Pentingnya Penciptaan Iklim Kelas

Dalam kegiatan belajar-mengajar dikelas terjadi komunikasi antara guru dengan peserta didik serta antar peserta didik. Keberhasilan kegiatan belajar-mengajar dikelaspun sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, mulai dari factor guru dan peserta didik itu sendiri, sarana penunjang kegiatan belajar-mengajar dikelas, hingga iklim kelas. Iklim kelas tersebut secara sederhana dapat diartikan dengan suasana kelas.

Seorang guru dapat menjalankan proses pembelajaran harus memiliki pengetahuan atau keterampilan dalam menciptakan kondisi kelas yang kondusif artinya kelas tersebut nyaman, aman, tentram indah dan menarik yang menimbulkan rasa betah untuk berlama-lama tinggal didalam kelas.

Nasution mengungkapkan bahwa ada tiga macam iklim kelas yaitu:
1.    Iklim kelas dengan sikap guru yang otoriterPada saat kegiatan belajar mengajar berangsung didalam kelas, guru yang otoriter akan menggunakan kekuasaan atau kewenangannya untuk mencapai tujuan kegitan belajar-mengajar yang telah ditentukan. Tak jarang dengan kekuasaan atau kewenangannya guru memberikan hukuman kepada peserta didik  yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Dengan ancaman dan juga hukuman, guru memaksakan kepada peserta didiknya untuk menguasai materi pelajarannya yang dianggapnya penting sebagai bahan ulangan atau ujian. Memang upaya guru tersebut menjadikan suasana kelas yang tenang, akan tetapi suasana hati peserta didik menjadi tidak tenang karena berada dibawah tekanan guru yang otoriter.

2.    Iklim kelas dengan sikap guru yang permisifSuasana kelas dengan sikap guru yang persimif ini ditandai dengan membiarkan peserta didik berkembang dalam kebebasan tanpa tekanan, ancaman, larangan, perintah atau paksaaan. Guru tidak menonjolkan dirinya dan berasa di belakang untuk memberi bantuan bila dibutuhkan. Sikap ini mengutamakan perkembangan pribadi peserta didik khususnya dalam aspek emosional agar peserta
didik dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kelasnya.

3.    Iklim kelas dengan suasana yang nyataSuasana kelas yang sikap guru yang nyata atau riil ini ditandai dengam pemberian kebebasan kepad peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar dikelas diiringi dengan kegiatan pengendalian terhadapnya. Peserta didik diberi kebebasan untuk belajar sesuai dengan tipe belajarnya serta kemampuan dan minatnya tanpa diawasi dan diatur dengan ketat. Dilain pihak, peserta didik dberi tugas sesuai dengan petunjuk dan pengawasan guru.

Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 3 Pamekasan di kelas VIII B, menunjukkan bahwa guru pengajar lebih pada penerapan iklim kelas dengan suasana yang otoriter. Akan tetapi, disana tidak membuat para peserta didik merasa tertekan dengan aturan yang telah diterapkan oleh guru. Karena sekali waktu, guru juga menggunakan suasana kelas yang permisif terhadap para peserta didiknya.
Dengan tujuan agar para siswa tidak merasa jenuh atau bosan dengan metode atau cara guru mengajar berdasarkan suasana yang menyenangkan. Sehingga nantinya akan tercipta suasana kelas yang menyenangkan atau kondusif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan sesuai dengn tujuan yang telah diterapkan sebelumnya.

Di SMP Negeri 3 Pamekasan dalam penciptaan iklim kelas yang kondusif pada saat mata pelajaran dimulai, Ibu Silawati Ningsih bersikap hangat terhadap semua peserta didiknya agar peserta didiknya merasa nyaman pada saat belajar didalam kelas sehingga tercipta suasana yang menyenangkan.

Selain itu iklim kelas yang kondusif dapat memberikan sumbangsih positif yaitu sebagai berikut:
  1. Peserta didik merasa betah didalam kelas sehingga angka bolos sekolah   dapat diminalisasi.
  2. Peserta didik antusias belajar dikelas. Antusianisme belajar peserta didik tersebut dapat memotivasi mereka belajar sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.
  3. Dengan iklim kelas yang kondusif, peserta didik akan mematuhi segala tata tertib kelas secara sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak lain, khususnya guru.
  4. Iklim kelas yang kondusif dapat menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis antara guru dan peserta didik dan juga antar peserta didik. Keharmonisan tersebut dapat menjadikan mereka merasa berada didalam sebuah keluarga dalam satu rumah, bukan didalam sebuah kelas.
  5. Suasana kelas yang kondusif menjadikan guru bersemangat dan energik saat mengajar. Dengan semangat tersebut, guru dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan maksimal.
  6. Suasana kelas yang kondusif ditandai dengan keaktifan peserta didiknya didalam kelas saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung dan hal itu dapat menjadikan kegiatan belajar-mengajar berjalan dengan efektif.
  7. Iklim kelas yang kondusif memudahkan guru dalam melakukan transformasi pengetahuan dan tranformasi nilai kepada peserta didik.
  8. Iklim kelas yang kondusif dapat memunculkan kesiapan belajar lebih kuat bagi peserta didik.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menciptakan iklim kelas yang berkualitas dan kondusif, yaitu sebagai berikut:
  1. Pendekatan pembelajaran berorientasi pada bagaimana siswa belajar. bahwa proses pembelajaran hendaknya diarahkan pada siswa yang aktif membangun sendiri pengetahuannya.
  2. Adanya penghargaan guru terhadap partisipasi aktif siswa dalam proses kegiatan pembelajaran akan mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapatnya, dan berani menyanggah materi pembelajaran yang sedang dibahas.
  3. Guru hendaknya bersikap demokratis dalam memeneg kegiatan pembelajaran
  4. Setiap permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran hendaknya dibahas secara dialogis. Proses dialogis cukup penting peranannya dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan berkualitas.
  5. Lingkungan kelas sebaiknya dimodif sehingga memotivasi belajar siswa dan mendorong terjadinya proses pembelajaran.
  6. Menyediakan berbagai jenis sumber belajar atau informasi yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat diakses atau dipelajari.
Berdasarkan hasil observasi dikelas VIII B, yang dibina oleh ibu Silawati Ningsih, terdapat beberapa hal yang dapat menghambat terhadap penciptaan iklim kelas yang kondusif, diantaranya yaitu : guru yang tidak terlalu memperhatikan terhadap masing-masing siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung, dikarenakan guru yang terlalu fokus pada materi yang sedang dilaksanakan, sehingga siswa merasa kurang semangat dalam mengikuti materi pembelajaran yang diajarkan oleh guru, kemudian kurangnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran yang akan disampaikan oleh guru, selain itu juga sulitnya guru dalam mengidentifikasi terhadap kebutuhan para siswa juga terkadang terdapat sampah yang berserakan didalam kelas sehingga membuat siswa tidak nyaman dan merasa risih ketika siswa mengikuti proses pembelajaran dikelas. Selain itu proses pembelajaran yang terjadi selama ini masih cenderung satu arah, kurang memperhatikan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Guru masih belum bisa nmenempatkan dirinya sebagai fasilitator dan motivator dalam suatu proses pembelajaran yang lebih menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar.

Dikelas VIII B yang dibimbing oleh Ibu Silawati Ningsih sudah bisa dikatakan kondusif dikarenakan Ibu Silawati Ningsih sudah menggunakan fasilitas yang memadai dan mendukung terhadap terciptanya lingkungan kelas yang kondusif.

Menurut Andi Alamsyah (2008) didalam penciptaan kelas yang kondusif terdapat tujuan-tujuan yaitu diantaranya sebagai berikut:
  1. Agar semua siswa yang ada didalam kelas dapat belajar dengan optimal dan dapat mengatur sarana pembelajaran serta dapat mengendalikan suasana belajar yang menyenangkan untuk mencapai tujuan belajar.
  2. Mengaloksikan kegiatan kelas agar sesuai dengan kemampuan siswa.
  3. Menciptakan suatu kegiatan pembelajara yang aktif.
  4. Menciptakan suasana kelas yang bervariasi, termasuk suasana kekraban dan persahabatan.
  5. Agar lingkungan kelas dapat dapat menjadi motivator dan pencipt inspirasi siswa.
Menurut hasil observasi di SMP Negeri 3 Pamekasan tujuan diadakannya penciptaan kelas yang kondusif yaitu agar tujuan pembelajaran yang diharapkan oleh guru atau peserta didik dapat tercapai secara maksimal. Sedangkan menurut penuturan Ibu Silawati Ningsih mengatakan bahwa tujuan terhadap adanya penciptaan kelas yang kondusif yaitu untuk memberikan suasana yang nyaman terhadap para siswa yang sedang menggali potensi yang dimiliki oleh peserta didik tersebut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel