Pengembangan Komunikasi di Kelas

Written by
Dalam dunia pendidikan khususnya dalam konteks sekolah, kwaliatas komunikasi dapat menjadi penentu suasana atau iklim sosial sekolah. Sementara dalam konteks mikro sekolah, kwalitas komunikasi merupakan penentu dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif.
Pada umumnya, adalah dua cara dalam berkomunikasi, yaitu:
a.    Komunikasi satu arah
Komunikasi satu arah merupakan komunikasi yang hanya dimonopoli oleh komunikator. Dalam konteks kelas, komunikasi satu arah merupakan komunikasi yang datang dari guru kepada peserta didiknya yang berupa perintah, arahan, nasihat, maupun teguran. Orang yang mengimplementasikan komunikasi satu arah ini adalah orng yang berkrakter oteriter dan gila kekuasaan. Dengan sikap otoriter tersebut tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan bertindak sewenang-wenangnya terhadap bawahannya. Dalam hal ini juga dapat terjadi atau dapat dilakukan oleh guru yang otoriterm akibatnya sama, kelas akan menjadi seperti neraka, peserta didik akan tertekan dan akhirnya dalam proses kegiatan belajar mengajar tidak sesuai yang diinginkan dan akan mengalami kegagalan.
b.    Komunikasi dua arah
Komunikasi dua arah merupakan komunikasi yang mana komunikator (penyampai informasi) dengan komunikan (penerima informasi) bergantian memberikan informasi. Bagi guru yang mempraktikkan komunikasi dua arah ini, para peserta didiknya akan merasa betah, nyaman, dan aman di kelas sehingga iklim kelaspun menjadi kondusif. Disini guru tentu saja bukan menjadikan dirinya sebagai pemimpin sekaligus manajer kelas yang otoriter melainkan manajer kelas yang demokratis. Guru bersedia mendengarkan keluh kesah peserta didiknya, menampung aspirasi atau keinginan peserta didiknyam kemudian mewujudkan aspirasi tersebut bekerja dengan sepenuhnya untuk peserta didiknya.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di kelas VIII B SMP Negeri 3 Pamekasan, komunikasi yang terjalin antara guru dengan siswa di kelas tersebut, mengunakan komunikasi dua arah yang mana ada timbal balik antara guru dengan siswa. Sehingga hubungan antara guru dengan siswa dapat terjalin dengan harmonis serta meningkatkan minat belajar siswa untuk mencapai prestasi yang lebih baik.

Ibu Silawati Ningsih selaku guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Pamekasan juga mengatakan bahwa terjadinya komunikasi yang baik yaitu ketika seorang guru dalam berkomunikasi didalam kelas mendapatkan umpan baik dari siswanya. Sehingga guru dalam mengajar dapat dipahami oleh semua siswanya agar bisa mempermudah siswa dalam menyerap ilmu pengetahuan yang telah diberikan oleh guru tersebut. Sehingga tujuan pembelajaran bisa sesuai dengan harapan.
SHOW or HIDE COMMENT

No comments:

Post a Comment

close