Jenis-jenis Komunikasi

Written by

Ada beberapa jenis komunikasi dalam organisasi kantor yaitu;

1.    Komunikasi kebawah (Downward communication)
Komunikasi kebawah adalah komunikasi yang mengalir dari wewenang yang lebih tinggi ke wewenang yang lebih rendah. Komunikasi ini berasal dari seseorang yang mempunyai posisi yang lebih tinggi kepada seseorang yang mempunyai status yang lebih rendah. Komunikasi kebawah ini biasanya berupa policy/kebijakan, perintah, petunjuk, dan inormasi yang bersifat umum. Komunikasi ini bisa dilakukan dengan tatap muka, melalui telepone, papan buletin, pengumuman, buku pedoman, edaran tertulis, dan sebagainya.  Sedangkan menurut Amirullah dalam buku Pengantar Manajemen, bentuk yang paling umum adalah intruksi, memo resmi, pernyataan tentang kebijakan peruasahaan, prosedur, pedoman kerja, dan pengumuman perusahaan.  Tetapi komunikasi kebawah sering kali kurang tepat dan kurang teliti. Hal ini terlihat dari pernyataan yang sering terdengar di antara para anggota organisasi bahwa mereka kurang memahami apa yang sebenarnya terjadi.

2.    Komunikasi ke Atas  (Upward Communication)

Komunikasi ini merupakan kebalikan dari komunikasi ke bawah. Komunikasi ke atas yang efektif sulit untuk tercapai, terutama dalam organisasi besar. Alat komunikasi ke atas yang sering diguanakan secara luas terdiri dari kotak saran, rapat kelompok, laporan, dan prosedur permohonan atau keluhan. Jika ini tidak ada maka orang akan mencari suatu cara apapun juga untuk menyesuaikan diri dengan saluran komunikasi keatas yang tidak ada. Saluran komunikasi keatas yang efektif sangat penting karena saluran itu memberikan kesempatan bagi pegawai untuk berbicara.     

Komunikasi ke atas dapat dilakukan lewat tatap muka, demonstrasi, surat terbuka, surat kaleng, dan sebagainya. Seorang pemimpin harus memperhatikan komunikasi ke atas, agar dapat mengetahui apa yang dilakukan bawahan dan dapat mengecek komunikasi ke bawahnya dapat dilaksanakan dengan baik. Namun, pemimpin harus mengendalikan komunikasi keatas dengan jalur yang benar.

3.    Komunikasi Horizontal (Horizontal Communication) Komunikasi horizontal adalah komunikasi antar-status yang sama dalam organisasi. Komunikasi horizontal mempunyai dua tujuan, yaitu mempercepat jalannya komunikasi antar-bagian yang memiliki status yang sama, dan dapat menyatukan organisasi secara sosial. Sebagai contoh, bagian pemasaran dapat berhubungan langsung dengan bagian keungan untuk meminta biaya transport tanpa harus melewati Direktur. Jika lewat Direktur, maka jalur komunkasi yang ditempuh akan panjang dan akan menghambat jalannya organisasi secara keseluruhan. Jalu kontro yang ditempuh Direktur bisa meminta pertanggung jawaban bagian pemasaran dan bagian keuangan.

4.    Komunikasi DiagonalJenis komunikasi ini jarang sekali dipergunankan, namun komunikasi diagonal penting ketika di mana para anggota tidak dapat berkomunikasi secara efektif lewat jaur lain. Misanya, seorang pengawas keuangan dari sebuah organisasi besar mungkin melibatkan tenaga penjualan yang mengirim laporan khusus langsung kepada pengawas keuangan, dan tidak melewati jalur trandisional dalam departemen pemasaran.  berikut gambaran komunikasi kebawah, ke atas, horizontal dan diagonal.
      
Disamping jenis komunikasi di atas, ada komunikasi verbal yang menggunakan kata-kata baik lisan maupun tertulis, dan komunikasi nonverbal yaitu komunikasi yang menggunakan bahasa badan atau tubuh, seperti gerakan tangan, jari, mata, kepala dan lain-lain atau dengan cara mengirim bunga kepada rekan kerja, memberikan cindera mata kepada pemimpin dan lain sebagainya. Alasan penggunaan jenis komunikasi ini biasanya berkaitan dengan  waktu dan situasi saat komunikasi terjadi.

Ada jenis komunikasi yang lain yang disebut komunikasi langsung dan tidak langsung. Teknik komunikasi tersebut meliputi pertemuan individual dan massal, media cetak dan media elektronik. Pertemuan massal bisa berupa rapat anggota, seminar, diskusi, panel, lokakarya, simposium, dan rapat umum/kampanye. Media cetak bisa berupa surat, edaran, surat kabar, majalah, jurnal, pamflet, buku, pengumuman, foto, dan gambar. Media eletronik bisa berupa telepon, radio, televisi, E-mail, Internet, dan komputer serta faximile.

Dalam dunia organisasi kantor dikenal adanya susunan organisasi formal dan informal, maka komunikasinya pun dikenal dengan komunikasi formal dan informal. Komunikasi formal mengikuti jalur hubungan formal yang tergambar dalam susunan struktur organisasi. Adapun komunikasi informal arus informasinya sesuai kepentingan dan kehendak masing-masing pribadi yang ada dalam organisasi tersebut. proses hubungan komunikasi informal tidak mengikuti jalur struktur formal.

Dari beberapa jenis komunikasi diatas, maka komunikasi yang berlangsung dalam organisasi kantor hendaknya menggunakan jenis komunikasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang dibutuhkan. Komunikasi kantor bisa berupa komunikasi antar kelompok organisasi dan komunikasi antar pribadi. Komunikasi antar anggota organisasi merupakan sumber kehidupan dan kedinamisan organisasi. Sebagaimana dikatakan oleh Chester Barnard sebagaiaman dikutip oleh Miftah Thoha bahwa “setiap teori organisasi yang tuntas, komunikasi akan menduduki suatu tempat yang utama, karena susunan, keluasan, dan cakupan organisasi secara keseluruhannya ditentukan oleh teknik komunikasi”. 
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close