Sistem Penganggaran Pendidikan

Written by
Untuk dapat menyusun anggaran pendidikan yang tepat, para administrator dan manajer pendidikan harus memahami dan menguasai sistem penganggaran yang berlaku di suatu negara. Paling sedikit ada enam sistem penganggaran pendidikan yang dikenal dan dianut oleh suatu negara yaitu:

  1. Line Item Budgeting (LIB), adalah sistem peanggaran pendidikan yang berorientasi kepada jenis barang yang diperlukan. Pengalokasian anggaran pendidikan dilakukan berdasarkan kepada barang-barang yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pendidikan.  Anggaran LIB merupakan bentuk anggaran yang paling sederhana dan banyak digunakan. Setiap pengeluaran dikelompokkan berdasarkan kategori-kategori, misalnya; gaji, upah,honor menjadi satu kategori atau satu nomor atau butir.
  2. Capital Budgeting (CAB), adalah sistem penganggaran pendidikan yang berorientasi pada jangka waktu yang lama. Pengalokasian anggaran pendidikan dilakukan dengan memperhitungkan jumlah anggaran yang diperlukan untuk perencanaan jangka panjang. Misalnya, rencana jangka panjang (5 tahun ke depan) adalah membangun 15 unit sekolah baru, merehabilitasi 200 unit sekolah lama, membangun 15 ruang laboratorium bahasa, membangun 75 ruang perpustakaan sekolah dan lain sebagainya, maka biaya yang dialokasikan menurut sistem ini adalah untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat investasi jangka panjang. CAB tidak lain merupakan sistem pengalokasian anggaran untuk biaya modal atau biaya pembangunan.
  3. Performance Budgeting (PEB), adalah sistem penganggaran pendidikan yang berorientasi selain pada jenis barang yang diperlukan, dan pada jangka waktu yang lebih lama, juga berorientasi kepada keluaran. Oleh sebab itu pada sistem penganggaran ini, perumusan tujuan umum maupun tujuan khusus dan kiteria pengukuran keluaran harus jelas dan dapat diukur.  Jadi anggaran bedasarkan hasil (performance budget) adalah anggarnan yang menekankan hasil dan bukan pada keterperincian dari suatu lokasi anggaran. Pekerjaan akhir dalam suatu program dipecahkan dalam bentuk beban kerja dan unit hasil yang dapat diukur. Hasil pengukurannya dipergunakan untuk menghitung masukan dana dan tenaga yang dipergunakan untuk mencapai suatu program.
  4. Program Budgeting (PROB), adalah sistem penganggaran pendidikan yang dirancang untuk mengidentifikasi biaya setiap program. Perhitungan anggaran didasarkan pada perhitungan dari masing-masing jenis program.  Jenis program yang terkait dengan program tersebut yaitu seperti anggaran untuk penataan guru yang di dalamnya mencakup gaji/ upah panitia, gaji/ upah penatar, konsumsi selama penataran, dan sebagainya.
  5. Planning Programing and Budgeting System (PPBS), adalah sistem penganggaran pendidikan sebuah kerangka kerja dalam perencanaan dan mengorganisasikan informasi dan menganalisisnya secara sistematis. Dalam sistem ini, setiap program dinyatakan dengan jelas, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Semua tentang biaya, keuntungan, kelayakan suatu program disajikan secara lengkap sehingga pengambil keputusan dapat menentukan pilihan program yang dianggap paling menguntungkan.  Dengan demikian PPBS pada dasarnya dapat dipandang sebagai suatu sistem penyusunan anggaran yang terintegrasi yang dimulai dengan perencanaan kemudian disusun program kegiatan serta ditentukan anggarannya untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
  6. Zero Base Budgeting (ZBB), adalah sistem penganggaran pendidikan yang berorientasi kepada keterbatasan sumber dana, karena dana terbatas maka dalam melakukan pengalokasian anggaran harus ada penajaman prioritas baik mengenai program , kegiatan maupun sasaran yang ingin dicapai.
  7. Penggunaan sistem pengaggaran oleh suatu negara sangat bergantung kepada kondisi dan situasi negara yang bersangkutan. Indonesia menerapkan sistem penganggaran pendidikan dengan nama sistem perencanaan, penyusunan program dan anggaran (SIPPA) atau sistem perencanaan, penyusunan program dan penganggaran (SP4) sebagai modifikasi dari Planning Programing.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close