu pada akal maka pengenalan sufistik bertumpu pada hati. 
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close