Pengenalan Masalah Anak Didik

Ada suatu anggapan bahwa masalah-masalah anak tidak dapat ditinggalkan di rumah. Bagaimanapun anak akan membawanya ke sekolah sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran di kelas.

Bahkan mungkin proses pembelajaran menjadi tidak terjadi sama sekali, apabila anak mengalami tekanan bathin karena keamanannya terancam, dan kebutuhan psikologisnya tidak terpenuhi, merasa terkucilkan, merasa tidak dihargai, dan merasa tidak disenangi. Dalam kondisi seperti itu, kemampuan anak untuk belajar menjadi terhalangi sehingga usaha guru untuk melaksanakan proses pembelajaran menjadi sia-sia saja.


Pekerjaan guru tidak akan berhasil dengan baik apabila ia tidak atau kurang memahami anak. Apabila guru ingin sukses dalam melaksanakan pembelajaran, maka pengelolaan kelas yang dilakukan hendaknya mencakup usaha guru untuk memahami masalah-masalah anak dan dapat mengambil langkah penyelesaiannya dengan tepat dan benar.

Pada umumnya guru kurang atau belum menyadari apa yang dihadapi adalah masalah, dan tidak mempermasalhkannya. Biasanya sesuatu baru dianggap masalah jika guru telah merasa kewalahan, guru tidak lagi berdaya dan tidak lagi mampu menghadapi sendiri atau tidak mampu menyelesaikan sendiri. Maka cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut.

  1. Guru menulis semua hal yang dianggap memerlukan perhatian, memerlukan kepedulian karena akan mempunyai dampak yang tidak diharapkan teradi, terutama terkait dengan pembelajaran, seperti intensitas waktu pembelajaran, manajemen kelas, motivasi, sikap, dan nilai perilaku siswa, dan lain-lain.
  2. Guru memilah-milah dan mengklasifikasikan masalah tersebut menurut jenis dan bidang permasalahannya, berdasarkan jumlah siswa yang mengalami masalah tersebut, dan tingkat frekuensi timbulnya masalah tersebut.
  3. Masalah yang telah diidentifikasi dan dipilah-pilah disusun secara sistematis dimulai dari yang ringan, jarang terjadi, sert berdasarkan banyaknya siswa yang mengalami/terlibat dari masing-masing jenis permasalahan tersebut.
  4. Dari setiap urutan masalah tersebut diambil barang 3 atau 5 masalah dan coba dikonfirmasikan kepada guru yang mengajar dibidang studi yang sejenis atau dikonfirmasikan terhadap sesama guru disekolah tersebut atau guru dari sekolah lain.
  5. Jika masalah yang dirumuskan ternyata mendapat konfirmasi, maka masalaha tersebut memang merupakan masalah yang patut untuk diangkat sebagai calon masalah yang harus dipecahkan/diselesaikan. Untuk selanjutnya dikaji kelayakannya untuk dipilih.

0 Response to "Pengenalan Masalah Anak Didik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel