Jenis Supervisi Pendidikan Agam Islam

Written by
Berdasarkan banyaknya jenis pekerjaan yang dilakukan oleh guru-guru maupun oleh karyawan pendidikan, penulis berpendapat bahwa supervisi di dalam dunia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu supervisi umum dan supervisi pendidikan. Disamping kedua jenis tersebut, kita mengenal pula istilah supervisi klinis.  Untuk memperjelas pengertian dan perbedaan jenis-jenis supevisi tersebut dapat diikuti pada uraian berikut:


1.    Supervisi umum dan supervisi pendidikan

Supervisi umum adalah supervisi yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan atau pekerjaan yang secara tidak langsung berhubungan dengan usaha perbaikan pengajaran, seperti supervisi terhadap kegiatan pengelolaan bangunan dan perlengkapa sekolah atau kantor-kantor pendidikan, supervisi terhadap kegiatan pengelolaan administrasi kantor, supervisi pengelolaan keuangan sekolah aatau kantor pendidikan dan sebagainya.

Supervisi umum dimaksudkan supervisi yang mengembangkan materi kurikulum secara intensif  yang berkaitan pula dengan memperinci silabus/GBPP dan tujuan instruksional/indikator-indikator yang mempunyai pengaruh nyata terhadap perilaku guru dikelas.  Dengan kata lain, perilaaku proses belajar mengajar dikelas dapat di kendalikan bila material kuruikulum lebih terperinci, berstruktur nyata dan dibakukan.

Sedangkan supervisi pengajaran merupakan kegiatan-kegiatan supervisi yangdiorientasikan untuk memperbaiki situasi belajar mengajar yang lebih baik demi tercapainya tujuan pendidikan. Pada jeinis supervisi ini diupayakan bagaimana agarsituasi belajar mengajar pendidikan agama islam berlangsung secara lebih baik, ada kegiatan perbaikan dan peningkatan situasi dari sebelumnya.
Sementara  yang dimaksud dengan supervisi pendidikan ialah kegiatan-kegiatan kepengawasan yang ditunjukkan untuk emperbaiki kondisi-kondisi baik personil maupun materiil yang memungkinkan terciptanya situasi belajar mengajar yang lebih baik demi terciptanya tujuan pendidikan. Jadi tampak terdapat perbedaan tipis antara kedua jenis supervisi tersebut, tetapi bila dicermati justru saling melengkapi. Supervisi umum diarahkan pada hal-hal yang mendukung terjadinya proses belajar pendidikan seperti fasilitas dan srana-prasarana pembelejaran, supervisi pendidikan diarahkan pada perbaikan kinerja guru supaya proses pembelajaran yang dilakukan itu lebih baik.

2.    Supervisi Klinis

Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Dikatakan supervisi klinis karena prosedurpelaksanaannya lebih ditekankan kepada mencari sebab-sebab atas kelemahan yang terjadi didalam proses belajar mengajar, dan kemudian secara langsung pula diusahakan bagaimana cara cara memperbaiki kelemahanatau kekurangan tersebut.

Richard Waller memberikan definisi tentang supervisi klinis sebagai berikut “super klinis” adalah siklus yang sistematis dari tahap perencanaan, pengamatan, dan analisis intelektual yang intensif terhadap penampilan mengajar sebenarnya dengan tujuan untuk mengadakan modifikasi yang rasional.

Salah satu supervisi akademik yang sangat terkenal adalah supervisi klinis yang memiliki karakteristik sebagai berikut.
  • Bertujuan unttuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
  • Diberikan kepada guru berupa bantuan, bukan perintah sehingga inisiatif berada di tangan guru
  • Aspek yang disupervisi berdasarkan usulan guru, yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan .
  • Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersam oleh guru dan kepala sekolah secara kolaboratif.
  • Umpan balik diberikan segera setelah pengamatan.
  • Diskusi dilakukan terhadap hasil anlisis dan data hasil pengamatan dengan mendahulukan penafsiran guru.
  • Kegiatan supervisi dilakukan secara tatap muka, dalam suasana bebas, dan terbuka.
  • Kepala sekolah sebagai supervisor lebih banyak mendengarkan dan menjawab pertanyaan guru daripada memberi pengarahan.
  • Kegiatan supervisi klinis sedikitnya mencakup tiga tahap, yaitu pertemuan awal, pengamatan, dan pertemuan umpan balik.
  • Adanya penguatan  terhadap perubahan perilaku yang positif sebagai hasil pembinaan.
  • Dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close